Beranda Review Pengalaman Menggunakan ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Pengalaman Menggunakan ASUS Vivobook 14 A1404VAP

0

Pengalaman Menggunakan ASUS Vivobook 14 A1404VAP – Sebelumnya kalian harus tau dulu kalau laptop yang akan kita bahas ini merupakan versi refreshment dari seri A1404VA. Yang mana seri A1404VAP ini mendapatkan update dari segi prosesor yang lebih baru.

Review ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman menggunakan laptop ASUS Vivobook 14 A1404VAP selama 3 minggu lamanya. Dan dalam tulisan ini akan membahas tentang kelebihan dan kekurangannya, fitur-fitur yang dimilikinya, serta hasil pengujian dalam beberapa skenario penggunaan, termasuk tes daya tahan baterai.

Fitur & Keunggulan ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Fitur dan keunggulan ASUS Vivobook 14 A1404VAPSederhana, tapi punya potensi. Itulah kesan yang saya rasakan selama menggunakan laptop ini. Walau ada beberapa hal yang terkesan agak nanggung, saya rasa itu masih dalam batas wajar. Mengingat, laptop ini bukanlah sebuah laptop premium, dan harganya pun tergolong ramah di kantong jika melihat dari sisi potensi yang dimiliki.

Saya tidak mengatakan bahwa laptop ini  “murah banget”, karena ia bukan masuk dalam kategori laptop entry level yang punya kisaran harga 4 sampai 5 jutaan. Yang bisa saya katakan adalah, dari segi price to performance, laptop ini layak untuk dipertimbangkan.

UPDATE:

Saya tidak tau berapa harga pasti dari laptop ini untuk waktu ke depan. Karena saat saya menuliskan bagian update ini, terdapat rumor yang mengatakan bahwa kemungkinan besar semua perangkat komputer (termasuk laptop dan smartphone) akan mengalami kenaikan harga karena kelangkaan komponen RAM. Jadi untuk melihat update harga terbaru, silakan langsung cek di sini.

Baiklah, tak perlu berpanjang lebar lagi, langsung saja kita bahas tentang apa saja fitur dan keunggulan dari ASUS Vivobook 14 A1404VAP. Kita mulai dari segi fisiknya terlebih dulu.

Fisik & Desain

Kelebihan dan kekurangan ASUS Vivobook 14 A1404VAPSecara kasat mata, kita akan melihat laptop ini layaknya sebuah laptop mainstream. Karena memang, cover belakang dari laptop ini mengusung desain khas dari ASUS Vivobook yang sederhana tapi cukup oke.

Walau begitu, ia punya sedikit pembeda dibanding dengan lini produk Vivobook di kelas entry level. Yang saya rasakan, sepertinya cover belakang dari ASUS Vivobook 14 A1404VAP menggunakan bahan metal. Yang mana penggunaan material tersebut akan memberikan kesan premium walau hanya sedikit.

Kenapa hanya sedikit? Ya karena dari segi desain tidak bisa dikatakan premium, jadi hanya materialnya saja. Yah minimal tidak terkesan murahan lah.

Nah, kesan premium baru mulai terasa ketika kita melihat bagian keyboard dari laptop ini. Selain karena ia juga menggunakan bahan metal, desain dan lekukan-lekukan pada keyboard tersebut seolah ingin menunjukkan bahwa ia bukanlah sebuah laptop murahan. Penggunaan material metal pada sasis utamanya ini juga menghadirkan kesan kokoh.

Laptop pekerja kantoran ASUS Vivobook 14 A1404VAPWalau demikian, kesan premium dari laptop ini terasa agak nanggung. Karena, bagian bawah dari body laptop ini masih menggunakan bahan plastik. Bagian bezel layarnya pun juga menggunakan material plastik.

Tapi paling tidak, desain bezel yang lumayan tipis itu sedikit menolong dari segi penampilan. Dan menurut saya pribadi, desain keseluruhan dari laptop ini tergolong cukup oke. Sederhana tapi tidak jelek. Low profile tapi nggak malu-maluin.

Lalu dari segi dimensi, laptop ini hanya masuk kategori “cukup” saja untuk standar laptop di era ini. Luas permukaan dari laptop ini kurang lebih serupa dengan laptop mainstream lainnya. Tidak bongsor, tapi juga tidak kecil-kecil amat seperti layaknya laptop premium yang mahal itu.

Ketebalan dari laptop ini adalah sekitar 1.79 cm, dengan bobot di kisaran 1.4 kilogram saja. Bobotnya ini masuk kategori ringan ya, jadi kalau mau dibawa-bawa tergolong enak. Sedangkan dari sisi ketebalan body .. Sebenarnya body dari ASUS Vivobook 14 A1404VAP tidak setebal itu. Hanya saja, bagian bawahnya itu terdapat semacam kaki penyangga yang lumayan tebal, mungkin sekitar 0.3 cm.

Keyboard & Layar

Bergeser ke bagian keyboard, kita akan menemukan tombol-tombol berbentuk kotak yang cukup nyaman saat dipakai untuk mengetik. Terdapat opsi untuk menyalakan lampu LED backlight pada keyboard ketika harus bekerja di tengah kegelapan konoha. Dan yak, kita akan menemukan tombol power yang ditempatkan di sebelah tombol delete. Tapi tenang! Di sini tombol delete ditempatkan di bagian pojok. Sehingga resiko salah pencet tombol power saat ingin menekan tombol delete bisa dikurangi secara signifikan.

Kalaupun kamu masih khawatir soal salah pencet tadi, kamu bisa pakai trik yang sudah saya bahas di video ini, agar laptop tidak langsung mati atau sleep saat tombol power ditekan secara tidak sengaja.

Touchpad di laptop ini cukup luas dengan tombol klik kiri dan kanan yang empuk serta tidak harus menekan terlalu dalam saat ingin menggunakannya. Tombol-tombol tersebut tersembunyi di bawah permukaan touchpad. Sehingga, touchpad jadi punya permukaan sentuh yang lebih luas. Ini membuat pengalaman mengoperasikan laptop tanpa mouse jadi terasa nyaman. Oiya, pada bagian pojok kanan atas touchpad terdapat fingerprint sensor untuk login ke windows dengan cepat.

Laptop untuk mahasiswa ASUS Vivobook 14 A1404VAPKenyamanan semakin terasa ketika bicara soal palmrest. Walaupun sasisnya terbuat dari bahan metal, saya sama sekali tidak merasakan panas berlebih saat mengoperasikan laptop ini. Bahkan saat penggunaan berat seperti editing video sekalipun, ia hanya terasa sedikit hangat. Iya, hanya sedikit saja. Tidak sampai terasa demam yang biasanya menjadi “penyakit umum” pada laptop-laptop yang menggunakan sasis berbahan metal.

Beralih ke bagian layar, ASUS Vivobook 14 A1404VAP menggunakan lapisan anti-glare alias anti silau pada bagian ini. Sehingga, tampilan visualnya terlihat agak soft. Untuk soal kenyamanan, saya dengan tegas mengatakan bahwa saya tidak mengalami keluhan-keluhan seperti mata gampang lelah atau perih ketika memandanginya selama berjam-jam lamanya.

Lapisan anti-glare pada layarnya tersebut juga membuat efek silau dari cahaya sekitar jadi bisa diminimalisir. Hanya saja, dari segi tampilan warna, ia bukanlah tipe layar yang mampu menampilkan warna yang sangat kaya.

Sehingga bisa dikatakan bahwa layar dengan bentang 14 inch beresolusi Full HD pada ASUS Vivobook 14 A1404VAP lebih cocok untuk mahasiswa atau pekerja kantoran yang harus berlama-lama menatap layar laptop, dan tidak membutuhkan tampilan warna yang terlalu “wah”.

Review ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Performa & Baterai

Walau dari luar terlihat sederhana, laptop ini ternyata punya potensi yang cukup untuk bisa diandalkan dalam berbagai skenario penggunaan. Hal ini karena ASUS Vivobook 14 A1404VAP menyimpan performa yang cukup untuk menjalankan sebagian besar aplikasi mainstream.

Bagaimana tidak? Laptop yang saya coba ini dibekali dengan prosesor Intel® Core™ 7 Processor 150U yang dipadukan dengan RAM DDR4 berkapasitas 8GB dan juga penyimpanan SSD NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 512GB.

Hasil uji ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Bukan Intel® Core™ i7 ya, tapi Intel® Core™ 7, yang merupakan generasi penerus dari Intel® Core™ i series. Untuk penjelasan tentang perbedaan diantara kedua prosesor ini sudah saya bahas bada video di bawah:

Berdasarkan pengujian saya, dapur pacunya tersebut mampu menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar. Termasuk ketika saya gunakan untuk melakukan multitasking dengan membuka beberapa tab browser dan aplikasi edit foto (Affinity Photo) secara bersamaan. Proses membuka aplikasi pun juga terasa gesit.

Selain karena prosesornya yang kencang, kemampuan dari penyimpanannya yang berkecepatan tinggi menjadi kunci agar prosesor bisa bekerja secara lebih optimal. Sebagai informasi, dalam pengujian yang saya lakukan, penyimpanan alias storage pada laptop ini memiliki kecepatan baca hingga 2800 MB per detik, serta kecepatan tulis hingga 5000 MB per detik.

Kecepatan SSD ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Hanya saja untuk urusan pengeditan video di Capcut, kemampuan laptop ini hanya masuk kategori “cukup” saja. Karena, kita harus menyesuaikan beberapa settingan, termasuk mengaktifkan proxy dan menurunkan resolusi preview video agar playback bisa berjalan dengan lancar.

Tapi berdasarkan asumsi saya, seharusnya aplikasi tersebut dapat dijalankan dengan lancar dan tanpa kendala jika kita melakukan upgrade RAM, paling tidak sampai 16 GB.

Pengalaman menggunakan ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Lalu, bagaimana dengan urusan baterai? Saya berkesempatan untuk mengujinya dalam dua skenario berbeda. Yang pertama adalah skenario penggunaan ringan. Pengujian ini saya lakukan dengan melakukan browsing menggunakan dua browser sekaligus yaitu Chrome dan Firefox.

Di Firefox, saya membuka 8 hingga 10 tab secara terus menerus untuk mencari referensi di internet. Sedangkan di Chrome, saya membuka 3 tab secara terus menerus untuk kebutuhan mengetik.

Dari skenario ini, daya tahan baterai yang didapat adalah sekitar 6 jam lebih 10 menit, dari 100% hingga baterai mencapai 15%. Pengujian tersebut saya lakukan dalam ruangan TIDAK BER-AC, dengan setting kecerahan layar dan suara adalah 25%, dan mengaktifkan mode hemat daya.

Daya tahan baterai ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Yang kedua adalah skenario penggunaan berat. Saya mengujinya dengan menjalankan aplikasi CapCut untuk melakukan editing video. Dengan setting kecerahan layar dan suara 25% dan TIDAK mengaktifkan mode hemat daya, baterainya berkurang dari 100% ke 78% ketika saya gunakan satu jam penuh.

Jadi kalau dikira-kira, dalam skenario ini mungkin baterainya baru akan habis setelah pemakaian sekitar 3 jam lamanya. Dengan catatan, saat itu saya hanya mengedit saja tanpa melakukan rendering video.

Tes baterai ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Dengan daya tahan baterai seperti ini, saya rasa kita bisa pede membawa ASUS Vivobook 14 A1404VAP untuk bekerja mobile dari pagi hingga sore tanpa membawa charger.

Oiya, dalam masa akhir pengujian, saya juga sering membiarkannya dalam keadaan sleep (tanpa shut down) selama berhari-hari berturut-turut, dan saya tidak menemukan kendala apapun. Kinerja masih gesit, sehingga saya pun dapat meneruskan pekerjaan yang ditinggalkan kemarin dengan lebih cepat.

Fitur Lainnya

Fitur lain yang ditawarkan oleh ASUS Vivobook 14 A1404VAP sebenarnya tak beda jauh dengan fitur yang dimilliki oleh laptop lain dari ASUS. Mulai dari fitur AI noise-cancelling dan background blur untuk video call, hingga aplikasi MyASUS untuk setting beberapa hal pada laptop. Termasuk juga setting untuk mengaktifkan opsi pengisian baterai agar mentok di 80%, agar masa pakai baterai bisa lebih lama.

Sekaligus juga agar baterai tetap aman walau dipakai secara terus-menerus sambil dicas. Karena ketika baterai sudah mencapai 80%, bisa dipastikan daya listrik sudah tidak dialirkan lagi ke baterai, melainkan langsung digunakan untuk memasok sistem.

Laptop ini juga sudah mengantongi sertifikasi military grade MIL-STD 810H, yang menunjukkan kalau ketahanan fisik dari laptop ini di atas rata-rata. Tapi bukan berarti ia bebas dibanting dan dilempar, sertifikasi ini hanya menunjukkan bahwa laptop masih bisa beroperasi dengan normal walau sudah disakiti secara fisik dan mental… Eh maksudnya .. Walau ditempatkan dalam kondisi di atas normal.

Tidak lupa, sistem operasi Windows 11 ORIGINAL serta aplikasi Microsoft Office Home & Student 2024 ORIGINAL juga sudah disertakan dalam laptop ini. Bagian kameranya juga sudah dilengkapi dengan penutup (webcam shield) untuk menghindarkan kita dari resiko “diintip” oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Dari segi kelengkapan port, laptop ini terbilang cukup lengkap. Mulai dari 1 buah USB 2.0 Type-A, 2 buah USB 3.2 Type-A, 1 buah USB 3.2 Type-C, HDMI, Combo Audio Jack, serta port khusus untuk charging.

Fitur dan keunggulan ASUS Vivobook 14 A1404VAP

Akhir Kata …

Sederhana, tapi punya potensi. Lagi-lagi kata itu yang bisa saya ungkapkan untuk ASUS Vivobook 14 A1404VAP. Walau secara fisik terlihat tidak begitu istimewa, nyatanya laptop ini siap untuk jadi andalan dalam berbagai situasi.

Fisiknya yang ringan dan baterai yang awet memudahkan kita untuk membawanya bekerja di mana saja. Layarnya yang soft dan ramah terhadap mata membuat betah untuk bekerja berlama-lama. Serta performanya yang oke, seolah siap untuk menjalankan berbagai aplikasi yang ada.

Hanya saja, kesan premium yang sedikit nanggung seolah membuat laptop ini terasa ada yang kurang. Tapi jika melihat posisinya yang sepertinya cocok untuk pekerja kantoran dan mahasiswa, hal ini seolah mengisyaratkan agar kita tidak perlu sungkan untuk mengajaknya bekerja keras di luar rumah.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai jumpa di review berikutnya.

BERIKAN KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini