Berkenalan Dengan ASUS OLED: Teknologi Layar Yang Ramah Untuk Mata

Berkenalan Dengan ASUS OLED: Teknologi Layar Yang Ramah Untuk Mata – Arfi dan Arie adalah orang yang sukses membuat para tetangga mengira bahwa mereka memelihara tuyul. Dua orang cerdas berijazah SMK yang merupakan pendiri dari DTECH-ENGINEERING tersebut, mampu menghasilkan sesuatu yang berharga dengan memanfaatkan teknologi. Karya-karya berupa desain 3D Engineering yang mereka kerjakan dari rumah yang berlokasi di Kota Salatiga, telah banyak dipesan oleh orang-orang dari berbagai negara.

D-Tech Engineering

Penggalan kisah dari Arfi dan Arie tersebut merupakan satu dari sekian banyak contoh soal bagaimana pemanfaatan teknologi dapat mengubah hidup seseorang di jalur yang positif. Walau mungkin umumnya kita tidak memanfaatkan teknolgi seserius itu, nyatanya, semakin hari kita cenderung semakin mengandalkan teknologi untuk membantu kehidupan.

Teknologi Membuat Semua Lebih Mudah

Source: Channel Youtube Fiersa Besari

Senada dengan apa yang dikatakan oleh Fiersa Besari dalam potongan syair lagunya, teknologi memang membuat semua menjadi mudah. Adalah teknologi yang memungkinkan kita untuk berkirim kabar secara cepat, tanpa harus menunggu surat sampai berhari-hari. Adalah teknologi yang memungkinkan untuk mengadakan pertemuan, tanpa harus berada di satu tempat yang sama. Kemudahan dalam bertransaksi, berbelanja, bepergian, hingga mempelajari skill-skill baru pun menjadi mungkin berkat teknologi.

Inovasi-inovasi yang barangkali dianggap sepele tersebut, jelas sangatlah mempermudah aktivitas kita. Pesatnya perkembangan teknologi sendiri tidak lepas dari peranan komputer. Yang kini, dalam bentuk portable berupa laptop, sudah semakin akrab dengan kehidupan sehari-hari. Jika dulu ia hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu, saat ini bahkan anak sekolahan pun sudah banyak yang menggunakan laptop.

Sebagai alat yang mendorong kemajuan teknologi sekaligus bagian dari produk yang lahir dari teknologi itu sendiri, saya rasa kedepannya nanti laptop akan menjelma menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi semua kalangan. Karena mau tidak mau, generasi muda pastilah harus mengikuti perkembangan zaman.

Tetap Sayangi Diri

Terlepas daripada luasnya manfaat laptop, alangkah baiknya jika kita tetap menjaga kesadaran tentang pentingnya menyayangi diri sendiri. Menurut American Optometric Association (AOA), banyak orang yang mengalami gejala tidak nyaman pada mata ataupun gangguan penglihatan yang disebut sebagai Computer Vision Syndrome (CVS) akibat daripada terlalu lama memandang layar digital. Tentu saja, laptop adalah salah satunya. Dan saya rasa, hal ini bukanlah sesuatu yang baru bagi kita.

Sekitar lima-enam tahun lalu, mungkin hanya Akuntan saja yang terbilang memiliki jam kerja lebih panjang bersama laptop. Kini, dengan kemampuan pemanfaatan laptop untuk keperluan yang lebih luas, generasi muda cenderung akrab untuk beraktivitas berlama-lama bersama laptop. Keadaan ini dikhawatirkan bisa memperbesar potensi resiko gangguan penglihatan tersebut.

Apalagi sekarang ini sudah semakin banyak profesi baru yang mengharuskan mereka untuk bekerja lebih lama menggunakan laptop. Mulai dari SEO Specialist, Digital Marketer, App Developer, Data Analyst, hingga Content Creator.

Ditambah dengan semakin meningkatnya trend berkegiatan di rumah seperti WFH (Work From Home) dan juga PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), membuat lebih banyak orang yang harus berhadapan dengan layar laptop dalam waktu yang lebih lama juga.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Berdasarkan apa yang saya baca, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk dapat memperkecil resiko gangguan mata akibat berlama-lama bekerja di depan laptop. Diantaranya adalah:

  • Lebih Sering Berkedip! Berkedip adalah sebuah cara alami untuk tetap menjaga kelembaban mata. Langkah sederhana ini dapat menghindarkan kita dari resiko mata kering. Yang mana, mata kering tidak hanya akan membuat mata menjadi terasa tidak nyaman, tapi juga dapat berpotensi menimbulkan iritasi pada mata.
  • Gunakan Metode 20/20/20! Mata akan lebih cepat lelah jika kita terlalu lama menatap sesuatu secara terus-menerus dalam jarak yang dekat. Maka dari itu, KRAFF EYE Institute telah menyarankan agar kita mengistirahatkan mata dengan cara melihat sesuatu yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik, pada tiap kali kita menatap layar selama 20 menit.

  • Turunkan Kecerahan Layar! Sesuaikanlah kecerahan layar dengan kondisi pencahayaan di sekitar. Layar yang tampil terlalu cerah seringkali membuat mata lebih cepat lelah. Maka, usahakan untuk menurunkan kecerahan layar jika memungkinkan.
  • Hindari Pantulan Cahaya Pada Layar! Pantulan cahaya yang terlihat di layar akan membuat mata kesulitan untuk berfokus pada konten yang ingin kita lihat pada layar. Keadaan ini bisa menjadi salah satu penyebab mata lebih cepat lelah. Maka, cobalah untuk memposisikan layar laptop agar terhindar dari pantulan cahaya.
  • Gunakan Layar Beresolusi Tinggi! Semakin kita tidak bisa melihat pixel secara kasat mata karena resolusi layar yang tinggi, dipercaya akan membuat mata bekerja semakin mudah untuk berfokus.
  • Kurangi “Cahaya Biru” Pada Layar! Cahaya biru alias Blue light yang dipancarkan oleh layar diketahui dapat membuat kerusakan pada mata. Terlebih jika terpapar dalam waktu yang lama. Mengurangi cahaya biru pada layar bisa dilakukan dengan cara mengubah white balance layar menjadi lebih warm alias kekuningan. Atau, bisa juga dengan menggunakan kaca mata khusus untuk mengurangi intensitas masuknya cahaya biru pada mata.

Dari beberapa langkah pencegahan diatas, kita jadi tau bahwa ternyata bagian layar juga memiliki peran yang tak kalah penting. Sebab, layar adalah komponen pada laptop yang paling sering dilihat oleh mata. Dan mestinya, itu sudah cukup untuk menyadarkan kita untuk tidak menyepelekan persoalan layar. Sebuah inovasi layar yang saya rasa bisa menjadi solusi dari permasalahan diatas adalah teknologi ASUS OLED.

Apa Itu ASUS OLED?

Keistimewaan ASUS OLED

ASUS OLED adalah sebuah teknologi panel layar laptop, yang bisa memberikan kualitas visual yang jauh lebih baik ketimbang layar laptop biasa yang masih menggunakan panel LCD. Walau kini panel OLED sendiri sudah mulai populer digunakan oleh berbagai brand pada laptop premium, ASUS OLED mempunyai inovasi tersendiri.

Bisa dikatakan bahwa ASUS OLED tidak hanya sekadar memasangkan panel OLED pada laptop. Tetapi layar tersebut juga memiliki standarisasi khusus dari ASUS. Laptop dengan teknologi ASUS OLED sudah dilengkapi dengan beberapa fitur yang membuatnya istimewa.

Hal pertama yang menjadi keunggulan dari fitur ASUS OLED adalah soal tampilan warnanya yang sangat kaya. Semua laptop dengan panel ASUS OLED memiliki tingkat reproduksi warna hingga 100% pada color space DCI-P3. Artinya, panel layar tersebut akan mampu menampilkan semua warna yang dicakup dalam color space DCI-P3.

Color space DCI-P3 sendiri memiliki cakupan warna yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan color space sRGB yang masih digunakan oleh laptop pada umumnya. Jika dibandingkan, 100% DCI-P3 itu setara dengan 133% sRGB.

ASUS OLED DCI-P3

Dari sisi konten kreator, urusan warna ini tidak boleh disepelekan. Jika seandainya mereka menggunakan layar dengan tingkat reproduksi warna yang rendah, mereka jadi tidak bisa memperkirakan bagaimana tampilan dari karyanya saat dipublikasikan nanti.

Apakah kontennya itu sudah punya warna yang pas? Terlalu pudar? Atau justru over saturated? Karena apa yang ditampilkan pada layar dengan tingkat reproduksi warna yang rendah, pasti akan terlihat mirip. Mengingat masih ada banyak warna yang tak sanggup untuk ditampilkan pada layar tersebut. Dan jika memaksakan untuk menggunakan layar seperti itu, bisa-bisa tampilan warna dari karyanya jadi terlihat kacau.

Keutamaan dari ASUS OLED yang memiliki kemampuan reproduksi warna yang sangat kaya, membuat konten kreator dapat lebih leluasa saat bereksperimen dengan warna, sekaligus bisa melihat dengan jelas semua warna yang ditampilkan dalam preview dari karyanya.

Lalu dari sisi penikmat konten, mereka bisa benar-benar melihat semua warna yang digunakan oleh sang konten kreator. Terlebih color space DCI-P3 sendiri merupakan standar cakupan warna yang digunakan dalam industri perfilman modern.

Keunggulan warna ASUS OLED

Berbeda dengan layar laptop pada umumnya yang masih menggunakan lapisan panel backlit, panel ASUS OLED terdiri dari jutaan lampu LED berukuran sangat kecil. Hal ini membuat tiap individual pixel dari layar ASUS OLED akan mampu menghasilkan cahaya dan warnanya sendiri, tanpa harus mengandalkan cahaya backlit layaknya layar LCD.

Yang mana ketika layar ASUS OLED menampilkan warna hitam, lampu LED pada pixel yang menampilkan warna hitam akan benar-benar dimatikan. Hasilnya adalah, ia akan menampilkan warna yang benar-benar hitam pekat. Karena tidak terganggu oleh lampu dari lapisan backlit.

ASUS OLED dengan warna gelap lebih detail

Berkat teknologi yang digunakannya tersebut, layar ASUS OLED mampu menghasilkan kontras warna yang sangat tinggi. Dengan contrast ratio hingga 1.000.000:1, detail warna akan bisa ditampilkan dengan sangat jelas. Sertifikasi DisplayHDR 600 True Black dari VESA yang sudah dikantongi oleh ASUS OLED, membuatnya sudah dipastikan akan mampu menyajikan konten multimedia dengan format HDR.

Benefitnya? Tentu saja, memanjakan mata dengan tampilannya yang detail! Teknologi yang diterapkan tersebut, juga memungkinkan panel layarnya untuk dapat lebih efisien dalam penggunaan daya. Dalam skenario tertentu, seperti saat menampilkan gambar atau video dengan ambient warna gelap, ASUS OLED akan memakan daya listrik yang jauh lebih kecil ketimbang layar LCD.

Tampilan warna yang tidak akurat, bisa menjadi sebuah masalah bagi beberapa profesi. Bayangkan, bagaimana jadinya jika seorang fotografer melakukan koreksi warna foto pada perangkat yang punya layar tidak akurat? Bisa-bisa, foto yang diedit tersebut tidak memberikan kesan yang diinginkan. Padahal setiap tone warna pada gambar bakal memiliki arti dan kesan tersendiri. Seperti yang disebutkan pada pada artikel dari situs 99designs.com.

Pengaruh warna terhadap mood

Pada foto makanan, misalnya. Kesan hangat, segar, atau menggiurkan, akan sulit untuk direpresentasikan jika tone warna tidak tepat. Tampilan warna layar yang tidak akurat juga berpotensi membuat gambar menjadi terlihat aneh warnanya saat dicetak atau ditampilkan pada perangkat lainnya.

Kabar baiknya, setiap panel ASUS OLED yang diproduksi, telah melalui proses kalibrasi warna sejak awal, dan sudah mendapatkan sertifikasi PANTONE Validated Display. Ini membuat layar tersebut dipastikan memiliki tingkat akurasi warna yang sangat tinggi. Sehingga, akan sangat cocok untuk digunakan oleh berbagai profesi yang mengedepankan soal tampilan visual.

Laptop ASUS OLED Pantone Validated

Seperti yang kita ketahui bersama, setiap warna yang ditampilkan pada layar laptop merupakan kombinasi dari berbagai spektrum warna, termasuk warna biru. Bahkan saat layar menampilkan warna putih sekalipun, sebenarnya ada spektrum warna biru yang ditampilkan di sana.

Masalahnya adalah, sebagian spektrum warna biru diketahui dapat mengganggu kesehatan mata. Dikutip dari situs Tempo.co, penelitian dari Universitas Toledo Amerika Serikat menyebutkan bahwa cahaya biru yang dipancarkan layar bisa menimbulkan reaksi racun yang merusak mata. Bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Bahaya cahaya biru

Mengubah white balance warna menjadi lebih warm sering dianggap sebagai cara termudah untuk menghindari paparan cahaya biru. Alih-alih menjadi solusi, cara ini justru melahirkan sebuah masalah baru yang akan mengganggu kualitas visual pada layar. Cara tersebut akan berdampak pada tampilan warna layar yang berubah menjadi lebih kekuningan.

Konten visual yang kita lihat pada layar pun pasti bakal nampak memiliki warna yang tidak seperti yang seharusnya, hingga mengurangi keindahannya. Para pembuat konten pun juga jadi tidak bisa melakukan koreksi warna dengan benar jika keadaannya seperti ini.

Teknologi ASUS OLED menawarkan solusi yang lebih baik dengan menggeser dan menampilkan spektrum cahaya biru yang terbilang aman, untuk menjauhkan kita dari spektrum warna biru yang berbahaya. Sejalan dengan rekomendasi yang disarankan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh essilorpro.

ASUS OLED low blue light lebih aman untuk mata

Solusi yang digunakan tersebut sukses membuat panel ASUS OLED mampu mengurangi tingkat paparan radiasi sinar biru hingga 70%, dan telah mengantongi sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland.

Benefit yang paling bisa dirasakan secara kasat mata adalah, panel layar ASUS OLED tetap dapat menampilkan warna yang akurat, tanpa membuat tampilan layar menjadi nampak kekuningan. Hal ini membuatnya tidak hanya lebih aman untuk kesehatan mata, tapi juga tetap bisa mempertahankan kualitas visual.

Pernah tidak, kita merasa bahwa tampilan warna di laptop menjadi kurang jelas dan kurang akurat ketika diturunkan kecerahannya? Hingga terkadang, memaksa kita untuk menaikkan kecerahan layar demi melihat warna yang lebih jelas. Keadaan ini jelas berpotensi membuat kita sulit untuk bekerja berlama-lama di depan laptop, karena layar yang terlalu cerah bisa menyebabkan mata lebih cepat lelah.

Nah, berbeda dengan sebagian besar laptop yang masih menggunakan 2D color gamut, ASUS OLED sudah menggunakan 3D color gamut sebagai referensi. Yang mana dalam hal pengukuran volume warna secara keseluruhan, faktor iluminasi (pencahayaan) juga telah ditambahkan. Hasilnya, warna bisa tetap ditampilkan dengan jelas, kaya, dan akurat, walau pada tingkat kecerahan layar rendah sekalipun.

ASUS OLED tetap berwarna akurat walau kecerahan rendah

Dengan demikian, kita dapat melakukan berbagai aktivitas bersama laptop dengan lebih nyaman, tanpa khawatir tampilan warnanya akan terlihat pudar. Entah itu untuk menonton video, mengolah foto, ataupun aktivitas lain yang mengedepankan tampilan visual.

Menurut keterangan dari WebMD, mata kita akan melakukan focus dan refocus secara terus-menerus saat melihat layar. Terlebih, jika melihat gambar bergerak (seperti misalnya video), mata akan terus bereaksi dan berganti fokus, mengikuti pergerakan dan perubahan gambar. Aktivitas tersebut secara tidak sadar akan membuat otot mata bekerja ekstra keras. Dan ketika otot mata mulai lelah, mata menjadi lebih sulit untuk berfokus, hingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur (blur).

WebMD tentang mata

Mungkin, hal ini jugalah yang membuat mata kita menjadi lebih cepat lelah saat memandangi layar yang blur. Akibat daripada ketidakmampuannya untuk menampilkan ketajaman yang baik saat menayangkan gambar bergerak (video). Sekarang, coba perhatikan dan bandingkan. Dari kedua gambar di bawah ini, yang mana yang lebih enak dipandang, dan mana yang membuat kita pusing melihatnya?

Jelas, gambar yang lebih tajam pasti akan lebih nyaman dipandang, bukan? Perkara tampilan yang blur ini, biasanya terjadi akibat daripada response time layar yang kurang cepat. Sederhananya, response time sendiri merupakan sebutan yang menunjukkan seberapa cepat tiap pixel pada layar berubah dari satu warna, ke warna lainnya.

Teknologi ASUS OLED memungkinkan panel layar untuk bisa memiliki response time yang sangat cepat, yakni hanya 0.2 milidetik saja. Atau, hingga 50 kali lebih cepat daripada layar LCD biasa. Video singkat di bawah ini adalah ilustrasi yang menunjukkan kecepatan response time dari panel ASUS OLED, jika dibandingkan dengan panel LCD yang punya response time 10 milidetik.

Seperti yang kita tau, sebuah gambar bergerak (video) yang ditampilkan pada layar, itu pasti terdiri dari puluhan frame gambar yang diperlihatkan secara bergantian dan cepat. Dan setiap kali ada pergantian frame gambar, warna yang harus ditampilkan oleh pixel pada layar pun hampir selalu akan berubah.

Dalam prakteknya, response time yang lebih cepat memungkinkan layar untuk bisa menampilkan gambar bergerak dengan lebih tajam. Sebabnya adalah karena layar mampu menampilkan perubahan frame gambar secara lebih cepat. Hasilnya, efek blur yang muncul pada setiap kali pergantian frame gambar akan bisa lebih diminimalisir. Contoh nyata yang sudah disederhanakan, bisa kita lihat pada ilustrasi video singkat di bawah ini.

Response time yang super cepat dari panel ASUS OLED rasanya tidak hanya akan membuat tampilan visual jadi lebih tajam dan lebih baik, tapi juga bisa membuat mata tetap nyaman saat melihatnya.

Tapi, Bukankah OLED Itu Adalah Sebuah Teknologi Mahal?

Tidak salah sih. Teknolgi layar OLED sebenarnya memanglah sebuah teknologi mahal yang biasanya hanya tersedia pada laptop kelas premium, yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun kabar baiknya, ASUS sudah membenamkan teknologi tersebut pada laptop kelas mainstream. Salah satunya adalah ASUS Vivobook Ultra 15 OLED (K513).

Dengan banderol harga mulai dari Rp8.799.000, laptop ini terbilang masih cukup terjangkau bagi semua kalangan. Tak perlu khawatir soal performa. Karena laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga. Artinya, laptop ini tak hanya bakal memberikan performa yang gesit, tetapi juga menjanjikan daya tahan baterai yang lebih awet.

Spesifikasi modern yang dibawa oleh laptop ini, tidak hanya sebatas prosesornya saja. Karena ia juga sudah dilengkapi dengan Wi-Fi 6, RAM berjenis DDR4, dan juga penyimpanan berjenis PCIe SSD. Yang mana, kemampuan baca dan tulis data dari SSD jenis ini sangat jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan penyimpanan tradisional berupa HDD.

Perpaduan spesifikasi modern tersebut, membuat kita bisa merasakan benefit performa yang signifikan. Bahkan untuk lebih memaksimalkan performa, terdapat pula fitur ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT).

Teknologi tersebut diklaim bakal mampu memberikan boosting performa hingga 40% saat diaktifkan, dibandingkan dengan laptop lain dengan spesifikasi serupa. Kita hanya perlu menekan tombol “Fn” dan “F”, untuk mengubahnya ke mode Performace. Cara yang sama juga bisa kita lakukan untuk membuat laptop menggunakan mode lain seperti Standart Mode ataupun Whisper Mode untuk membuat laptop lebih hemat dalam penggunaan daya listrik.

Vivobook Ultra 15 OLED keunggulannya

Terdapat pula sebuah slot SO-DIMM DDR4 dan juga slot SATA 2.5″ jika di kemudian hari kita ingin melakukan upgrade RAM ataupun menambah kapasitas penyimpanan pada Vivobook Ultra 15 OLED (K513).

Yang membuatnya semakin menarik adalah, kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli dan juga menginstal sistem operasi, karena laptop 15 inch tersebut sudah dilengkapi dengan Windows 10 Home original, yang bisa diupgrade ke Windows 11 secara gratis. Plus, kita juga akan mendapatkan aplikasi Microsoft Office Home & Student 2019 original, yang bisa dipakai seumur hidup.

Dengan demikian, laptop ini akan langsung siap untuk digunakan oleh para pelajar dan juga pekerja kantoran. Sekaligus menghindarkan kita dari aplikasi bajakan yang bisa berbahaya bagi laptop beserta isinya. Aktivitas PJJ dan WFH juga akan semakin dimudahkan berkat hadirnya teknologi AI Noise Cancelling. Sebuah teknologi yang akan meredam suara bising di sekitar kita, pada saat sesi video conference sedang berjalan.

Akhir Kata ...

Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, seharusnya tidak dibarengi dengan timbulnya resiko kesulitan yang baru. Sayangnya, laptop yang seharusnya menjadi sebuah alat yang membantu produktivitas, ternyata juga masih memunculkan resiko-resiko jika digunakan dalam waktu yang lama. Dalam hal ini, saya rasa ASUS OLED adalah sebuah titik temu yang benar-benar mendefinisikan “teknologi membuat semua lebih mudah”, tanpa adanya kompromi. Kita pun jadi bisa berfokus untuk terus produktif.

Berikut adalah spesifikasi lengkap dari ASUS Vivobook Ultra 15 OLED (K513):

Main Spec.ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513)
CPU

Intel® Core™ i3-1115G4 Processor 1.7-3.0 GHz (6M Cache, up to 4.1 GHz)

Intel® Core™ i5-1135G7 Processor 0.9-2.4 GHz (8M Cache, up to 4.2 GHz)

Operating System

Windows 10 with Office Home & Student 2019 Pre-Installed

Free upgrade to Windows 11

Memory4GB DDR4 on board + 4GB DDR4 SO-DIMM, Memory Max Up to 8GB
Storage

256GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD

Additional 2.5” SATA expansion slot

Display15.6-inch, OLED, FHD (1920 x 1080) 16:9, Glossy display, LED Backlit, 400nits, 100% DCI-P3, Screen-to-body ratio 85 %
GraphicsIntel® UHD Graphics
Input/Output1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD 4.0 card reader
Camera720p HD Camera
ConnectivityWi-Fi 6(802.11ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioAudio by ICEpower®, Built-in speaker, Built-in microphone, harman/kardon certified (Mainstream)
Battery42WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension35.90 x 23.50 x 1.79 ~ 1.79 cm
Weight1.8Kg
ColorsIndie Black, Transparent Silver, Hearty Gold
Price

Rp8.799.000 (Intel Core i3 variant)

Rp10.699.000 (Intel Core i5 variant)

Warranty2 tahun garansi global + 1 Tahun ASUS Perfect Warranty
Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P