Laptop Gaming 4 Jutaan, Memangnya Ada?

Laptop Gaming 4 Jutaan, Memangnya Ada? – Jadi pertanyaan ini cukup sering ditanyakan oleh netizen di Indonesia. Iya, sudah bukan rahasia lagi bahwa masyarakat selalu menginginkan sesuatu yang bagus, sekaligus harus murah. Tapi ya.. Nggak gini juga ..

Sebelum melanjutkan, di sini saya bukan bermaksud untuk sombong atau apalah itu. Tujuan saya menulis posting ini adalah untuk menunjukkan realita yang ada. Agar kita sebagai konsumen tidak termakan oleh angan-angan yang ternyata tidak sesuai harapan. Dengan harapan agar orang-orang menjadi tercerahkan. Oke, sekarang masuk ke bahasan utama.

Laptop gaming 4 Jutaan

Adalah sebuah kenyataan pahit bahwa ternyata di pasaran, kita TIDAK AKAN menemukan laptop gaming dengan harga 4 jutaan. Kalaupun ada sales yang berkata “ada”, percayalah, hanya ada dua kemungkinan kenapa dia bilang demikian. Pertama, karena memang dia kurang memahami produk yang dijualnya. Atau kedua, dia paham akan produk, tetapi mengada-ada agar produk jualannya laku.

Perlu kita ketahui bahwa laptop gaming itu tidak ada yang harganya dibawah 10 juta rupiah. Dan saat ini, kisaran harga laptop gaming yang paling murah adalah sekitar 14 sampai 15 jutaan, tergantung kurs dollar. Jadi, harapan untuk mendapatkan laptop gaming seharga 4 jutaan jelas mustahil. Kalau kalian sudah membaca tulisan tentang bedanya laptop gaming dengan laptop biasa, kalian pasti akan paham kenapa harganya demikian tinggi.

Memang sih, ada cukup banyak laptop di kelas mainstream yang harganya dibawah 10 jutaan dan sanggup untuk menjalankan beberapa game. Akan tetapi, hal itu tidak serta merta menjadikan mereka sebagai laptop gaming. Karena mereka hanya bisa digunakan untuk bermain game yang tidak terlalu berat, sampai game yang ringan. Itupun kadang frame rate yang disajikan tidak terlalu tinggi. Sehingga akan kurang nyaman saat digunakan untuk bermain game.

Sekadar info nih. Untuk bisa menjalankan game kelas berat (AAA) dengan settingan grafik maksimal, serta frame rate 60fps keatas, akan dibutuhkan laptop gaming dengan harga lebih dari 60 jutaan. Ini berdasarkan pengalaman saya sendiri yaa. Dan kalau misalnya kita memakai laptop gaming murah, bisa saja ia mendapatkan frame rate sekitar 30 sampai 50fps keatas saat menjalankan game AAA. Hanya saja, kita harus rela menurunkan settingan grafik di titik paling redah.

Kembali lagi membahas soal laptop biasa. Walau mungkin laptop dibawah 10 jutaan itu akan sanggup untuk menjalankan beberapa game yang agak berat, biasanya mereka tidak bisa digunakan terlalu lama. Laptop akan lebih cepat mengalami penurunan performa akibat terlalu panas. Karena memang mereka tidak didesain untuk urusan gaming, yang notabene akan memaksa CPU dan GPU untuk bekerja sangat keras. Kalaupun dipaksakan lebih lama lagi, bisa-bisa laptopnya mati mendadak. Tapi hal itu cukup jarang terjadi yaa.

Intinya adalah, kita akan membutuhkan laptop gaming yang harganya mulai dari 14 sampai 15 jutaan jika ingin dapat bermain semua jenis game dengan nyaman. Tapi kalau misal kita tidak mempermasalahkan soal frame rate alias “yang penting bisa dipakai buat main”, maka laptop non gaming dengan harga 10 jutaan kebawah pun bisa dijadikan pilihan alternatif.

Tapi yaa bukan laptop 4 jutaan juga ya. Karena, laptop 4 jutaan itu masuknya kategori laptop kentang, alias jauh banget dari kriteria untuk gaming. Bisa dipakai buat buka browser sambil multitasking beberapa apps ringan aja udah bersyukur. Silakan baca tulisan tentang bedanya laptop murah dengan laptop mahal agar kamu bisa paham alasannya.

Saran Untuk Memilih Laptop Biasa Yang Bisa Dipakai Gaming

Kalau ternyata budget yang kamu miliki cukup jauh untuk menjangkau laptop gaming yang beneran, maka kamu bisa memilih laptop biasa dengan kriteria khusus. Kriteria yang pertama adalah soal prosesor. Di tahun 2021 ini, pastikan laptop yang kamu pilih itu MINIMAL menggunakan prosesor Intel Core i3 generasi ke-10. Dan akan lebih bagus kalau ia memiliki kartu grafis diskrit, alias kartu grafis tambahan. Grafis diskrit yang biasa digunakan adalah NVIDIA GeForce MX series.

Syukur-syukur kalau ternyata mendapatkan laptop dengan prosesor Intel Core generasi ke-11, itu akan lebih baik walau tanpa grafis diskrit. Silakan cek halaman tentang cara mengetahui generasi prosesor Intel dan AMD agar tidak salah pilih.

Pilihan alternatif? Ada kok. Kamu juga bisa memilih laptop yang minimal menggunakan prosesor AMD Ryzen 3 4000 series. Ingat ya, yang 4000 series! Laptop ini bakal memiliki performa grafis yang lebih baik dibandingkan prosesor Intel Core generasi ke-10 yang TIDAK menggunakan kartu grafis tambahan. Tapi kalau dibandingkan dengan Intel Core generasi ke-11, saya kurang tau. Seharusnya sih di tahun ini bakal hadir laptop yang pakai prosesor AMD Ryzen 5000 series. Dan itu juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik lagi ketimbang AMD Ryzen 4000 series.

Selanjutnya, pastikan ia menggunakan penyimpanan berjenis SSD, bukan HDD. Alasannya sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang perbandingan antara SSD dengan HDD. Lalu yang terakhir, usahakan untuk mencari yang kapasitas RAM nya minimal 8GB. Karena kalau 4GB, rasanya terlalu nyesek. Silakan baca tulisan tentang fungsi RAM besar agar kamu mengerti alasannya. Sedangkan kalau soal merek, itu suka-suka kalian ajalah.

Oke, semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit pencerahan. Yang pasti, kriteria yang saya sebutkan di atas itu tidak akan bisa kita temukan pada laptop dengan banderol harga 4 jutaan.

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P