Tips Merawat Android Agar Tidak Cepat Rusak

Tips Merawat Android Agar Tidak Cepat Rusak

1082
2
SHARE

Tips Merawat Android Agar Tidak Cepat Rusak – Setelah beberapa hari ini sibuk untuk merombak tampilan blog, akhirnya sekarang mimin bisa lebih rileks lagi untuk berfokus membuat artikel di blog tercinta ini. Nah untuk posting kali ini, mimin akan memberikan sedikit tips dan trik tentang perawatan perangkat Android baik smartphone maupun PC tablet.

Sebenarnya tips ini difokuskan untuk kamu yang memilih Android murah sebagai gadget andalan, namun tidak ada salahnya juga bagi kamu pemilik Android kelas menengah hingga kelas tinggi untuk membaca artikel ini, karena memang perangkat elektronik tentu saja butuh beberapa perawatan tertentu untuk menjaga performanya agar tetap prima.

Untuk itu alangkah baiknya bagi kamu agar membaca artikel ini untuk jaga-jaga jika dikemudian hari dibutuhkan. Dalam merawat gadget, tentu ada hal-hal yang tidak boleh atau tidak disarankan untuk dilakukan, dan berikut diantaranya :

Hal yang harus dihindari agar Android lebih awet

Bermain game berat

Untuk perangkat dengan spesifikasi tinggi mungkin ini bukan masalah, namun akan menjadi masalah yang sangat besar terutama untuk pengguna Android spesifikasi menengah kebawah. Jangan terlalu memaksakan perangkatmu untuk melakukan aktivitas yang melebihi batas kemampuan dari spesifikasi yang dimiliki perangkat tersebut. Kenapa? Karena hal itu secara otomatis akan memaksa kinerja dari jeroan perangkat seperti prosesor, baterai dan sebagainya yang nantinya akan membuat perangkat tersebut cepat panas. Namun panas itu bukanlah masalah utamanya, melainkan efek dari panas tersebut.

Semua benda pasti punya “umur” atau masa pemakaian bukan? Coba kita analogikan smartphone tersebut sebagai motor, dan prosesor sebagai mesin motornya. Jika kita menggunakan motor tersebut dengan kalem dan tidak terlalu memaksakan mesinnya, pasti mesin motor itu akan lebih awet bukan? Sekarang bandingkan dengan motor yang sering dipakai kebut-kebutan seperti drag race dan semacamnya. Mesin akan dipaksa hingga batas, bahkan melampaui batas kemampuannya, lalu apa yang terjadi? Ya, mesin itu hanya bertahan beberapa tahun, bahkan mungkin beberapa bulan saja. Begitupun dengan prosesor dan komponen lain yang merupakan “mesin” dari smartphone. Maka mimin rasa sangatlah perlu untuk menghindari hal yang satu ini.

BACA JUGA : Kenapa smartphone cepat panas?

Menggunakan perangkat saat mengisi ulang (charge) baterai

Hal ini mungkin dianggap sepele, namun dampaknya cukup merugikan. Pada saat charging, suhu baterai akan meningkat karena ada reaksi tertentu untuk mengisi kembali daya baterai yang mimin sendiri tidak mengerti secara detailnya. Nah pada saat seperti ini seharusnya kamu hindari untuk menggunakannya, atau setidaknya meminimalisirnya.

Karena jika kamu menggunakan perangkat ketika sedang melakukan charging, komponen lain yang bekerja juga dapat meningkatkan suhu pada perangkat yang kita gunakan dan baterai pun harus bekerja ekstra untuk memberi pasokan “energi” bagi komponen yang bersangkutan, sehingga timbul panas berlebih atau istilahnya overheat.

Panas berlebih pada baterai dapat mengurangi usia atau daya tahan baterai sehingga baterai akan cepat menurun performanya, yang ditandai dengan mulai kembungnya baterai.

BACA JUGA : Apa Penyebab Baterai Cepat Kembung?

Membiarkan perangkat kehabisan daya hingga mati, dan pengisian ulang yang berlebihan

Ini juga akan mempengaruhi umur baterai. Meskipun pada baterai berjenis Li-Po tidak memiliki masalah yang berarti jika melakukan pengisian berlebihan, namun mimin tetap menyarankan untuk segera mencabut pasokan daya dari charger setelah baterai terisi penuh. Melakukan charging semalam penuh adalah contoh pengisian ulang berlebihan tersebut, ini adalah hal yang paling banyak ditemui di masyarakat pengguna gadget.

Meski memang saat ini sudah banyak vendor yang menanamkan fitur canggih untuk mencegah terjadinya over charging pada baterai, namun tetap saja mimin menyarankan untuk tidak membiasakan melakukan charge terlalu lama untuk jaga-jaga.

Flashing Custom ROM terlalu sering

Ini adalah aktivitas yang biasa dilakukan bagi pengguna Android yang sudah cukup mahir, dan ini masih menjadi perdebatan. Beberapa orang mengeluhkan penurunan performa dari perangkatnya setelah mengganti atau melakukan flashing Custom ROM (CustROM) berulang kali. Namun beberapa lainnya justru tidak merasakan dampak apa-apa meskipun mereka menggantinya bahkan hingga ratusan kali (katanya).

Menjatuhkan perangkat

Ya yang satu ini adalah yang paling rawan merusak perangkat elektronik apapun termasuk smartphone dan tablet. Jika kamu terlalu sering atau pernah menjatuhkan smartphone milikmu, itu bisa menyebabkan komponen di dalam perangkat mengalami kerusakan dan itu cukup sulit untuk diperbaiki kecuali oleh orang yang memang ahlinya. Jadi berhati-hatilah dalam membawa gadget yaa.

Perawatan untuk mempertahankan performa Android

Install aplikasi seperlunya saja

Sebaiknya kamu pilih aplikasi yang sekiranya akan berguna atau sering digunakan, karena jika kamu menginstall aplikasi yang terlalu banyak, akan membuat memory internal cepat penuh yang juga akan berpengaruh pada performa perangkat kita. Dan ini harus kamu catat, aplikasi tertentu bahkan dapat membahayakan perangkat yang kamu gunakan karena bisa saja mengandung malware.

BACA JUGA : Apa Itu Malware?

Sebaiknya pilih dan teliti aplikasi sebelum menginstall agar terhindar dari masalah yang mungkin terjadi pada perangkat. Hapus atau uninstall aplikasi yang sekiranya tidak berguna untuk mempertahankan performanya. Untuk mengatasi memory yang penuh mimin juga sudah membahasnya pada halaman tips mengatasi memory penuh.

Hapus aplikasi yang tidak berguna

Seperti yang sudah ditulis diatas, menginstall aplikasi terlalu banyak akan berdampak pada performa perangkat meski hanya sedikit. Namun mengurangi jumlah download aplikasi saja tidak cukup. Mimin menyarankan anda untuk menghapus bloatware atau aplikasi bawaan tidak berguna yang terinstall pada gadget kita pada saat membeli.

BACA JUGA : Apa Itu Bloatware?

Rajinlah menghapus file sampah

Jika dianalogikan dengan kehidupan nyata, kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih untuk dapat menikmati kenyamanan, begitu pula dengan gadget yang kita gunakan. Hapuslah file sampah atau cache dengan cache cleaner yang bisa kamu cari di Google Play. Karena file cache ini akan sangat mempengaruhi kinerja dari gadget Android jika sudah terlalu banyak. Selain membuat memory cepat penuh, performa akan sedikit menurun yang ditandai dengan respon yang agak lambat dengan gerakan patah-patah atau biasa disebut dengan lag (nge-lag).

BACA JUGA : Cara Menghapus Cache Tanpa Aplikasi (Android Lollipop Only)

Tutuplah aplikasi dengan benar

Ya, inilah kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna, yakni tidak menutup aplikasi secara benar. Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat perangkatmu tidak bekerja dengan mulus atau nge-lag sehingga akan membuatnya terasa kurang nyaman saat digunakan.

Setelah menggunakan aplikasi, pastikan untuk menggunakan menu exit atau menyentuh tombol back berulang kali hingga aplikasi tersebut tertutup. Jangan gunakan tombol “Home” yang biasanya terletak di bagian tengah, karena jika kamu menggunakan tombol tersebut aplikasi akan tetap berjalan di background sehingga membebani kinerja prosesor dan RAM pada perangkat yang nanti akan membuatnya menjadi lemot.

BACA JUGA : Tips Mencegah Smartphone Agar Tidak Hang

Nah mungkin itu saja tips merawat Android yang bisa mimin bagikan kepada kamu semua. Sebenarnya masih banyak lagi cara lain untuk membuat performanya tetap prima, namun cara-cara tersebut tergolong agak sulit untuk dimengerti untuk pemula (termasuk mimin). Jika kamu memiliki saran atau pendapat lain, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar. Silahkan jelajahi blog Techijau.com untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat 😀

2 COMMENTS

  1. min perihal baterai li-po udah pernah cari tahu lebih lanjut belum, apakah kalau dicharge terus (overcharge) beneran gak ngaruh? soalnya kebiasaan itu susah banget diilangin sih (ngecas semaleman) hehe

    • Kalo dalam jangka panjang sih sepertinya bakal ngaruh yaa, karena kita kan juga nggak tau seberapa lama “sistem pertahanan” dari overcharge nya itu bisa bertahan? Jadi kalo kata nggak ngaruh kayanya kurang tepat, lebih tepatnya bisa mencegah dan meminimalisir resiko rusak karena overcharge. Tapi yaa selama ini sih aku juga cukup sering sampai overcharge gitu, dan nggak menemukan masalah yang berarti. 🙂

LEAVE A REPLY