Apa Itu Malware? Apakah Berbahaya?

Apa Itu Malware? Apakah Berbahaya? – Jika berbicara tentang keamanan dalam menggunakan komputer, laptop, ataupun smartphone, pasti bahasannya tidak akan jauh dari istilah malware. Dan di kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas tentang apa itu malware, dengan bahasa yang disederhanakan. Agar lebih mudah untuk dimengerti.

Malware adalah singkatan dari malicious software. Atau pada istilah sehari-hari, malware sendiri lebih dikenal dengan sebutan virus. Walaupun sebenarnya sebutan “virus” ini kurang tepat sih. Malware merupakan sebuah program atau software jahat, yang diciptakan untuk menyusup ke dalam sebuah komputer, ataupun smartphone. Biasanya, malware (berjenis trojan horse) akan menyusup dalam bentuk aplikasi. Dan aplikasi yang paling rentan berisi malware adalah aplikasi bajakan.

Tingkatan kejahatan atau keusilan dari malware sendiri bisa bermacam-macam. Tergantung daripada tujuan pembuatannya. Sederhananya, secara umum, malware akan dapat menjalankan suatu perintah pada perangkat yang diinfeksinya, tanpa sepengetahuan kita. Perangkat yang dimaksud di sini adalah komputer atau smartphone tadi yaa. Dengan perilakunya yang bisa menjalankan suatu perintah tanpa sepengetahuan kita sebagai pemilik perangkat, tentu saja tujuannya tidaklah baik.

Apa itu malware
Photo created by jcomp – www.freepik.com

Malware sendiri memiliki beberapa jenis atau kategori yang dibedakan berdasarkan tujuan pembuatannya. Berikut adalah beberapa jenis malware yang saya ketahui, berdasarkan apa yang saya baca dari berbagai sumber :

Virus

Virus adalah sebutan untuk salah satu malware. Malware belum tentu virus, tapi virus sudah pasti malware. Saya tidak tau pasti apa maksud dari penciptaan virus komputer atau keuntungan yang didapat oleh sang pembuatnya. Menurut informasi yang saya baca, virus dapat menyebar dan berkembang di dalam sistem komputer.

Beberapa virus tidak akan terasa dampaknya pada perangkat yang diinfeksinya. Namun, ada pula virus yang sifatnya berbahaya. Karena bisa memperbanyak diri, dampak yang paling terasa adalah berkurangnya ruang pada penyimpanan perangkat (HDD atau SSD) secara signifikan. Yang mana, tentu hal ini jelas mengganggu kita sebagai sang pengguna perangkat, serta dapat mempengaruhi kinerja perangkat.

Worm

Dalam bahasa Indonesia, worm berarti cacing. Namun berbeda dengan cacing asli yang berbentuk panjang dan menjijikkan, cacing pada komputer sendiri adalah sebuah program yang termasuk malware. Menurut apa yang saya baca, worm ini tidaklah terlalu berbahaya karena sifat penyerangannya yang tergolong jinak (mohon dikoreksi jika sekiranya ini keliru). Worm sendiri mirip dengan virus, yang mampu memperbanyak diri.

Trojan Horse (Kuda Troya)

Malware ini merupakan program “tersembunyi” yang menyamar sebagai aplikasi yang seolah-olah berguna bagi sang pengguna. Padahal di dalam aplikasi tersebut terdapat malware seperti worm dan virus dengan tujuan merusak sistem. Bahkan yang lebih berbahaya dan merugikan lagi, adalah jika di dalam trojan horse ini telah diisi oleh spyware yang nantinya dapat digunakan oleh sang pembuat malware untuk mencuri data kita sebagai korban. Misalnya seperti informasi password, data perbankan, ataupun data-data sensitif lainnya.

Istilah “trojan horse” (kuda troya) sendiri diambil dari sebuah legenda perang Troya (Trojan war) di kota Troy. Saat itu, pasukan Yunani tidak pernah berhasil memenangkan peperangan walau sudah 10 tahun mengepung kota Troy. Suatu ketika, dibuatlah sebuah patung kuda kayu raksasa untuk menyembunyikan beberapa orang di dalamnya.

Pasukan Yunani pun berpura-pura menarik mundur pasukannya dan berlayar pergi dengan meninggalkan patung kuda kayu raksasa tersebut. Orang-orang Troy yang mengetahui bahwa pasukan Yunani telah mundur, kemudian menarik dan membawa masuk patung kuda kayu yang ditinggalkan itu sebagai simbol kemenangan.

Saat malam hari, pasukan Yunani yang telah bersembunyi di dalam patung kuda itu kemudian keluar dari patung, dan membukakan pintu gerbang agar pasukan Yunani yang lain bisa masuk ke dalam kota. Pasukan Yunani itu pun kemudian menghancurkan bisa bebas menghancurkan kota dari dalam, tanpa harus menembus benteng pertahanan kota Troy. Kurang lebih, konsep tipu daya seperti itulah yang digunakan oleh malware berjenis Trojan Horse.

Biasanya, Trojan Horse “dikemas” dalam bentuk aplikasi. Dan sekali lagi, yang paling rawan adalah aplikasi bajakan. Sehingga sangat disarankan untuk sebisa mungkin menginstall aplikasi original yang resmi.

Spyware

Seperti namanya, “spy” yang berarti mata-mata, adalah sebuah program yang berfungsi untuk “mengintip” data pada perangkat yang diinfeksinya. Informasi yang diintip tersebut bisa berupa password, data perbankan, ataupun data-data sensitif lain yang mungkin bisa disalahgunakan. Lalu, semua data yang diintip tersebut akan dikirimkan ke sang pembuat spyware. Yang tujuannya adalah untuk membobol akun-akun yang telah diketahui passwordnya tersebut.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh malware yang bisa kita temui. Seperti misalnya backdoor, hijacker, botnet, dialer, rootkit, adware, wabbit, dan lain sebagainya. Jadi intinya, malware itu bisa saja sangat berbahaya.

Dan walau mungkin kita tidak peduli apakah data kita akan dicuri atau tidak, malware tetap saja akan mengganggu kenyamanan saat menggunakan perangkat. Karena sifatnya yang “bekerja tanpa ijin dari kita”, maka tentu ia akan membebani kinerja perangkat. Yang akibatnya, akan membuat kinerja perangkat jadi menurun dan terasa lemot.

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P