Home Pengetahuan Dasar Istilah Apa Itu Multitasking Serta Efek Yang Ditimbulkannya?

Apa Itu Multitasking Serta Efek Yang Ditimbulkannya?

0

Apa Itu Multitasking Serta Efek Yang Ditimbulkannya? – Saya yakin, kebanyakan dari kita sudah sering mendengar istilah “multitasking” ketika membahas soal gadget. Terlebih saat melihat atau membaca review smartphone misalnya, istilah ini terkadang juga akan disebut saat membahas soal performa.

Saya pribadi akan menjadikan kemampuan multitasking dari sebuah smartphone sebagai salah satu pertimbangan, sebelum memutuskan untuk membelinya atau tidak. Karena bagi saya, hal ini bakal memberikan keuntungan tersendiri dan mempercepat kegiatan kita ketika sedang menggunakan smartphone.

Eh, tapi tunggu sebentar. Apakah kamu datang ke blog ini karena belum paham soal apa itu multitasking? Jika iya, maka kamu wajib membaca hingga selesai. Karena di posting kali ini, saya akan membahas sedikit soal multitsking. Mulai dari keuntungan dan kerugiannya, hingga soal pengertiannya yang akan coba saya sampaikan dengan simpel, tanpa menggunakan istilah-istilah yang ribet.

Pengertian & Keuntungan Multitasking

Secara harfiah, multitasking artinya adalah menjalankan tugas ganda, atau menjalankan lebih dari satu aktifitas dalam waktu yang sama. Contoh dalam kehidupan manusia sehari hari adalah “makan sambil membaca”.

Makan dan membaca adalah dua aktifitas yang berbeda, bukan? Kita bisa saja menjalankan kedua aktifitas ini secara bergantian. Namun jika demikian, waktu yang dibutuhkan pasti akan lebih lama. Maka dari itu, sebagian dari kita akan memilih untuk melakukannya secara bersamaan karena dirasa lebih hemat waktu.

Pada laptop, kegiatan multitasking adalah ketika kita membuka dua (atau lebih) software secara bersamaan. Yang tujuannya juga sama, yaitu agar lebih menghemat waktu ketika kita mengerjakan sesuatu. Misalnya, kita membuka software microsoft word, pemutar musik, dan juga browser internet secara bersamaan, ketika kita akan membuat sebuah tulisan.

Ketiga software ini kita operasikan karena kita butuh untuk mengetik (menggunakan ms.word), mencari referensi di internet (menggunakan browser), dan juga hiburan (menggunakan pemutar musik). Coba bayangkan, bagaimana seandainya jika kita tak bisa melakukan multitasking seperti itu? Pasti kita harus repot untuk menutup salah satu software, agar bisa membuka software yang lainnya. Tidak efisien dan tidak hemat waktu.

Sementara pada smartphone (android), multitasking bisa dilakukan dalam hal yang serupa namun sedikit berbeda. Smartphone bisa dikatakan sedang melakukan multitasking jika ia menjalankan lebih dari satu aplikasi. Hanya saja, ia hanya bisa menampilkan satu aplikasi yang berjalan, sementara aplikasi lain akan disembunyikan di background. Dan aplikasi di background itu juga masih berjalan, hanya saja tidak dimunculkan pada layar

Dengan begitu, aplikasi yang berjalan di background tadi dapat kita operasikan lagi dengan cepat, tanpa harus membuka dan loading ulang. Karena tidak seperti PC atau laptop, kita tidak bisa menampilkan dua buah apps sekaligus dalam satu layar smartphone. Ilustrasinya adalah seperti ini.

Apa itu multitasking
Multitasking pada laptop. Apps dapat ditampilkan secara bersamaan
Pengertian multitasking
Ilistrasi multitasking pada smartphone. Hanya apss yang terlihat terang yang akan tampil di layar.

Contoh & Cara Multitasking Pada Smartphone Android

Salah satu contoh yang paling mudah untuk menggambarkannya adalah ketika kita sedang bermain game. Ketika kita sedang asik bermain game, tiba-tiba ada chat dari gebetan. Kalau smartphone yang kita gunakan memiliki kemampuan multitasking yang baik, maka kita bisa langsung membuka chat tersebut, kemudian membalasnya. Dan setelah selesai membalas, kita bisa kembali membuka dan MELANJUTKAN game yang kita mainkan tadi, tanpa harus loading ulang.

Caranya adalah, kita tinggal sentuh saja tombol recent apps (biasanya disebelah tombol home pada smartphone), lalu kita pilih game yang kita sembunyikan sementara tadi. Chat gebetan bisa terbalas, permainan pun dapat dilanjutkan.

Cara multitasking smartphone androidKuncinya adalah pada tombol recent apps dan tombol home. Jika tombol recent apps berfungsi untuk membuka aplikasi yang sebelumnya sudah atau pernah kita buka, maka tombol home akan berfungsi untuk menyembunyikan tampilan aplikasi. Dan aplikasi yang disembunyikan (di background) tersebut akan tetap berjalan dan siap untuk dibuka kembali melalui recent apps.

Apa yang terjadi jika ternyata smartphone tidak punya performa multitasking yang baik? Maka, saat kita buka aplikasi chat, sistem akan menutup paksa aplikasi game yang sedang kita mainkan tadi. Akibatnya, pada saat kita ingin kembali membuka dan melanjutkan game tadi, ia akan loading ulang. Dan itu adalah hal yang sangat menyebalkan sekaligus serba salah.

Karena harus memilih apakah akan melanjutkan game terlebih dahulu dan membiarkan gebetan menunggu (yang bisa jadi bakal bikin dia jadi nggak mood dan perlahan kamu ditinggalin), atau membalas chat gebetan tapi kita harus menunggu loading game dan mengulang kembali apa yang sudah kita selesaikan di game.

Saya sendiri sering melakukan multitasking pada smartphone, dan bukan hanya untuk urusan game, tapi juga untuk urusan produktifitas. Biasanya, kemampuan multitasking akan bergantung pada dua hal. Yang pertama adalah kapasitas RAM, dan yang kedua adalah karena sistem pada smartphone itu sendiri.

Multitasking Membutuhkan RAM Besar

Smartphone dengan RAM berkapasitas besar biasanya bakal punya potensi untuk melakukan multitasking dengan lebih lancar. Karena semakin besar kapasitas RAM, maka smartphone akan bisa menjalankan lebih banyak apps secara bersamaan. Seperti yang juga sudah pernah saya bahas pada posting berjudul fungsi RAM besar pada smartphone. Eits, ini bukan cuma berlaku pada smartphone ya, tetapi juga pada laptop dan PC.

Terlebih lagi, jika ternyata aplikasi yang dijalankan adalah sebuah game berat, maka biasanya ia akan memakan banyak ruang pada RAM. Dan membuatnya harus memaksa untuk menutup aplikasi lain yang sebelumnya berjalan di background.

Walau begitu, terkadang smartphone yang punya kapasitas RAM besar pun belum tentu punya performa multitasking yang baik. Hal itu tergantung dari sistem software yang digunakan oleh masing-masing merk smartphone.

Iya, beberapa merk smartphone cukup agresif untuk menutup aplikasi yang berjalan di background walau ia punya kapasitas RAM yang lebih dari cukup. Hal ini membuat kapasitas RAM besar tersebut terkesan mubazir karena tak dapat dimanfaatkan secara optimal. Dan jujur, saya pribadi tidak suka smartphone yang seperti ini.

Tapi tentu si pembuat smartphone punya alasan mengapa ia membuat sistem yang demikian agresif, sampai-sampai tak mengijinkan aplikasi untuk berjalan di background. Salah satunya adalah untuk menghindari efek negatif dari multitasking.

Efek Negatif Multitasking

Multitasking bisa menyebabkan beberapa efek negatif bagi smartphone. Diantaranya adalah menurunnya performa smartphone, serta baterai yang menjadi lebih boros. Eits, tapi untuk urusan baterai itu hanya terjadi dalam keadaan tertentu yaa.

Iya, memang benar bahwa aplikasi yang dibiarkan terlalu lama berjalan di background, akan membuat baterai menjadi lebih boros. Karena smartphone akan membutuhkan sedikit daya ekstra untuk tetap menjaga agar aplikasi yang “disimpan di RAM” tersebut bisa tetap standby. Sekali lagi, disana saya menyebut “terlalu lama” dan “sedikit daya ekstra”.

Dan sistem yang terlalu agresif dalam menutup background apps pun sebenarnya juga bisa berpotensi membuat konsumsi baterai menjadi lebih boros saat penggunanya benar-benar ingin melakukan multitasking. Karena daya yang dibutuhkan untuk memuat ulang (loading ulang) aplikasi akan lebih besar jika dibandingkan dengan harus “menjaga” aplikasi tetap standby di background selama beberapa saat.

Saat ini, beberapa pembuat smartphone sudah cukup pintar untuk menyeimbangkan keduanya. Mereka menggunakan sistem yang akan membiarkan background apps tetap standby selama beberapa menit agar pengguna dapat melakukan multitasking dengan lancar. Namun jika ternyata background apps tersebut dibiarkan terlalu lama, maka sistem akan mematikannya untuk lebih menghemat penggunaan daya baterai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here