Semakin dewasa, saya semakin teryakinkan bahwa ruang adalah sebuah kemewahan. Di kota-kota besar, harga dari rumah tapak (landed house) sudah di luar nalar, hingga membuat hunian vertikal menjadi pilihan yang masuk akal. Pun demikian dengan harga sewa tempat usaha. Memaksa kita untuk berpikir keras agar setiap meter perseginya harus menghasilkan profit. Kedua hal ini memiliki satu tantangan yang sama, yaitu bagaimana memanfaatkan ruang yang ada seefisien mungkin.
Ya, kondisi tersebut merupakan sebuah tantangan nyata bagi mereka yang hidup di kota besar maupun yang sedang merintis sebuah usaha kecil. Sekaligus mengajarkan tentang “seni melepaskan”, di mana setiap objek harus memiliki justifikasi yang kuat untuk keberadaannya.
Bagi penduduk hunian vertikal macam apartemen tipe studio, beberapa perabot esensial seperti tempat tidur, lemari pakaian, dan di tambah area dapur, sudah memakan hampir 70% dari total luas lantai. Sisanya? Adalah ruang gerak yang sangat berharga. Di sinilah dilema besar akan kita temui.
Pertahankan, atau Relakan?
Bayangkan saat pulang kerja dalam keadaan lelah, lalu disambut dengan kondisi rumah yang berantakan. Sumpek? Jelas! Bahkan tak sedikit orang yang merasa tertekan hingga sulit untuk rileks jika berada di tengah kondisi tersebut. Itu karena kerapihan rumah bukan sekadar soal keindahan visual, tapi juga merupakan faktor penting agar dapat mengistirahatkan diri, melepas penat dan lelah secara efektif karena menghadirkan perasaan tenang dan nyaman.
Walau jarang disadari, kerapihan tempat tinggal memang sepenting itu. Menurut riset dari CELF di UCLA (University of California, Los Angeles), lingkungan hunian yang penuh barang dan berantakan terbukti dapat meningkatkan kadar hormon kortisol atau hormon stres. Dengan kata lain, tempat tinggal yang rapi adalah kebutuhan mental untuk mendukung pelepasan stres.

Lalu, bagaimana agar hunian bisa selalu terlihat rapi? Di tengah sedikitnya sisa ketersediaan ruang, cara termudah adalah dengan merelakan beberapa barang yang ada di rumah.
Dalam urusan perabot rumah tangga, rasanya tidak sulit untuk menentukan mana barang yang harus dilepas, dan mana yang harus dipertahankan. Yang terpenting adalah, perabot tersebut merupakan bagian dari peralatan standar untuk bertahan hidup. Tapi, beda cerita jika sudah menyangkut tentang peralatan elektronik.
Kita yang sudah terbiasa hidup dengan teknologi dan berbagai jenis gadget akan merasa sayang untuk “merelakan” satu atau dua perangkat. Karena kita berpikir bahwa hampir semuanya bermanfaat.
Perangkat untuk hiburan? Tentu kita butuh, supaya bisa melepas penat atau sekadar membuang rasa bosan ketika di rumah. Perangkat untuk bekerja? Ini juga tak bisa diganggu-gugat dan tidak mungkin untuk dilepaskan.
Mencari Sebuah Jalan Tengah
Di tengah peradaban yang modern ini, saya yakin sudah banyak orang yang terbiasa hidup tanpa menonton televisi. Maka, merelakan perangkat yang besar itu seharusnya bukanlah sebuah masalah. Lain halnya dengan perangkat komputer, yang seolah sudah menjadi kebutuhan primer bagi hampir setiap orang.
Inilah alasan kenapa perangkat laptop seolah sudah menjadi barang esensial untuk dimiliki. Karena selain fungsi utamanya yaitu sebagai perangkat penunjang pekerjaan, laptop juga dapat difungsikan sebagai perangkat untuk hiburan. Mulai dari streaming video, hingga bermain game.
Walau begitu, pemanfaatan laptop untuk penggunaan rumahan seringkali dirasa kurang ideal. Dari sisi visibilitas misalnya, orang lebih menyukai untuk memasangkan monitor eksternal yang ukurannya lebih besar, agar dapat merasa lebih lega dan leluasa dalam memandangi konten pada layar sambil duduk di kursi kerja.
Lalu dari segi kepraktisan. Akan dibutuhkan effort lebih untuk sekadar menyalakan laptop jika ternyata laptop tersebut aktif untuk dibawa bepergian. Maka jangan heran jika banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan PC jika sedang dirumah walau sudah punya laptop. Selain karena pertimbangan soal performa, penggunaan PC di rumah tentu lebih praktis sekaligus menghadirkan pandangan yang lebih luas dari layarnya yang besar. Cukup tekan tombol power saja, tanpa perlu mengeluarkannya dari dalam tas, dan menyesuaikan posisi di atas meja.
Namun jika diterapkan pada hunian dengan ruang terbatas? Tower PC yang besar tentu akan memakan ruang lebih yang akan mempersempit ruang gerak. Belum lagi soal kabel-kabel yang menjuntai. Lalu, tidak adakah titik di mana keseimbangan bisa ditemukan?

Di titik inilah saya menyadari bahwa solusinya bukan tentang “membuang fungsi“, melainkan “memangkas fisik”. Kita tidak perlu membuang kebutuhan akan hiburan dan kenyamanan dari tampilan visual yang lebih lega, tak perlu pula merelakan sisi praktisnya mengoperasikan komputer di rumah. Yang perlu kita buang hanyalah “kotak-kotak” yang memakan tempat itu.
Pencarian jalan tengah ini akhirnya mempertemukan saya dengan ASUS V400 AiO series. Sebuah perangkat komputer dengan konsep “All in One” yang menjadi titik temu akan semua kebutuhan tersebut. Menyatukan kebutuhan kerja dan hiburan dalam satu bingkai ramping, tanpa merampas sisi praktis dan ruang bernafas di tengah keterbatasan ruang hunian.
Kelebihan ASUS V400 AiO Series
Selain merupakan pilihan yang ringkas untuk ditempatkan pada meja kerja yang sempit, perangkat ini punya beberapa kelebihan yang menjadikan ASUS V400 AiO series sebagai pilihan ideal untuk ditempatkan di tempat usaha. Mulai dari segi desain, fitur, hingga performa yang bisa diandalkan.

ASUS V400 AiO series hadir dalam dua ukuran layar berbeda, yaitu ASUS V400 AiO (V440VA) yang punya bentang layar 24 inci, dan ASUS V400 AiO (V470VA) yang memiliki layar lebih besar yaitu 27 inci. Walau begitu, keduanya memiliki fitur dan desain yang identik.
Fisik & Desain
PC All in One memang bukanlah sebuah barang baru. Perangkat ini mengusung konsep minimalis yang menggabungkan nyaris semua komponen komputer pada bagian monitor (layar). Sehingga, perangkat yang nampak seperti monitor ini sejatinya merupakan sebuah komputer yang berfungsi penuh.
Namun pada seri ASUS V400 AiO, sepertinya ASUS mengusung konsep ini dengan lebih serius. Ini terlihat dari dimensi fisiknya yang sangat minimalis, bahkan lebih kecil dan lebih tipis dari generasi sebelumnya. Lihat saja ketebalan body-nya yang hanya 36.5 mm, 25% lebih tipis dibanding pendahulunya. Serta bezel layar yang juga lebih tipis, dengan sisi paling tebal hanya 15.6 mm saja.

Dimensi fisiknya yang sangat minimalis tersebut tentu selaras dengan karakter hunian vertikal. Apalagi desainnya yang modern juga sangat menarik dipandang mata. Sehingga tidak hanya rapi dan simple, tapi juga menambah kesan estetik. Seolah merupakan bagian dari furnitur cantik yang menghiasi ruang.
Kamu bisa lihat sendiri bagaimana ASUS V400 AiO mampu berpadu padan dengan harmoni ketika ditempatkan pada meja kerja yang sempit.

Layar
Jika dilihat dari depan, terlihat layar dari ASUS V400 AiO yang nampak elok dan seolah nyaris tidak memiliki bezel. Ini berkat penerapan desain NanoEdge display, yang memungkinkan ASUS untuk membuat agar bagian pinggiran layar menjadi setipis mungkin.
Bukan saja menambah sisi estetika, tapi pinggiran layar yang super tipis ini akan membuat dimensi body jadi lebih ringkas. Dengan rasio layar berbanding body mencapai 93%. Sehingga, walau mengusung layar berukuran besar (24 dan 27 inci), body keseluruhan dari perangkat ini bisa dibuat seminimal mungkin. Memperkuat kesan rapih di meja kerja yang sempit.
Bagi mereka yang masih harus lanjut kerja sesampai di rumah, memiliki meja kerja yang rapih merupakan bagian dari usaha untuk bisa lebih fokus. Karena menurut sebuah studi dari Princeton University Neuroscience Institute yang diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience, diketahui bahwa ‘kekacauan visual’ di sekitar kita ternyata seolah bersaing memperebutkan perhatian otak. Dampaknya? Kinerja otak jadi lebih terbebani, yang otomatis membuat lebih cepat lelah dan sulit fokus.
Maka, bisa dikatakan bahwa kerapihan meja kerja akan berkaitan langsung dengan produktivitas. Untuk memastikan agar penggunanya bisa lebih fokus, panel layar IPS pada ASUS V400 AiO ini sudah diracik sedemikian rupa agar memiliki emisi cahaya biru yang rendah, hingga mendapatkan sertifikasi dari TÜV Rheinland.
Karena seperti yang kita tau, emisi cahaya biru yang dipancarkan oleh layar merupakan biang kerok yang menyebabkan berbagai permasalahan pada mata ketika memandanginya terlalu lama. Salah satu gejala yang paling sering dirasakan adalah kelelahan pada mata hingga muncul perasaan tidak nyaman ketika memandangi layar. Lapisan anti-glare yang mampu meminimalisir efek silau juga turut berkontribusi dalam menjaga fokus dalam bekerja.

Menariknya, panel layar dengan resolusi Full HD 1920 x 1080 pixel tersebut masih mampu memanjakan mata melalui tampilan visual yang ciamik. Panel ini mampu menampilkan warna dengan cakupan hingga 100% sRGB. Dan dengan viewing angle hingga 178°, tampilan pada layar dapat terlihat dengan jelas walau dilihat dari sudut manapun. Memastikan agar ia mampu diandalkan untuk menampilkan berbagai konten visual secara jelas dan tegas.
Performa
Selain apa yang sudah kita bahas di atas, kita tak boleh melupakan faktor performa yang menjadi salah satu penentu apakah kita bisa terus fokus dan produktif, atau tidak.
ASUS V400 AiO ditenagai oleh prosesor seri performa tinggi, yaitu Intel® Core™ i5-13420H atau Intel® Core™ i7-13620H yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan. Yang dipadukan dengan penyimpanan berkecepatan tinggi yaitu M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD berkapasitas hingga 1TB, serta RAM DDR5 SO-DIMM berkapasitas hingga 16GB, dan masih bisa diupgrade hingga 32GB.

Dapur pacunya ini terbilang lebih dari cukup untuk kebutuhan rumahan. Sebagai gambaran, racikan “mesin” macam ini akan sangat menguntungkan dan lebih powerful dibanding performa laptop pada umumnya, terutama untuk urusan multitasking berat.
Kita dapat membuka hingga puluhan tab Chrome sambil membuka Zoom, Spotify, Microsoft Teams, atau berbagai aplikasi lain secara bersamaan tanpa mengalami hambatan. Atau mengolah spreadsheet dengan ribuan baris data, Pivot Table kompleks, dan Macro dengan lebih cepat.
Ditambah dengan sirkulasi udara yang lebih baik daripada sebuah laptop, jelas, perangkat ini akan lebih mampu mempertahankan performa puncak walau dipaksa kerja rodi dalam waktu lama. Kelancaran dalam performa tersebut tentu bakal meminimalisir distraksi akibat sistem yang mengalami hambatan. Sehingga, fokus dalam bekerja bisa terus terjaga.
Ideal Untuk Pelaku Usaha
Fisik yang ringkas serta performa yang tinggi berpotensi untuk menjadikan ASUS V400 AiO lebih dari sekadar komputer rumahan. Saya melihat bahwa apa yang dimiliki oleh perangkat ini bisa bermanfaat dalam bisnis kekinian semacam coffee shop estetik berkonsep minimalis modern di pusat kota.
Di masa kini, bisnis F&B (Food and Beverage) bukan sekadar menjual rasa, tetapi juga menjual suasana (ambience). Jika dilihat dari POV pelanggan, kebanyakan dari mereka yang datang akan turut mempertimbangkan faktor tempat yang bersih, rapi, dan menenangkan mata. Dengan kata lain, faktor estetika sangatlah berpengaruh dalam mendatangkan konsumen.
Di antara mewahnya ruang di kota besar, biasanya para pemilik usaha ingin memberikan ruang selebar-lebarnya untuk pelanggan. Dengan konsekuensi, area meja kasir atau counter bar bakal memiliki ruang gerak yang sangat ketat. Padahal, ini merupakan area krusial di mana mesin espresso berdengung, grinder bekerja, dan transaksi terjadi.
Dalam kondisi “battleground” tersebut, menempatkan PC konvensional di atas meja rasanya kurang ideal. Selain merusak pemandangan akibat kabel yang malang melintang, tower PC yang besar itu beresiko tersenggol saat barista sibuk meracik kopi di tengah ruang gerak yang terbatas. Kalau menggunakan laptop? Mungkin memang jauh lebih simple. Tapi jika sekali saja ia terkena tumpahan minuman, maka lenyap sudah aset yang berharga itu.
Di sinilah ASUS V400 AiO bisa mengisi peran penting. Tidak ada tower PC yang mengganggu, hanya sebuah monitor berfungsi penuh sebagai komputer, dengan keyboard dan mouse tanpa kabel yang simple. Bahkan bisa lebih simple lagi jika kita menggunakan ASUS V400 AiO dengan varian layar sentuh (touch screen). Desainnya yang estetik pun seolah menyatu dengan suasana kafe yang modern.

Performa tingginya juga takkan membatasinya sebagai sekadar “komputer kasir”, melainkan mampu berfungsi sebagai command center yang siap menjalankan berbagai peran yang tak kalah krusial dengan memanfaatkan kemampuan yang superior dalam hal multitasking.
Selagi standby dengan aplikasi Point of Sale (POS), The Most Aesthetic Workstation ini dapat membuka dashboard agregator makanan (seperti GrabFood Merchant, GoFood, dan ShopeeFood) di browser secara bersamaan untuk memantau pesanan masuk. Lalu membuka WhatsApp Web Business untuk melayani reservasi, memutar Spotify atau Youtube Music tanpa tersendat, sambil membuka Excel untuk melakukan stock opname.
Kita bahkan dapat menjalankan aplikasi CMS CCTV untuk memantau 4 sampai 8 kamera sekaligus di layar, sesuatu yang sulit dilakukan jika menggunakan laptop pada umumnya. Atau, kita dapat memanfaatkan dapur pacunya yang powerful itu untuk melakukan on-site content creation. Misalnya membuat poster digital jika ada promo baru, maupun mengedit video sebagai bahan konten social media.
Fitur Lainnya
ASUS V400 AiO masih memiliki berbagai fitur lain yang tak kalah penting dan menarik. Mulai dari konektivitas WiFi 6e yang super cepat, audio imersif dengan speaker stereo 5W berteknologi Dolby Atmos, hingga webcam tersembunyi yang bisa dibuka dan tutup secara fisik.
Kameranya tersebut didukung dengan efek kamera AI ASUS berupa motion tracking, filter wajah, atau membuat efek background menjadi blur saat melakukan meeting online. Fitur keamanan berupa Kensington Lock juga tersedia pada perangkat ini, sebuah sistem penguncian fisik agar terhindar dari resiko pencurian.
Selain itu, ketersediaan ports yang super lengkap akan memudahkan kita untuk menghubungkannya ke berbagai perangkat lain jika diperlukan. Termasuk diantaranya ada port HDMI-in, yang memungkinkan ASUS V400 AiO untuk dimanfaatkan sebagai monitor bagi perangkat lain. Misalnya saat ingin bermain game di console pada hari libur.

Akhir Kata …
Simple but significant. Definisi memanfaatkan ruang secara efisien. Entah itu hunian vertikal, atau bisnis kekinian, ASUS V400 AiO merupakan sebuah titik temu bagi mereka yang membutuhkan ruang ekstra tanpa harus kehilangan fungsi.
Ia mematahkan stigma lama bahwa perangkat komputer yang powerful haruslah berukuran besar dan memakan tempat. Dengan desainnya yang ringkas dan elegan, ia mampu melebur harmonis di sudut apartemen yang sempit, memberikan ketenangan visual yang kita butuhkan untuk beristirahat dan menikmati hiburan tanpa gangguan tower PC yang memenuhi meja kerja.

Di sisi lain, performa tangguh Intel® Core™ H-Series di dalamnya membuktikan bahwa ia bukan sekadar pajangan cantik. Ia siap bertransformasi menjadi mesin pekerja keras yang bisa diandalkan untuk menangani operasional bisnis yang menuntut kecepatan dan ketahanan tinggi.
Pada akhirnya, memilih ASUS AiO V440VA adalah keputusan cerdas untuk menghargai setiap inci ruang yang kita miliki di tengah padatnya kehidupan kota. Ia adalah solusi nyata bagi manusia urban yang menginginkan keseimbangan sempurna. Maka, tidak berlebihan rasanya jika saya menyimpulkan bahwa ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja. Kamu bisa cek ketersediaannya di ASUS Online Store ataupun Shopee.
Berikut adalah spesifikasi lengkap dan harga resmi dari ASUS All-in-One PC V440 (24 inch):
| Main Spec. | ASUS All-in-One V440 Series (V440VAK/VAT) |
| CPU | Intel® Core™ i7-13620H Processor 2.4 GHz (24MB Cache, up to 4.9 GHz, 10 cores, 16 Threads) Intel® Core™ i5-13420H Processor 2.1 GHz (12MB Cache, up to 4.6 GHz, 8 cores, 12 Threads) Intel® Core™ i3-1315U Processor 1.2 GHz (10M Cache, up to 4.5 GHz, 6 cores, 8 Threads) |
| Operating System | Windows 11 Home |
| Memory | 16GB DDR5 SO-DIMM, Memory Max Up to:32GB DDR5 8GB DDR5 SO-DIMM, Memory Max Up to:32GB DDR5 |
| Storage | 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD, up to: 2TB 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD, , up to: 2TB |
| Display | Touch screen, 23.8-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level Panel, Anti-glare display, LED Backlit, 250nits, sRGB: 100%, Screen-to-body ratio 93% Non-touch screen, 23.8-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level Panel, Anti-glare display, LED Backlit, 250nits, sRGB: 100%, Screen-to-body ratio 93% |
| Graphics | Intel® UHD Graphics Intel® Graphics |
| Side Input/Output | 1x Kensington lock 1x 3.5mm combo audio jack 1x USB 2.0 Type-A |
| Rear Input/Output | 1x DC-in 1x RJ45 Gigabit Ethernet 1x HDMI out 1.4 1x HDMI in 1.4 3x USB 3.2 Gen 1 Type-A 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C |
| Connectivity | Wi-Fi 6E(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.4 Wireless Card |
| Camera | 1080p FHD camera with privacy shutter 1080p FHD camera with IR function to support Windows Hello |
| Audio | Built-in speaker Built-in array microphone |
| Power Supply | ø4.5, 120W AC Adapter, Output: 20V DC, 6.0A, 120W, Input: 100~240V AC 50/60Hz universal ø4.5, 90W AC Adapter, Output: 19V DC, 4.74A, 90W, Input: 100~240V AC 50/60Hz universal |
| Dimension | 54.1 x 41.6 x 1.7 ~ 21.0 cm (21.30″ x 16.38″ x 0.67″ ~ 8.27″) |
| Weight | 6.9 Kg |
| Colors | Foggy Silver |
| Price | Rp.8,599,000 (Core™ i3-1315U / 8GB / 512GB / Non-Touch)
Rp.12,299,000 (Core™ i5-13420H / 16GB / 1TB / Non-Touch) Rp.15,799,000 (Core™ i7-13620H / 16GB / 1TB / Non-Touch) Rp.15,799,000 (Core™ i5-13420H / 16GB / 1TB / Touch) Rp.17,799,000 (Core™ i7-13620H / 16GB / 1TB / Touch) |
| Warranty | 2 Tahun On-Site Garansi dan 1 Tahun Pertama Accidental Damage Protection |
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!“ yang diadakan oleh Travelerien.











