Memilih Hp Android Untuk Anak Agar Bisa Sekolah Online

Memilih Hp Android Untuk Anak Agar Bisa Sekolah Online – Sebenarnya aku menulis ini dengan hati yang miris. Karena yang menggerakkan aku untuk membuat tulisan ini adalah karena aku mendengar sebuah kabar bahwa ada orangtua yang harus meminjam smartphone (hape) milik tetangganya agar sang anak dapat mengikuti kegiatan belajar online. Jadi siapapun kamu, bersyukurlah jika kamu bisa memiliki sebuah smartphone. Karena bagi sebagian orang, smartphone adalah sebuah “kemewahan” (dalam tanda kutip ya).

Di masa pandemi seperti sekarang, kita memang dituntut, atau lebih tepatnya dipaksa untuk dapat memanfaatkan teknologi. Sehingga bagi mereka yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi, hal ini bisa menjadi sebuah beban tambahan. Karena harus mengeluarkan biaya untuk memfasilitasi kegiatan belajar.

Atau, ada juga yang sudah memanfaatkan teknologi berupa smartphone, tetapi ternyata smartphone yang digunakan tak cukup kuat untuk digunakan dalam hal seperti ini. Jadi disini, aku bakal share kira-kira kriteria smartphone seperti apa yang bakal sanggup untuk digunakan dalam kegiatan belajar online bagi anak sekolah. Entah itu anak SMP, ataupun SMA dan SMK (?). Karena kebetulan beberapa hari lalu, ada juga tetangga yang bertanya mengenai hal ini kepadaku. Sebelum melanjutkan, ijinkan aku untuk menggarisbawahi sesuatu:

Untuk anak-anak yang sedang baca tulisan ini, cobalah untuk lihat keadaan orangtua mu ya. Kalaupun kamu nanti dibelikan hp yang murah, mohon diterima aja. Karena yang paling penting kan hapenya bisa dipakai buat belajar. Inget, tujuan kalian sekolah itu untuk belajar. Kesampingkan dulu soal gengsi ke temen-temen. Karena gengsi bukanlah sebuah kebutuhan untuk hidup.

Sebenernya ada banyak banget pilihan hape dengan budget sedikit yang bisa kita pilih untuk kegiatan ini. Hanya saja, kita masih bisa berpotensi untuk “salah beli”. Kriteria MINIMUM yang paling penting adalah soal RAM dan storage alias penyimpanan internal. Mohon dicatat ya! Syarat utama agar kalian bisa mengikuti kegiatan belajar online dengan cukup nyaman adalah hape dengan RAM berkapasitas 3GB, dan penyimpanan minimal 32GB. Dengan kata lain, sebenernya nggak butuh spesifikasi yang wah banget.

Kalau mau di nego sedikit, sebenarnya bisa aja sih pakai hape yang RAM nya 2GB dan penyimpanan 16GB. Cuman, itu agak terlalu mepet. Dan agak sulit untuk menemukan hape baru keluaran baru dengan kapasitas penyimpanan 16GB. Kadang kita mesti nyari hape keluaran yang agak lama.

Lalu kalau misal kamu memutuskan untuk pilih hape yang penyimpanannya 16GB, sangat disarankan untuk nggak instal game, terus jangan kebanyakan foto selfie juga. Terus untuk aplikasi-aplikasi nggak berfaedah (yang isinya orang joget-joget gak jelas) juga mesti kalian hindari. Demi bisa menghemat penyimpanan.

Saranku sih tetep, sebaiknya pilih yang 32GB penyimpanannya. Karena selain bisa lebih lega, ini juga supaya kalian bisa pakai untuk jangka panjang juga dan agar hapenya nggak rewel soal penyimpanan penuh. Kita kan juga nggak tau berapa banyak file yang mesti kita simpan untuk urusan belajar. Jadi penyimpanan 32GB itu udah cukup ideal.

Hape Baru, Keluaran Baru

Untuk saat ini, sudah banyak kok hape keluaran baru dengan harga dibawah 2 juta yang punya kriteria RAM 3GB dan penyimpanan 32GB. Hanya saja, kekuatan prosesornya mungkin juga apa adanya. Aku sih belum melihat soal pentingnya peran prosesor untuk kegiatan belajar, dari sisi murid. Makanya yang paling aku tekankan adalah dari sisi RAM dan penyimpanan aja.

Harga dibawah 2 jutaan itu maksudnya adalah di kisaran 1.7 jt sampai 1.9jt ya. Dan itu untuk hape keluaran baru. Untuk merk, sebenernya bebas. Tapi saranku, carilah hape dengan merk Samsung atau Xiaomi. Karena dua brand ini punya produk kelas dibawah 2 jutaan yang menurutku paling layak untuk dibeli. HATI-HATI dengan sales yang usil dan maksa nawarin merk lain.

Kalo emang si sales maksa karena barang yang kita cari dibilang “lagi kosong”, yaudah mending kalian cari di toko lain. Karena kadang, mereka suka bohong seperti itu. Berani buat nolak, supaya bisa dapetin hape yang lebih layak.

Hape Baru, Keluaran Lama

Ini agak sulit, dan biasanya cuma bisa didapatkan kalau kalian beli secara online. Beli hape baru keluaran lama adalah demi mendapatkan spesifikasi (khususnya prosesor dan layar) yang lebih layak.  Prosesor yang lebih layak, bakal membuat hape jadi bisa bekerja lebih cepat. Sehingga hambatan atau waktu menunggu jadi bisa berkurang. Seperti yang sudah pernah kubahas soal faktor yang mempengaruhi performa smartphone Android.

Atau, kita juga bisa mendapatkan hape dengan spesifikasi serupa dengan hape keluaran baru, namun dengan harga yang lebih murah. Kriteria minimalnya tetep ya, mengacu pada kapasitas RAM (kalau bisa 3GB) dan juga penyimpanan (kalau bisa 32GB). Intinya, jangan sampai pilih yang RAM dibawah 2GB dan penyimpanan dibawah 16GB. Karena takutnya malah nggak bisa dipakai buat aktivitas belajar online.

Kalau soal brand alias merk, di pilihan ini kita juga bisa memasukkan merk ASUS, selain tentu saja dua brand yang tadi kusebutkan yaitu Samsung dan Xiaomi. Atau, bisa juga pilih merk Infinix sebagai alternatif.

Untuk brand Xiaomi, kalian bisa cari seri Redmi 7 kebawah. Yang penting perhatikan RAM dan penyimpanannya. Kalau untuk ASUS, pilihan yang bisa dicari (walau langka) adalah Zenfone seri 4, termasuk Zenfone 4 Selfie Pro, Zenfone 4 Selfie, Zenfone 4 Max Pro. Atau kalau beruntung dan nemu yang harga murah, Zenfone 3 dan atau Zenfone 3 Max Pro yang juga bisa dijadikan pilihan. Sekali lagi, yang penting perhatikan kapasitas penyimpanan dan RAM nya.

Oh iya, supaya kalian bisa tetap aman dalam belanja online, ada baiknya baca dulu tulisanku yang membahas soal tips aman belanja online. Jangan sampai nggak teliti karena tergiur harga murah ya!

Hape Bekas, Keluaran Baru dan Lama

Kalau misal budget nya sangat terbatas dan nggak masalah pakai hape bekas, pilihannya malah bisa lebih banyak dan lebih bervariasi. Kalau beruntung ya bisa aja dapet hape yang performanya bagus dengan harga yang masih terjangkau. Tapi ya untung-untungan sih.

Aku sangat menyarankan untuk mengajak orang yang emang sudah paham atau berpengalaman dalam jual beli hape bekas. Karena transaksi hape bekas itu butuh ketelitian yang baik. Kadang orang yang udah teliti banget pun bisa kecolongan dapet barang jelek. Beli hape bekas di counter emang pilihan paling aman. Hanya saja, mungkin harganya juga nggak beda jauh sama hape baru. Kalau mau lebih murah, bisa beli langsung ke pemilik yang ingin menjual hapenya.

Aku sendiri biasa jual beli hape tuh via situs OLX, atau cari di marketplace (grup jual beli) di Facebook. Nah kalau memutuskan beli hape bekas, kita nggak cuma perlu memperhatikan soal kapasitas penyimpanan dan juga RAM nya. Akan tetapi, kita juga mesti cek kondisi fisiknya, dan juga apakah fungsi-fungsi hape berjalan dengan normal.

Yang wajib di cek tuh adalah layar, cek seluruh bagian layar apakah semuanya merespon sentuhan atau nggak. Lalu soal charger, apakah colokannya masih bagus (nggak longgar) dan bisa di cas dengan semestinya. Perhatikan juga soal SIM card, apakah internetnya bisa berjalan atau nggak. Dan yang terakhir adalah kamera depan belakang, plus speaker nya. Kalian tes aja semua di tekape. Nggak usah sungkan buat minta si penjual nungguin kita selesai periksa semuanya.

Soal merk, bebas kalian bisa pilih merk apa aja. Yang penting balik lagi, kapasitas penyimpanan kalau bisa minimal 32GB, dan RAM kalau bisa minimal 3GB.

Tambahan

Yang namanya belajar secara online, pasti butuh koneksi internet. Ini juga nggak kalah penting karena mau sebagus apapun hapenya, bakal nggak berguna kalau internetnya lemot. Saranku, coba kalian tanya atau konsultasikan ke tetangga. Kira-kira pilihan yang bagus untuk internetan itu provider apa? Bagus itu dalam arti koneksinya lancar dan kalau bisa ya paketnya juga murah. Akan lebih baik kalau ternyata provider yang direkomendasikan itu juga sedang mereka pakai. Dan langsung tanya, “kalau dipakai video call atau youtube lancar nggak?”. Kalau lancar, berarti provider tersebut layak buat dipertimbangkan.

Perlu kamu tau bahwa lokasi yang berbeda, kecepatan atau kualitas jaringan suatu provider juga bisa beda. Dalam arti, walau di kota yang sama sekalipun, kalau misal lokasinya beda RT atau beda RW, kualitas jaringannya bisa beda. Makanya kita perlu tanya ke tetangga buat memastikan pilihan provider yang tepat. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat.

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P