Mengoptimalkan Smartphone Android

Mengoptimalkan Smartphone Android

958
4
SHARE
Live With Walkman ICS
Mengoptimalkan Smartphone Android – Setiap pemilik Smartphone pasti menginginkan gadget yang dibawa dan dipakainya sehari-hari itu dapat berjalan dengan optimal. Khususnya untuk pengguna Android terutama yang device Android miliknya sudah di-root, pasti tujuan utama untuk me-root Android nya adalah untuk memaksimalkan kinerja Smartphone Android yang dimilikinya. Namun device Android tidak serta merta akan selalu berjalan lancar setelah ter-root. Lalu bagaimana cara agar device Android bisa lancar atau bebas lag? Tentunya perlu tindakan lebih lanjut seperti yang saia lakukan pada Sony Ericsson Live With Walkman (wt19i) millik saia. Berikut beberapa tips dan aplikasi yang sangat berguna untuk memaksimalkan performa Android. Sebagai catatan tutorial ini berlaku untuk hampir semua jenis dan merek Smartphone dengan sistem operasi Android, dan aplikasi yang saia sarankan disini hanya bisa digunakan jika device Android anda sudah ter-root, jadi sebelumnya pastikan bahwa device anda sudah dalam keadaan rooted.
Berikut beberapa aplikasi yang sangat berguna bagi kesehatan device Android anda *eh* performa maksudnya. Hehehe 😛
Gemini App Manager
Gemini App Manager. Gemini App Manager sangat berguna bagi pengguna yang menginstall banyak aplikasi pada device Android nya. Karena banyak aplikasi “bandel” yang akan berjalan di background pada saat Smartphone dinyalakan meskipun pengguna tidak menghendakinya. Nah keunggulan dari aplikasi ini adalah, Gemini App Manager mampu mengatur autorun pada user apps, sehingga dapat mempertahankan performa device karena aplikasi-aplikasi yang berjalan background tersebut akan “memakan” RAM yang artinya akan memperlambat proses loading pada device serta membuat baterai lebih cepat terkuras. Untuk cara menggunakannya bisa anda baca disini
Link2SD
Link2SD. Link2SD sangat berguna bagi device Android yang memiliki internal memory yang kecil atau ketika memori internal sudah mulai sesak karena banyaknya aplikasi yang terinstall. Sebagai catatan, semua aplikasi akan tetap membuat file di internal memory bahkan ketika mereka telah dipindahkan ke SD card. Keunggulan dari aplikasi ini adalah, Link2SD dapat membawa seluruh file aplikasi ke dalam external memory sehingga ruang di internal memory tetap lega (meskipun beberapa file sampah tetap akan ditulis di internal memory namun dalam jumlah yang sangat kecil. CMIIW). Sebagai catatan jika telah menggunakan aplikasi ini, abaikan pilihan untuk “pindah aplikasi ke SD card”. Bingung kan? Silahkan baca selengkapnya disini. Keunggulan lain dari aplikasi ini adalah, Link2SD mampu meng-uninstall aplikasi bawaan device anda.
Cache cleaner. Nah untuk yang satu ini saia tidak merekomendasi salah satu dari beberapa aplikasi pembersih cache atau file sampah karena fungsinya sama dan tidak memiliki keistimewaan lain. Dan sebagai catatan kebanyakan dari aplikasi pembersih cache tidak membutuhkan ijin SuperUser atau root. Silahkan pemirsa memilih sesuai keinginan di Google Playstore.
Selain memasang aplikasi, ada beberapa tips yang harus pengguna lakukan secara mandiri untuk mempertahankan performa smartphone nya. Jika Smartphone mengalami lag atau proses yang tidak lancar (patah-patah), mungkin tips ini dapat sedikit membantu:
Pertama jika pengguna sedang online, dan mengalami lag, yang pertama bisa dilakukan adalah mematikan lalu lintas data terlebih dahulu, kemudian jika pengguna sedang menggunakan aplikasi sebaiknya tutup aplikasi tersebut. Kemudian gunakan aplikasi task killer apa saja (aplikasi tersedia di Playstore) untuk mematikan proses aplikasi yang berjalan di background. Namun sering kali cara ini kurang efektif dan kurang maksimal, karena aplikasi yang telah “dibunuh” tersebut sering kali akan me-restart sendiri sehingga saia lebih menyarankan untuk pengguna melakukannya secara mandiri. Buka pengaturan, masuk ke menu aplikasi -> downloaded (biasanya di tab pertama), lalu pilih aplikasi yang sekiranya telah anda jalankan sebelumnya, misalnya aplikasi chat, pilik aplikasi tersebut, kemudian pilih pilihan force stop (paksa tutup) kemudian pilih ok. Lakukan pada aplikasi lain yang sekiranya telah anda jalankan atau mainkan sebelumnya. Lalu anda bisa menghapus file sampah (cache) dengan bantuan aplikasi cache cleaner.
Sebagai catatan jika aplikasi telah di tutup paksa (force stop) aplikasi tersebut akan berhenti memberi notifikasi karena aplikasi tersebut benar-benar ditutup dan bukan berjalan di background seperti sebelum di tutup paksa, terutama untuk aplikasi chat semisal catfiz, WhatsApp dll tidak akan ada pemberitahuan meskipun ada teman yang mengirim pesan chat pada pengguna, sehingga jika anda ingin mendapatkan notifikasi dari aplikasi tersebut, anda harus menjalankan dan menutupnya lagi agar aplikasi bisa berjalan di background.
Nah sekian dulu posting dari saia, jangan lupa untuk meng-klik tombol G+1 dibawah artikel ini. Semoga bermanfaat 😀

4 COMMENTS

  1. makasih banyak gan, keren nih blognya
    postingan2nya bagus2 dan mudah dipahami
    ane kalo mo ngapa2in lww ane pasti nyasar kesini :)))
    Ditunggu gan update2nya (y) (y)

LEAVE A REPLY