Beranda Pengetahuan Dasar Kamu Harus Tau! Inilah Faktor Yang Mempengaruhi Performa Laptop

Kamu Harus Tau! Inilah Faktor Yang Mempengaruhi Performa Laptop

0

Kamu Harus Tau! Inilah Faktor Yang Mempengaruhi Performa Laptop – Kamu pernah nggak, dibuat keheranan gara-gara laptop yang baru saja kamu beli ternyata langsung terasa sangat lemot?

Karena kalau dipikir-pikir kan, seharusnya laptop baru itu kinerjanya sangat lancar?! Lha ini laptop baru kok udah lemot aja? Kemudian, perasaan buruk sangka pun mulai muncul.

Eits, tahan dulu buruk sangkamu itu! Karena bisa saja bukan laptopnya yang salah, tapi espektasimu yang terlalu tinggi! Atau, bisa juga karena ada faktor eksternal yang bikin performa laptopmu langsung turun.

Nah, supaya kamu tidak berburuk sangka, di tulisan ini saya akan membahas tentang faktor apa saja yang mempengaruhi performa dari sebuah laptop. Supaya kamu bisa lebih mengenal laptopmu, dan menaruh harapan yang sesuai dengan kemampuannya.

Di sini, kita akan membahas soal faktor yang mempengaruhi performa laptop dari sisi internal (memang dari laptopnya sendiri) hingga sisi eksternal.

Faktor Internal

Perlu kamu tau bahwa tidak semua laptop bakal punya performa yang sama. Bahkan dalam satu merek yang sama, beberapa tipe laptop bisa sangat berbeda performanya. Makanya harganya pun bisa beda-beda. Seperti yang sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang bedanya laptop murah vs laptop mahal.

Apa yang mempengaruhi performa laptop dari sisi internal adalah spesifikasi yang diusungnya. Tapi kalau kamu mengira bahwa RAM besar adalah jaminan laptop bakal punya performa ngebut, maka kamu salah besar!

Karena ada beberapa hardware lain yang lebih penting peranannya dibandingkan dengan RAM saja. Mulai dari prosesor (CPU dan GPU), penyimpanan (storage), baru yang terakhir adalah RAM.

BACA JUGA : RAM Besar Buat Apa?

Bagian prosesor, khususnya CPU, punya peran terpenting dalam memproses perintah. Bagian ini bisa diibaratkan sebagai otaknya laptop. Nah, prosesor ini ada kelas-kelas performanya. Ada yang lemot, ada yang gesit, ada yang powernya besar.

Laptop murah dengan harga 4 jutaan ke bawah, biasanya akan menggunakan prosesor yang lemot seperti Intel Celeron, atau AMD E series. Dan seperti yang sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang tips memilih laptop murah yang tidak lemot, kedua prosesor tersebut masuk ke dalam list prosesor yang mesti dihindari kalau kamu tidak mau dibikin emosi.

Jadi, kalau laptop barumu yang terasa lemot ternyata menggunakan salah satu dari kedua prosesor yang saya sebut tadi, ya wajar saja. Sangat wajar malah.

Tapi sebenarnya, ada satu penolong yang bisa bikin performa laptop jadi agak mendingan walau menggunakan kedua prosesor tadi. Yaitu jika storage alias penyimpanan laptopmu menggunakan SSD, bukan HDD.

Kecepatan dari storage yang merupakan tempat untuk menyimpan data-data, sangatlah berpengaruh terhadap kecepatan loading ketika laptop dinyalakan, atau membuka aplikasi. Dan penyimpanan berjenis SSD memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan penyimpanan berjenis HDD.

BACA JUGA : Bedanya Penyimpanan HDD vs SSD

Jadi, kalau ternyata laptopmu masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD, maka wajar saja kalau performanya terasa lemot. Apalagi kalau dipadukan dengan prosesor lemot juga. Waduuu, lemotnya bisa combo max pro ultra tuh!

Nah setelah mengetahui perkara yang satu ini, seharusnya kamu sudah tidak sembarangan lagi dalam menghakimi merek laptop. Misalnya, laptop merek A lemot, yang cepat itu merek B. Karena performa laptop tidak bisa dilihat dari mereknya, tetapi dari spesifikasi hardware yang sudah saya sebut di atas tadi.

Mau merek apapun laptopnya, kalau dari segi prosesor dan penyimpanannya tidak mumpuni, ya pasti dia bakal lemot!

Faktor Eksternal

Bisa saja laptop dengan merek dan tipe yang sama, serta spesifikasi yang juga sama persis, bakal terasa memiliki performa berbeda.

Mengingat selain dari faktor spesifikasinya, sebenarnya faktor eksternal juga bisa sangat berpengaruh terhadap performa dari sebuah laptop. Yang paling umum adalah dari sisi aplikasi alias software tambahan yang dipasangkan ke dalam laptop.

Memasangkan aplikasi yang terlalu banyak, bisa menurunkan performa laptop. Apalagi jika ternyata laptop tersebut merupakan laptop kelas entry level.

Jika laptop yang kamu gunakan masuk kategori laptop kelas entry level, maka cobalah untuk menghindari aplikasi-aplikasi yang tidak perlu. Seperti aplikasi antivirus misalnya.

Karena seperti yang sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang langkah yang harus dilakukan setelah membeli laptop baru, aplikasi anti virus justru bisa berpotensi menurunkan performa laptop. Apalagi jika antivirus yang dipasangkan itu ternyata bajakan. Bukannya “mengobati”, antivirus bajakan itu malah bakal “meracuni” laptopmu.

BACA JUGA : Resiko Menginstal Aplikasi Bajakan

Tapi yang jadi pertanyaan adalah, apakah aman membiarkan laptop tanpa memasangkan antivirus? Jawabannya adalah sangat aman. Selama kamu mengikuti tips yang sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang perlukah pakai antivirus di laptop.

Selain antivirus, aplikasi bajakan atau aplikasi-aplikasi lain yang berjalan secara otomatis ketika laptop dinyalakan, juga bakal berpotensi memberatkan performa laptopmu.

Faktor eksternal lain yang bisa membuat performa laptop menjadi menurun adalah soal debu. Debu yang menumpuk di dalam laptop, bisa membuat performanya turun. Karena, ia berpotensi menghalangi aliran udara, yang bisa menghambat proses pembuangan panas yang dilakukan oleh kipas.

Akibatnya, laptop akan kepanasan, yang efeknya bisa membuat performa laptop menjadi tidak optimal. Alasan yang melatarbelakangi menurunnya performa ketika laptop panas, sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang kenapa overheat membuat performa laptop menurun.

Perkara debu ini juga menjadi salah satu alasan kenapa kita tidak disarankan untuk menggunakan laptop di atas kasur atau bantal.

Akhir Kata …

Nah, itulah beberapa hal yang bisa berpengaruh terhadap performa dari sebuah laptop. Semoga nggak ada lagi yang nge-judge bahwa laptop merek ini lemot, sementara laptop merek itu ngebut.

Ya kalo spesifikasinya beda, nggak relevan lah perbandingannya! Ini sekaligus menegaskan kembali bahwa merek bukanlah faktor yang menyebabkan laptop jadi lemot atau tidak. Sebagai tambahan, silakan baca tulisan tentang langkah sederhana merawat laptop agar tidak lemot dan cepat rusak. Agar laptop milikmu bisa terus bekerja secara optimal, dan bisa lebih awet.

BERIKAN KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini