Home Review Review Ultrabook Murah ASUS Vivobook Ultra A412DA

Review Ultrabook Murah ASUS Vivobook Ultra A412DA

1

Review Ultrabook Murah ASUS Vivobook Ultra A412DA – Umumnya, kita harus mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk bisa memiliki sebuah ultrabook. Rata-rata harga yang dibanderol untuk sebuah ultrabook itu mulai dari 10 jutaan, hingga seharga sepeda motor matic bermesin 110cc. Atau bahkan bisa lebih. Padahal, banyak orang diluaran sana yang ingin sekali bisa memiliki sebuah ultrabook demi mendukung mobilitasnya.

Iya, orang merasa butuh ultrabook karena perangkat laptop ini punya desain khusus yang membuatnya jadi lebih tipis, ringkas dan ringan, serta responsif. Idaman banget bagi mereka yang sudah lelah dengan laptop “biasa” karena dianggap terlalu membebani saat dibawa-bawa. Namun oleh karena harganya yang cukup tinggi itu, membuatnya tidak bisa dijangkau oleh semua orang.

Tapi syukurlah kita berada di masa sekarang. Karena hadirnya ASUS Vivobook Ultra A412 series di Indonesia, membuat kita bisa memiliki sebuah ultrabook tanpa harus bikin tabungan kita jadi minus banget. Perangkat ini merupakan laptop kelas mainstream dengan citarasa ultrabook. Sebenarnya ia sudah hadir di Indonesia sejak bulan Juni 2019 lalu. Namun saya baru berkesempatan untuk mencicipinya sejak bulan September lalu.

Dan di posting kali ini, saya akan membagikan soal pengalaman penggunaan alias review dari laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA. Eh, tapi tunggu sebentar ..

Buat yang belum tau, laptop ini dipasarkan dengan pilihan prosesor Intel (A412F) dan juga AMD Ryzen (A412D). Nah, yang akan saya bahas kali ini adalah versi AMD Ryzen. Oke, gausah panjang lebar lagi, kita langsung unboxing aja yuk!

Unboxing: Paket Penjualan & Fisik Laptop

Unboxing ASUS Vivobook Ultra A412DAApa saja yang ada di dalam kotak kemasan laptop ini? Dalam paket penjualannya, ASUS Indonesia hanya menyertakan beberapa item standar seperti yang juga kita temukan dalam kemasan laptop pada umumnya. Yaitu charger, tas ransel, buku panduan singkat, kartu garansi, serta unit laptop itu sendiri.

Kesan pertama saya ketika melihat desain dari laptop ini adalah .. Biasa saja. Tak ada yang istimewa untuk bagian covernya, dan terlihat seperti laptop biasa pada umumnya. Karena memang ia adalah laptop yang dipasarkan di kelas mainstream. Kebetulan, stok yang tersedia saat saya mendapatkannya adalah yang berwarna Silver.

Tapi ketika layarnya sudah dibuka, ia terlihat cukup menawan. Yang membuatnya menarik adalah fisiknya yang terlihat sangat kecil untuk sebuah laptop 14 inch. Dari sini saja citarasa ultrabook sudah mulai terasa. Sebagai pembanding, dimensi fisik (panjang dan lebar) dari seri A412DA hanya sedikit lebih besar dibandingkan dengan kertas berukuran A4.

Dimensi fisiknya yang amat ringkas ini bisa terwujud berkat desain bezel layar yang tipis, dan ASUS menyebutnya sebagai desain NanoEdge display. Hal ini membuatnya jauh lebih mungil dibandingkan laptop lain yang berada di kelas yang sama. Sekaligus juga membuatnya nampak lebih modern. Selain itu, bobotnya yang cukup ringan (1.5kg) serta body nya yang tipis membuatnya makin mudah untuk diselipkan dalam koper, tas, ataupun dibawa begitu saja.

Review ASUS Vivobook Ultra A412DAKriteria fisiknya tersebut sudah bisa membuatnya masuk dalam kategori ultrabook. Walau sebenarnya, ia lebih tepat disebut sebagai ultrathin karena ia menggunakan prosesor AMD. Karena sebutan ultrabook adalah untuk laptop tipis dan ringan yang menggunakan prosesor Intel.

Fitur & Spesifikasi

Untuk seri yang menggunan prosesor (APU) AMD, ia terbagi menjadi dua varian. Varian termurah (dibanderol dengan harga resmi 6.5 jutaan) menggunakan prosesor AMD Ryzen 3 3200U dan dukungan RAM 4GB. Sedangkan untuk varian tertinggi seperti yang sedang saya bahas kali ini (dibanderol dengan harga resmi 8.5 jutaan) menggunakan prosesor AMD Ryzen 5 3500U dan dukungan RAM 8GB.

Performa ASUS Vivobook Ultra A412DAKapasitas RAM dari kedua varian ini bisa di upgrade hingga 12GB. Untuk penyimpanan, ia menggunakan SATA HDD berkapasitas 1TB. Di bagian layar, ia sudah menggunakan panel beresolusi Full HD 1920 x 1080 pixel. Layarnya tersebut sudah diberi lapisan anti-glare, yang fungsinya adalah untuk meminimalisir efek silau saat terdapat pantulan cahaya yang menghadap ke laptop. Biasanya, hal ini bakal kita rasakan ketika menggunakan laptop diluar ruangan.

Sehingga fitur tersebut membuat kita bisa melihat konten dalam layar dengan lebih nyaman pada saat harus membawanya bepergian. ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki sebuah fitur yang disebut sebagai ErgoLift system. Yang mana ketika kita membuka layarnya pada kemiringan tertentu, bagian bawah dari laptop ini bakal sedikit terangkat.

Hal ini punya setidaknya dua tujuan utama. Yang pertama adalah untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih baik di bagian bawah laptopnya. Dan menjadi sebuah hal penting dalam hal pendinginan. Lalu yang kedua adalah agar keyboardnya jadi sedikit lebih miring untuk memberikan kenyamanan ekstra pada saat mengetik.

Keyboardnya sendiri tergolong nyaman untuk digunakan mengetik. Dan saya sama sekali tak merasakan panas di bagian palm rest (tempat kita meletakkan telapak tangan pada keyboard laptop. Ia pun juga sudah dilengkapi dengan lampu LED backlit. Sehingga sangat memungkinkan untuk digunakan mengetik saat berada diruangan gelap.

ASUS Vivobook Ultra A412DA AMD RyzenHal paling menyebalkan dari keyboard ini adalah posisi peletakan tombol powernya yang dijadikan satu dengan keyboard. Hal ini membuat pengguna sangat rawan untuk salah tekan atau salah pencet tombol, ketika akan menekan tombol delete. Karena ya posisinya berada disebelah tombol delete. Tapi untungnya, kita masih bisa mengakali untuk mencegah hal itu terjadi. Dan caranya sudah pernah saya bahas dan upload videonya di channel Youtube Techijau.

Beralih ke fitur lainnya. Walau dibanderol dengan harga yang tergolong sangat murah untuk sebuah ultrabook, ternyata ASUS juga sudah menyertakan sistem operasi Windows 10 original pada A412DA. Plus, ia juga sudah dibekali dengan sensor sidik jari yang diletakkan pada bagian pojok kanan atas touchpad nya. Fitur ini memungkinkan kita untuk melakukan login Windows hanya dalam satu kali sentuhan saja.

Fitur ASUS Vivobook Ultra A412DAMeski memiliki body yang sangat ringkas, ASUS Vivobook Ultra A412DA masih sanggup untuk membawa berbagai port konektivitas. Termasuk diantaranya adalah USB 2.0 Type-A, USB 3.1 Type-A, USB 3.1 Type-C, HDMI, 3.5mm Audio Jack, hingga microSD card reader. Iya, microSD, bukan SD card.

Agak sedikit disayangkan di bagian ini karena saya yakin, SD card reader bakal lebih dibutuhkan ketimbang microSD card reader. Dukungan konektivitas wireless seperti Wi-Fi ac dan Bluetooth 4.2 juga sudah ada pada laptop ini.

Performa

Untuk sebuah laptop yang masuk kategori ultrabook (ultrathin), amat sangat disayangkan bahwa ternyata ia masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD, dan bukan SSD. Hal ini membuat performanya, khususnya untuk urusan “baca dan tulis” jadi agak nanggung. Yang paling terasa adalah ketika saya coba untuk menyalakan laptopnya.

Loadingnya terasa agak sedikit lambat untuk sebuah ultrabook. Walaupun ya nggak separah yang kamu bayangkan sih. Jadi tuh terasa seperti laptop yang “standar” saja. Bukan jelek, hanya saja nggak istimewa. Karena umumnya laptop lain sekelasnya juga masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD. Tapi untuk urusan lain, misalnya menjalankan aplikasi serta multitasking, saya rasa performanya sudah sangat baik untuk laptop sekelasnya. Dan mungkin, ada sebagian dari kamu yang bakal bertanya:

  • ASUS Vivobook Ultra A412DA ini kuat gak sih untuk edit video?
  • Gimana performanya kalau pakai aplikasi berat macam Photoshop, atau Premiere Pro CC?
  • Saat rendering video, bakal mati mendadak nggak?

Dalam percobaan saya, ASUS Vivobook Ultra A412DA versi Ryzen 5 yang saya gunakan mampu dengan lancar menjalankan aplikasi edit foto seperti Photoshop CC. Lalu ketika saya coba untuk menjalankan aplikasi yang lebih berat seperti aplikasi edit foto Adobe Premiere Pro CC, ia juga masih sanggup menjalankannya tanpa kendala.

Rendering video laptop ASUS Vivobook Ultra A412DAVideo yang saya upload sekitar seminggu yang lalu adalah hasil pengeditan video yang saya lakukan bersama laptop ini, menggunakan bantuan Adobe Premiere Pro CC. Video tersebut memiliki resolusi 1080p (FHD) dengan frame rate 30fps. Selain proses pengeditan standar seperti memotong dan memberi efek transisi sederhana, saya juga terkadang menambahkan satu layer video tambahan, serta menambahkan efek Warp Stabilizer pada beberapa footage.

Ketika saya coba melihat preview dari media yang sudah ditambahkan efek stabilizer itu pun ia masih bisa menampilkannya dengan sangat lancar. Buat yang belum tau, efek Warp Stabilizer ini bisa dibilang tergolong agak berat. Bahkan bisa sangat berat bagi laptop-laptop mainstream yang dirilis beberapa tahun lalu. Dan akan sangat terasa saat kita coba menjalankan previewnya.

Yang menarik, saya tidak merasakan panas berlebih pada saat melakukan proses pengeditan video, maupun pada saat rendering video. Proses rendering terasa cukup cepat, dan laptop pun tidak mati mendadak karena kepanasan. Hal ini sekaligus menghapus anggapan soal laptop AMD yang disebut-sebut cepat panas. Karena memang, AMD Ryzen 5 generasi kedua yang digunakan pada laptop ini sudah menggunakan teknologi fabrikasi 12nm yang menjanjikan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya.

Jadi jika kamu menggunakan ASUS Vivobook Ultra A412DA, kamu tak perlu lagi was-was soal laptop yang bakal mati mendadak karena kepanasan pada saat rendering video.

Kita lanjut ke soal daya tahan baterai. Dalam pengujian yang saya lakukan, baterai dari laptop ini mampu bertahan dari 100% sampai ke 10% dalam waktu hingga 5 jam lamanya. Pengujian tersebut saya lakukan dalam mode hemat daya untuk penggunaan ringan seperti browsing dan mengetik di aplikasi WPS Office.

Sementara untuk penggunaan berat seperti melakukan edit video, ia mampu bertahan mulai dari 2 jam hingga 2 setengah jam lamanya dalam mode best performance. Untuk urusan charging, ia sudah dilengkapi dengan fitur fast charging. Dalam pengujian yang saya lakukan sambil mengoperasikannya, pengisian daya dari 10% hingga 50% bisa dicapai dalam waktu kurang dari satu jam. Lalu jika dilanjut mulai dari 10% hingga 95%, akan membutuhkan waktu 2 jam lamanya.

Ketika baterainya sudah mencapai angka diatas 90%, pengisiannya jadi mulai melambat. Lalu saat saya coba charging dalam keadaan mati, baterainya akan mengisi dari 8% hingga 94% dalam waktu 1 setengah jam.

Kekurangan

Walau terlihat punya banyak sekali kelebihan, bukan berarti ia tak mempunyai kekurangan. Tidak banyak sebenarnya. Yang pertama adalah, saya menyayangkan slot card reader yang disediakan adalah untuk microSD dan bukan untuk SD card. Padahal, slot SD card lebih dibutuhkan untuk memudahkan dalam memindah data dari kamera.

Namun jika mengingat bahwa A412DA memiliki dimensi fisik yang sangat ringkas, maka seperinya saya akan sedikit memakluminya. Mungkin ASUS ingin agar hal tersebut tidak mengganggu “goal” utama dalam rancangan fisik dari laptop ini, yang ditargetkan agar bisa sekecil mungkin.

Lalu kekurangan yang kedua adalah soal peletakan tombol powernya yang menyebalkan, yang dijadikan satu dengan keyboard. Bagi orang yang mengerti cara mengakalinya (seperti yang sudah saya sebutkan di atas tadi), mungkin peletakan tombolnya ini tidaklah menjadi masalah. Namun bagi mereka yang belum tau, pasti hal ini akan sangat mengganggu sekali.

Kesimpulan

ASUS A412DA bagus nggakHadirnya ASUS Vivobook Ultra A412DA jelas membuat impian untuk memiliki sebuah ultrabook (atau lebih tepatnya, ultrathin) bakal lebih mudah terwujud. Pasalnya, harga yang dibanderol untuk laptop mungil satu ini tidaklah semahal ultrabook pada umumnya yang beredar di pasaran.

Walaupun harus diakui, beberapa fitur seperti penyimpanan yang masih menggunakan HDD serta layar yang masih menggunakan TN panel membuatnya tak mencerminkan sebuah ultrabook yang sesungguhnya. Tidak buruk memang, hanya standar aja. Layaknya laptop mainstream pada umumnya. Karena pada dasarnya, ia memang merupakan sebuah laptop yang diposisikan di kelas mainstream. Hanya saja, ia punya berbagai kriteria fisik layaknya sebuah ultrabook.

Namun jika melihat dari sisi kisaran banderol harganya, mungkin para konsumen bakal dapat memakluminya. Setidaknya, mereka sudah bisa mendapatkan kelebihan layaknya ultrabook di laptop mainstream ini; ringkas, ringan, dan powerful. Sesuatu yang sangat mendukung mobilitas.

Oleh karena berbagai kelebihannya tersebut, bisa dibilang ASUS Vivobook Ultra A412DA bakal cocok untuk hampir semua kalangan.

Bisa untuk para pekerja kantoran yang butuh laptop kecil, cepat, dan baterai awet. Bisa untuk freelancer atau content creator yang butuh laptop terjangkau namun powerful untuk mendukung dalam pembuatan konten. Atau bisa juga untuk para mahasiswa dan pelajar / anak sekolahan yang menginginkan laptop yang ringan agar tak terlalu membebani pada saat harus dibawa kemana-mana.

Kalaupun misalnya harus membawa charger, seharusnya ia juga bakal tidak terlalu membebani. Karena dimensi fisik serta bobot dari chargernya tersebut tergolong sangat kecil dan ringan untuk sebuah charger laptop. Ukurannya bahkan lebih kecil dibandingkan dengan powerbank berkapasitas 10.000 mAh.

Demikian review ASUS Vivobook Ultra A412DA dari saya. Dan kalau kamu masih penasaran, kamu bisa menonton review dalam bentuk video yang juga sudah saya buat. Semoga bermanfaat! 😊

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here