Istilah Jelaskan soal maksud COD saat belanja online

Jelaskan soal maksud COD saat belanja online

1

PERTANYAAN :

Saya pernah lihat video ibu-ibu yang ngomel-ngomel karena nggak boleh ngebuka paket yang dia beli. Soalnya sama orang Shopee disuruh bayar dulu baru boleh bongkar paket. Terus, kok banyak yang komentar kalo “ibu itu nggak ngerti konsep COD” ya?

Emangnya apa sih “konsep COD” yang dimaksud itu? Bukannya wajar ya buat periksa barang dulu baru bayar supaya menghindari penipuan? Ini kok malah nggak dibolehin? Atau jangan-jangan itu emang modus penipuan? Tapi kok banyak yang belain orang Shopee nya?

JAWABAN :

(Dari Admin Techijau) : Buat yang belum paham soal apa itu COD dalam belanja online, mohon baca tulisan ini sampai habis supaya tidak ada kesalah pahaman seperti ibu yang dimaksud itu ataupun orang-orang lain yang pernah viral gara-gara COD.

COD adalah singkatan dari “cash on delivery”. Kalau dalam Bahasa Indonesia, artinya adalah “(membayar) tunai saat (pesanan) diantar“.

Jadi ketika kita belanja online itu kan biasanya si penjual bisa berlokasi di luar kota atau bahkan di pulau seberang. Normalnya, saat bertransaksi jarak jauh begini kita harus membayar dulu ke penjual lewat transfer bank, baru si penjual akan mengirimkan barangnya lewat jasa kurir. INGAT! Ada jasa kurir yang terlibat di sini.

Jika kita membeli melalui platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, dll, maka yang harus kita lakukan adalah mentransfer uang ke platform-platform tersebut, baru kemudian barang dikirim ke pembeli. Nantinya, uang yang dipegang oleh platform marketplace itu baru akan diberikan ke penjual kalau barang pesanan sudah diterima oleh pembeli. Simple dan singkatnya begitu.

Masalahnya adalah, tidak semua orang memiliki rekening bank. Sehingga, orang yang tidak memiliki rekening bank ini tidak bisa melakukan transfer untuk belanja online.

Nah, beberapa platform marketplace seperti Lazada dan Shopee memberikan solusi untuk kemudahan transaksi dengan menghadirkan fitur pembayaran COD. Yang mana fitur ini memungkinkan mereka yang tidak punya rekening bank, untuk tetap bisa belanja online. Karena pembeli bisa melakukan pembayaran ke kurir yang mengantarkan pesanan tersebut. Sekali lagi, ada jasa kurir yang terlibat di sini.

Tadi yang jadi pertanyaan adalah kenapa ibu itu dicemooh dan banyak orang yang billang bahwa beliau tidak mengerti konsep atau arti COD? Karena memang dengan sikapnya itu, terlihat jelas bahwa ibu tersebut sudah salah dalam memahami maksud dan pengertian COD.

Salahnya di mana? Salahnya adalah ketika ibu itu meminta membuka paket sebelum membayar. Padahal semestinya, ibu itu harus bayar dulu, baru kurir akan memberikan paket pesanannya. Kenapa? Karena kan konsepnya adalah membayar ketika barang diantarkan.

Ingat! Yang mengantarkan barang pesanan tersebut adalah kurir alias orang yang bertugas untuk mengantar pesanan. Kalau ibu itu tidak mau membayar, jelas itu men-dzolimi sang kurir. Karena kan tugasnya cuma menerima pembayaran dan mengantarkan barang. Dan kurir itu bukanlah pihak penjual! Kurir hanya bertugas MENGANTARKAN pesanan dari pihak penjual, ke pihak pembeli.

Jadi kalau mau protes pun ya nggak bisa, karena kurir tidak tau apa-apa soal barang yang diantarkannya. Karena sekali lagi, dia hanyalah orang yang menjalankan tugas untuk mengantarkan saja.

Lalu, bagaimana kalau setelah membayar dan paket dibuka, ternyata barangnya tidak sesuai dengan pesanan? Ya komplainnya jangan ke kurir. Tapi, gunakanlah fitur komplain yang disediakan oleh masing-masing platform tersebut.

Setelah kita mengajukan komplain, barulah nanti pihak platform marketplace akan menjadi penengah untuk memberikan solusi. Apakah barang mau ditukar dengan barang yang semestinya, atau mengajukan refund (kembalikan uang dan kembalikan barang)? Itu tergantung kesepakatan antara pihak penjual dan pembeli.

Jadi, kita tidak perlu khawatir dan mempersulit tugas kurir dengan menahannya, atau tidak mau membayar. Karena sekali lagi, kurir COD hanya menjalankan tugasnya untuk menerima pembayaran dan mengantarkan barang. Kalau ada komplain, komplain lah ke pihak platform dan penjual.

Jadi alurnya adalah kita membayar ketika kurir datang, barulah kurir bisa memberikan barang pesanannya. Kalaupun nanti setelah dibuka ternyata ada masalah pada barang pesanannya, kita bisa mengajukan komplain di platform marketplace yang kita gunakan.

TAMBAHAN (PENTING)

Untuk menghindari penipuan dan mempermudah proses komplain jika memang pesanan bermasalah, pastikan untuk selalu merekam proses unboxing alias proses pada saat kita membongkar dan membuka isi paket yang kita terima.

Karena jika tidak ada bukti rekaman seperti ini, biasanya pengajuan komplain bisa saja ditolak. Dalam rekaman video, perlihatkan dulu semua sisi dari paket. Bagian atas, bawah, kiri, kanan, pastikan semua bagian sudah terekam di kamera.

Lalu, barulah kita mulai proses membuka paket. Rekam semua prosesnya sampai kita bisa menunjukkan isi dari paket pesanan tersebut. Jangan sampai video terputus! Rekam dan tunjukkan juga kondisi dari barang yang kita pesan dari semua sisi. Untuk memastikan apakah barang tersebut dalam keadaan baik atau tidak.

Jika tidak ada masalah, maka kamu bisa menyimpan saja video itu, atau bisa kamu hapus di kemudian hari. Jangan lupa untuk langsung melakukan konfirmasi pesanan, agar pihak platform marketplace segera memberikan uang yang kamu bayarkan ke pihak penjual.

Namun jika ada masalah, barulah kamu ajukan komplain dengan menyertakan bukti video unboxing yang sudah kita buat. Semakin lengkap dan jelas videonya, maka ia akan bisa menjadi alat untuk memperkuat posisi kita ketika mengajukan komplain.

Silakan baca tulisan soal tips aman belanja online untuk menghindari penipuan ketika bertransaksi secara online.

Berikan komentar atau jawaban versi kamu!

Jika kamu punya jawaban tersendiri atas pertanyaan tersebut, kamu bisa menuliskan jawaban versi kamu di kolom komentar yang ada di bawah. Jawaban terbaik akan dipilih oleh admin dan akan disematkan di atas
Punya pertanyaan yang belum terjawab di sini? Silakan ke halaman ajukan pertanyaan dan isi form di dalamnya. Atau, tinggalkan komentar di halaman Facebook Techijau, atau mention Twitter @Techijau

1 KOMENTAR

TULIS KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini