Beranda Pengetahuan Dasar Untuk Mematikan Laptop, Sebaiknya Pilih Shut Down atau Sleep?

Untuk Mematikan Laptop, Sebaiknya Pilih Shut Down atau Sleep?

0

Untuk Mematikan Laptop, Sebaiknya Pilih Shut Down atau Sleep? – Pada sebuah laptop, ada dua buah pilihan yang bisa kita pilih untuk bisa menonaktifkan laptop. Yang pertama adalah shut down, dan yang kedua adalah sleep. Masing-masing dari pilihan ini memiliki tujuan dan …. bisa dikatakan “keuntungan” tersendiri.

Ada keadaan dimana sebaiknya kita memilih shut down saja, tapi ada juga keadaan dimana sleep akan menjadi pilihan yang dipandang lebih baik. Sebelum membedah soal apa maksud dari pernyataan tersebut, ada baiknya kita cari tau terlebih dahulu tentang perbedaan diantara keduanya.

Perbedaan Shut Down dan Sleep Mode Pada Laptop

Penjelasan Tentang Shut Down Laptop

Pertama-tama kita akan membahas tentang shut down terlebih dahulu. Ketika kita menonaktifkan laptop dengan memilih shut down, itu akan membuat laptop menjadi benar-benar dinonaktifkan. Alias benar-benar menghentikan semua kegiatan pada laptop. Kekurangannya adalah, biasanya kita harus menunggu beberapa saat saat menyalakan laptop kembali. Karena pada saat baru dinyalakan, laptop harus melakukan booting terlebih dahulu. Yang mana terkadang hal ini bisa cukup memakan waktu, yang lamanya tergantung daripada kondisi dan spesifikasi laptop tersebut.

BACA JUGA : Pengenalan Istilah dan Komponen Pada Laptop

Pada laptop entry level, apalagi yang masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD, biasanya waktu booting bisa memakan waktu sekitar 20 detik, atau bahkan lebih. Belum lagi terkadang, kita harus menunggu agar laptop selesai untuk loading di awal untuk “mengumpulkan nyawa selepas bangun tidur”.

Sedangkan untuk laptop dengan spesifikasi yang lebih tinggi, khususnya laptop ultrabook dan sudah menggunakan penyimpanan berjenis SSD, waktu booting bisa berlangsung jauh lebih cepat. Yaitu hanya di kisaran 2 detik hingga 5 detik saja. Tergantung daripada kondisi dari laptop tersebut. Kita bahkan bisa langsung segera mengoperasikannya selepas booting, tanpa harus menunggu laptop untuk loading di awal.

Penjelasan Tentang Mode Sleep Laptop

Sedangkan jika kita menonaktifkan laptop dengan memilih sleep, maka sebenarnya laptop tidaklah benar-benar dimatikan seperti halnya saat kita memilih shut down. Mode sleep hanya akan menonaktikan sebagian besar fungsi laptop, namun sebenarnya ia tidak benar-benar mati (dinonaktifkan).

Dalam mode sleep, sebenarnya laptop hanya menonaktifkan komponen-komponen yang rakus akan daya listrik. Termasuk diantaranya adalah layar, CPU, ataupun GPU. Namun, bagian RAM dan juga slot USB yang terdapat pada laptop akan masih dialiri daya listrik.

Seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang fungsi RAM pada smartphone dan laptop, tujuan dari RAM yang tetap dialiri listrik dan dibiarkan aktif adalah agar ia bisa tetap menyimpan dan mengingat apa saja yang kita kerjakan bersama laptop, sebelum kita memilih mode sleep.

Dalam arti, aplikasi-aplikasi yang sedang kita buka dan jalankan, masih akan dipertahankan oleh RAM. Sehingga, ketika kita “membangunkan” laptop dari mode sleep, maka aplikasi tersebut masih akan terbuka, persis seperti saat sebelum kita memilih mode sleep.

Membangunkan laptop dari mode sleep biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan saat menyalakan laptop dari awal (akibat di-shut down). Sehingga sebagian orang akan berpikir bahwa menonaktifkan laptop dengan cara memilih mode sleep adalah pilihan yang lebih baik.

Intinya, perbedaan antara shut down dan sleep pada laptop adalah terletak pada apakah laptop benar-benar dinonaktifkan, atau laptop hanya ditidurkan untuk sementara waktu.

Kapan Kita Harus Memilih Shut Down atau Sleep?

Berdasarkan sifat diantara keduanya, ada saat dimana kita harus memilih salah satunya. Jika kita merasa sudah selesai dengan pekerjaan yang kita lakukan bersama laptop, dan ingin menutup semua aplikasi serta menonaktifkan laptop secara penuh, maka sebaiknya pilih saja menu shut down. Karena dengan menu ini, kita bisa benar-benar mengistirahatkan laptop. Lalu, ada beberapa beberapa keadaan yang menjadi alasan mengapa kita mungkin akan lebih memilih mode sleep daripada shut down.

Kita Bisa Memilih Mode Sleep Jika …

Mode sleep akan sangat ideal dan sangat membantu jika seandainya kita ingin rehat sejenak, dan ingin melanjutkan pekerjaan nanti. Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, mode sleep memang akan menonaktifkan sebagian besar komponen laptop. Namun, ia akan tetap mempertahankan aplikasi yang sudah kita jalankan.

Sehingga, pada saat kita membangunkan laptop dari mode sleep, kita tidak perlu mengulang untuk membuka lagi aplikasi-aplikasi yang kita gunakan untuk bekerja. Bahkan segala sesuatu yang kita kerjakan pada aplikasi tersebut masih akan ditampilkan sama persis seperti saat sebelum laptop kita ubah ke mode sleep. Dengan demikian, seketika itu juga, kita pun bisa langsung melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi.

Mode sleep juga akan sangat berguna pada saat kita berusaha untuk produktif di sela-sela waktu. Misalnya, saat kita sedang mobiling dan sedang berada di bandara untuk menunggu panggilan boarding. Di sela-sela waktu menunggu tersebut, kita mencoba untuk menyelesaikan beberapa tugas bersama laptop. Namun saat waktu boarding telah tiba, ternyata kita belum sempat menyelesaikan tugas tersebut. Nah, di saat “nanggung” seperti inilah kita bisa memanfaatkan mode sleep.

Agar nanti, kita bisa langsung melanjutkan apa yang sudah kita kerjakan selama menunggu boarding. Saya sendiri sangat sering melakukan hal-hal seperti dalam skenario diatas. Entah itu saat benar-benar sedang harus mobiling, ataupun saat sekadar ingin rehat sejenak. Dan hal itu terbukti membuat alur kerja menjadi lebih cepat.

Beberapa Hal Yang Perlu Diperthatikan Soal Mode Sleep

Walau memang mode sleep bisa membuat alur kerja menjadi lebih cepat, nyatanya ada beberapa keadaan dimana saya tidak menyarankan untuk menggunakan mode sleep. Yang pertama adalah, saya tidak menyarankan untuk menggunakan mode sleep jika ternyata laptop yang digunakan masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD. Mengapa demikian?

Seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang perbedaan antara HDD dan SSD, penyimpanan berjenis HDD itu memiliki komponen piringan yang berputar saat sedang beroperasi. Nah, komponen yang bergerak saat sedang aktif tersebut akan lebih berisiko mengalami kerusakan jika terkena guncangan. Ingat, di sini saya tidak mengatakan bahwa ia akan langsung rusak saat terguncang. Melainkan akan lebih beresiko untuk mengalami kerusakan jika terkena guncangan.

Lalu, apa hubungannya dengan mode sleep? Seperti yang kita tau, hal-hal kecil seperti misalnya mouse yang bergeser, atau tombol (apapun) yang tidak sengaja terpencet, akan langsung membuat laptop terbangun dari mode sleep. Dan hal itulah yang ditakutkan pada laptop yang menggunakan penyimpanan berjenis HDD.

Jika laptop masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD, sebaiknya hindarilah untuk menggunakan mode sleep pada saat kita ingin membawanya bepergian. Karena bisa saja ada saat dimana laptop tiba-tiba menyala sendiri karena mungkin terkena tekanan atau hal lainnya saat sedang berada di dalam tas. Yang mana, hal itu membuat laptop (termasuk HDD-nya) menjadi aktif. Sehingga membuat HDD menjadi lebih beresiko untuk mengalami kerusakan.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa laptop yang berada dalam keadaan sleep, itu masih akan mengkonsumsi daya listrik dari baterai. Walaupun memang, konsumsi dayanya jauh lebih kecil daripada saat benar-benar dalam keadaan aktif menyala. Hal ini menjadi penting untuk diperhatkan karena jika ternyata laptop sedang dalam keadaan lobat alias baterai lemah, sebaiknya hindari untuk menggunakan mode sleep. Karena yang ditakutkan adalah baterai laptop menjadi terlalu kosong. Yang akan sangat beresiko untuk membuatnya lebih cepat rusak atau sulit diisi ulang (sulit dicas).

Memang sih, biasanya laptop yang berada dalam mode sleep terlalu lama akan beralih ke mode hibernate. Yang mana pada mode ini, penggunaan dayanya bahkan bisa lebih kecil lagi. Namun tetap saja, jika dibiarkan terlalu lama, maka baterainya pasti akan terkuras juga.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa saya jelaskan tentang perbedaan shut down dan sleep pada laptop. Semoga dengan membaca tulisan ini, kamu tidak lagi bingung untuk memilih diantara keduanya. Dan jika ternyata kamu masih dalam tahap belajar menggunakan laptop, saya sarankan bagi kamu untuk membaca kumpulan tulisan tentang cara menggunakan laptop yang baik dan benar. Agar nantinya kamu bisa lebih mahir dan mengerti tentang laptop yang kamu gunakan. Semoga bermanfaat! 🙂

Artikel sebelumnyaIni Dia Laptop 5G Pertama di Indonesia: ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402)
Artikel selanjutnyaApakah Aman Membiarkan Laptop Dalam Keadaan Sleep?
Founder techijau.com | Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :)

BERIKAN KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini