Home Review Hasil Foto Mencicipi Kamera ASUS Zenfone 4 Max Pro, Gimana Ya Hasilnya?

Mencicipi Kamera ASUS Zenfone 4 Max Pro, Gimana Ya Hasilnya?

2692
2
SHARE

Mencicipi Kamera ASUS Zenfone 4 Max Pro, Gimana Ya Hasilnya? – Sebagai bagian dari review lengkapnya, di posting kali ini mimin akan membahas soal hasil uji alias review dari kamera hape ASUS Zenfone 4 Max Pro.

Beberapa hal yang akan mimin bahas disini adalah soal performa yang disajikan oleh kameranya dalam beberapa kondisi, termasuk kondisi low light, dan juga backlit. Selain itu, mimin juga turut menguji fitur-fitur kameranya, termasuk juga fitur wide angle yang juga ditanamkan pada bagian belakang perangkat ini.

Hemm, kira-kira hasilnya bagus nggak sih? Mending langsung kita intip aja yuk hasil fotonya! Oiya, sebelum melanjutkan, mimin ingin memberitahukan bahwa foto-foto yang ditampilkan disini juga sudah mimin posting di akun Instagram @Techijau dengan hashtag #TechijauZenfone4MaxPro.

Lalu, gambar yang ditampilkan juga terlihat lebih mendekati aslinya jika dilihat menggunakan app Instagram. Jadi silakan follow IG @Techijau ya, sekalian ngeliat gimana hasilnya dengan lebih detail.

Hasil kamera ASUS Zenfone 4 Max ProMode Auto, Kamera Utama vs Kamera Sekunder

Pengujian pertama mimin fokuskan untuk melihat kualitas hasil tangkapan dari masing-masing kamera belakangnya di area dengan pencahayaan baik.

Iya, Zenfone 4 Max Pro edition ini sudah dilengkapi dengan fitur dual camera, yang masing-masing dapat menangkap gambar dengan sudut pandang normal (kamera utama, 16 megapixel) dan juga sudut pandang wide angle (kamera sekunder, 5 megapixel).

A post shared by Techijau (@techijau) on

Perlu mimin ingatkan kembali bahwa besarnya angka megapixel pada spesifikasi kamera, BUKAN merupakan tolok ukur kualitas, meskipun pada smartphone ini, hasil tangkapan gambarnya memang terlihat agak timpang.

BACA JUGA : Apa Itu Megapixel Pada Kamera?

Berdasarkan gambar yang bisa kamu lihat diatas (silakan digeser untuk melihat gambar lainnya), kamera sekunder (wide angle) dari perangkat ini memang sangat cocok untuk mengambil gambar panorama karena mampu menangkap lebih banyak objek dalam satu kali jepret.

Menurut penilaian mimin, kamera wide angle nya ini mampu menghasilkan gambar yang baik khususnya soal bagaimana ia menangkap “warna”. Dengan catatan, kalau kita ambil fotonya dalam keadaan pencahayaan mendukung, yaa.

Saturasi yang sepertinya sedikit terlalu tinggi itu tetap enak dipandang. Sedikit hal yang menjadi kekurangannya adalah soal dynamic range yang tak terlalu bagus, sehingga terkadang nampak terlalu kontras (sisi gelap dan terang terlihat sangat jauh berbeda).

Bandingkan dengan kamera utamanya yang mampu menangkap gambar dengan dynamic range yang jauh lebih baik.

HDR Mode

Mimin kemudian coba untuk mengaktifkan mode HDR dari masing-masing kamera dari hape ini, dan berharap kamera wide angle nya mampu menghasilkan gambar yang lebih baik. Dan ternyata . . .

A post shared by Techijau (@techijau) on

Kamera utamanya mampu menangkap gambar dengan cukup baik saat berfoto dalam keadaan backlight. Artinya, mode High Dynamic Range alias HDR nya bisa dikatakan mampu bekerja dengan baik. Namun konsekuensinya, warna yang dihasilkan jadi nampak sedikit lebih pudar.

Pada beberapa situasi pencahayaan lain pun, ia juga seringkali masih mampu bekerja dengan semestinya. Seringkali ya, bukan selalu. Karena mimin lihat, pada keadaan tertentu, justru hasil tangkapan dengan mode Auto terlihat lebih baik.

Berbeda dengan kamera utama, kamera sekunder dari ASUS Zenfone 4 Max Pro ini nampak masih “berjuang untuk bisa lebih baik” walaupun mode HDR sudah diaktifkan.

Mimin menemukan bahwa mode HDR di kamera wide angle nya tersebut hanya mampu menghasilkan gambar dengan baik pada saat kondisi pencahayaan mendukung. Sementara ketika dibawa ke area dengan kontras tinggi, hasilnya nampak tak terlalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Tapi ya, lumayan ngebantu lah yaa.

Detail Gambar

Nah untuk urusan detail gambar, menurut mimin kamera utama dari ASUS Zenfone 4 Max Pro memang patut diacungi jempol. Mimin coba untuk mengambil beberapa sample gambar close up, dan hasilnya . . .

A post shared by Techijau (@techijau) on

Detail gambar yang dihasilkan tergolong sangat tajam, bahkan setelah di crop sekalipun. Hal itu kemudian dipadukan dengan tangkapan warna yang juga menawan, hingga menghasilkan foto close up yang sangat menarik.

Terlebih lagi, aperture f/2.0 nya juga memungkinkan untuk menghasilkan background yang blurry secara alami (tanpa efek pemanis buatan) saat digunakan untuk mengambil foto jarak dekat. Kids jaman now pasti suka nih! Dan mimin rasa, ia bakal cocok untuk dipadukan dengan lensbong dan menangkap gambar macro berkat kelebihannya ini.

BACA JUGA : Apa Itu Lensbong?

Sedangkan untuk kamera sekunder, nampaknya memang tidak cocok untuk mengambil gambar close up karena memang fungsinya lebih untuk mengambil gambar panorama, serta memiliki resolusi 5 megapixel yang kurang memungkinkan untuk di crop.

Low Light

Nah, pada saat pengujian di area dengan pencahayaan apa adanya (indoor, dengan hanya diterangi lampu biasa), mimin sempat meremehkan kemampuan dari kameranya ini. Karena saat masih dalam bentuk preview (hanya tampilan di layar sebelum dijepret), gambar yang muncul terlihat jelek. Banget.

Namun setelah mimin benar-benar menekan tombol shutter untuk mengambil gambar, hasilnya . . .

A post shared by Techijau (@techijau) on

Wow, ternyata hasilnya beda banget dengan preview yang ditampilkan, khususnya soal warna yang ternyata tidak seburuk apa yang ditampilkan pada preview. Warna yang dihasilkan bisa dibilang masih sangat akurat. Dan walau kameranya menaikkan ISO di angka 1250, bisa kita lihat noise yang dihasilkan masih tak terlalu parah.

Sepertinya memang fitur noise reduction sudah ditanamkan untuk meredam efek yang cukup mengganggu tersebut. Meskipun konsekuensinya adalah, detail gambar menjadi berkurang.

BACA JUGA : Apa Itu Noise?

Dan seperti biasa, kamu wajib untuk mempertahankan posisimu ketika mengambil foto di area minim cahaya agar hapemu tidak goyang, yang bisa membuat hasil gambarnya menjadi blur karena shutter speed juga ikut diperlambat (pada salah satu contoh diatas, shutter speed diperlambat menjadi 1/13 detik).

BACA JUGA : Apa Itu Shutter Speed Pada Kamera?

Bagaimana dengan kamera wide angle nya? Sepertinya memang kamera sekunder dari hape ini tidak dirancang untuk mengambil foto di area minim cahaya. Meski bisa dikatakan masih mampu menghasilkan detail gambar yang baik, namun “kemampuan” dari kamera ini dibatasi dan hanya bisa mengambil gambar dengan ISO paling besar di angka 400, dan shutter speed paling lambat d angka 1/15 detik.

Walhasil, gambar yang dihasilkan jadi nampak gelap saat digunakan pada kondisi low light. Ya harus dimaklumi sih, kan memg gunanya untuk mengambil gambar panorama.

Selfie

Tak lengkap rasanya jika review kamera hape tanpa turut menguji kamera depannya. Karena yaa kids jaman now kan pada doyan selfie. Dan kali ini, mimin tak bisa menghadang dan menodong cewek begitu saja untuk diminta menguji kamera depan hape ini, karena takut nanti ada yang cemburu 😆

A post shared by Techijau (@techijau) on

Nah kalau urusan kamera selfie sih, silakan kalian menilai sendiri yaa. Karena mimin tak terlalu ahli dan kurang paham bagaimana standar “bagus” untuk sebuah kamera selfie.

Yang jelas, kamera beresolusi 16 megapixel ini sudah punya lampu LED flash untuk mendukung selfie di area low light, dan juga sudah punya fitur beauty mode yang bisa menghasilkan foto dengan wajah yang nampak lebih cerah dan halus. Sungguh teramat keji fitnah yang dihasilkan itu. 😆

Kesimpulan

Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah hasil foto dari kamera ini sesuai dengan apa yang kamu harapkan? Terlepas dari itu, menurut mimin kamera dari hape ini memang sudah cukup bisa diandalkan dan bahkan tergolong bagus untuk banderol harganya. Terlebih lagi, jika kita mengambil gambar di area pencahayaan yang mendukung.

Detail gambar yang baik serta warna yang menawan, sangat cocok untuk kamu yang gemar mengambil foto close up.

Dan tentu, kamera dari hape ini punya kelemahan, khususnya pada kamera sekunder nya yang masih terkesan apa adanya ketika digunakan untuk berfoto di area yang terlalu kontras (dan atau terlalu silau) pencahayaannya.

Oiya, untuk soal perekaman video, kamera utamanya terbilang biasa saja, tak terlalu bagus, tapi juga nggak jelek-jelek amat. Dan lagi, kamera sekunder nya ini sangat lemah saat digunakan pada area dengan kontras tinggi.

Nah, itulah review dari kamera ASUS Zenfone 4 Max Pro yang bisa mimin tuliskan disini. Kamu bisa cek harga terbarunya di link ini. Atau, kalau mau sekalian beli disana juga gapapa, jadi bisa sekalian support blog ini supaya bisa bikin lebih banyak review lain. Silakan jelajahi blog Techijau.com ini untuk menemkan informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 😀

2 COMMENTS

  1. setuju mas, pada pengambilan gambar close up pakai kamera utama, hasilnya bagus, jernih dan gambar kelihatan real, warnanya tajam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here