Review Lengkap ASUS Zenfone 3 ZE520KL

Review Lengkap ASUS Zenfone 3 ZE520KL – Bersamaan dengan event Zenvolution yang berlanggsung pada tanggal 7 September 2016 kemarin, ASUS Indonesia telah secara resmi merilis perangkat smartphone andalannya, termasuk Zenfone 3 ke pasar tanah air. Dan kebetulan, saya berkesempatan untuk menguji langsung perangkat Zenfone 3 dengan seri ZE520KL (layar 5.2 inch).

Review Lengkap ASUS Zenfone 3 ZE520KLDan pada posting kali ini, saya akan membuatkan sebuah review lengkap untuk mengobati rasa penasaran bagi kamu yang mungkin tertarik dengan smartphone terbaru dari ASUS ini. Tak perlu basa-basi karena review ini bakal lumayan panjang dan pasti bakal pegel buat ngetiknya, jadi kita langsung ke TKP aja yuk!

Unboxing

Apa saja sih isi paket penjualan di dalam dus ASUS Zenfone 3 ZE520KL? Saat saya membuka dusnya yang berdesain minimalis dengan warna hitam itu, beberapa hal yang saya temukan didalamnya adalah kepala charger berwarna putih, kabel USB Type-C, sebuah pin jarum untuk membuka slot micro SIM dan microSD pada perangkat, buku petunjuk singkat, kartu garansi, dan tentu saja satu unit perangkat ASUS Zenfone 3 itu sendiri.

Unboxing ASUS Zenfone 3 IndonesiaYap, itu artinya, kamu tidak akan menemukan sebuah handsfree / headset atau earphone di dalamnya. Tapi mungkin bagi kamu yang sudah pernah membeli ASUS ZenEar (earphone original dari ASUS), mungkin hal ini takkan menjadi masalah.

BACA JUGA : Review ASUS ZenEar, Earphone Original dari ASUS

Fisik & Desain

Dari segi fisik, perangkat yang memiliki ukuran layar 5.2 inch ini sepertinya akan sangat pas di tangan orang Indonesia, punya layar besar yang lega, tapi nggak kebesaran juga. Saya pun merasa nyaman ketika menggunakannya dengan satu tangan.

Foto tampak depan Zenfone 3Ia nampak memiliki bezel yang tidak terlalu tebal, khususnya di bagian atas dan bawahnya karena ASUS memanfaatkan bezel bagian bawahnya untuk menempatkan 3 tombol kapasitif yakni back, home, dan recent apps, sehingga “jatah” untuk tampilan layar menjadi lebih lega karena layarnya tak perlu lagi dijejali dengan on screen button.

Jika melirik ke bagian atas layar, kita hanya akan menemukan lubang ear piece, kamera 8 megapixel, lampu LED notifikasi, serta sensor proximity yang nyaris tak terlihat dimana letaknya. Sehingga, di bagian panel depan  ini kita takkan menemukan logo ASUS seperti yang bisa ditemukan pada Zenfone 2.

Menurut saya pribadi, desain dari Zenfone 3 ini benar-benar terkesan dan terasa premium deh, jauh berbeda dengan perangkat pendahulunya. Di bagian depan aja, lapisan Corning Gorilla Glass 4 yang melindungi layarnya di desain memiliki sudut melengkung di sisi pinggirannya (2.5D), dan tak hanya enak dipandang, tapi juga bikin terasa lebih nyaman digenggam.

BACA JUGA : Perlukah Menggunakan Pelindung Pada Layar Gorilla Glass?

Bagian belakangnya pun juga beri lapisan kaca yang sama dengan panel depannya, dengan sedikit sentuhan pola lingkaran konsentris yang membuatnya nampak cantik dan berkilauan. Ditambah lagi, frame alias bingkai yang juga berfungsi sebagai rangka utama dari perangkat ini juga sudah menggunakan bahan metal, dengan finishing garis chrome di sekeliling panel depan maupun belakang.

Foto tampak belakang ASUS Zenfone 3Saat digenggam, perangkat ini terasa cukup ringan sekaligus padat, dan jauh dari kesan ringkih karena memang frame metal yang digunakan itu membuatnya terkesan kokoh saat digenggam (dalam arti, gak terasa seperti bakal gampang bengkok). Tapi mungkin, ada sebagian dari kamu yang bakal bertanya-tanya :

Itu kan bagian belakangnya terbuat dari kaca, apa nggak rawan pecah kalau jatuh?

Yaa jelas rawan pecah dong, makanya jangan dijatuhin! Hihihi 😛 Zenfone 3 itu kan jargon nya Built For Photography, bukan Built For Dijatuhin. Gitu sih kalo kata om Yahya 😀 Lagian, kalopun case belakangnya itu logam, toh kalo jatuh juga rawan penyok. Terus kalo diganti lagi pake plastik, nanti pada protes lagi karena nggak ada kesan mewahnya. Yakan Abang jadi serba salah, dek 🙁

Lanjut lagi yaa.. Di bagian sisi kanan si smartphone ini, terdapat tombol power dan volume rocker dengan pola lingkaran konsentris. Yap, kali ini ASUS tak lagi menempatkan tombol volume nya di bagian belakang seperti pada Zenfone generasi kedua. Sedangkan di sisi kirinya terdapat slot micro SIM dan microSD yang terlihat tersembunyi sehingga nampak nyaris polos. Lalu dibagian atas terdapat Jack audio 3.5mm, sebuah lubang microphone, dan dibagian bawah terdapat slot microUSB Type-C, lubang speaker, serta another lubang microphone.

Detail bagian bawah Zenfone 3Beralih ke bagian belakang, jelas, kita akan menemukan kamera yang nampak sedikit menonjol dan memiliki frame kotak bersudut tumpul, serta ditemani dengan sensor Laser autofocus, dan juga dual LED flash di sisi kiri dan kanannya.

Bentuk kamera yang menonjol ini adalah konsekuensi dari body Zenfone 3 yang tipis, sehingga ketebalan dari komponen kamera tak bisa mengimbangi ketebalan dari body Zenfone 3. Tombol volume pada Zenfone 2 yang terletak dibelakang, kini tergantikan oleh sensor sidik jari yang merupakan salah satu fitur baru yang diusung oleh perangkat ini dari generasi sebelumnya.

Tampilan belakang Zenfone 3Oke, sekarang kita lanjut intip ke bagian fitur yuk!

Fitur Pada ASUS Zenfone 3 ZE520KL

Fitur apa aja sih yang ada pada ASUS Zenfone 3? Hemm, daripada berpanjang-lebar lagi, mending kita langsung aja yuk! Mulai dari fitur di sisi hardware :

Hardware

Ada banyak hal atau fitur baru yang disematkan pada Zenfone 3 dibandingkan dengan pendahulunya, salah satu yang paling menonjol adalah sensor sidik jari yang terletak di bagian belakangnya itu.

Pengalaman menggunakan ASUS Zenfone 3Fungsinya apa? Ya jelas, untuk mempermudah dan mempercepat proses membuka kunci layar, sekaligus memberikan keamanan lebih karena kita tidak perlu lagi mengetikkan angka / menggambar pola untuk membuka kunci, dimana keduanya itu masih sangat rawan untuk di intip oleh teman kita yang usil. Jadi urusan privasi, lebih aman lah yaa.

Dan saya rasa peran dari fingerprint sensor ini bisa lebih dimaksimalkan jika saja ASUS juga memperbolehkan pengguna untuk membuka kunci aplikasi (dari fitur lock apps). Fitur ini dapat bekerja dengan sangat baik dan mampu bekerja dengan cepat untuk menyalakan dan membuka kunci layar. Kita bisa menyimpan hingga 5 sidik jari pada perangkat, jadi kamu masih bisa menyimpan sidik jari dari orang kepercayaanmu untuk bisa mengakses Zenfone 3 milikmu.

Sensor sidik jari ASUS Zenfone 3Sensor sidik jari ini juga mempunyai fungsi tambahan, yakni untuk menjawab panggilan masuk, berfungsi sebagai tombol shutter kamera, ataupun menjadi shortcut untuk mengaktifkan kamera dari layar mana saja dengan hanya menyentuh sensornya sebanyak dua kali.

Fitur Kamera

Sisi kamera adalah hal yang mendapatkan perubahan paling signifikan pada Zenfone 3, dibandingkan dengan pendahulunya, selain dari segi desain tentunya. Mulai dari penggunaan sensor kamera Sony IMX298 yang merupakan seri sensor yang biasa digunakan pada perangkat kelas atas, penambahan fitur Optical Image Stabilization (OIS), sistem fokus ganda yang memadukan Laser autofocus dan juga Phase Detection Autofocus, bukaan lensa (aperture) yang lebar (f/2.0), serta penambahan pelindung lensa Saphire agar bisa lebih tahan terhadap goresan.

BACA JUGA : Apa Fungsi OIS Pada Kamera?

ASUS juga telah memberikan keleluasaan lebih pada kamera melalui mode manual yang dimilikinya, yang pada generasi sebelumnya (Zenfone 2) mempunyai pengaturan sangat terbatas. Tak main-main, kita bisa mengatur kamera Zenfone 3 dengan setting ISO di angka 50 hingga 3200, serta shutter speed mulai yang tercepat yakni 1/50000 (satu per lima puluh ribu!) detik, hingga yang paling lambat adalah 32 detik.

Fitur manual mode Zenfone 3Pengaturan lain seperti fokus dan white balance pun juga tak ketinggalan. Yang asik, kalau kamu perhatikan pada gambar diatas (di bagian bawah layarnya), ASUS juga telah memberikan detail metering dari settingan yang kita buat, sehingga kita bisa lebih mudah untuk mengira-ngira, apakah settingan yang kita buat itu masih terlalu gelap, atau mungkin terlalu terang.

Belum sampai akhirnya nih, karena ASUS masih menyediakan segudang fitur lain pada kamera Zenfone 3, salah satu yang menjadi favorit saya adalah fitur HDR Auto. Jadi fitur ini tuh bakal menampilkan tampilan gambar HDR secara real time sejak masih di preview, dan hasilnya pun menurut saya sangat memuaskan. Kamu bisa lihat hasil foto dari kamera hape ini pada halaman dibawah ini yaa..

BACA JUGA : Review Hasil Foto Kamera Zenfone 3 ZE520KL

Mode HDR Auto Zenfone 3Terus, apa bedanya dengan fitur HDR Pro yang juga disematkan di hape ini? HDR Pro itu (seharusnya) bakal memberikan dynamic range yang lebih tinggi dengan kontras yang lebih tinggi juga, sedangkan pada fitur HDR auto, kamera seperti bakal mengurangi kontras gambar, sehingga gambar jadi nampak lebih halus dan terkesan lebih adem kalo dipandang. Supaya tau bedanya gimana, mendingan nanti kamu cek aja deh link yang saya sertakan diatas itu.

BACA JUGA : Apa Fungsi Fitur HDR Pada Kamera?

Total ada sekitar 20 menu kamera yang terdapat pada perangkat ini, dengan masih mempertahankan fitur Low Light, Super Resolution, Time Lapse, Smart Remove, dan tentu saja Manual mode sebagai andalannya. Tak lupa, mode Miniatur dan Depth of Field pun juga masih dipertahankan pada Zenfone 3, yang gunanya untuk memberikan efek blur pada background foto. Cuman tetep yaa, saya lebih suka yang alami-alami aja sih kalo soal efek blur itu.

Fitur DoF pada Zenfone 3 ZE520KLTerdapat pula fitur baru seperti Slow Motion dan juga Child Mode, dimana dengan menggunakan fitur ini, Zenfone 3 bakal mengeluarkan suara untuk menarik perhatian anak agar menghadap ke arah kamera. Plus, kamera akan mengambil gambar secara otomatis ketika ia mendeteksi wajah si anak sudah menghadap ke kamera.

Belum lagi dengan kemampuan merekam video beresolusi 4K, membuatnya semakin kuat dari sektor kamera. FYI aja nih, hingga saat ini, cuma ada sedikit smartphone dengan banderol harga yang sama yang mempunyai kemampuan merekam video 4K. Ia juga punya fitur tambahan berupa EIS (Electronic Image Stabilization) yang bakal lebih membantu untuk mengurangi efek goncangan pada video saat kamu menggunakan resolusi Full HD. Tak heran kalau ternyata perangkat ini membawa jargon “Built For Photography”, lha wong fitur kameranya super lengkap begitu!

Tampilan / UI

Tampilan ASUS Zenfone 3Zenfone 3 menggunakan UI terbaru dari ASUS yakni ZenUI 3.0 yang dibangun berdasarkan Android versi 6.0 Marshmallow. UI ini memberikan kustomisasi tampilan khas yang membuatnya berbeda cukup jauh dibandingkan dengan tampilan asli Android, serta tentu saja, dengan penambahan berbagai fitur dan juga aplikasi tambahan untuk memperkaya kemampuan perangkat.

Kalau dibandingkan dengan ZenUI versi sebelumnya, UI terbaru ini nampak lebih elegan namun tetap terkesan minimalis, dan mampu memberikan respon yang baik ketika dioperasikan. Dan seperti yang sudah ada sebelumnya, ASUS juga menyediakan berbagai pilihan kustomisasi tampilan pada UI ini, mulai dari mengubah tampilan folder, font style, hingga pilihan untuk mengganti scroll effect.

Kustomisasi tampilan ASUS Zenfone 3Pilihan untuk mengunci aplikasi juga sudah disediakan pada UI ini, yang fungsinya jelas, untuk menghindarkan hape kita dari tangan-tangan jahil yang suka kepoin hape orang. Fitur untuk mengganti theme pun juga tak ketinggalan, dimana kita bisa dengan leluasa memilih berbagai pilihan theme yang tersedia di Theme Store, mulai dari yang gratis, hingga berbayar.

Bingung menentukan pilihan tema? Tenang, kita bisa kok memilih tema berdasarkan kategori tertentu, sehingga hasil pencarian pun akan di filter agar sesuai dengan yang kita inginkan. Disana juga terdapat preview tampilan dari theme yang kita pilih. Kalau suka, yaa tinggal install aja!

Fitur theme pada Zenfone 3Layar

Panel IPS beresolusi Full HD yang diusungnya itu nampak sangat nyaman untuk dipandang. Tampilannya tajam, sudut pandang luas, dan warna yang dihasilkan pun menawan. ASUS juga sudah menyediakan fitur Blue Light Filter, yang jika diaktifkan, layarnya akan mengurangi cahaya biru (dan menjadi agak kekuningan) yang konon bisa menyebabkan mata lebih cepat lelah.

Sehingga, fitur ini bakal bermanfaat bagi pengguna agar tetap nyaman melihat layar dalam waktu yang lama. Ingin tampilan warna yang lebih menarik? Aktifkan aja Vivid mode melalui aplikasi Splendid! Melalui aplikasi ini, kita juga bisa mengatur temperatur warna pada layar agar sesuai dengan selera kita.

Mengatur temperatur layar Zenfone 3Aplikasi

ZenUI 3.0 juga membawa berbagai aplikasi tambahan untuk menunjang produktivitas sekaligus juga untuk mempermudah “perawatan” dari perangkat itu sendiri. Dan yap, hape ini juga tak luput dari bloatware yang untungnya, masih bisa kita hapus atau uninstall.

Bloatware di ASUS Zenfone 3Tapi kalau dibandingkan dengan ZenUI versi 2.0, aplikasi bawaan ZenUI nampak jauh lebih sedikit karena memang ASUS tidak lagi menyertakan beberapa apps secara preinstall, misalnya SuperNote, dan juga ASUS Mail, serta kita tak lagi menemukan icon shortcut dari Kids mode, meskipun kita masih bisa mengaktifkannya melalui menu Setting.

Do It Later dan QuickMemo tetap menjadi aplikasi ZenUI favorit bagi saya di perangkat ini. Karena jelas, keduanya ini sangat membantu dalam hal produktivitas. Kalau kamu belum tau fungsi aplikasi Do It Later, kamu bisa membaca penjelasannya pada posting yang ini.

Aplikasi Do It Later Zenfone 3Sementara untuk QuickMemo, mungkin kamu akan langsung paham hanya dengan melihat gambar contoh screenshot nya dibawah. Yap, aplikasi ini berguna untuk menampilkan memo yang akan muncul di setiap halaman jika kita inginkan. Kita pun juga bisa me-minimize memo yang kita tampilkan dengan hanya menggesernya ke sisi kiri atau kanan layar.

Fitur quickmemo Zenfone 3Aplikasi yang tak kalah keren adalah ASUS Mobile Manager. Sedikit berbeda dengan aplikasi versi sebelumnya, kali ini aplikasi Mobile Manager nampak benar-benar menjadi All in One System Optimizer. Berbagai fitur termasuk Power Saver, Data Usage, setting Permission dan lainnya disatukan dalam apps ini, sehingga kita tak perlu lagi menginstal aplikasi-aplikasi lain untuk mendukung performa, karena semuanya sudah ada disini.

Fitur mobile manager Zenfone 3Salah satu fitur yang paling menonjol adalah fitur Auto-start manager, yang bakal sangat membantu dalam urusan performa perangkat karena kita bisa menentukan aplikasi mana saja yang boleh atau tidak boleh berjalan di background, yang jelas bakal membantu mengoptimalkan penggunaan RAM agar siap digunakan untuk membuka aplikasi besar, dan tentu saja sedikit membantu menghemat baterai.

Auto start managerYang menarik, terdapat pula fitur untuk memblokir notifikasi dari apps tertentu yang kita anggap mengganggu.

Memblokir notifikasi di Zenfone 3Plus, terdapat pula fitur app permission yang sejatinya merupakan fitur bawaan dari Android Marshmallow, untuk mengatur ijin akses dari aplikasi yang kita install. Sayang, fitur Cleanup yang terdapat disini harusnya bisa dimaksimalkan lagi untuk misalnya menghapus berbagai Junk Files, dan bukan hanya sekedar untuk melakukan penghapusan aplikasi saja.

Fitur untuk membersihkan data Zenfone 3ZenMotion

Fitur ZenMotion juga masih dipertahankan pada Zenfone 3. Disini, kita bisa melakukan setting untuk mengaktifkan fitur double tap to turn off screen (mematikan layar dengan 2 kali sentuh), double tap to wake (menyalakan layar dengan 2 kali sentuh pada layar), serta berbagai shortcut untuk mengaktifkan aplikasi dengan menggambar pola huruf tertentu ketika layar sedang tidak aktif.

Fitur ZenMotion Zenfone 3Namun saya lebih memilih untuk tidak mengaktifkan fitur double tap to wake, karena toh kita bisa langsung mengaktifkan layar sekaligus membuka kuncinya dengan menggunakan sensor sidik jari. Next, kita lanjut ke pembahasan soal performa dan baterai!

Performa & Baterai

ASUS membekali Zenfone 3 ZE520KL dengan chipset Qualcomm Snapdragon 625 dengan CPU Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53 64-bit, plus dukungan RAM 3 GB. Eits, jangan salah! Meskipun tergolong chipset kelas menengah, namun dalam penggunaan sehari-hari, performa responnya mampu mengimbangi gadget kelas premium loh! Seperti yang bisa kamu lihat pada video pengujiannya di halaman ini.

Yap, sepertinya pengoptimalan software (ZenUI 3.0) juga berpengaruh untuk urusan ini. Oia, sebelumnya mungkin kamu ingin tau soal berapa sih sisa memory internal yang bisa digunakan pada varian 32 GB ini? Langsung cek di skrinsot dibawah deh!

Sisa memory internal Zenfone 3Udah puas? FYI dulu nih, skrinsot diatas itu diambil setelah saya melakukan factory reset, yang artinya, keadaan hapenya masih bersih dari aplikasi pihak ketiga.

Multitasking

Berbekal RAM yang “hanya” berkapasitas 3 GB (yang sebenernya udah cukup besar), Zenfone 3 mampu melakukan aktivitas multitasking dengan sangat lancar ketika saya coba untuk membuka kembali beberapa apps yang sengaja di minimize.

Multitasking di Zenfone 3Iya, beneran sangat lancar loh, dan RAM nya pun masih tersisa diatas 1GB-an ketika saya coba untuk membuka browser Chrome, Instagram, memainkan musik, membuka grup WhatsApp, Line, Tweetcaster, Gallery, dan juga Facebook, dan kesemuanya bisa dijalankan kembali tanpa melakukan reloading (terkecuali aplikasi Gallery).

Game

Saya juga sempat menguji Zenfone 3 untuk memainkan beberapa game kelas berat seperti Real Racing 3 dan juga N.O.V.A 3, dan perangkat ini dapat menjalankannya dengan mulus tanpa hambatan.

Fitur game genie Zenfone 3Yang menarik, ternyata ASUS telah menyematkan aplikasi khusus untuk para gamer yang diberi nama Game Genie. Pop-up dari Game Genie akan muncul di sebelah kiri layar, dan ketika kita mengklik icon dari fitur tersebut, terdapat beberapa menu seperti yang bisa kamu lihat diatas.

Ya, kita bisa memilih menu Speed Booster untuk lebih mengoptimalkan penggunaan RAM, serta ada pula fitur untuk merekam aktivitas gaming yang kita lakukan. Bahkan, kita bisa langsung mempublikasikannya ke Youtube secara live melalui aplikasi ini. Saya juga sudah mencoba untuk menggunakan fitur ini untuk merekam ketika sedang bermain Real Racing 3, dan ternyata game yang dijalankan pun masih tetap berjalan dengan mulus.

Yang bikin makin asik, saya sama sekali tak menemukan gejala panas berlebih ketika bermain selama kurang lebih satu jam, dan bahkan cenderung adem dan masih sangat nyaman untuk digenggam. Serius deh, kamu mesti coba sendiri biar kamu percaya!

Audio

Keluaran suara dari speaker bawaannya tuh tergolong ciamik untuk ukuran speaker mono. Ia bisa mengeluarkan suara yang cukup keras, tapi tetap jelas dan terkesan “bersih”, dalam arti tak banyak noise yang dihasilkan.

Review audio Zenfone 3Dengan settingan equalizer yang saya gunakan, speaker bawaan Zenfone 3 ini mampu memberikan keluaran treble yang baik dan juga bass yang cukup terdengar jelas. Tapi pastinya bakal lebih asik kalo pake earphone dong yaa.

Iya, saya juga sudah coba memadukannya dengan ZenEar, dan keluaran suaranya pun terasa makin mantab. Kita juga bisa memanfaatkan fitur Audio Wizard yang ada di perangkat ini untuk menentukan pilihan karakter keluaran suara.

BACA JUGA : Review ASUS ZenEar, Earphone Original Dari ASUS

Kualitas audio Zenfone 3

Baterai

Sekarang kita sampai pada pengujian baterai! Saya yakin kamu sudah sangat penasaran nih untuk hal yang satu ini. Kemarin sih banyak yang nyinyirin begini :

Baterai 2600 mAh tuh bisa buat apa? Palingan juga setengah hari abis tuh baterai.

Hemm, apakah baterai Zenfone 3 se-boros itu? Ehehehe, saya yakin mereka belum pernah nyobain langsung tuh. Berdasarkan percobaan saya selama kurang lebih 10 harian ini, ternyata baterai dari hape ini tuh….. GILA! IRIT BANGET! Gak percaya? Coba liat data dibawah ini :

Daya tahan baterai Zenfone 3Yap, saya mulai menyalakan hape ini mulai jam 6 lebih, dan sudah menunjukkan indikator low battery (13%) pada sekitar jam 9 malam. Di awal itu sebenarnya saya lupa skrinsot, jadi nggak tau 100% nya itu di kisaran jam berapa. Ehehe..

Daya tahan baterai Zenfone 3 ZE520KLJadi, selama waktu itu, saya ngapain aja? Saya sengaja meluangkan waktu seharian untuk menguji baterai dari Zenfone 3. Pada saat awal dinyalakan, saya menggunakan koneksi WiFi hingga jam 8 pagi, dan beralih ke koneksi data 4G hingga malam. Dan pada saat pengujian ini, saya coba menggunakannya untuk membuka socmed secara berturut-turut mulai dari Facebook, Twitter, dan juga Instagram untuk menjawab pertanyaan yang masuk disana, sekaligus juga stalking akun punya gebetan yang saya follow.

Dan bahkan, saya juga sempat menggunakannya untuk nulis di blog menggunakan aplikasi Chrome loh, selama kurang lebih 2 jam, yang hasil tulisannya bisa kamu intip di personal blog punya mimin.

Menggunakan Zenfone 3 untuk ngeblogMemasuki sore hari, baterai perangkat ini ternyata masih tegar menghadapi cobaan tersisa diatas 30%, dan intensitas penggunaan mulai berkurang hingga makan malam, dan lanjut lagi chatting di grup-grup WhatsApp yang saya ikuti, plus nggak lupa juga untuk membalas chat BBM dari gebetan #uhuk.

Dan ternyata menjelang jam 9 malam, perangkat sudah memberi peringatan baterai lemah (15%). Tapi saya ingin iseng untuk menggunakannya lebih lama lagi hingga 3% di jam 10 lebih. Dan coba tebak, berapa lama Screen on time nya? Liat sendiri aja deh…

Screen on time Zenfone 3 ZE520KLIya, kamu nggak salah liat! Itu beneran enam setengah jam! Emejing tenan! Di hari sebelumnya, perangkat ini juga mencatatkan waktu sekitar 4 setengah jam dengan penggunaan hampir sama, hanya saja di pagi harinya, saya sempat menginstall update software dan malamnya saya gunakan untuk bermain N.O.V.A 3 selama kurang lebih satu jam.

Jadi bisa disimpulkan bahwa rata-rata SoT untuk perangkat ini adalah sekitar 4 setengah jam di penggunaan berat, 6 setengah jam di penggunaan wajar, dengan catatan, saya hanya menggunakan 1 SIM dan kecerahan layar di set agar tidak terlalu terang (menyesuaikan untuk di dalam ruangan). Jadi kalau misal kamu pakai 2 SIM dan kecerahan layar tinggi, mungkin bakal berbeda yaa hasilnya. But overall, hape ini beneran irit pake banget! Apalagi kalo mengingat kembali bahwa baterainya “cuma” berkapasitas 2600 mAh.

Untuk lama waktu pengisian baterainya sendiri membutuhkan sekitar dua jam lebih sedikit untuk mengisi dari 5% ke 100% karena ternyata, ASUS masih menggunakan adaptor charging standar pada perangkat ini. Meski demikian, nampaknya waktu charging yang dibutuhkan itu rasanya juga nggak terlalu lama, jadi hal itu bukanlah sebuah masalah yang besar bagi hape ini.

Apakah itu pengaruh dari USB Type-C yang digunakannya? Sehingga waktu charging berasa lebih cepat? Entahlah, mungkin iya.

Next, kita lanjut bahas soal plus minus nya yaa..

Kelebihan dan Kekurangan

Nah setelah mencicipi Zenfone 3 selama 10 hari dan sudah menjelaskan tentang berbagai fitur yang dimiliki pada part sebelumnya, di part atau bagian terakhir ini saya akan membuatkan kesimpulan mengenai kelebihan dan kekurangan dari ASUS Zenfone 3 ZE520KL.

Kelebihan

1. Desain

ASUS benar-benar merombak total tampilan dari seri smartphone mereka yang ketiga ini, dan harus diakui, desain yang dimilikinya sangatlah cantik. Frame metal, body berlapis kaca 2.5D, serta mempunyai pola lingkaran konsentris di bagian belakangnya membuatnya terlihat dan terasa sangat mewah. Berasa megang hape mahal gitu..

2. Fitur

Fitur yang kaya dari segi hardware maupun software menjadikan Zenfone 3 sebagai perangkat yang sangat fungsional. Dan saya rasa, perangkat ini sangat cocok bagi mereka yang membutuhkan sebuah smartphone untuk membantu urusan pekerjaan karena ia sudah dilengkapi dengan banyak sekali fitur aplikasi dukungan yang siap dimanfaatkan.

3. Kamera

Kamera dari hape ini tuh bukan bagus lagi, tapi bagus banget! Sumpah, kamu mesti coba sendiri deh biar percaya. Apalagi kalau mengintip harganya yang cuma 4 jutaan, fitur dari kameranya jelas sudah melebihi kelasnya!

Hasil tangkapan mantab, pemrosesan gambar cepat, plus fitur berlimpah termasuk disematkannya fitur OIS dan juga sistem fokus ganda yang diberi nama TriTech Autofocus yang merupakan penggabungan antara Laser autofocus, Phase Detection Autofocus, dan juga Continuous Autofocus untuk memberikan kinerja fokus kamera yang cepat dan akurat.

Belum lagi dukungan mode manual, plus 19 mode pemotretan lainnya, yang memungkinkan kita untuk bermain dengan lebih kreatif dengan kameranya ini. Belum lagi dengan kemampuan merekam video berkualitas 4K, yang menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada perangkat sekelasnya. Ketidak-puasan saya terhadap fitur HDR Pro adalah satu-satunya alasan mengapa saya tak memberikan poin 10 pada penilaian di sektor kamera. Dan saya rasa tak salah jika Zenfone 3 membawa jargon “Built for Photography”.

4. Performa

Respon cepat dan kemampuan multitasking yang handal juga menjadi poin kelebihan tersendiri bagi Zenfone 3. Bahkan diluaran sana, perangkat ini sudah pernah diadu dengan perangkat kelas premium dan mampu mengimbanginya, seperti yang sudah pernah saya posting pada halaman ini.

5. Baterai

Hape ASUS boros baterai? Masalah itu sudah ditepis jauh-jauh sejak mereka meluncurkan Zenfone Selfie yang terbukti irit. Dan pada Zenfone 3, ASUS bahkan mampu merancang perangkat dengan daya tahan baterai yang luar biasa, seperti yang sudah sayan bahas diatas tadi. Kalau kamu belum baca, mending manjat keatas dulu yaa.

6. Dukungan Dari ASUS

Dukungan dari ASUS menjadi poin lebih yang masih bertahan sejak Zenfone generasi pertama diluncurkan. Mereka secara rutin dan cepat memberikan update jika ditemukan masalah atau bug pada software perangkat. Well done!

7. Adem

Dalam sejarah blog Techijau.com ini, baru kali ini saya mencicipi hape yang masih terasa adem ayem meski digunakan untuk bermain game berat. Yaa meskipun nggak se-adem senyuman si doi, namun diantara hape lain yang pernah saya icip, hape inilah yang paling adem dan masih nyaman digenggam meski sudah digunakan untuk bermain game.

Kekurangan

1. Body Licin

Desain bodynya yang berlapis kaca memang membuatnya nampak indah, tapi konsekuensinya adalah hape ini jadi terasa agak licin di genggaman, khususnya bagi mereka yang kurang terbiasa.

Seberapa licin sih? Jadi hape ini tuh bisa gerak / jalan sendiri waktu ditaruh di permukaan mendatar dengan kemiringan yang tipis sekalipun. Jadi, jangan ditaruh sembarangan, yaa. Saya sarankan bagi kamu untuk memberikannya proteksi tambahan berupa case atau semacamnya, untuk menghindari hal-hal yang bisa bikin kamu mewek semaleman atau bahkan histeris.

2. Tak Dilengkapi Adaptor Quick Charging

Adaptor charger bawaan hape ini ternyata tidak mendukung Quick charge. Meski begitu, lama waktu pengisian baterai dari 5% sampai penuh ternyata juga cuma butuh waktu 2 jam lebih sedikit. Entah itu pengaruh USB Type-C yang digunakannya atau karena alasan lain, yang jelas lama pengisian baterai ini sudah terasa seperti dukungan Quick charge 1.0.

Tapi saya rasa, pengisian daya sampai penuh selama 2 jam itu nggak terlalu lama banget juga kok. Jadi sepertinya, hal ini bukanlah menjadi suatu hal yang patut dipermasalahkan banget.

3. Slot MicroSD Hybrid

Yang ini beneran hampir kelupaan buat dibahas 😀 ASUS memang menyediakan slot microSD buat hape ini, tapi… Kalau misanya kita memilih unuk menggunakan microSD, kita harus mengorbankan SIM 2 karena slot yang disediakan itu sifatnya hybrid.

Jadi kita harus memilih, apakah akan menggunakan 2 SIM, atau menggunakan microSD card namun hanya bisa pakai 1 SIM saja. Buat sebagian orang, mungkin hal ini jadi suatu kekurangan yang cukup untuk mikir dua kali sebelum memutuskan untuk membelinya. Apalagi bagi mereka yang harus pakai dua SIM sekaligus, plus kapasitas penyimpanan tambahan dalam satu hape.

Tapi buat saya yang biasa pakai satu SIM untuk satu hape, rasanya ini bukanlah suatu masalah yang berarti. Toh kapasitas penyimpanannya juga udah cukup lega, makanya kemarin sempat hampir kelupaan buat dibahas 😀

Kesimpulan

An incredible upgrade from the previous model!

Gambar ASUS Zenfone 3 ZE520KLHape ini benar-benar merupakan upgrade yang wow banget kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Perombakan total dari sisi desain, peningkatan performa, peningkatan kamera, dan juga peningkatan dari sisi daya tahan baterai yang sangat signifikan membuatnya sangat layak untuk menggantikan Zenfone 2.

ASUS benar-benar menjual kualitas untuk perangkat yang satu ini, sehingga bisa dikatakan bahwa mereka bukan hanya menjual atau mengandalkan prosesor dan ram sebagai nilai jual utamanya, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fitur-fitur kelas tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.

Oke, mungkin cukup sekian dulu untuk review kali ini. Kalau misalnya ada yang mau ditanyakan, boleh kok ninggalin komentar. Silakan jelajahi blog Techijau.com untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 😀

Tulisan Terkait :

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P