Beranda News Gak Perlu Tuyul, Inilah Tips Dapat Uang Dari Rumah Bersama ASUS Zenfone...

Gak Perlu Tuyul, Inilah Tips Dapat Uang Dari Rumah Bersama ASUS Zenfone 9

2

Gak Perlu Tuyul, Inilah Tips Dapat Uang Dari Rumah Bersama ASUS Zenfone 9 – “Belum berhasil dihina, sukses jadi omongan tetangga”. Kalau dipikir-pikir, quotes yang tertulis di belakang truk itu ada benarnya juga.

Bisa dibilang, gunjingan tetangga merupakan satu hal yang tidak bisa kita hindari dalam hidup. Mau seberapapun besarnya usaha menjadi manusia berfaedah, pada akhirnya gunjingan akan selalu datang.

Tetangga seakan tak kehabisan bahan untuk urusan ini. Mulai dari urusan kaya, miskin, jodoh, sampai keturunan sekalipun, tidak luput dari pandangan sinis mereka.

Kalau sekarang, mungkin bahan gunjingan yang sedang populer adalah soal tuyul. Mengingat semakin banyak orang yang mendadak menjadi “pengangguran berduit” sejak era pandemi dimulai.

Ya maklum sih, kan belum semua orang sadar, bahwa perkembangan teknologi bisa mempermudah urusan mencari rezeki. Yang mereka tau, menghasilkan uang tanpa keluar rumah itu adalah sesuatu yang tidak umum dan tidak masuk akal.

Tidak, di posting kali ini saya bukan bermaksud membahas tentang keluh kesah kehidupan bertetangga di negeri +62. Melainkan, saya ingin menghapuskan anggapan bahwa berpenghasilan dari rumah itu adalah hasil dari memelihara tuyul. Sekaligus menunjukkan cara agar kita semua dapat mencobanya sendiri.

Bagaimana Cara Dapat Uang Dari Rumah?

Beberapa profesi seperti programmer, desainer, ilustrator, memang sangat mungkin untuk bisa bekerja di rumah saja. Tapi tenang, kesempatan itu tidak hanya terbatas untuk mereka saja kok. Karena, bapak-bapak pos ronda atau ibu-ibu pengajian yang notabene kurang paham teknologi sekalipun juga punya peluang untuk mendapatkan uang dari rumah.

Karena sebenarnya, tidaklah dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa melakukannya. Walau begitu, saya tidak mengatakan bahwa ini akan mudah. Yang penting ada kemauan untuk belajar, dan tidak menyerah hanya gara-gara merasa tidak cukup pintar.

Salah satu cara mendapatkan uang dari rumah yang paling mungkin dilakukan oleh semua orang adalah dengan menjadi YouTuber. Untuk ibu rumah tangga misalnya, kita bisa menjadikan aktivitas memasak untuk dijadikan konten video, agar bisa di-upload di YouTube.

Oke, mungkin ada platform video lain yang saat ini juga sedang populer. Namun saya menilai bahwa membuat konten di YouTube punya potensi value jangka panjang. Dalam arti, satu atau beberapa video yang kita buat, masih akan mungkin terus ditonton orang sampai beberapa tahun kedepan. Tidak “viral dan lalu tenggelam” seperti platform lainnya.

Tips Membangun Channel YouTube Sampai Menghasilkan Uang

Oleh karena contoh yang saya ambil adalah meng-upload video di YouTube, maka saya hanya akan spesifik untuk membahas tentang YouTube saja. Berikut adalah beberapa hal penting yang mesti diterapkan:

1. Mokondo (Modal Konsisten & Doa)

Seperti yang kita tau, agar bisa mendapatkan uang dari YouTube, kita wajib memenuhi syarat minimal yang sudah mereka tentukan. Yaitu video di channel kita sudah ditonton selama 4000 jam, dan sudah punya setidaknya 1000 subscriber.

Jika syarat tersebut sudah terpenuhi, barulah kita bisa mengajukan agar channel yang dibangun itu bisa mengikuti YouTube Partner Program. Supaya video yang sudah dan akan di-upload bisa mulai menampilkan iklan. Dan dari iklan itulah kita akan mengumpulkan pundi-pundi uang.

Terdengar mudah memang. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya, ini akan membutuhkan proses yang panjang. Dari beberapa channel yang saya bangun, paling cepat akan memakan waktu sekitar 5 bulan hanya untuk mencapai syarat minimal tersebut. Bahkan ada salah satu channel saya yang baru mencapai syarat tersebut setelah 2 tahun dibangun. Karena memang saya cukup jarang membuat konten di sana.

Jadi, bisa saya katakan bahwa kunci utama untuk membangun channel YouTube dari nol adalah “mokondo”, alias “modal konsisten dan doa”. Mengingat YouTube sendiri suka untuk merekomendasikan channel yang rajin membuat konten secara konsisten. Jangan lupa dibarengi dengan doa agar diberi kelancaran.

2. Tentukan Tema Konten

Sebuah channel YouTube harus memiliki tema yang jelas. Ketika sudah memilih tema, maka kita akan lebih mudah dalam menentukan konten apa yang akan dibuat untuk video-video selanjutnya. Misalnya, saat kita memilih tema traveling, maka sudah pasti video yang akan kita buat akan berkaitan dengan jalan-jalan, atau makan-makan.

Saran saya adalah, pilihlah tema yang berkaitan dengan hobi. Tidak harus traveling, karena ada banyak hobi lain yang lebih sederhana, dan memungkinkan untuk dijadikan konten video. Misalnya hobi memancing, memasak, atau berkebun.

Berdasarkan percobaan yang saya lakukan, video yang berkaitan dengan hobi bukan saja lebih mudah dan menyenangkan, tapi biasanya juga akan lebih cepat mendatangkan penonton dan subscribers.

Penentuan tema yang jelas, juga bakal membantu untuk menjaga konsistensi dalam membuat video. Tinggal fokus saja untuk memproduksi video dengan tema serupa.

3. Sesuaikan Judul Dan Deskripsi

Mengisi judul asal-asalan bisa menghambat perkembangan channel YouTube. Maka, usahakanlah untuk membuat judul yang jelas dan tepat sasaran.

Contoh, katakanlah saat ini kita sedang membuat video tentang kuliner bakso yang bertempat di pinggir sawah. Bagi channel yang baru dibangun, salah satu contoh judul yang salah adalah:

  • “Asik Juga Ya Lokasi Warung Bakso Ini”.

Dengan judul seperti ini, besar kemungkinan bahwa kamu hanya akan mendapat sedikit penonton. Kecuali, jika channel tersebut sudah punya banyak subscriber dan sering direkomendasikan oleh YouTube, maka judul seperti itu masih bisa diterima.

Sebaiknya, isilah judul yang memberikan sedikit detail spesifik seperti nama tempat, atau lokasi. Plus, mengandung kata yang mungkin akan ada di pikiran orang untuk mencarinya. Misalnya seperti:

  • “Warung Saitama, Bakso Enak di Desa Konoha Dengan View Sawah”, atau
  • “Review Warung Bakso Saitama Desa Konoha: Enak Dengan View Sawah”.

Sertakan pula deskripsi yang memberikan penjabaran lebih detail dan spesifik yang mungkin sulit disertakan dalam judul. Gunanya adalah agar video tersebut lebih mudah dimunculkan atau direkomendasikan oleh YouTube, ketika ada orang yang melakukan pencarian.

Lalu jika ingin menyertakan kata-kata heboh yang memancing (semacam clickbait), kita bisa menyertakannya dalam gambar thumbnail saja.

4. Buat Konten Yang Jelas & Menarik

Dari segi konten, usahakanlah untuk membuat konten yang sesuai dengan harapan penonton. Dalam arti, buatlah video yang benar-benar sesuai dengan judul, informatif atau mengandung manfaat.

Contoh, saat membuat video tentang warung bakso tadi, beberapa hal yang penting untuk ditampilkan dalam video adalah seperti daftar menu, harga, dan juga jelaskan bagaimana pendapat kita tentang makanan yang ada di sana.

Hal-hal seperti ini akan membuat penonton lebih betah untuk menonton berlama-lama karena merasa informasi yang diberikan itu bermanfaat.

Dan sebaliknya, jika ternyata isi videonya hanya memperlihatkan wajah kita yang sedang makan tanpa ada keterangan apapun, maka hal itu berpotensi membuat orang malas menontonnya karena merasa “tertipu” dan tidak mendapat manfaat atau informasi apapun dari video tersebut.

5. Tingkatkan Kualitas Konten

Untuk memulai sebuah channel YouTube, kita tidak harus sudah paham berbagai hal tentang videografi. Jadi kalau kita merasa bahwa video yang sudah dibuat itu ternyata punya kualitas jelek, yasudah, upload saja!

Selalu ingat poin pertama, yaitu konsisten. Yang terpenting adalah tetaplah percaya diri dan pamerkan karya kita walau mungkin terlihat kurang bagus. Lalu seiring waktu, barulah kita belajar perlahan untuk meningkatkan kualitas video kita.

Bukan cuma agar kita lebih pede dalam membagikan karya kita, tapi juga agar penonton lebih betah, serta memperbesar peluang untuk diajak kerjasama oleh brand-brand yang berkaitan dengan tema di channel kita.

Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi YouTuber?

Untuk bisa menghasilkan video dengan kualitas sangat bagus, sebenarnya akan ada banyak sekali peralatan yang dibutuhkan. Mulai dari laptop untuk urusan mengedit video, kamera mirrorless untuk merekam video, gimbal agar proses perekaman video bisa stabil, mikrofon, tripod atau monopod, dan juga lighting.

Bagi pemula, mungkin perlengkapan tersebut akan terasa terlalu mahal. Bagaimana tidak? Laptop untuk kebutuhan ini saja minimal harus yang seharga 10 juta-14 jutaan. Belum lagi kamera yang mencapai 6 juta sampai 14 juta. Bahkan untuk gimbal, paling tidak sudah harus keluar uang 3 jutaan. Belum lagi aksesoris pelengkap lainnya.

Sebagai alternatif, kita bisa memilih untuk menggunakan aksesoris yang paling penting saja demi menekan budget. Karena sebagai pemula, bukanlah sebuah masalah untuk memulai dengan perlengkapan sederhana. Setidaknya ada tiga buah perlengkapan alternatif yang bisa kita pilih, yaitu:

1. Lighting

Lampu lighting (pencahayaan) merupakan aksesori penting jika kita ingin membuat video di dalam ruangan. Tujuannya adalah agar video bisa terlihat lebih terang, lebih jelas, dan minim noise.

Kita bisa memilih menggunakan ring light sebagai pilihan utama untuk lighting. Terutama jika tidak memiliki ruangan yang luas. Atau, kita juga bisa menggunakan minimal dua buah lampu softbox jika ingin menjangkau dan menerangi area yang lebih luas.

2. Monopod Berkaki Tiga

Tripod memang sangat berguna untuk “memegangi” kamera dengan stabil. Namun tripod sendiri biasanya akan membutuhkan ruang yang cukup luas agar bisa berdiri tegak.

Sebagai alternatif, saya lebih menyarankan untuk memilih monopod berkaki tiga saja. Karena aksesori ini lebih praktis, dan lebih hemat tempat dibanding tripod. Contoh monopod berkaki tiga adalah seperti yang saya gunakan di bawah ini.

3. Smartphone

Smartphone merupakan perlengkapan paling penting dalam urusan ini. Karena perannya akan menggantikan kamera untuk merekam, dan sekaligus juga menggantikan laptop untuk mengedit video.

Dari sisi smartphone, saya rasa ASUS Zenfone 9 bisa menjadi pilihan yang ideal sebagai starter pack. Mengingat smartphone yang satu ini punya kemampuan yang tidak hanya membantu, tapi juga mempermudah proses pembuatan video.

Supaya tidak menimbulkan tanda tanya, mari kita bahas soal apa keistimewaan dari ASUS Zenfone 9, hingga membuat saya menyertakannya sebagai salah satu poin utama dari tips yang saya tuliskan di sini.

Fitur & Keunggulan ASUS Zenfone 9

Fitur dan keunggulan ASUS Zenfone 9

ASUS Zenfone 9 merupakan salah satu smartphone andalan dari ASUS yang hadir di Indonesia di penghujung tahun 2022. Berdasarkan fitur yang dimilikinya, saya menilai bahwa smartphone ini memiliki potensi yang sangat besar untuk menemani kegiatan kita sehari-hari. Termasuk dalam usaha membangun channel YouTube.

Ini dia beberapa poin yang penting tentang bagaimana ia dapat membantu dalam urusan pembuatan konten video!

Cemerlang Dalam Merekam Video

Walau hanya ditempatkan sebagai pilihan alternatif, kamera dari smartphone ASUS Zenfone 9 bisa dikatakan tidak kalah canggih dibanding kamera mirrorless.

Kekurangan terbesarnya mungkin hanya ada dua saja. Yang pertama adalah tidak adanya kemampuan untuk melakukan optical zoom in secara bertahap. Dan yang kedua adalah tidak adanya kemampuan untuk mengatur variable aperture lensa. Yang mana saat ini kedua hal itu memang tidak bisa kita temukan pada smartphone manapun.

Diluar itu, kamera dari ASUS Zenfone 9 bisa dikatakan sangat bisa diandalkan dalam proses pengambilan video. Ambil saja contoh fitur Pro Video yang dimilikinya.

Fitur ini bukan saja mengatur seberapa gelap/terang dari video, tapi juga membuat kita leluasa untuk menentukan nilai ISO dan shutter speed. Kita bahkan bisa mengatur fokus secara manual melalui fitur ini. Keleluasaan tersebut tidak hanya menjauhkan dari resiko kehilangan fokus ditengah perekaman, tapi juga memungkinkan untuk membuat konsep video ala-ala cinematic dengan mengubah fokus kamera secara perlahan.

Aperture kamera f/1.9 yang lebar, juga berguna untuk membuat video lebih cerah tanpa harus memaksa untuk menaikkan ISO. Sensor kamera Sony IMX766 berukuran 1/1.56 inch yang ia miliki, juga memastikan bahwa detail warna dan objek akan bisa ditangkap dengan jelas.

Untuk urusan fotografi, sensor kamera dengan kasta tertinggi tersebut mampu menangkap foto hingga resolusi 50 megapixel. Sedangkan untuk video, ia sudah mampu menangkap hingga resolusi 8K @24fps, 4K @60fps, serta Full HD @60fps.

Namun untuk pembuatan konten di YouTube, saya sarankan untuk merekam di resolusi Full HD @30-60 fps, atau 720p (HD) @30-60 fps saja. Dengan tujuan agar ukuran file tidak terlalu besar.

Bikin Persiapan Jadi Bebas Ribet

Membuat konten video terkadang bakal membutuhkan persiapan yang cukup merepotkan. Terlebih jika kita ingin membuat video dengan set-up khusus dan movement demi membuatnya nampak lebih menarik.

Masalahnya adalah, keribetan dalam hal persiapan pembuatan video terkadang bakal menjadi hambatan bagi niat kita. Yang ujung-ujungnya, bikin kita mager dan nggak jadi bikin konten.

Setidaknya, ada dua hal yang dimiliki oleh ASUS Zenfone 9, yang mampu meminimalisir kerepotan tersebut. Yang pertama adalah dari segi fisik. Di kala smartphone lain memiliki body yang semakin besar, ASUS berusaha mempertahankan Zenfone 9 agar tetap compact. Tujuannya simple, agar ia dapat tetap nyaman digunakan dengan satu tangan.

Jujur saja, saya pribadi selalu was-was saat harus menggenggam smartphone yang besar dengan satu tangan. Takut terpeleset dan jatuh akibat merasa kurang mantab saat digenggam.

Perasaan was-was tersebut pastinya bakal tereliminasi jika menggenggam smartphone yang lebih compact seperti ASUS Zenfone 9. Bentang layarnya yang hanya 5.9 inch, serta desain tepian yang dibuat tipis, sudah pasti membuat dimensi fisiknya sangat ramping. Body yang kecil serta bobotnya yang hanya 169 gram, jelas bakal menghadirkan kesan mudah dan praktis saat dibawa-bawa.

Lalu, poin kedua yang membuat smartphone ini bebas ribet adalah hadirnya fitur Hybrid Gimbal Stabilizer. Benar! Smartphone sekecil ini, ada gimbal-nya!

Fitur ini berfungsi untuk menjaga kestabilan lensa kamera, pada saat smartphone mengalami sedikit guncangan ketika melakukan perekaman video. ASUS memadukan fungsi Gimbal OIS yang bakal mengoreksi posisi lensa secara real time dari 6 sumbu berbeda (hingga 3°), dan juga stabilisasi gambar secara elektronik (EIS). Benefitnya, video yang ditangkap pun bakal terlihat sangat stabil dan terjaga ketajamannya.

Hybrid Gimbal Stabilizer yang terdapat pada ASUS Zenfone 9, sangat membantu agar kita semakin pede saat ingin mengambil footage video dengan movement. Tanpa harus repot untuk menggunakan aksesoris gimbal tambahan, yang tentu bakal membutuhkan ruang ekstra jika ingin membawanya.

Siap Menemani Shooting Berlama-lama

Proses merekam video terkadang bisa memakan waktu yang cukup lama. Terlebih jika kita ingin membuat video dengan konsep yang tidak sederhana. Dan seperti yang kita tau, aktivitas merekam video itu bakal sangat menguras baterai.

Lagi-lagi, kekhawatiran akan kebahisan baterai dengan cepat bisa kita singkirkan jika menggunakan ASUS Zenfone 9. Baterai besar berkapasitas 4300 mAh pada smartphone compact ini bakal siap menemani shotting berlama-lama.

Ditambah dengan kapasitas penyimpanan mulai dari 128GB hingga 256GB, bakal memastikan bahwa ia akan memiliki ruang yang sangat cukup untuk menyimpan stok footage video yang kita tangkap.

Produksi Video Jadi Bebas Hambatan

Dari beberapa poin yang sudah saya sebutkan di atas, mungkin kamu akan mulai berpikir bahwa proses untuk membuat video agar bisa di-upload ke YouTube ternyata membutuhkan proses yang panjang. Dan kenyataannya, memang benar demikian.

Berdasarkan pengalaman saya, ada dua kunci utama yang bakal mempercepat proses produksi video. Yang pertama adalah di tahap pengumpulan footage (rekaman video), dan yang kedua adalah di tahap pengeditan.

Proses perekaman video tanpa ada pergerakan kamera (camera movement) biasanya bakal lebih menghemat waktu. Karena dengan kamera yang tetap diam, biasanya bakal meminimalisir kesalahan dalam pengambilan gambar.

Namun ada kalanya, sesekali kita harus menggunakan teknik camera movement. Agar video bisa terlihat lebih menarik. Nah, merekam dengan menggerakkan kamera inilah yang biasanya bakal memakan banyak waktu.

Menggerakkan kamera pada saat merekam, bakal beresiko membuat video menjadi terlihat goyang, hingga membuatnya nge-blur. Dan lazimnya, video yang goyang atau nge-blur ini bakal sulit untuk kita manfaatkan. Ujung-ujungnya, kita harus merekam ulang karena video yang nge-blur tersebut pasti tidak akan terpakai.

Ingat dengan fitur Hybrid Gimbal Stabilizer tadi? Fitur yang ada pada ASUS Zenfone 9 tersebut dapat membantu proses perekaman, agar video lebih stabil dan minim blur. Alhasil, kita tidak perlu melakukan perekaman berulang-ulang. Tahap pengumpulan footage pun jadi lebih cepat selesai.