MiFi Itu Apa Sih?

MiFi Itu Apa Sih? – Seiring perkembangannya, sekarang ini banyak sekali aksesoris-aksesoris pelengkap yang ditujukan untuk mendampingi gadget utama yang biasa kita gunakan. Salah satunya adalah MiFi yang kini semakin populer di tanah air. Khususnya setelah salah satu provider internet di Indonesia yakni Smartfren, meluncurkan beberapa produk MiFi sekaligus. Bahkan di tahun 2022 ini, rasanya perangkat ini sudah sangat populer dan digunakan oleh banyak orang.

Namun karena masih terbilang baru, beberapa masyarakat mungkin masih belum paham soal apa fungsi MiFi tersebut. Sehingga mereka cenderung sama sekali tidak melirik perangkat ini karena belum mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya.

Apa Itu MiFi dan FungsinyaNah disini, saya bermaksud untuk membuatkan bahasan singkat mengenai perangkat MiFi, supaya kamu yang tadinya masih merasa asing menjadi lebih kenal dengan aksesoris yang satu ini. Bukan hanya untuk MiFi Smartfren saja ya, tapi juga untuk semua model MiFi yang ada dari berbagai brand.

Apa Itu MiFi?

Sebenarnya, MiFi itu apa sih? Menurut Wikipedia, kata MiFi sendiri diduga (masih diduga loh) adalah merupakan kependekan dari My WiFi, dimana nama MiFi sendiri sebenarnya adalah sebuah brand yang diklaim atau didaftarkan oleh Novatel Wireless (sebuah perusahaan operator selular) di beberapa negara sebagai merk dari produknya.

Kalau menurut beberapa pengamat lainnya, dikatakan bahwa MiFi adalah singkatan dari Mini WiFi Router, atau ada juga yang menyebutnya sebagai Mobile WiFi Router. Lalu, apa kegunaan MiFi dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Sebelum melanjutkan soal ini, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu cara kerja MiFi dan bagaimana prinsip dasarnya.

Fungsi MiFi & Bagaimana Memanfaatkannya

Berdasarkan penjelasan diatas, bisa dikatakan bahwa perangkat MiFi adalah sebuah router Wi-Fi dengan ukuran mini dan bisa dibawa-bawa. Nah dari sini, kita bisa tau bahwa fungsi MiFi adalah sebuah perangkat yang akan bisa memberikan akses internet pada berbagai perangkat lain melalui jaringan Wi-Fi. Entah itu untuk perangkat laptop, smartphone, atau perangkat lainnya yang mendukung konektivitas Wi-Fi. Jadi perannya itu kurang lebih sama seperti sebuah router Wi-Fi yang biasa kita temukan di kantoran atau rumahan.

Namun, tidak seperti router Wi-Fi rumahan yang harus menggunakan kabel agar bisa terhubung ke internet, cara kerja MiFi sendiri lebih mirip seperti sebuah smartphone yang sedang mengaktifkan fitur tethering. Sehingga bisa berperan sebagai modem Wi-Fi.

BACA JUGA : Cara Menggunakan Android Sebagai Modem WiFi

Iya, sangat mirip. Hanya saja, MiFi tidak memiliki fugsi telepon dan juga sebagian besar MiFi juga tidak memiliki layar seperti layaknya sebuah smartphone. Kurang jelas? Oke, saya jelaskan lebih detail deh. Perhatikan gambar dibawah ini :

Mifi adalahJadi, untuk bisa mendapatkan koneksi internet, perangkat MiFi harus terhubung dengan jaringan selular seperti 3G, 4G LTE, ataupun 5G.  Lalu, koneksi internet yang sudah didapatnya tersebut, kemudian dibagikan lagi kepada berbagai perangkat lain melalui jaringan Wi-Fi. Sehingga, mereka yang punya perangkat MiFi akan mempunyai jaringan Wi-Fi pribadi yang bisa dibawa kemana-mana.

Ini jelas akan sangat membantu untuk menghemat pengeluaran untuk biaya internet bagi orang yang punya banyak gadget sekaligus. Dimana mereka hanya perlu membeli satu paket internet untuk kemudian digunakan oleh beberapa perangkat secara bersamaan. Perangkat MiFi yang paling populer di Indonesia saat ini adalah MiFi Andromax dari operator Smartfren, dimana mereka memiliki cukup banyak tipe MiFi yang beredar di pasaran.

BACA JUGA : Review MiFi Smartfren Andromax M2s

Namun bukan berarti cuma mereka saja yang memasarkan perangkat MiFi di Indonesia, karena beberapa operator lain termasuk Telkomsel dan XL juga sudah menghadirkan perangkat serupa meskipun tak sepopuler MiFi Andromax.

Lalu, bagaimana cara menggunakan MiFi? Yaa gampang saja! Kita tinggal membelikan paket internet, menyalakan MiFi, dan kemudian menghubungkan perangkat smartphone atau laptop kita ke MiFi melalui jaringan WiFi, lalu kita bisa mulai internetan deh! Simpel, kan?! Beberapa tipe MiFi juga punya yang namanya fitur WPS push button yang menawarkan beberapa kemudahan seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang apa fungsi tombol WPS Wi-Fi.

Kelemahan MiFi

Di balik sifatnya yang praktis, perangkat MiFi tentu juga memiliki berbagai kekurangan. Yang pertama adalah dari soal baterai. Dari beberapa perangkat MiFi yang pernah saya coba, rata-rata mereka hanya memiliki daya tahan baterai mulai dari 4 sampai 5 jam. Bahkan dulu juga ada yang cuma bisa bertahan 3 jam, sebelum baterainya habis. Hanya beberapa MiFi saja yang mampu bertahan mulai dari pagi sampai matahari terbenam.

Sebenarnya sih ini merupakan hal yang wajar. Karena untuk bisa melalukan tethering, biasanya memang akan memakan cukup banyak daya baterai. Sebuah smartphone dengan baterai badak saja pasti akan jauh lebih cepat habis baterainya jika digunakan untuk tethering. Nah, oleh karena kelemahannya ini, saya sangat menyarankan untuk selalu membawa sebuah powerbank untuk menemani MiFi, jika kita berencana untuk bepergian dalam waktu yang lama. Terlebih, jika kita sedang melakukan perjalanan jauh.

Kedua, biasanya perangkat MiFi tidak akan dilengkapi dengan fitur fast charging. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang daya baterainya bisa dikatakan cukup lama. Saya harap, kedepannya para perusahaan pembuat MiFi bisa menyematkan fitur fast charging agar kelemahan ini bisa tertutupi. Walaupun mungkin jika bisa direalisasikan, harganya juga bakal lebih mahal.

Yang ketiga adalah soal harga. Sejauh yang saya ketahui, perangkat MiFi yang “bebas” untuk bisa menggunakan semua operator akan punya harga yang cukup mahal. Yaa walaupun nggak sampai sejuta sih. Dan untuk bisa mendapatkan perangkat MiFi dengan harga yang jauh lebih terjangkau, kita harus memilih untuk membeli MiFi yang sudah dibundling dan dikunci dengan operator tertentu. MiFi Andromax (Smartfren) adalah salah satu contohnya. Diikuti dengan MiFi Telkomsel, dan juga XL.

Nah, jika kita memilih untuk membeli MiFi yang sudah dibundling, maka sudah pasti kita tidak bisa bebas untuk mengganti-ganti operator jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ini akan cukup menyulitkan jika sewaktu-waktu operator yang dipakai pada MiFi ternyata sedang gangguan. Sebagai solusi, biasanya sih saya akan menggunakan kartu SIM dari operator yang berbeda di smartphone yang saya gunakan. Supaya jika seandainya operator yang digunakan oleh MiFi sedang gangguan, maka saya bisa beralih sejenak untuk menggunakan operator lain yang terpasang di smartphone.

Oke, saya rasa sekian dulu untuk pembahasan tentang MiFi kali ini. Semoga bisa menambah wawasan bagi kamu yang sedang mempertimbangkan untuk membeli MiFi. Kamu mungkin juga akan menyukai tulisan tentang pencarian operator seluler terbaik untuk game onliine. Atau, kamu juga bisa menjelajahi blog Techijau.com ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 🙂

Pandu Dryad
Founder techijau.com | Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :)