Saya masih ingat ketika dulu masih kecil, saya pernah diajak oleh orang tua untuk mencari tempat tinggal baru. Kami menyusuri jalanan, masuk ke wilayah yang belum pernah kami lewati, mencatat nomor telepon dari spanduk yang sudah pudar, hingga dibuat kecewa saat melihat kondisi yang tak sesuai espektasi. Itu saja masih belum termasuk lamanya waktu yang harus didedikasikan. Ya, betapa melelahkannya proses mencari hunian di jaman dulu.
Kalau sekarang? Semua serba mudah. Ya, beruntunglah kita yang hidup di era digital. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana jika proses panjang itu masih harus dilakukan sampai saat ini. Apalagi jika hunian yang dicari ada di wilayah Jabodetabek.
Langit yang terik ditambah kemacetan lalu lintas bukan saja membuat semakin lelah, tapi waktu yang terbuang pun semakin banyak. Belum lagi jika harus melakukan survei lokasi apartemen satu persatu. Butuh waktu berapa lama hanya untuk mencari hunian yang pas?
Teknologi Memudahkan Pencarian Properti
Kita tau bahwa di kota besar, properti berupa rumah tapak (landed house) memiliki harga yang sudah diluar nalar. Maka, tinggal di hunian vertikal macam apartemen menjadi opsi yang lebih masuk akal. Bukan saja karena faktor harga, tapi juga karena faktor lokasi yang umumnya lebih dekat dari pusat kota dan fasilitas publik.
Walau begitu, mencari dan melakukan survei lokasi apartemen secara fisik tetap bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Di sinilah peran teknologi dapat membantu mempermudah segalanya. Kita tak perlu lagi mencari dan hadir secara fisik, karena semua bisa dilakukan secara virtual, sementara fisik asli kita cukup rebahan saja di sofa.

Bayangkan hal seperti ini: Jam dinding menunjukkan pukul 9 malam. Kamu baru saja selesai dengan deadline pekerjaan yang menumpuk. Badan lelah, tapi pikiran masih cemas karena kontrak dari kontrakan yang kamu tinggali saat ini akan habis bulan depan. Di era konvensional, tidak ada yang bisa kamu lakukan di jam segini selain menunggu pagi.
Namun berkat teknologi, kamu bisa membuka laptop atau smartphone dan mulai “berjalan-jalan”. Ya, saat ini kita bisa dengan mudah melakukan pencarian properti langsung dari layar smartphone. Entah itu melalui social media, mesin pencari, atau situs-situs yang memang didedikasikan khusus untuk listing properti.
Dari sini, kita bukan saja akan mendapat informasi tentang alamat properti yang sedang tersedia, tapi kita dapat mengetahui beberapa detail penting lainnya. Mulai dari harga, fasilitas, tipe hunian, hingga foto-foto tentang hunian yang ditawarkan. Beberapa situs bahkan menyediakan fitur foto 360 derajat yang merupakan game changer sesungguhnya.
Bukan sekadar foto statis, fitur canggih ini seolah membuat kita hadir di lokasi apartemen secara virtual, dan bisa melihat ke sekeliling ruangan, termasuk lantai dan langit-langit. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan “rasa” (sense of space) dari unit apartemen tersebut. Apakah lorong menuju kamar mandi terlalu sempit? Apakah posisi jendela menghadap matahari sore yang panas? Semua bisa dinilai tanpa harus terjebak macet di tol Jagorawi atau JORR hanya untuk survei 10 menit yang mengecewakan.
Kita bisa menyortir 10 kandidat apartemen menjadi 3 teratas hanya dalam waktu kurang dari satu jam, sambil menikmati kopi hangat di rumah.
Mencari Berdasarkan Preferensi
Masalah utama pencarian manual bukanlah kurangnya informasi, melainkan kebanjiran informasi yang tidak relevan. Dulu, kita mungkin ditawari apartemen murah, tapi ternyata lokasinya di ujung berung yang jauh dari akses transportasi. Atau sebaliknya, lokasi strategis tapi harganya mencekik leher.
Dengan teknologi yang ada, kini kita dapat mencari apartemen berdasarkan preferensi. Apakah ingin apartemen di wilayah Jakarta Selatan? Budget maksimal 5 juta per bulan? Mau yang full furnished? Semua bisa “disaring” dengan fitur filterisasi.
Hanya dengan beberapa klik, sistem akan membuang ribuan opsi yang tidak relevan dan menyajikan opsi hunian yang benar-benar sesuai kriteria spesifik tersebut. Ini menyelamatkan kita dari “lelah mental” akibat memilah informasi sampah.
Bahkan, beberapa situs akan menyertakan detail-detail penting namun sering terlupakan, yaitu soal jarak apartemen dari fasilitas umum. Berapa jarak dengan stasiun terdekat? Berapa jarak dengan pusat perbelanjaan? Dan lain sebagainya. Ini akan menjadi gambaran apakah menurut kamu unit apartemen tersebut sudah cukup strategis atau tidak.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar Tetap Aman
Sayangnya, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi turut dibarengi dengan sebuah resiko besar yaitu penipuan. Entah itu penipuan yang berkaitan dengan transaksi, ataupun yang berkaitan dengan detail properti.
Maka, penting untuk mengetahui apakah unit properti yang ada pada listing tersebut ditawarkan oleh orang yang terpercaya atau tidak. Karena saat ini ada banyak sekali modus penipuan yang siap mengancam. Yang paling populer adalah modus penipuan “segitiga”. Jika tidak ingin direpotkan tentang perkara ini, cari saja situs listing apartemen yang menggunakan sistem verifikasi.
Akhir Kata: Waktu adalah Mata Uang Paling Berharga
Pada akhirnya, teknologi dalam pencarian apartemen bukan hanya soal kecanggihan fitur, melainkan soal bagaimana kita menghargai waktu. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar yang menuntut serba cepat, waktu yang terbuang di jalanan untuk survei fisik yang sia-sia adalah kerugian besar.
Dengan memanfaatkan teknologi, waktu berharga tersebut bisa kita alihkan untuk hal yang lebih bermakna: bercengkrama dengan keluarga, menekuni hobi, atau sekadar beristirahat memulihkan tenaga. Memilih apartemen di era digital bukan lagi sebuah tugas berat yang menakutkan, melainkan sebuah petualangan seru yang bisa dimulai dari ujung jari. Jadi, sudah siap menemukan hunian impian tanpa harus bermandi peluh?











