Kenapa Sekarang Banyak Hape Made In Indonesia?

Kenapa Sekarang Banyak Hape Made In Indonesia?

344
0
SHARE

Kenapa Sekarang Banyak Hape Made In Indonesia? – Sebagian dari kamu mungkin pernah meragukan keaslian dari perangkat yang kamu gunakan, setelah kamu temukan keterangan bahwa perangkat tersebut ternyata terdapat keterangan “Negara pembuat: Indonesia” alias “Made in Indonesia”. Iya, mimin ngerti kok kenapa kamu ragu, karena memang bukan cuma kamu saja yang pernah begitu.

Hape made in Indonesia asli atau palsuJika diperhatikan, saat ini ada banyak sekali perangkat smartphone yang memiliki keterangan “Made in Indonesia”, mulai dari perangkat dengan harga murah, hingga yang mahal sekalipun. Tenang! Jika kamu menemukan bahwa perangkatmu juga demikian, itu bukan berarti perangkatmu palsu kok!

Seperti yang sudah mimin jelaskan pada tulisan di halaman ini, hampir semua vendor smartphone yang beredar di dunia mempercayakan perakitan untuk produk-produknya di negara-negara tertentu seperti China, Vietnam, dan bahkan Indonesia, demi menghemat biaya produksi, dan negara China sering kali menjadi “favorit” bagi brand-brand besar sebagai tempat perakitan dari perangkatnya.

Jadi jangan heran jika ada banyak sekali perangkat dengan label “Made in China” yang beredar di pasaran. Nah tapi, sekarang ini kita mungkin bakal lebih sering menemukan perangkat dengan label “Made in Indonesia” di pasaran, khususnya untuk perangkat dengan brand-brand besar. Kenapa? Aturan baru dari pemerintah di Indonesia soal TKDN-lah yang mendorong hal tersebut.

Apa Itu TKDN?

TKDN adalah singkatan dari Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Di Negeri kita tercinta ini, terdapat aturan bahwa hape atau gadget lain yang punya konektivitas 4G LTE, diwajibkan untuk memiliki “kandungan dalam Negeri” sebanyak sekian persen (regulasinya bisa berbeda tiap taun) agar dapat mendapatkan ijin resmi untuk memasarkannya di Indonesia.

Terus, apa sih maksudnya TKDN ini? Gampangnya, hape 4G LTE yang bakal dijual di Indonesia wajib ada campur tangan dari Indonesia dalam proses pembuatannya, entah itu untuk perakitan, pengembangan hardware, software, pembuatan komponen, atau yang lainnya. Berdasarkan yang mimin tangkap sih seperti itu, kurang tau apakah penyampaiannya sudah tepat atau belum. Jadi kalo salah, mohon dikoreksi yaa 😀

Nah, hal ini sepertinya secara tidak langsung bakal memaksa para vendor pembuat gadget untuk mendirikan pabrik perakitan di Indonesia (atau biasanya menyerahkan pada perusahaan perakitan yang sudah ada di Indonesia) dalam rangka memenuhi aturan TKDN tersebut. Kenapa?

Yaa selain memang dapat menambah persentase kadar kandungan dalam negeri, rasanya memang opsi ini merupakan salah satu yang paling mudah dipenuhi oleh para vendor gadget. Karena rasanya agak sulit dong kalau misalnya mereka buat komponennya di Indonesia? Sedangkan mereka aja harus membeli komponen-komponen utama ke pihak ketiga yang berasal dari berbagai negara seperti misalnya komponen chipset, sensor kamera, panel layar, sampai pelindung layarnya sekalipun.

Hape made in IndonesiaMaka sekali lagi, jangan heran kalau sekarang ini banyak hape merk ternama termasuk Samsung, ASUS, Lenovo, LG, dan berbagai merk hape lainnya yang Made in Indonesia. Dan, jangan heran juga kalau ternyata beberapa brand hape nggak mau memasukkan produknya ke Indonesia yang salah satu penyebabnya yaa gara-gara adanya aturan ini.

Oke, sekian dulu deh untuk posting kali ini. Semoga bisa menjawab rasa penasaran kalian yaa. Silakan jelajahi blog Techijau.com ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 😀

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY