Beranda News Beradaptasi & Manfaatkan AI Bersama Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14 (S3407QA)

Beradaptasi & Manfaatkan AI Bersama Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14 (S3407QA)

0

Di tahun 2025 ini, pemanfaatan kecerdasan buatan alias AI (Artificial Intelligence) terlihat semakin populer. Bagaimana tidak? AI telah terbukti efektif dalam mempermudah berbagai urusan dalam hidup. Sehingga tak heran jika semakin banyak orang yang memanfaatkan AI sebagai partner dalam bekerja. Hal ini juga memicu masyarakat untuk mulai mencari perangkat, terutama laptop, yang mampu mengakomodasi kebutuhan akan AI.

Di sisi lain, saya juga melihat adanya kekhawatiran tentang masa depan dunia kerja. Karena pemanfaatan AI dianggap dapat mempersempit peluang kerja, atau bahkan menggantikan beberapa profesi. Ini tak sepenuhnya salah, dan saya rasa sangat wajar jika banyak pihak yang merasa terancam.

Nah di sini, saya ingin sedikit membagikan tentang beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk bertahan di era AI, sekaligus bagaimana cara memanfaatkan AI secara garis besar untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Ini akan mencakup bahasan mengenai siapa saja yang berpotensi digantikan oleh AI, kiat sederhana untuk adaptasi, skenario pemanfaatan AI, hingga kriteria dalam memilih laptop AI 2025 jika perlu.

Profesi Yang Terancam Oleh AI & Kiat Adaptasi

Keunggulan terbesar dari AI adalah soal kemampuannya untuk menyelesaikan tugas-tugas logis dan terstruktur, serta tugas yang bersifat repetitif (berulang). Sederhananya, ini mengarah pada pekerjaan yang sifatnya membosankan dan begitu-gitu saja. Profesi macam inilah yang sangat rentan digantikan oleh AI. Contohnya seperti tugas administratif dan entry data.

Sebuah artikel yang diterbitkan pada World Economic Forum mengungkap bahwa AI tidak bisa menggantikan profesi yang membutuhkan penilaian dan pengambilan keputusan manusia, pekerjaan yang membutuhkan komunikasi kompleks, serta pekerjaan yang memerlukan kecerdasan sosial, emosional, empati, kreativitas, inovasi, dan ketangkasan fisik.

Sehingga, bisa dikatakan bahwa memang ada beberapa posisi pekerjaan yang bisa tergantikan oleh AI, namun masih lebih banyak profesi yang aman. Lebih lanjut, diungkap pula bahwa pekerja yang berpendidikan lebih tinggi justru akan lebih terancam daripada pekerja yang berpendidikan paling rendah (bukan lebih rendah, tapi paling rendah). Ini berkaitan dengan ketangkasan fisik yang disebutkan tadi.

Profesi yang terancam oleh AI

Bukan berarti kita harus meninggalkan pendidikan dan sepenuhnya kembali pada pekerjaan fisik. Menurut saya pribadi, ungkapan tersebut lebih mengarah pada mereka yang punya ilmu dan skill nanggung.

Maka, kiat adaptasi sederhana yang bisa saya sarankan adalah: tingkatkan keterampilan yang masih di level dasar.

Misalnya, jika saat ini kamu hanya sekadar bisa mengoperasikan Ms Excel, maka belajarlah lebih jauh untuk melakukan analisis data. Atau jika selama ini kamu hanya bisa bermain-main saja dengan social media, maka kamu dapat belajar lebih jauh untuk memanfaatkannya dalam urusan pemasaran digital (digital marketing).

Intinya adalah berfokus pada apa yang tidak bisa dilakukan oleh “robot” AI. Termasuk memperdalam skill, mengasah kemampuan bernalar, serta kemampuan berpikir strategis yang kemudian berkaitan dengan skill pengambilan keputusan. Dengan demikian, kita justru berpeluang menjadikan AI sebagai alat bantu yang luar biasa, untuk lebih meningkatkan produktivitas.

Cara Memanfaatkan AI

Berdasarkan temuan yang diterbitkan oleh Harvard Business Review, disebutkan bahwa AI bisa membuka peluang untuk penambahan pekerjaan. Mereka telah menganalisa 1.388.711 lowongan pekerjaan freelance online dari Juli 2021 hingga Juli 2023. Dan hasilnya, terdapat peningkatan pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan terkait AI. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI adalah salah satu bentuk adaptasi untuk bisa survive.

Cara memanfaatkan AI Harvard Business Review

Tugas-tugas membosankan yang diambil alih oleh AI justru membuka kesempatan bagi manusia untuk lebih leluasa dalam mengeksekusi ide-ide di kepala secara lebih efisien. Kita dapat lebih berfokus pada value, dan lebih sedikit terlibat dalam urusan proses yang bisa kita serahkan pada AI. Hasilnya? Tugas lebih cepat selesai, dan peluang berinovasi akan terbuka seluas-luasnya.

Kita ambil contoh pemanfaatan AI yang sederhana saja.

Dalam beberapa kesempatan, saya pribadi bisa menghabiskan waktu hingga beberapa hari hanya untuk sekadar mengumpulkan referensi demi membuat sebuah tulisan blog yang kredibel dan akurat. Namun dalam beberapa bulan terakhir, saya memanfaatkan AI (saya menggunakan Copilot) dan meminta mereka untuk mencarikan referensi yang sekiranya bisa mendukung isi tulisan yang saya buat.

Hasilnya? Pencarian referensi yang seharusnya berlangsung beberapa hari, mampu diselesaikan oleh AI hanya dalam waktu beberapa detik. Ini membuat saya dapat lebih fokus untuk membaca, menuangkan ide, dan menyelesaikan tulisan dengan lebih cepat. Contoh sederhana seperti ini mestinya bisa diterapkan pada urusan lain, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Termasuk diantaranya adalah:

  • Programmer dan developer yang dapat memanfaatkan AI untuk menyarankan potongan kode.
  • Data analyst yang dapat memanfaatkan AI untuk memberikan insight dan prediksi tren penjualan berdasarkan data historis.
  • Copywriter yang dapat memanfaatkan AI untuk menyusun draft artikel.
  • Graphic designer yang dapat memanfaatkan AI untuk membantu dalam pengeditan gambar, bahkan dapat membuatkan desain secara otomatis berdasarkan perintah yang diberikan.

Sisanya, manusia bisa melakukan sentuhan akhir dengan berbekal ide besar, kreativitas, atau kemampuan pengambilan keputusan.

Memilih Perangkat Untuk Kebutuhan AI

Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14Sebelumnya perlu diketahui bahwa berdasarkan lokasi pemrosesannya, AI bisa dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu:

  1. Cloud AI, yaitu AI yang berjalan secara online, dan pemrosesannya dilakukan di server cloud.
  2. On-Device AI, yaitu AI yang berjalan secara lokal, dan pemrosesannya dilakukan langsung di perangkat pribadi.

Saat ini, sebagian besar orang cenderung menggunakan Cloud AI (berbasis online) karena dapat diakses melalui perangkat mana saja. Dengan catatan, beberapa Cloud AI mungkin mengharuskan kita untuk membayar biaya berlangganan untuk dapat menikmati semua fiturnya secara penuh.

Jika ingin menjalankan AI secara lokal agar kita bisa terus memanfaatkan AI dengan leluasa tanpa batasan, maka kita akan butuh laptop dengan diskrit GPU kelas high performance seperti yang dimiliki oleh laptop gaming. Karena pada dasarnya, AI akan sangat membutuhkan GPU powerful dengan VRAM dan RAM yang besar, untuk bisa berjalan dengan lebih lancar, khususnya untuk program AI kelas berat. Perangkat seperti ini punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, yaitu:

Kelebihan:

  • Cukup powerful untuk bisa menjalankan berbagai fungsi AI, termasuk LLM (AI chatbot), dan generative AI untuk misalnya membuat gambar dengan lebih kompleks. Semua itu bisa dijalankan secara lokal, tanpa batas.
  • Jika laptop menggunakan GPU kelas atas yang super powerful, maka ia bahkan bisa dimanfaatkan untuk melatih model AI.

Kekurangan:

  • Tebal dan bobotnya berat. Memang ada yang bobotnya ringan, tapi harganya jauh lebih mahal.
  • Sangat boros baterai. Ini karena ketika menjalankan tugas berbasis AI, GPU akan bekerja sangat keras, sehingga akan sangat menguras daya baterai.
  • Untuk menjalankan generative AI dengan lebih cepat, akan dibutuhkan laptop gaming dengan GPU kelas atas yang memiliki VRAM dan RAM besar. Dan harga yang harus dibayar untuk itu akan sangat tinggi, di kisaran 35 hingga 50 juta ke atas.

Jika kamu merasa bahwa kekurangan tersebut bisa menjadi faktor penghambat, maka tentu kita butuh opsi alternatif. Kabar baiknya, saat ini sudah tersedia ASUS Vivobook S14 series (2025) sebagai laptop AI yang mampu menjalankan AI secara lokal maupun online, dengan harga yang jauh lebih affordable. Menariknya, laptop AI 2025 tersebut menawarkan “paket komplit” untuk kebutuhan kerja dan komputasi harian, di luar kemampuannya dalam menjalankan fitur AI.

Laptop AI terbaru ASUS Vivobook S14 series (2025) hadir dalam 3 pilihan prosesor yang berbeda, yaitu:

Dari ketiga tipe yang ada, saya pribadi cenderung tertarik dengan tipe ASUS Vivobook S14 S3407QA yang menggunakan prosesor dari Qualcomm. Selain harganya yang paling terjangkau, laptop AI ini merupakan Copilot+ PC yang hadir dengan fitur-fitur AI eksklusif. Dan dengan NPU yang lebih powerful hingga 45 TOPS, ia akan siap menjalankan fitur-fitur tersebut dengan gesit.

Laptop AI 2025: ASUS Vivobook S14 S3407QA

Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14 S3407QAPotensi untuk mempercepat alur kerja adalah alasan mengapa laptop AI ini menarik. Istilah “Laptop AI” sendiri mengacu pada laptop yang dilengkapi dengan hardware khusus yang didesain untuk menjalankan tugas-tugas AI secara efisien. Jadi tidak seperti laptop biasa atau laptop gaming yang mengandalkan GPU dalam pemrosesan AI. Sebagai gantinya, ASUS Vivobook S14 S3407QA menggunakan standar dari Microsoft yang lebih mengandalkan NPU.

Berdasarkan persyaratan dari Windows, kriteria perangkat yang bisa dimasukkan dalam kategori laptop AI 2025 alias AI PC dan layak untuk mendapatkan fitur Copilot+ PC adalah sebagai berikut:

  • Harus memiliki NPU (Neural Processing Unit). Hanya laptop dengan NPU berkecepatan lebih dari 40 TOPS (Trillion Operations Per Second) yang layak untuk mendapat fitur Copilot+ PC.
  • RAM besar dengan kapasitas minimal 16GB DDR5 atau LPDDR5.
  • Storage (penyimpanan) memadai dengan jenis SSD atau UFS, dengan kapasitas minimal 256GB.
  • Sistem operasi Windows 11 versi 23H2 atau lebih baru.
  • TPM 2.0 dan UEFI Secure Boot untuk keamanan data dan sistem.

Sekarang, mari kita bahas lebih detail tentang bagaimana peran laptop AI 2025 ini dapat membantu dalam mempercepat alur kerja berbekal fitur-fitur yang dimilikinya. Sekaligus bagaimana ia lebih unggul dalam pemanfaatan AI untuk urusan kerja harian yang tidak terlalu berat.

Produktif Saat Mobiling Dengan Dukungan NPU Powerful

Pada dasarnya, pemrosesan AI secara lokal di laptop dapat dilakukan oleh CPU (Central Processing Unit) maupun GPU (Graphics Processing Unit). Hanya saja, problem utamanya ada pada efisiensi daya. Yang mana kedua chip prosesor tersebut membutuhkan energi listrik yang sangat besar untuk menjalankan proses AI, bahkan di level yang ringan sekalipun. Sehingga, bisa dipastikan baterai akan terasa lebih boros ketika mereka menjalankan pemrosesan AI.

Nah, di sinilah NPU mengambil peran penting. Karena ia mampu menjalankan pemrosesan AI dengan lebih efisien, dan membutuhkan daya listrik yang jauh lebih kecil. Sehingga, daya tahan baterai laptop ASUS Vivobook S14 S3407QA bisa tetap optimal, walau digunakan untuk menjalankan berbagai pemrosesan AI secara lokal. Baik saat menjalankan fitur AI kelas ringan, hingga kelas menengah.

NPU laptop AI terbaik Vivobook S14 S3407QA

Ini akan berpengaruh terhadap kemudahan mobilitas. Sehingga, kita tidak perlu khawatir ketika harus bekerja berjauhan dengan colokan listrik. Dan kamu tau apa yang lebih menarik? Daya tahan baterai laptop ini sangatlah awet, sehingga kita bisa cukup pede untuk bepergian seharian tanpa membawa charger.

Kalaupun harus mengisi daya, kita bisa kok memakai charger smartphone dengan kabel USB Type-C. Efisiensi dan fleksibilitas dalam urusan daya tersebut, bakal menghadirkan rasa tenang ketika harus bekerja di secara mobile.

NPU Qualcomm® Hexagon™ pada ASUS Vivobook S14 S3407QA sendiri memiliki kemampuan yang cukup powerful untuk menjalankan berbagai fitur AI, yaitu hingga 45 TOPS (Tera Operations Per Second). Istilah “TOPS” sendiri merupakan satuan ukur untuk performa NPU, yang menunjukkan berapa triliun operasi per detik yang bisa dilakukan NPU dalam memproses data AI. Dengan kata lain, laptop AI terbaru ini bukan saja efisien daya, tapi juga mampu menjalankan fitur AI dengan gesit.

Dukungan Fitur AI Yang Berjalan Secara Lokal (Offline)

Oleh karena ASUS Vivobook S14 S3407QA sudah memenuhi kriteria Copilot+ PC, maka ia mendapat keistimewaan untuk menjalankan fitur-fitur AI eksklusif. ASUS bahkan memberinya beberapa fitur AI eksklusif tambahan demi memanfaatkan NPU pada laptop ini.

1. Windows Search Yang Lebih Pintar & StoryCube

Pernahkah kamu menghabiskan waktu hingga lebih dari satu jam cuma gara-gara ingin mencari sebuah file di laptop? Jangankan lokasi folder menyimpannya, nama file-nya pun juga kita tidak ingat. Hal sepele seperti ini terkadang bisa menjadi faktor penghambat dalam menyelesaikan sebuah project.

Tapi cerita lama itu tidak berlaku pada ASUS Vivobook S14 S3407QA. Karena dengan kemampuan AI-nya, kini fitur pencarian (Windows Search) dapat bekerja dengan lebih pintar. Kita cukup mengetikkan deskripsi dari apa yang kita ingat dari file yang ingin kita cari.

Misalnya, jika yang kita cari itu adalah sebuah foto, dan yang kita ingat hanyalah ada gambar jaket kuning dalam foto tersebut, maka cukup ketikkan “jaket kuning” saja. Selanjutnya, ASUS Vivobook S14 S3407QA akan mencarikan segala sesuatu yang terdapat “jaket kuning” di dalamnya. Ini akan jauh menghemat waktu daripada harus susah-susah mengingat kembali nama file fotonya, yang mungkin juga belum kita rename.

Fitur AI pintar ASUS Vivobook S14 S3407QA

Fitur tambahan dari ASUS bernama StoryCube juga siap memudahkan dalam mengorganisir file multimedia berupa foto, audio dan video. Ia bertindak sebagai asisten manajemen file, untuk mengatur aset digital kita dengan membuatkan sebuah album AI.

Dalam StoryCube, kita dapat melakukan beberapa hal seperti pengkategorian file secara otomatis berdasarkan pengenalan wajah, atau berdasarkan scene pemandangan. Terdapat pula opsi yang akan mengorganisir file secara otomatis berdasarkan lokasi, waktu, hingga perangkat apa yang digunakan. StoryCube bukan saja mampu mengintegrasikan file media yang tersimpan di laptop, tapi juga mengkombinasikannya dengan cloud storage yang terhubung dengan laptop.

Bagi yang berkecimpung di industri kreatif, fitur ini jelas sangat relevan dalam menunjang pekerjaan dan mempercepat alur kerja. Belum lagi soal dihadirkannya opsi pengeditan dasar seperti trim video, cropping foto, serta pengaturan kontras, saturasi, dan exposure.

Fitur AI ASUS Vivobook S14 S3407QA

2. Buat & Olah Gambar Dengan Bantuan AI

Berkat bantuan AI, aplikasi Paint pada ASUS Vivobook S14 S3407QA bisa menjadi jauh lebih canggih. Ya, aplikasi Paint yang selama ini hanya digunakan untuk membuat coretan-coretan random, kini bisa jauh lebih bermanfaat!

Salah satu perubahan paling radikal adalah hadirnya fitur Cocreator, yang mampu mengubah coretan-coretan yang kita buat menjadi sebuah gambar yang seolah terlihat nyata. Isilah teks dalam kotak yang tersedia untuk mendeskripsikan imajinasi dari coretan yang kita buat. Sisanya, biarkan AI bekerja untuk membuatnya menjadi karya seni.

Laptop AI terbaik 2025 Cocreator ASUS Vivobook S14 S3407QA

Kita bahkan dapat menambahkan atau menghapus objek dari foto yang kita buka di aplikasi Paint. Dengan memanfaatkan fitur Generative Fill & Erase, objek yang kita hapus dalam foto akan terlihat seolah benar-benar menghilang secara ajaib. Sehingga, kini kita dapat dengan lebih mudah untuk menghilangkan objek-objek yang mengganggu dalam foto, tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pengeditan.

3. Live Caption

Fitur AI pada ASUS Vivobook S14 S3407QA juga memungkinkan untuk menampilkan live caption. AI akan menterjemahkan hingga 44 bahasa ke dalam Bahasa Inggris dan akan memunculkannya secara otomatis ketika kita melakukan video conference call atau menonton video.

4. Click To Do

Bayangkan betapa mudahnya jika laptop mampu mengenali teks yang terdapat pada gambar. Dan ya, kita bisa meng-highlight atau bahkan langsung membuka maps berdasarkan alamat yang ditampilkan pada gambar yang sedang muncul di layar.

Beberapa hal lain yang bisa dilakukan oleh fitur AI “Click To Do” antara lain adalah meringkas teks panjang dari halaman yang kita highlight, menyoroti dan mengirim email ke alamat yang tertera di layar, hingga menawarkan opsi untuk melakukan penghapusan background menggunakan aplikasi Paint pada gambar yang sedang kita lihat.

Terdengar sepele, tapi opsi untuk melakukan aksi langsung tanpa harus berpindah aplikasi seperti ini jelas bakal mempercepat berbagai urusan.

5. Tingkatkan Pengalaman Meeting Online

ASUS Vivobook S14 S3407QA QualcommFitur AI pada ASUS Vivobook S14 S3407QA mampu membuat background menjadi blur secara real time ketika sedang melakukan video conference call. Fitur tambahan berupa ASUS AI Noise Cancelation juga bakal membantu dalam mengurangi suara-suara bising di background, baik dari sisi kita, maupun dari sisi lawan bicara. Efeknya, komunikasi pun bisa terdengar lebih jelas, tanpa ada gangguan dari suara-suara yang tak diinginkan.

Bagaimana Dengan AI Chatbot?

Beberapa fitur yang disebut di atas memang terkesan spesifik untuk bidang pekerjaan tertentu. Sedangkan di bidang pekerjaan yang lebih umum, biasanya akan lebih terbantu dengan AI chatbot semacam ChatGPT, Copilot, atau Gemini yang saat ini tengah populer digunakan.

Oleh karena AI chatbot populer tersebut merupakan cloud AI yang beroperasi secara online, maka tentu saja ASUS Vivobook S14 S3407QA bisa memanfaatkannya juga. Ia bahkan memiliki sebuah tombol di keyboard yang secara khusus akan membuka aplikasi AI Copilot ketika ditekan.

Tapi bagaimana jika laptop sedang tidak bisa terhubung ke internet? Misalnya ketika sedang on the way, atau berada di lokasi yang tidak terjangkau jaringan Wi-Fi? Nah, di sinilah peran laptop AI menjadi krusial.

Memanfaatkan AI chatbot secara lokal (offline) sangat memungkinkan untuk dilakukan pada laptop ini. Hanya saja, kita perlu melakukan penginstalan mandiri. Salah satu LLM AI chatbot yang direkomendasikan adalah AnythingLLM. Aplikasi ini menyediakan berbagai model LLM AI chatbot, yang bisa kita pilih dan gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Dan ya, aplikasi AI chatbot ini dapat memanfaatkan NPU di ASUS Vivobook S14 S3407QA dalam pemrosesannya. Meskipun, pemanfaatan NPU di aplikasi ini masih terbatas untuk model LLM yang kecil saja.

Laptop AI terbaru menjalankan LLM dengan NPU di Vivobook S14 2025
Sumber referensi: https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=iQvHtubnfcI

Walau demikian, untuk kebutuhan umum, seharusnya ini sudah lebih dari cukup. Aplikasi AI yang berjalan secara lokal ini dapat bertindak sebagai asisten pribadi layaknya ChatGPT, Copilot, atau Gemini. Termasuk untuk mencari informasi, atau melakukan analisis terhadap file yang kita berikan.

Laptop AI terbaru 2025 menjalankan LLM dengan NPU Vivobook S14
Sumber referensi: https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=iQvHtubnfcI

Kendati kecepatan prosesnya tidak segesit chatbot berbasis online, AI chatbot offline seperti ini bisa sangat menolong ketika kita tidak mendapatkan akses internet.

Fitur Lain Yang Relevan Untuk Kebutuhan Harian

Di luar kemampuannya untuk menjalankan pemrosesan AI secara offline, ASUS Vivobook S14 S3407QA masih menyimpan banyak potensi yang siap diandalkan untuk kebutuhan komputasi harian. Hingga membuatnya mampu tampil lebih standout dalam beberapa skenario dibanding laptop biasa.

Performa & Keamanan

Dalam urusan performa, ASUS Vivobook S14 S3407QA mengandalkan Qualcomm® Snapdragon® X X1 26 100, sebuah SoC (System on Chip) baru dari Qualcomm® yang dirancang khusus untuk perangkat laptop. Berbekal CPU Qualcomm® Oryon™ octa-core, prosesor ini menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi.

Keistimewaan prosesor ini adalah soal kemampuannya dalam memberikan performa puncak di mode baterai yang nyaris sama kencangnya dibanding ketika ia dihubungkan ke charger. Berdasarkan tes performa menggunakan Geekbench 6 2025, perbedaan performa ketika dalam kondisi charging dibanding mode baterai hanya sekitar 2% saja. Dengan kata lain, kita tidak perlu menghubungkannya ke outlet listrik jika ingin merasakan performa penuh dari ASUS Vivobook S14 S3407QA.

Prosesor ini memang dirancang menggunakan arsitektur ARM. Namun jangan khawatir, saat ini sebagian besar aplikasi populer di Windows sudah bisa berjalan dengan baik di platform ini. Untuk membuatnya bekerja secara optimal, ia dipadukan dengan RAM berkapasitas 16GB LPDDR5X, dan penyimpanan berjenis SSD M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 berkapasitas 512GB.

Prosesor ASUS Vivobook S14 S3407QA

Tak berhenti di sisi performa, pengoptimalan juga bisa kita rasakan dari sisi efisiensi daya dan keamanan. Misalnya, saat kita sedang mengalihkan pandangan atau menghadap ke belakang, kamera berteknologi AI pada ASUS Vivobook S14 S3407QA akan mengenali kondisi tersebut, dan kecerahan layar akan diredupkan secara otomatis.

Bahkan ketika kita beranjak pergi, fitur ASUS Adaptive Lock bakal langsung mematikan layar dan mengunci laptop. Kondisi ini memastikan privasi dan keamanan agar tidak ada orang iseng yang mengintip ke layar saat laptop kita saat sedang ditinggalkan. Lalu untuk kembali mengoperasikan laptop, fitur face recognition (pengenalan wajah) dengan kamera inframerah akan langsung membuka kunci layar secara instan, bahkan di kondisi pencahayaan yang gelap.

Partner Mobiling Yang Menenangkan

Perpaduan antara prosesor dengan efisiensi daya tinggi, ditambah dengan baterai berkapasitas besar yaitu 70WHrs merupakan sebuah paket untuk membebaskan dari kekhawatiran soal daya tahan baterai, ketika harus bekerja secara mobile. Ketahanan fisik bersertifikasi MIL-STD 810H juga akan membuat pikiran tenang saat menggunakan laptop di lingkungan dengan kondisi tidak ideal.

Yup, kamu tidak salah baca! ASUS Vivobook S14 S3407QA telah melalui serangkaian tes berstandar militer, untuk memastikan ketahanan fisiknya. Mulai dari tes dalam kondisi temperatur tinggi, temperatur rendah, tes benturan yang melampaui standar industri, tes getaran, hingga tes pengoperasian di ketinggian ekstrim.

Military Grade ASUS Vivobook S14 S3407QA

Fitur fisik lain yang membuat laptop ini ideal untuk mobiling adalah dari segi bobotnya yang hanya 1.35kg saja, dan ketebalan hanya 1.59cm. Dan jangan sangka fisiknya yang tipis dan ringan ini bakal mengorbankan port konektivitas. Karena ASUS tetap menyertakan port yang terbilang cukup lengkap. Mulai dari 2 buah USB 3.2 Type-A, 2 buah USB 4 Type-C, HDMI, hingga 3.5mm combo audio jack. Bebas ribet, dan tak perlu bergantung pada dongle USB hub untuk menghubungkan laptop ke perangkat lain.

Ports ASUS Vivobook S14 S3407QA Laptop AI

Dari sisi visual, layar dari ASUS Vivobook S14 S3407QA juga siap dimanfaatkan untuk berbagai skenario penggunaan. Panel IPS 16:10 dengan bentang 14 inch tersebut memiliki resolusi 2.5K (2560×1600 pixel), dan mampu menampilkan warna dengan cakupan hingga 100% sRGB.

Mulai dari menulis, analisis, editing foto, hingga urusan hiburan, layar yang tajam tersebut akan siap memberi tampilan yang baik. Lapisan anti-glare di permukaannya akan meminimalisir efek silau pada keadaan pencahayaan yang kurang ideal.

Fitur Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14 S3407QA

Kesimpulan: Jangan Musuhi, Mari Adaptasi

Cara terbaik untuk bisa “melawan” gempuran AI adalah bukan dengan memusuhinya, tapi justru dengan beradaptasi. Ingatlah bahwa manusia dan AI punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, kenapa kita tidak saling bersinergi dan menjalankan peran masing-masing sesuai spesialisasi?

ASUS Vivobook S14 (S3407QA) merupakan laptop AI 2025 yang siap mendukung kebutuhan akan pemanfaatan AI, yang dikemas dalam body super portable yang mudah dibawa, dengan banderol harga yang menarik. Ini akan menjadi partner yang ideal untuk mulai beradaptasi.

Laptop AI terbaru ASUS Vivobook S14 S3407QA

Kekuatan dari NPU 45 TOPS-nya seolah menegaskan bahwa laptop ini adalah laptop AI yang seharusnya. Memungkinkan pemanfaatan AI yang lebih fleksibel di laptop pribadi, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada cloud AI yang hanya bisa dijalankan secara online. Dampaknya, pengalaman pemanfaatan AI pun bisa lebih optimal.

Berikut adalah spesifikasi lengkap dari ASUS Vivobook S14 (S3407QA):

Main Spec. Vivobook S14 (S3407QA)
CPU Snapdragon® X X1 26 100 Processor (30MB Cache, up to 2.97GHz, 8 cores, 8 Threads); Qualcomm® Hexagon™ NPU up to 45TOPS
Operating System Windows 11 Home
Memory 16GB LPDDR5X onboard
Storage 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD (upgradable, M.2 2280 PCIe 4.0 x4)
Display 14-inch IPS-level Panel, 2.5K WQXGA (2560 x 1600) 16:10, 60Hz, 100%
sRGB, 400nits, Low Blue Light, Anti-glare display
Graphics Qualcomm® Adreno™ GPU
Input/Output 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x USB 4 Type-C with 40Gbps speed,
1x HDMI 2.1, 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Connectivity Wi-Fi 6E(802.11ax) (Triple band) 2*2 + Bluetooth® 5.3
Camera FHD camera with IR function, support Windows Hello, support Windows Studio Effect, Physical privacy shutter
Audio Snapdragon Sound, SonicMaster, Dolby ATMOS, Built-in speaker, Built-in array microphone
Battery 70WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension 31.52 x 22.34 x 1.59 ~ 1.79 cm
Weight 1.35 kg
Price Rp11.999.000 | Link Shopee
Warranty 3 Tahun Garansi Global + 1 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty

Laptop AI Vivobook S14 S3407 M3407

BERIKAN KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini