Penjelasan Sederhana Tentang Istilah “Bottleneck” Dalam Dunia Teknologi

Penjelasan Sederhana Tentang Istilah “Bottleneck” Dalam Dunia Teknologi – Sesuai dengan judul tulisan ini, saya ingin membuat sedikit bahasan sederhana mengenai apa itu bottleneck. Seperti yang kita tau, saat ini banyak sekali pakar gadget yang menyarankan untuk lebih memilih penyimpanan berjenis SSD ketimbang HDD ketika ingin merakit PC, ataupun membeli laptop. Karena HDD disebutkan bisa menjadi “bottleneck” bagi sebuah komputer. Mengingat performa dari HDD yang sangat terbatas.

Iya, dalam urusan inilah istilah bottleneck seringkali disebutkan dalam pembahasan mengenai komputer. Membuat kita-kita yang masih awam ini semakin tidak paham tentang maksudnya. Langsung ke intinya saja yaa.

Jadi, arti “bottleneck” dalam bahasa Indonesia adalah “leher botol”. Sekarang kita bayangkan bentuk dari sebuah botol. Kira-kira seperti pada gambar di bawah ini.

Apa itu bottleneck PC

Rata-rata, bentuk dari sebuah botol itu adalah lebar di bagian badan utamanya, lalu menyempit di bagian leher. Di sini kita tidak bicara dari segi fungsi ya, tapi lebih kepada efek yang ditimbulkan akibat leher botol yang bentuknya menyempit tersebut.

Jika botol tersebut berisi air sampai penuh, maka ketika kita membalikkan botol untuk menumpahkan isi airnya, air tidak akan langsung tumpah semua. Karena, air akan tertahan lajunya akibat bentuk leher botol yang menyempit tersebut. Dari sini kita tau, bahwa leher botol tersebut menimbulkan efek terhambatnya laju air pada saat dituangkan.

Nah, efek inilah yang kemudian melahirkan istilah bottleneck. Dengan kata lain, maksud dari istilah bottleneck dalam dunia komputer adalah sebuah faktor penghambat kinerja sebuah pc, ataupun laptop. Sehingga kinerjanya tidak bisa dimaksimalkan. Yang mana hal ini seringkali dituduhkan kepada HDD.

Kenapa HDD Dianggap Sebagai Bottleneck?

Seperti yang kita ketahui bersama, HDD merupakan sebuah media penyimpanan data bagi sebuah laptop dan PC. Mulai dari menyimpan software agar komputer bisa beroperasi, hingga menyimpan file-file pribadi seperti foto ataupun video.

HDD disebut sebagai bottleneck karena ia memiliki performa baca dan tulis data yang dianggap sangat terbatas dan cenderung lambat. Hingga tak jarang membuat PC dan laptop terasa lemot pada saat loading. Hal ini akan membuat komputer yang punya prosesor kencang sekalipun, akan terhambat performanya jika masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD.

Karena, untuk dapat menjalankan suatu program atau software, prosesor harus mencari data yang tersimpan di dalam penyimpanan (HDD), sebelum dapat memproses dan menjalankannya. Nah, pada saat proses pencarian itulah kinerja komputer menjadi terhambat karena lambatnya kinerja HDD. Sehingga inilah yang menjadikan HDD sebagai biang terhambatnya performa sebuah komputer, atau sering disebut sebagai bottleneck. Sederhananya sih seperti itu yaa..

Jadi, agar performa dari sebuah komputer tidak mengalami hambatan, sangat disarankan untuk menggunakan penyimpanan berjenis SSD yang punya kecepatan jauh lebih tinggi. Inipun sebenarnya tergantung dari jenis SSD itu sendiri yaa.

Walau begitu, SSD yang paling lambat sekalipun (SSD SATA3) bakal punya performa yang lebih baik dibandingkan dengan HDD. Dan selain dari segi kecepatan, ada beberapa hal lain yang membuat SSD menjadi pilihan yang lebih baik daripada HDD. Tapi, bahasan tentang itu akan saya buat di postingan berikutnya yaa. Sementara menunggu, kamu bisa jelajahi tentang istilah lain yang berkaitan dengan teknologi di blog techijau.com ini.

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P