Home News Bolehkan Terus Mencharge Laptop Dengan Baterai Tanam?

Bolehkan Terus Mencharge Laptop Dengan Baterai Tanam?

0

Bolehkan Terus Mencharge Laptop Dengan Baterai Tanam? – Salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh para pengguna laptop adalah soal baterai. Kita semua tau, bahwa daya tahan baterai laptop bisa sangat berbeda dengan baterai di smartphone. Baterai di smartphone bisa tahan seharian atau minimal dari pagi sampai sore. Sedangkan baterai laptop? Kadang bisa bertahan hingga 5 jam aja sudah bersyukur.

Padahal, biasanya para pengguna laptop bakal aktif menggunakannya lebih dari 5 jam. Saya pribadi biasa menggunakan laptop hingga nyaris seharian penuh. Dalam keadaan demikian, agak merepotkan rasanya jika harus memasang dan mencabut charger laptop setiap kali baterainya habis atau penuh setelah diisi. Aktifitas cabut pasang charger itu juga bakal menimbulkan kekhawatiran baru bagi para pengguna laptop. Apakah hal ini bakal mempercepat kerusakan baterai laptop, atau tidak.

Masa Pakai Baterai Laptop

Review ASUS Vivobook Ultra A412DAUmumnya, baterai pada laptop akan bertahan mulai dari setahun hingga dua tahun lamanya. Tergantung bagaimana pemakaian kita. Semua laptop yang beredar di pasaran saat ini menggunakan baterai berjenis Lithium. Baik itu Lithium-Ion (Li-Ion), maupun Lithium-Ion Polymer (Li-Po).

Nah baterai jenis ini punya yang namanya life cycle atau charging cycle yang menjadi lifespan (masa pakai / umur) dari baterai tersebut. Artinya, umur atau masa pakai dari baterai bakal bergantung pada seberapa sering kita melakukan charging. Semakin sering di charge, maka umur baterai bakal semakin pendek. Saya tak tau pasti berapa charging cycle dari baterai pada laptop. Ada yang menyebut bahwa charging cycle dari baterai jenis ini adalah mulai 300 hingga 1000x charging.

Setelah charging cycle itu terlewati, maka baterai bakal mengalami penurunan performa yang drastis. Pada laptop bahkan bisa lebih parah. Bukan hanya penurunan performa saja, tapi biasanya bakal langsung “rusak” (tak bisa di charge, gampang ngedrop, atau tak sanggup digunakan untuk menyalakan laptop).

Kerusakan seperti ini pastilah amat sangat ingin dihindari oleh para pengguna laptop. Karena jika itu terjadi, maka laptop seakan kehilangan jatidirinya dan harus bergantung pada charger untuk dapat dioperasikan.

Masalahnya …

Seperti yang sudah saya sebut di awal tadi, sebagian orang terkadang harus menggunakan laptop hingga seharian penuh. Jika hanya mengandalkan tenaga dari baterai, tentu ia takkan tahan dan wajib di charging. Sementara jika terlalu sering di charge, maka umur baterai bakal lebih cepat habis. Lalu, bagaimana solusinya?

Jika laptop memiliki baterai removable (bisa dicopot), maka biasanya opsi yang dipilih adalah dengan mencabut baterainya. Dan laptop akan mengandalkan charger untuk bisa dihidupkan. Namun sayangnya, sebagian besar laptop yang beredar beberapa tahun belakangan memiliki desain non-removable battery (baterai tidak bisa dicopot) demi mendapatkan dimensi fisik yang lebih ringkas.

Sehingga, sebagian orang yang harus menggunakan laptopnya dalam waktu lama bakal memilih untuk membiarkannya dalam keadaan charging terus menerus sambil digunakan walau baterainya sudah penuh. Selain karena males ribet, alasan lain mengapa orang melakukan ini adalah agar laptop bisa siap untuk dibawa-bawa dalam keadaan baterai penuh.

Padahal, cara ini juga kurang tepat. Karena jika baterai terus-menerus dibiarkan dalam keadaan overcharging (terus dicas walau sudah penuh), baterai juga bakal lebih cepat rusak.

Solusinya?

Sebenarnya, ada sebuah trik yang bisa digunakan agar laptop bisa terus menggunakan charger namun tidak mengisi baterai (plugged in, not charging). Trik ini sangat berguna bagi mereka yang harus menggunakan laptop dalam waktu yang sangat lama agar baterai tetap penuh dan siap diajak bepergian kapan saja, sekaligus menghindari kerusakan lebih awal pada baterai.

Caranya adalah, kalian isi / charging terlebih dahulu baterai laptopnya hingga dibawah 100% (95% keatas). Boleh sambil digunakan, boleh juga tidak. Setelah itu, cabut chargernya sebentar, lalu pasangkan kembali charger tersebut ke laptop yang kalian gunakan.

Ngecas laptop baterai tanam sambil digunakanDengan cara ini, laptop akan menggunakan daya listrik langsung dari charger, sekaligus juga tidak akan mengisi baterai sampai berlebihan. Karena jika kalian membiarkannya untuk charging sampai 100% dan charger masih terus terpasang, maka ia akan terus mengisi baterainya. Yang mana itu bukanlah hal yang baik bagi baterai laptop.

Bagaimana jika sudah terlanjur mengisi hingga 100%? Kalian bisa mencabut terlebih dahulu charger laptopnya, lalu gunakan laptop atau biarkan hingga baterai berkurang antara 96% hingga 99%, kemudian pasangkan kembali chargernya.

Tapi, jangan terlalu sering yaa …

Saya sarankan untuk hanya menggunakan cara-cara tersebut hanya pada saat kita sedang harus menggunakan laptop dalam waktu lama. Iya, saya yakin sebagian dari kalian pasti bakal lebih memilih untuk menggunakan cara tersebut jika memakai laptop di dalam rumah, karena sayang atau takut baterainya bakal cepat rusak. Kalau orang jawa bilangnya itu baterainya dieman-eman supaya bisa awet pake banget.

Padahal, kalau baterai dibiarkan terlalu lama “tak terpakai”, maka ia juga justru bakal lebih cepat rusak. Dan jangan kaget jika ternyata baterai laptop kalian lebih cepat rusak dari yang seharusnya, padahal sudah menerapkan cara-cara yang saya sebutkan tadi. Maka dari itu, sesekali pakailah laptop kalian dalam mode baterai. Paling tidak, seminggu sekali atau dua kali lah. Supaya umur dari baterai laptop bisa optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here