Home Review Review Lengkap ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL

Review Lengkap ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL

27

Fitur Pada ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL

Sekarang, kita masuk ke bahasan soal fitur-fitur apa aja sih yang dimiliki oleh hape ini. Dan seperti biasa, kita mulai dari sisi hardware nya yaa!

Hardware

Sebagai hape yang ditempatkan di pasar mainstream (menengah tapi agak kebawah), hape ini punya semua keunggulan dari perangkat yang ada dikelasnya, plus sedikit tambahan fitur unggulan lain dan juga ada sedikit kekurangan. Fitur-fitur yang dimilikinya adalah termasuk soal sensor sidik jari, layar 5.5 inch IPS beresolusi Full HD dan juga baterai besar berkapasitas 4100 mAh yang jadi salah satu keunggulannya.

Iya, baterainya tersebut memang menjadi kelebihan yang menjadi senjata utama bagi Zenfone 3 Max ZC553KL. Selain itu, terpadat juga fitur Laser autofocus yang bakal membantu kamera untuk menentukan fokus dengan cepat, yang mana fitur ini sangat jarang ditemui pada perangkat lain yang berada di kelas yang sama dan lebih sering digunakan pada smartphone kelas menengah keatas hingga flagship.

Fitur Kamera

Fitur-fitur pada kamera hape ini terbilang lengkap, meskipun yaa nggak selengkap hape ASUS lain yang memang mengedepankan kamera seperti misalnya Zenfone 3 Laser atau Zenfone 3 “basic” yang juga pernah mimin review sebelumnya.

BACA JUGA : Review Lengkap ASUS Zenfone 3 ZE520KL

Pilihan mode pada kamera Zenfone 3 Max ZC553KLPilihan mode pada kameranya termasuk banyak dan lengkap, bahkan ada mode manual nya juga. Tampilan dari aplikasi kameranya sendiri cukup mudah untuk dimengerti serta bisa dibilang pintar, karena ia mampu mendeteksi keadaan dari objek yang kita bidik dengan kamera, lalu memberikan saran pilihan mode yang tepat dan akan muncul di sebelah kanan bawah layar untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, seperti contoh gambar dibawah ini.

Tampilan app kamera Zenfone 3 Max ZC553KLKita juga bisa berganti ke mode manual dengan cepat, karena memang disediakan tombol shortcut khusus untuk berganti ke mode tersebut yang terletak dibagian atas tombol shutter kamera (lingkaran dengan huruf M).

Pada mode manual, kita akan disuguhkan pilihan untuk melakukan setting pada ISO (100 hingga 1600), shutter speed (1/1000 detik hingga 32 detik), setting fokus manual, serta White Balance. Kalau kamu bingung pakainya gimana, mending baca dulu deh tulisan mimin yang ngebahas soal Segitiga emas exposure.

Dan seperti biasa juga, untuk contoh hasil fotonya bakal mimin bahas secara terpisah yaa. Soalnya kalo dibarengin disini, nanti bakal jadi puanjang bingits. Kamu bisa intip postingnya pada link dibawah ini.

BACA JUGA : Hasil Uji Kamera ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL

Bisa Menjadi Powerbank

Satu hal yang menarik dan juga bisa menjadi daya tarik bagi hape ini adalah baterainya yang berkapasitas besar, yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi daya bagi perangkat lain. Atau dengan kata lain, ia bisa juga berfungsi sebagai powerbank.

Terus, cara pakainya gimana? Gampang kok, kita tinggal pasang kabel USB OTG yang juga sudah ada dalam paket penjualan hape ini, lalu kita hubungkan dengan kabel USB normal yang kemudian dihubungkan lagi ke hape yang ingin kita isi dayanya. Tapi…

Kamu nggak bisa berharap bahwa dengan cara ini, kamu akan bisa mengisi baterai hape lain sampai penuh, karena memang kapasitas baterainya nggak sebesar powerbank yang sebenarnya. Apalagi kan hape ini juga butuh energi agar bisa tetap hidup. Belum lagi, kemampuannya untuk mengisi daya baterai hape lain ternyata tak secepat saat kita mengisi dengan menggunakan powerbank “sejati” #halah

Dalam percobaan mimin, saat menggunakan fitur ini dengan Zenfone 3 ZE520KL, butuh waktu belasan menit untuk bisa menambah daya baterainya sebesar 1% (dalam keadaan menyala). Jadi, nampaknya ia hanya bisa sebagai penolong darurat untuk menambah “waktu bernafas” bagi gadget lain yang sedang lobat, dan bukan sebagai “pengisi daya tambahan” layaknya sebuah powerbank biasa.

BACA JUGA : Review ASUS ZenPower Pro, Powerbank Dual Port Dengan QuickCharge 2.0

Layar

Pengalaman menggunakan Zenfone 3 Max ZC553KLLayar milik Zenfone 3 Max versi 5.5 inch ini bisa dibilang standar untuk dikelasnya. Nggak jelek, tapi nggak bagus banget juga. Resolusi dari panel IPS nya yang sudah Full HD juga nampak sangat tajam. Dan untuk penggunaan diluar ruangan yang cerah, ternyata layarnya masih mampu menampilkan konten dengan cukup jelas. Asalkan, bukan dibawah sinar matahari langsung yaa, dan kecerahannya di set pada level tertinggi.

BACA JUGA : Perbedaan Layar HD, Full HD dan QHD

Oiya, yang mimin suka dari layar hape ini adalah, meskipun ukurannya yang cukup besar, namun ternyata ia bisa di set untuk tampil sangat redup. Percaya deh, ini bakal membantu banget saat harus mantengin hape di tempat gelap, biar mata nggak cepet pegel! Belum lagi dengan adanya fitur Blue Light Filter yang bisa dengan mudah diakses melalui Quick Setting Panel, bakal bikin mata makin nyaman buat ngeliatin layarnya.

BTW, mimin nggak tau apakah dia pakai pelindung kaca berjenis Gorilla Glass, atau Dragontrail Glass, dan di web resminya pun nggak ada keterangannya. Tapi yang pasti, permukaannya terasa cukup kuat dan licin, serta lapisan Oleophobic coating nya membuat permukaannya ini jadi lebih mudah dibersihkan. Plus, bagian tepi lapisan kacanya yang dibuat sedikit melengkung (2.5D) membuatnya nampak cantik saat dilihat dari sudut tertentu.

Tampilan / UI

Nah kalau bicara soal tampilan, ini lebih ke selera masing-masing pengguna yaa. Kalau mimin pribadi sih udah suka sama tampilan dari hape ini. Ia menggunakan OS Android Marshmallow yang di kustomisasi dengan ZenUI 3.0. Contoh tampilan di tema default adalah seperti pada gambar slider dibawah ini. Klik aja untuk memperbesar gambar, atau geser untuk melihat yang lain.

ASUS menyediakan berbagai menu untuk kustomisasi, termasuk untuk mengatur gaya folder icon apps, scroll effect, theme, hingga pilihan untuk menggunakan 2 layer (dengan menampilkan menu app drawer) atau 1 layer (tanpa app drawer) seperti tampilan iPhone yang menyuguhkan semua icon apps pada halaman home screen.

ZenMotion

Sama seperti generasi sebelumnya, hape ini juga mendukung fitur ZenMotion. Fitur ini memungkinkan kita untuk mengaktifkan beberapa apps pilihan dari keadaan layar yang tidak aktif (layar mati) dengan menggambar pola huruf tertentu. Misalnya, saat kita menggambar huruf “C” pada layar yang sedang mati, maka ia akan langsung mengaktifkan fitur kamera.

Fitur ini juga memungkinkan kita menghidupkan layar atau mematikannya dengan menyentuh layarnya 2 kali di titik yang sama, untuk meminimalisir penggunaan tombol power.

Sensor Sidik Jari

Fitur ini memang sudah umum dimiliki oleh hape di kelas yang sama. Dan memang, fitur ini sedikit banyak sudah membantu memudahkan untuk urusan pengamanan, dimana kita hanya perlu menyentuh sensornya yang terletak di bagian belakang, maka layar akan langsung menyala dan dapat langsung digunakan tanpa harus repot untuk memasukkan kunci angka atau pola jaring laba-laba.

Tapi bagaimana kalau jari-jari tangan kita basah dan sensor tak bisa membaca sidik jari kita? Tenang, kita tetep bisa membuka kunci layarnya dengan pola atau kode pin seperti biasa kok! Selain itu, kita juga dapat mengaktifkan kamera secara instant dari halaman mana saja (layar keadaan menyala) dengan menyentuh sensor sidik jarinya sebanyak 2 kali berturut-turut.

Aplikasi

Aplikasi bawaan dari hape ini terbilang cukup banyak, meskipun kalau dibandingkan dengan Zenfone 2 series, sudah cukup banyak pula apps yang tak disertakan disini, yang artinya, jumlahnya sudah berkurang kalau dibandingkan dengan hape ASUS generasi sebelumnya. Terus, bloatware nya gimana? Liat sendiri deh di gambar screenshot dibawah.

Beberapa bloatware dari pihak ketiga masih dibawa oleh hape ini meskipun sekali lagi, jumlahnya sudah berkurang dibanding pendahulunya. Sayangnya, ASUS juga turut menyingkirkan beberapa apps bawaan yang sebenarnya cukup membantu untuk urusan produktivitas, seperti aplikasi SuperNote, misalnya. Tapi tenang, kita masih bisa mendownload nya sendiri di Google PlayStore kok.

Tapi untunglah, salah satu aplikasi bawaan ASUS yang menjadi favorit mimin masih dipertahankan, yaitu QuickMemo. Buat kamu yang belum tau, apps ini berfungsi sebagai catatan kecil yang kemudian bisa kita tampilkan secara floating di semua halaman. Ia pun dapat di minimize dengan mudah dengan menggesernya ke arah tepian layar.

Fitur pada Zenfone 3 Max ZC553KLSelain QuickMemo, aplikasi lain yang dapat ditampilkan secara floating adalah kalkulator. Namun tak semudah QuickMemo, untuk menampilkan kalkulator secara floating, kita mesti membuka terlebih dulu aplikasinya, masuk ke menu setting, lalu centang pilihan Floating calculator.

Ia juga masih punya satu aplikasi lain yang tak kalah berguna, yaitu Do It Later. Apps ini merupakan sebuah aplikasi pengingat dan bisa menjadi semacam organizer yang bisa kita manfaatkan untuk mengumpulkan berbagai macam hal penting atau menarik dalam satu apps ini. Lengkapnya, mungkin kamu bisa baca di halaman fungsi dan cara menggunakan aplikasi Do It Later.

Pada OS Android Marshmallow seperti yang digunakan pada hape ini, aplikasi yang terpasang wajib diatur terlebih dahulu settingannya agar dapat menampilkan notifikasi serta bubble notifikasi nya (angka dalam lingkaran merah, diatas icon app). Nah pada hape ini, ASUS menyatukannya dengan fitur bawaan ASUS lainnya yakni Mobile Manager.

Tak hanya mengatur notifikasi, tapi, disini kita juga bisa mengatur berbagai hal termasuk permission app (fitur apa saja yang boleh diakses oleh aplikasi) battery saver, serta auto-start manager. Fungsinya apa? Mending cek di halaman ini aja yaa.

Tak lupa, fitur lain termasuk File Manager juga sudah disematkan pada hape ini. Tampilan dari File Manager nya pun cukup user friendly. Di halaman depan, ia akan menampilkan menu yang akan mengkategorikan file yang tersimpan di hape, seperti pada gambar sebelah kiri dibawah ini. Dengan demikian, kita akan lebih mudah untuk menemukan jenis file yang akan kita cari.

Aplikasi File manager bawaan ASUSKita dapat memilih untuk menampilkan jenis file apa saja yang akan muncul di halaman muka, seperti pada gambar sebelah kanan diatas. Dan tentunya, kita juga masih bisa mencari file berdasarkan lokasi dimana kita telah menyimpannya. Oiya, fitur USB On The Go juga sudah didukung yaa oleh hape ini. Yakali dikasih kabel OTG tapi gabisa dipake OTG 😀

Next, kita bakal bahas soal performa dan baterainya yaa! Cek halaman berikutnya pada tombol navigasi dibawah.

27 COMMENTS

  1. gan. cara root zeny 3 max zc553kl gimana ya?
    kingroot gagal. frama root gagal. iroot gagal. kingOroot gagal. towel root gagal, vroot gagal. trus pake apa gan? cara yang ga pake pc gitu.

  2. Terima kasih ulasan zenfone 3 max nya, bermanfaat sekali dan cukup jelas karena saat ini kebetulan lagi cari infonya.

  3. Thank u infonya.
    Mau saran donk mas. Worth it gak sih zen 3 max zc553kl ini di upgrade ke zen 3 ze520kl?? Punya 3max tapi jelek fotonya kalau lowlight.
    Pengen hp buat fotografi dan browsing tapi baterai gak cepat boros
    Makasih

  4. Gan hp saya asus 3 max zc553kl. Sim car di slot yg ke dua tidak terbaca tidak terinstal, tapi pas di pindah ke slot yg pertama simnya terbaca itu kenapa ya? Apakah slotnya rusak?

    • Wah, kemungkinan ada masalah di hardware tuh Kak. Kalau masih garansi, sebaiknya segera periksakan dan di klaim.

      Tapi kalo misal hapenya seperti itu setelah jatuh, yaa gak bisa di klaim garansinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here