Begini Langkah Sederhana Merawat Laptop Agar Tidak Lemot & Rusak

Begini Langkah Sederhana Merawat Laptop Agar Tidak Lemot & Rusak – Saat membeli sebuah laptop baru, kita pasti berharap agar performa laptop selalu prima, serta tidak cepat rusak. Wajar sih, karena laptop itu kan bukanlah sebuah barang murah. Sehingga tentu kita ingin bisa memanfaatkannya secara optimal untuk jangka panjang.

Namun sayangnya, cukup banyak pengguna laptop yang tidak menyadari bahwa perilaku mereka terkadang bisa menjadi penyebab laptop menjadi cepat rusak dan performanya menurun alias lemot. Agar hal itu tidak terjadi pada laptop milikmu, maka kamu wajib membaca tulisan ini dengan seksama. Karena di sini, saya akan membagikan tips merawat laptop agar awet dan tidak lemot.

Tips Merawat Laptop Baru

Sebenarnya tips yang akan saya berikan di sini adalah hal-hal sederhana yang mungkin bakal dianggap sepele. Namun percayalah, dampaknya bisa sangat besar sekali! Oke langsung saja ya, berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari agar laptop tidak cepat rusak, serta tetap terjaga performanya.

1. Hindarkan Dari Debu

Percaya atau tidak, benda super kecil yang satu ini adalah salah satu musuh terbesar dari sebuah laptop. Karena debu bisa menyebabkan berbagai kerusakan pada laptop kita. Mulai dari keyboard yang tidak berfungsi, hingga dapat menyebabkan laptop cepat panas dan lemot.

Suatu ketika saya sendiri pernah mengalami hal yang membuat panik cuma gara-gara debu. Saat saya sedang menggunakan laptop gaming yang harganya setara Honda CBR 250cc, tiba-tiba saja keyboard dari laptop itu tidak berfungsi sebagian. Dalam arti, beberapa huruf pada keyboard tidak bisa berfungsi untuk menginput tulisan. Padahal laptop itu baru beberapa hari saya gunakan.

Saya sudah coba untuk merestart laptop itu beberapa kali, hingga menginstall ulang driver yang berkaitan dengan keyboard. Bahkan saya juga sudah coba untuk melakukan factory reset. Namun semuanya tidak membuahkan hasil. Tentu saja hal itu membuat saya semakin panik.

Setelah menenangkan diri agar bisa berpikir jernih, saya akhirnya memutuskan untuk coba membersihkan keyboard dengan membalik posisi laptopnya, sambil mengibaskan kemoceng. Plus, saya pun menggunakan vacum cleaner (penyedot debu) mini untuk memastikan bahwa debu yang ada di sela-sela keyboard bisa tersedot keluar. Sebuah percobaan putus asa sebenarnya. Tapi hasilnya? KEYBOARD PUN KEMBALI NORMAL! Itu adalah bukti bahwa debu bukanlah hal yang bisa diremehkan!

Terima kasih, Kemoceng ~

Selain itu, debu juga bisa mempengaruhi performa dari laptop secara signifikan. Membuat laptop cepat panas, hingga menyebabkan performa jadi tidak maksimal. Kenapa bisa begitu? Seperti yang kita tau, laptop itu memiliki kipas yang bertugas untuk membuang panas yang dihasilkan oleh prosesor di dalam laptop.

Dan untuk memberikan efek pembuangan panas yang optimal, tentu saja akan dibutuhkan sirkulasi udara yang baik di dalam laptop. Nah, jika kita terlalu sering menggunakan laptop di area yang berdebu, maka hampir pasti debu akan ikut masuk ke dalam laptop. Lalu, debu yang menumpuk di dalam, bisa berpotensi menghambat saluran pembuangan panas, dan juga bakal membuat sirkulasi udara menjadi tidak lancar.

Akibatnya, panas yang seharusnya bisa dibuang, akan terjebak di dalam. Hingga membuat udara panas pun terjebak di dalam laptop. Inilah yang menyebabkan laptop menjadi cepat panas.

Nah, laptop yang mudah panas, bakal membuat performa laptop menjadi terasa tidak maksimal. Khususnya saat sedang menjalankan tugas-tugas yang berat. Seperti misalnya saat digunakan bermain game, ataupun mengedit video. Tak jarang pula, panas yang berlebih itu bisa menyebabkan laptop mendadak mati.

Dan jika laptop sudah terlalu sering mati mendadak, dikhawatirkan dapat merusak komponen-komponen dalam laptop. Kalau sudah begitu, bisa panjang urusannya. Iya, itu semua cuma gara-gara debu. Ohiya, alasan mengapa performa bisa menurun saat laptop kepanasan sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang kenapa overheat bisa menyebabkan penurunan performa hape dan laptop.

2. Hindarkan Dari Goncangan

Ini sebenarnya merupakan sebuah hal yang umum bagi perangkat elektronik. Karena goncangan bisa berpotensi dapat merusak hardware dari sebuah perangkat elektronik, termasuk laptop. Perangkat laptop sendiri lebih rawan terkena goncangan pada saat dibawa kemana-mana. Maka, untuk dapat menjaganya tetap aman, pastikan untuk menempatkannya pada ruang yang empuk untuk dapat meredam getaran ataupun goncangan saat dibawa.

Apalagi jika ternyata laptop yang digunakan itu masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD. Karena penyimpanan jenis ini bakal lebih rawan terjadi kerusakan jika terkena goncangan yang terlalu keras. Tidak sedikit loh, laptop yang mengalami kerusakan HDD hanya karena goncangan.

Contoh jenis-jenis keadaan yang bakal mengguncang laptop hingga berpotensi merusak HDD-nya adalah misalnya saat melibas polisi tidur tanpa mengurangi kecepatan, melintasi jalan berbatu sambil ngebut, ataupun berlari dengan membawa laptop dalam ransel.

Kalaupun laptop milikmu tidak menggunakan HDD, tetaplah untuk mengusahakan agar laptop terhindar dari goncangan. Untuk melindungi komponen-komponen lainnya.

3. (Khuusus Laptop Dengan Penyimpanan HDD) Hindari Untuk Membawa Laptop Dalam Keadaan Sleep

Seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang perbandingan antara HDD dan SSD, kita tau bahwa HDD memiliki komponen yang bergerak pada saat beroperasi. Hal ini membuatnya lebih rawan mengalami kerusakan pada saat terkena goncangan sambil mengoperasikannya.

Memang, dalam keadaan sleep, hanya RAM saja yang akan tetap bekerja. Sedangkan HDD dan juga komponen lain seperti prosesor akan tertidur untuk menghemat daya. Namun, ada kalanya laptop akan kembali aktif dari keadaan sleep secara tidak sengaja.

Karena memang dalam keadaan sleep, laptop akan kembali menyala jika mouse tidak sengaja bergeser karena tersenggol, tidak sengaja mengklik, atau tombol keyboard yang tidak sengaja tertekan. Hal inilah yang coba kita hindari. Kenapa?

Jadi kalau kita membawa laptop itu kan otomatis akan ada goncangan. Entah saat kita membawanya berjalan, ataupun saat berada di atas kendaraan. Yang dikhawatirkan adalah jika nantinya laptop tiba-tiba aktif secara tidak sengaja akibat beberapa hal saya sebutkan diatas tadi. Itu akan lebih beresiko untuk merusak HDD karena ia akan terkena goncangan dalam keadaan aktif.

4. Hindari Untuk Menggunakan Laptop di Atas Kasur / Permukaan Tidak Rata

Hampir semua laptop memiliki lubang-lubang ventilasi pada bagian bawahnya. Gunanya adalah untuk memperlancar sirkulasi udara, guna membuang panas. Menggunakan laptop di atas kasur atau permukaan yang tidak rata, akan membuat lubang-lubang tersebut menjadi tertutup. Akibatnya, sirkulasi udara menjadi terhambat, dan proses pembuangan panas pun jadi tidak optimal.

Jika sudah begitu, performa laptop pun bakal menjadi tidak maksimal, atau bahkan bisa mendadak lemot akibat terlalu panas. Terlebih jika ternyata kita menggunakannya untuk tugas berat. Kalaupun ingin menggunakannya di atas kasur, gunakanlah sesuatu yang rata dan kuat seperti misalnya karton tebal sebagai alas. Agar ventilasi laptop tidak sepenuhnya terhalang. Intinya sih, jangan sampai ventilasinya terhalang.

Selain itu, menggunakan laptop di atas kasur juga akan berpotensi membuat laptop jadi kemasukan debu. Yang mana efeknya sudah saya tuliskan di atas tadi. Apalagi jika ternyata laptop tersebut menggunakan penyimpanan berjenis HDD. Lebih baik jangan pakai di atas kasur deh. Karena kasur pasti akan tergoncang pada saat kita bergerak.

5. Mau Tidak Lemot? Hindari Aplikasi / Software Bajakan!

Seperti yang sudah saya tuliskan pada posting tentang resiko menginstal aplikasi (software) bajakan, kita tau bahwa aplikasi bajakan itu biasanya akan punya kinerja yang kurang optimal. Selain itu, software bajakan biasanya juga bakal membuat performa laptop menjadi menurun.

Makanya dalam tulisan tentang tips memilih laptop murah yang tidak lemot, saya juga sangat menyarankan untuk tidak menerima tawaran penjual yang akan memasangkan alias menginstal aplikasi secara gratis, Karena hampir bisa dipastikan bahwa aplikasi yang akan dipasangkan itu adalah aplikasi bajakan.

Dan jika ternyata laptop yang dimiliki adalah laptop kentang atau laptop entry level, saya sarankan untuk tidak perlu menginstal software anti virus. Apalagi, jika ternyata anti virus yang digunakan itu adalah bajakan. Yang ada, itu cuma bakal bikin laptop jadi makin lemot. Silakan baca tentang tips menjaga keamanan laptop tanpa harus menginstal anti virus.

Akhir Kata ..

Merawat laptop agar awet dan tidak lemot itu sebenarnya mudah dan sederhana. Hanya saja, dibutuhkan konsistensi dan juga kesabaran untuk dapat melakukannya. Seiring berjalannya waktu, laptop pasti akan rusak juga. Namun yang akan meentukan berapa lama laptop akan bertahan hingga akhirnya rusak, adalah soal bagaimana kita memperlakukan laptop tersebut.

Mohon koreksinya jika ada yang harus diperbaiki dari tulisan ini. Semoga bermanfaat! 🙂

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P