Tips Memilih Laptop Murah yang Tidak Lemot

Tips Memilih Laptop Murah yang Tidak Lemot – Tulisan ini saya buat sebagai lanjutan dari posting tentang perbedaan laptop murah dengan laptop mahal. Yang tujuannya adalah untuk mengedukasi para netizen yang sering menyamaratakan bahwa “brand ini jelek” hanya karena kebetulan laptopnya yang lemot itu adalah dari brand yang dimaksud.

Padahal kan, sebuah brand laptop pasti punya banyak tipe yang spesifikasi dan harganya bisa sangat beragam. Mulai dari yang 3 jutaan, sampai ada juga yang harganya mendekati 100 jutaan. Diantara banyaknya tipe laptop yang beredar, pasti ada satu dua yang lemot. Dan kebanyakan laptop yang lemot itu justru merupakan tipe yang paling laku karena harganya yang murah.

Walau demikian, nyatanya saat ini sudah cukup banyak laptop yang tergolong murah, namun punya performa yang cukup baik, dalam arti lebih layak untuk digunakan. Inilah alasan yang melatarbelakangi dibuatnya tulisan ini. Agar nantinya kalian bisa memilih laptop yang tidak lemot, namun tidak harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal.

3 Hal Utama Yang Perlu Diperhatikan

Perlu digarisbawahi bahwa kata “murah” yang dimaksud di sini adalah di kisaran harga di bawah 6 juta rupiah. Dan perlu saya ingatkan bahwa jangan berharap untuk bisa mendapatkan laptop gaming di kisaran harga tersebut. Karena laptop gaming punya kriteria khusus yang membuatnya tidak murah.

Setidaknya, ada 3 hal utama yang perlu diperhatikan untuk dapat memilih laptop yang tidak lemot. Terlepas dari apapun merknya, kalau sudah memenuhi 3 syarat ini, saya jamin laptop tersebut bakal punya performa yang baik untuk diajak belajar ataupun melakukan pekerjaan ringan yang biasa dilakukan oleh para pekerja kantoran.

1. Prosesor Yang Digunakan

Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk memilih laptop yang tidak lemot adalah dari segi CPU yang digunakannya. Saya sangat menyarankan untuk menjauhi daftar prosesor di bawah ini karena bisa berpotensi bikin emosi:

  • Intel Celeron
  • Intel Pentium dengan huruf “N” di depan angka nomor serinya
  • AMD E series

Ketiga CPU tersebut biasanya digunakan pada laptop kelas entry level. Yang mana kecepatannya sangat tidak layak untuk diajak melakukan pekerjaan dengan gesit. Lalu, harus memilih yang bagaimana? Untuk laptop dibawah 6 juta, saya menyarankan untuk memilih laptop yang menggunakan prosesor:

  • Intel Pentium Gold, dengan huruf “U” di belakang angka nomor serinya
  • AMD Athlon Gold
  • AMD Ryzen 3 3000 series

Saya menyertakan AMD Ryzen 3 3000 series karena ternyata masih ada beberapa laptop baru yang menggunakannya. Dan saya rasa, prosesor ini sudah sangat cukup untuk penggunaan ringan. Syukur-syukur kalau nemu yang 4000 series, itu lebih bagus lagi. Silakan baca tentang cara mengetahui generasi prosesor Intel dan AMD supaya kamu tidak kebingunan.

Kalau ada yang bertanya apakah AMD A series, AMD FX series, atau Intel Core i3 generasi ke 8 atau di bawahnya juga layak untuk dipilih? Jawabannya adalah iya. Namun kita sudah sangat jarang menemukannya saat ini. Selain itu, AMD A dan FX series itu hitungannya boros daya dan cepat panas. Dan Intel Core i3 generasi 8 ke bawah itu akan sulit ditemukan pada kisaran harga di bawah 6 juta. Jadi, pilihan yang paling realistis untuk saya sarankan adalah tiga prosesor di atas.

2. Jenis Penyimpanan

Saya sangat menyarankan untuk memilih laptop dengan jenis penyimpanan SSD, dan menghindari penyimpanan berjenis HDD. Karena HDD sudah diketahui sebagai sumber terhambatnya performa alias bottleneck. Mau sekencang apapun prosesornya, kalau masih pakai HDD, performanya jadi tidak maksimal. Apalagi kalau misalnya laptopnya pakai prosesor AMD E series, terus penyimpanannya pakai HDD. Itu adalah kolaborasi yang akan menghasilkan performa yang ultra lemot.

Penggunaan penyimpanan berjenis SSD akan sangat berpengaruh terhadap performa laptop. Khususnya saat dalam proses membuka aplikasi, menyalakan laptop, hingga saat menyimpan data. Selain itu, penggunaan SSD juga akan membuat laptop jadi lebih aman saat dibawa-bawa. Dalam arti dapat memperkecil resiko kerusakan pada saat laptop dibawa. Alasannya sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang perbedaan HDD vs SSD.

Saat ini sudah banyak laptop di bawah 6 juta yang menggunakan penyimpanan berjenis SSD, yang dipadukan dengan ketiga pilihan prosesor rekomendasi saya di atas. Namun kalau kamu lebih memilih untuk mengutamakan prosesor, misalnya mengambil laptop dengan Intel Core i3 Gen-10 atau AMD Ryzen 3 4000 series yang menggunakan penyimpanan HDD, rasanya tidak ada salahnya. Hanya saja, saya sangat menyarankan untuk segera melakukan upgrade ke SSD jika memungkinkan.

3. Kapasitas RAM

Ingatlah bahwa RAM bukanlah segalanya. Karena mau sebesar apapun RAM yang digunakan, kalau kedua hal diatas tidak cukup mumpuni, performanya tak akan terasa beda jauh. Jadi kalau selama ini banyak yang menganggap bahwa RAM besar = performa ngebut, mohon maaf, itu kurang tepat. Silakan baca tentang keuntungan RAM besar pada ponsel dan laptop untuk penjelasannya.

Untuk laptop dengan harga 6 juta kebawah, RAM berkapasitas 4GB sudah sangat realistis. Sudah cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi ringan, dan juga masih cukup layak buat multitasking. Tapi kalau misal punya budget lebih yaa silakan saja cari yang kapasitas RAM 8GB.

Walaupun saat ini sudah sangat jarang, saya sarankan untuk menghidari laptop dengan RAM 2GB. Karena, itu terlalu kecil. Apalagi kalau laptopnya pakai OS Windows 10.

4. (BONUS) Jangan Menerima Iming-iming Aplikasi Gratis!

Kalau belinya di toko fisik (bukan toko online), terkadang para penjual laptop akan memberikan penawaran untuk menginstal beberapa aplikasi dan juga games secara gratis. Termasuk diantaranya adalah aplikasi edit foto, video, Microsoft Office, hingga aplikasi Antivirus.

Saran saya, sebaiknya jangan terima tawaran tersebut. Karena biasanya, aplikasi yang dipasangkan adalah aplikasi bajakan. Yang tidak hanya berpotensi mencuri data kita, tetapi juga bisa membuat laptop menjadi lemot. Silakan baca tentang kerugian memasang aplikasi bajakan yang sudah pernah saya bahas sebelumnya.

Usahakan untuk selalu memasang aplikasi resmi (original) untuk menghindari resiko-resiko yang berpotensi merugikan kita. Biasanya, yang paling berpotensi merugikan dan membuat laptop menjadi lemot adalah aplikasi antivirus bajakan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa aplikasi bajakan lain juga akan memiliki potensi resiko yang sama.

Akhir Kata …

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan memilih laptop. Khususnya laptop murah yang berada di kisaran harga di bawah 6 juta. Untuk kamu yang punya budget lebih, kamu tetap bisa mengikuti saran-saran diatas. Hanya saja, kamu akan bisa lebih leluasa dalam memilih prosesor yang lebih baik ketimbang rekomendasi di atas.

Jika kamu adalah orang yang baru akan belajar menggunakan laptop, saya sarankan bagi kamu untuk membaca kumpulan tulisan tentang cara menggunakan laptop. Ikutilah tahap-tahapnya agar kamu bisa menguasai dan mengenali laptopmu dengan baik.

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P