3 Hal Utama Yang Mempengaruhi Kecerahan Foto (Segitiga Exposure)

3 Hal Utama Yang Mempengaruhi Kecerahan Foto (Segitiga Exposure)

1234
0
SHARE

3 Hal Utama Yang Mempengaruhi Kecerahan Foto (Segitiga Exposure) – Beberapa kali mimin dapet pertanyaan dari temen-temen pembaca yang baru nyobain fitur mode manual di kamera hapenya yang katanya begini :

Min, aku nyobain mode manual di kamera hapeku, tapi kok hasilnya jadi putih ya? Apa kameranya rusak? *sambil ngirim hasil fotonya*

Terus mimin tanya begini :

Emang settingannya ISO sama shutter speednya gimana? Terus itu pas siang atau malem?

Dia jawab begini :

Siang mas, aku set ISO nya di angka 50, shutter speed 4 detik

Singkat cerita, mas-mas ini ternyata pengen nyoba untuk bikin foto dengan efek light trail alias “lampu berjalan” seperti yang pernah mimin coba contohkan pada saat menguji kameranya Zenfone Selfie. Dan kebetulan memang settingannya sama seperti yang disebutin tadi, tapi…… Keadaannya berbeda donk..

BACA JUGA : Kumpulan Review Hasil Kamera Hape

Iya, waktu itu mimin kan mimin fotonya pas malem dan keadaan gelap, jadi yaa kalau siang, settingan nya juga harus disesuaikan supaya hasilnya nggak terlalu terang atau terlalu gelap.

Nah disinilah biasanya orang-orang awam belum paham bagaimana cara menyesuaikan settingan kamera agar hasil foto tidak terlalu terang ataupun terlalu gelap. Iya, mimin juga sering salah-salah kok dulu, bahkan sampai sekarang pun masih. Ehehehe. Maklum, masih belajar juga…

Agar bisa menyesuaikan kecerahan pada hasil foto yang kita ambil, kita mesti paham terlebih dahulu soal apa aja sih faktor yang mempengaruhi kecerahan foto? Kalau di kameranya sendiri, sering disebutkan bahwa ada 3 faktor yang mempengaruhi yakni settingan ISO, Shutter Speed, dan Aperture, dimana ketiganya itu memang berkaitan sangat erat dan perpaduan antara ketiganya itu juga disebut sebagai segitiga exposure atau segitiga emas fotografi. Faktor lain (diluar settingan dalam kamera itu sendiri) adalah tingkat kecerahan dari objek yang kita bidik. Kebetulan, mimin juga sudah pernah membuat tulisan tentang ketiga istilah tersebut yang bisa kamu baca disini

Segitiga exposure fotografiOiya, exposure sendiri bisa dibilang merupakan tingkat kecerahan pada foto, dan ada satu istilah lagi nih yang bakal kita gunakan yaitu Stop. Mulai bingung? Tenang, selow dulu. Santai, dibacanya pelan-pelan biar paham. Nanti bakal dijelasin satu-persatu kok 😀

Coba kamu perhatikan gambar diatas. Di sebelah kiri bawah, terdapat angka metering (-2 -1 0 +1 +2) yang menunjukkan atau memperkirakan kecerahan dari foto yang bakal kamu ambil dengan settingan yang kamu gunakan saat ini. Kalau angka meteringnya ternyata minus seperti pada contoh diatas, maka gambar yang dihasilkan akan terlihat terlalu gelap alias under exposure. Sebaliknya, jika angka pada metering menunjukkan angka diatas nol, maka gambar yang dihasilkan akan terlalu terang alias over exposure. Jadi, sebisa mungkin buatlah settingan yang sekiranya bakal menghasilkan kecerahan yang ideal di angka nol.

Tapi sebelum kita lanjut, mimin akan memberikan bahasan singkat dulu nih soal peran dari segitiga exposure yang sudah mimin sebutkan tadi. Mimin pernah membaca suatu artikel yang menjelaskan masalah ini dengan menggunakan perumpamaan keran, air, dan ember. Lhah, apa hubungannya?

Segitiga Exposure FotografiEhehe, bingung kan? Baiklah, disini mimin akan coba menejelaskan kembali soal perumpamaan tersebut dengan sedikit modifikasi dari mimin sendiri. Dan sekarang, mari kita mulai bermain dengan…

imajinasiIMAJINASI

  • ISO diperankan oleh kuat atau tidaknya pompa air
  • Aperture (bukaan lensa kamera) diperankan oleh keran
  • Shutter Speed adalah berapa lama waktu yang kita gunakan untuk membuka keran tersebut.
  • Sedangkan exposure alias kecerahan gambar diperankan oleh ember, dimana ember yang besar adalah keadaan di malam hari (pencahayaan minim), dan ember yang kecil adalah keadaan di siang hari (terang benderang)

Contoh pertama, kita akan mengambil foto di malam hari, yang artinya dalam keadaan gelap. Berarti disini, kita akan coba untuk mengisi ember berukuran besar.

Kalau kita ingin mengisi penuh embernya dengan cepat (shutter speed cepat), maka kita akan membutuhkan pompa yang kencang (ISO tinggi) dan juga bukaan keran (aperture) yang besar pula. Karena jika ada salah satu settingan yang tidak sesuai (misalnya pompa kurang kencang), maka ember tidak akan terisi penuh alias under exposure.

Atau dalam kasus lain, jika kita ingin mengisi penuh ember besar, tapi dengan menggunakan pompa yang lemot (ISO kecil), maka kita perlu membuka keran (aperture) selebar-lebarnya dalam waktu (shutter speed) yang cukup lama. Dari sini sudah dapat gambaran? Oke, kita mulai contoh yang kedua, kali ini kita ambil foto di siang hari, yang artinya kita akan coba mengisi ember berukuran mini.

Ember berukuran mini berarti ia akan cepat terisi penuh, sehingga kalau kita menggunakan pompa yang kencang dengan bukaan yang lebar, sudah pasti air akan tumpah (over exposure) jika kita membuka keran nya terlalu lama. Maka pilihannya adalah, kita bisa mengecilkan bukaan keran, mengganti pompa dengan yang lebih lemot, membuka keran dalam waktu yang tidak lama, atau mungkin ketiganya sekaligus, tergantung seberapa kecil (seberapa cerah) ember yang ingin kita isi.

Semoga sampai sini sudah bisa paham yaa! Kalau belum, coba dibaca lagi pelan-pelan plus tingkatkan lagi imajinasimu 😀 Dan ya, mimin sangat menyarankan bagi kamu untuk mencari tau efek yang ditimbulkan dari masing-masing settingan tersebut (ISO, Shutter Speed, Aperture) pada link yang sudah mimin sertakan diatas agar kamu bisa menentukan sendiri foto seperti apa yang ingin kamu ambil.

Terus, istilah “Stop” yang tadi tuh artinya apa? Emm, kita lanjut ke halaman selanjutnya aja yaa, udah kepanjangan soalnya. Buat pindah ke halaman selanjutnya, kamu bisa klik angka 2 dibawah ini (untuk berpindah ke halaman 2).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY