Memilih Antara Laptop dengan Tablet: Poin Penting Yang Harus Dipertimbangkan – Bukan cuma kamu kok, saya pun pernah ada di posisi galau untuk memilih, apakah mending beli laptop atau tablet saja? Yap, pertimbangan ini sempat muncul karena beberapa alasan.
Pertama, saat itu saya berasumsi bahwa performa tablet sudah semakin baik, sehingga MUNGKIN bisa dijadikan sebagai perangkat pengganti laptop. Kedua, soal fleksibilitas. Tentu saja tablet jauh lebih mudah di bawa dan juga lebih mudah untuk dioperasikan dalam berbagai kondisi. Entah itu sambil duduk di meja kerja, sampai dipakai rebahan pun oke.
Lalu yang ketiga adalah soal keterbatasan budget. Saat ini, laptop dengan performa yang manusiawi baru akan bisa didapat jika memiliki budget minimal 6 juta rupiah. Itupun masih banyak kekurangan dari beberapa sisi. Mulai dari layar yang kurang oke, sampai dimensi yang tebal. Kalau mau yang manusiawi dari segala sisi, ya minimal siapkan dana 10 sampai 15 juta.
Sementara dengan budget yang sama, yaitu di kisaran 4 sampai 6 jutaan, kita bisa dapat tablet dengan spesifikasi performa yang tergolong sangat lumayan. Plus, dari segi layar pasti jauh lebih oke daripada laptop kelas mainstream ataupun laptop kelas entry level.
Apakah Tablet Bisa Menggantikan Laptop?
Kalau didasari oleh ASUMSI yang disebutkan di atas tadi, tablet terlihat SEOLAH bisa menggantikan peran laptop. Tapi kenyataannya ternyata tidak demikian. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, nyatanya tablet tidak bisa menggantikan peran laptop secara penuh.
Dalam arti, tablet mungkin masih bisa menjalankan beberapa tugas sederhana. Tapi untuk tugas yang lebih kompleks? Percayalah, pakai laptop jauh lebih nyaman! Dan kenyamanan tersebut saya rasa sangat berpengaruh terhadap produktifitas.
Jika budget bukan menjadi masalah, maka tablet bisa sangat bermanfaat sebagai perangkat pendamping laptop. Alias, akan lebih enak kalau punya dua-duanya. Atau, bisa juga memilih laptop dengan form factor detachable. Tapi biasanya, laptop seperti ini paling tidak dibanderol dengan harga 20 jutaan ke atas.
Namun jika budget adalah masalah utama, dan harus memilih antara laptop dengan tablet, maka ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli salah satunya.
Mending Beli Laptop atau Tablet? Pertimbangkan Poin Penting Ini!
Sebelumnya perlu diketahui bahwa apa yang saya tuliskan di sini berdasarkan pengalaman saya untuk mencoba menggantikan peran laptop dengan menggunakan tablet dengan harga 4 juta kurang sedikit. Jadi bisa dikatakan, tablet yang coba saya gunakan ini spesifikasi performanya berada di kelas menengah. Menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 7s Gen 2, RAM 8GB, serta penyimpanan 258GB UFS 2.2. Yang mana semua aplikasi pun bisa dijalankan dengan nyaris tanpa hambatan.
Ini penting untuk saya sampaikan sebagai patokan.
Walau begitu, ternyata tablet ini tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran laptop, khususnya dari segi kenyamanan saat mengoperasikannya. Nah, di sini, saya akan membahas beberapa poin penting tentang perbandingan antara laptop dengan tablet.
1. Kenyamanan Dalam Mengetik Panjang
Untuk urusan ini tidak perlu ditanya. Kehadiran keyboard fisik pada laptop jelas jauh lebih nyaman daripada harus mengetik di keyboard virtual pada tablet. Sebagai orang yang harus mengetik panjang untuk membuat naskah video ataupun tulisan di blog, saya sangat merasakan betapa lambatnya mengetik menggunakan tablet. Belum lagi soal resiko typo yang lebih besar. Lalu untuk melakukan pengeditan atau koreksi text pun agak lebih sulit.
Untuk mengakalinya, saya sudah coba menggunakan keyboard fisik eksternal (via bluetooth) dan juga mouse bluetooth. Kecepatan mengetik dan koreksi kata memang jauh meningkat. Tapi minusnya, kita hanya bisa menggunakan solusi ini dengan syarat, tablet beserta mouse dan keyboard harus diletakkan di permukaan meja. Dan hal ini tentu tidak fleksibel jika harus mobiling.
Ini tentu jauh beda dengan laptop yang bisa digunakan untuk mengetik panjang dengan nyaman, tanpa harus meletakkannya di atas meja.
Bagaimana jika menggunakan aksesoris berupa case yang ada keyboard-nya? Ini mungkin bakal lebih baik dan lebih fleksibel. Tapi tetap agak sulit jika ingin mengetik tanpa menggunakan meja. Karena sudut bukaan antara keyboard dengan layar tablet biasanya tidak akan bisa diubah-ubah layaknya layar laptop.
Dari sini bisa saya katakan bahwa menggunakan laptop jauh lebih nyaman untuk urusan ini.
2. Membuat dan Mengedit Dokumen Words & Excell
Untuk membuat dan mengedit dokumen Words ataupun Excell, saya merasa tablet masih bisa diandalkan. Dengan catatan, syaratnya adalah wajib menggunakan keyboard fisik tambahan.
Tapi entah kenapa, khusus untuk Excell, saya kok tetap merasa lebih nyaman pakai laptop sih. Cuman untuk poin ini tidak begitu krusial ya, jadi masih bisa ditoleransi.
3. Mengedit Foto
Untuk urusan edit gambar atau foto, kita harus bedakan dulu berdasarkan kebutuhan. Kalau pengeditannya itu sekadar untuk melakukan koreksi warna seperti mengubah saturasi, kontras, white balance, dan semacamnya, tablet masih bisa dijadikan andalan.
Malah kalau dibandingkan dengan laptop yang punya harga setara 4 sampai 6 juta, harusnya tablet justru lebih unggul dalam urusan ini. Mengingat, layar dari laptop dengan harga segitu biasanya masih menggunakan TN Panel yang tampilan warnanya sangat tidak cemerlang. Sedangkan pada tablet, layarnya jauh lebih oke dari segi ketajaman dan tampilan warna.
Namun, tablet akan terasa lebih ribet jika ternyata kita juga ingin melakukan resize (mengubah ukuran) gambar. Karena biasanya, urusan ini harus dilakukan pada aplikasi yang berbeda. Saat ini, saya belum menemukan aplikasi di tablet, terutama tablet Android, yang punya integrasi fitur custom resize setelah melakukan pengeditan foto. Jadi intinya tetap bisa, cuman lebih ribet aja.
Nah, untuk pengeditan gambar yang lebih kompleks, barulah menggunakan laptop terasa jauh lebih enak. Terutama untuk pengeditan gambar yang membutuhkan cukup banyak layer. BTW untuk pengeditan foto di laptop, saya sangat menyarankan untuk membeli aplikasi Affinity Photo saja daripada harus berlangganan atau membajak “aplikasi edit foto yang lebih terkenal” itu. Mengingat, membajak aplikasi itu cukup banyak resikonya, termasuk membuat laptop jadi lebih lemot, seperti yang sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang resiko membajak aplikasi laptop.
4. Mengedit Video
Selanjutnya, untuk urusan edit video ini juga harus dibedakan berdasarkan kebutuhan. Hadirnya aplikasi CapCut jelas merupakan penolong besar untuk mengedit video di perangkat tablet. Walaupun ya sekarang harus berlangganan sih, supaya bisa pake fiturnya dengan nyaman.
Kalau kebutuhanmu adalah membuat video-video pendek saja, maka melakukan pengeditan video menggunakan tablet saya rasa lebih nyaman, lebih cepat, dan lebih fleksibel. Fleksibel di sini dalam arti bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Karena kalau di laptop itu kan kita harus edit di atas meja supaya nyaman. Karena body laptop pasti akan terasa lebih panas dan kipasnya lebih ngebut. Plus, harus siaga di dekat charger. Karena laptop dengan harga 4 sampai 6 jutaan itu biasanya akan terasa sangat cepat habis baterainya saat digunakan untuk mengedit video. Sedangkan kalau edit video di tablet, baterainya masih bisa bertahan berjam-jam lamanya.
Tapi, kalau kebutuhanmu adalah mengedit video panjang dengan lebih dari 3 layer, plus harus banyak memotong-motong video, maka menggunakan laptop akan terasa lebih nyaman.
Ini karena melakukan pengaturan dan peletakan posisi layer akan terasa jauh lebih mudah jika dilakukan di laptop. Bahkan jika hal itu sama-sama dilakukan di aplikasi CapCut. Dan, perlu kamu tau bahwa sepertinya aplikasi CapCut di tablet Android itu memang dirancang untuk melakukan pengeditan video pendek saja. Karena jika ternyata kita ingin memasukkan file audio (voice over) dengan durasi kurang lebih 20 menit ke atas, maka audio itu tidak bisa terdeteksi oleh CapCut.
Belum lagi, kita wajib menggunakan versi Pro alias versi berbayar jika ingin memasukkan audio eksternal. Plus, dari segi performa pun terasa sangat berat jika mengedit video panjang dengan banyak potongan video / audio. Seberapa berat? Preview akan terasa sangat lemot, dan bahkan tidak jarang tablet akan nge-freeze, lalu aplikasi akan mengalami force close alias menutup paksa dengan sendirinya.
Bagaimana dengan laptop? Pertama, mungkin akan terasa agak lemot juga, tapi seharusnya jauh lebih mendingan. Supaya performanya agak lebih enak, saran saya, carilah laptop yang punya kriteria seperti yang sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang tips membeli laptop murah yang tidak lemot.
5. Mengelola Social Media
Untuk urusan ini, bisa saya katakan bahwa tablet akan menang telak. Karena selain bisa menginstal aplikasi dari masing-masing socmed, beberapa tablet juga sudah mendukung fitur cloning app yang memudahkan dalam mengelola lebih dari satu akun social media.
Belum lagi soal fleksibilitasnya, yang bisa online sepanjang waktu dan enak digunakan dalam kondisi apapun. Sehingga bisa dengan cepat melakukan update, ataupun menanggapi komentar-komentar yang masuk.
6. Multitasking
Nah, untuk urusan ini sebenarnya hampir seimbang, walaupun tetap lebih enak di laptop sih. Selama kamu mengikuti tips memilih laptop yang sudah saya sertakan di atas tadi, harusnya sih untuk urusan multitasking lebih enak di laptop ya.
Karena walaupun tablet Android sudah punya RAM 8 GB, dan bahkan ada gimmick RAM tambahan, pengalaman multitasking akan bergantung pada UI dari masing-masing tablet. Masalahnya, sebagian besar perangkat Android (termasuk tablet Android) itu punya UI yang kurang enak buat multitasking. Sehingga walau punya RAM besar, nyatanya aplikasi yang di-minimize masih sering loading ulang.
Hanya beberapa brand saja yang punya UI ramah multitasking pada perangkat Android. Termasuk yang paling saya suka adalah ZenUI dari ASUS dan ROG UI dari ROG Phone. Tapi masalahnya, mereka kan nggak punya tablet Android?! Jadi ya… Untuk urusan multitasking, mending pakai laptop deh.
7. Portabilitas
Untuk urusan ini, jelas tablet menang telak. Selain baterainya terasa lebih awet (dengan pembanding adalah laptop 4-6 jutaan), body tablet yang jauh lebih tipis akan sangat jauh lebih mudah untuk dibawa ke mana-mana, dan dioperasikan di manapun.
Selain itu, kemampuannya untuk bisa terus standby dalam keadaan online, juga membuatnya semakin memudahkan alur kerja. Terutama jika kamu memang butuh untuk terus online.
Hanya saja tentu kita jangan sampai lupa bahwa kebanyakan tablet yang beredar saat ini (termasuk tablet yang saya ujikan) hanya mendukung konektivitas Wi-Fi. Sehingga, kita harus terkoneksi ke Wi-Fi untuk bisa terus online. Tapi masalah ini bukan menjadi halangan jika ternyata kamu memilih tablet yang sudah punya konektivitas seluler.
8. Dukungan Aplikasi
Ini sangat penting untuk diperhatikan jika kamu membutuhkan aplikasi spesifik. Karena, aplikasi yang tersedia untuk perangkat laptop tidak selalu ada untuk perangkat tablet Android. Kecuali, jika kamu menggunakan tablet Windows ataupun laptop convertible, maka urusan ini tidak perlu dikhawatirkan.
Sebagai tambahan, aplikasi yang tersedia untuk perangkat tablet, biasanya adalah versi yang lebih simple daripada aplikasi yang tersedia untuk laptop. Sehingga, kalaupun kita menemukan aplikasi yang punya fungsi serupa dengan aplikasi di laptop, besar kemungkinan bahwa fiturnya akan jauh lebih sedikit.
Kesimpulan
Jadi, berdasarkan poin-poin yang sudah saya jelaskan, kamu lebih condong ke laptop atau tablet? Kalau saya pribadi sih merasa laptop masih jauh lebih bermanfaat daripada tablet. Meski kalah telak dari segi fleksibilitas dan portabilitas, nyatanya, ada jauh lebih banyak hal yang bisa dilakukan bersama laptop daripada bersama tablet.
Kecuali, jika kebutuhanmu hanya sebatas hal-hal di mana tablet bisa menang telak, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan perangkat tablet. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat agar kamu tidak salah pilih perangkat!










