Apa Itu Aperture Pada Kamera Serta Fungsinya?

Apa Itu Aperture Pada Kamera Serta Fungsinya?

33838
12
SHARE

Apa Itu Aperture Pada Kamera Serta Fungsinya? – Kali ini mimin akan membahas soal aperture sebagai lanjutan dari artikel tentang dasar fotografi. Sebelumnya kamu perlu tau bahwa sebenarnya mimin bukanlah seorang ahli di bidang fotografi, dan artikel ini hanyalah untuk berbagi ilmu dasar yang saat ini juga sedang mimin pelajari agar kita menjadi sedikit lebih paham soal hal ini.

Disini mimin akan membahasnya dengan menggunakan bahasa mimin sendiri yang lebih disederhanakan agar lebih mudah untuk dimengerti oleh kamu semua. Jadi bagi kamu yang merasa sudah ahli boleh melewati artikel ini dan mencari artikel lainnya, atau boleh juga membantu mengoreksi tulisan ini jika dirasa perlu. Baiklah, mimin rasa tidak perlu berpanjang lebar lagi dan kita langsung saja menuju TKP.

Aperture pada kameraAperture adalah bukaan diafragma pada lensa kamera. Biasanya nilai aperture ini ditandai dengan “f/angka”, misalnya f/22, f/11, atau pada smartphone biasanya terdapat di angka f/2.6 hingga f/1.8. Nah sekarang yang jadi pertanyaan lanjutan adalah apa arti huruf f/ beserta angka dibelakangnya itu? Angka dibelakang huruf f/ tersebut adalah nilai dari bukaan lensa atau diafragma pada lensa, yang mana semakin besar angka dibelakang f/ maka bukaan lensa akan semakin kecil dan begitupula sebaliknya. Hehe bingung ya? Oke mimin jelaskan lebih lanjut agar kalian lebih mengerti.

Menurut Wikipedia, besaran bukaan diafragma atau aperture merupakan hasil pembagian dari panjang fokus lensa atau focal length dengan nilai aperture itu sendiri. Misalnya jika focal length pada lensa adalah 100mm dan nilai aperture adalah f/4, maka itu artinya aperture akan terbuka dengan diameter 25mm (100 dibagi 4). Maka semakin kecil angka dibelakang f/, bukaan lensa akan semakin besar. Begitupun sebaliknya, semakin besar angka dibelakang f/ maka bukaan lensa akan semakin kecil. Baiklah, dari sini mimin anggap kalian sudah paham yaa.

Namun tidak semua lensa akan memiliki bukaan yang sama misalnya sebesar f/1.8 atau diatasnya karena adanya variasi focal length yang berbeda-beda sehingga batasan dari aperture dari tiap lensa pun berbeda. Pada kamera smartphone sendiri biasanya memiliki focal length di kisaran 2 sampai 4mm. Lalu apakah pengaruh dari nilai aperture ini? Silahkan perhatikan gambar dibawah ini.

Efek aperture pada kameraContoh gambar diatas adalah ilustrasi gambar atau foto yang diambil dengan settingan aperture yang berebeda beda. Gambar yang diambil dengan aperture atau bukaan lensa yang kecil akan terlihat lebih gelap jika dibandingkan dengan gambar yang diambil dengan aperture besar, dengan catatan settingan ISO dan shutter speed adalah sama. Mengapa bisa demikian?

BACA JUGA : Apa itu ISO?

Secara teori, bukaan lensa yang lebih besar akan memungkinkan lensa menangkap lebih banyak cahaya yang nantinya akan diteruskan menuju ke sensor. Jadi gambar yang diambil dengan settingan aperture besar akan terlihat lebih terang. Sekali lagi, dengan catatan settingan ISO dan shutter speed adalah sama.

f/22 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Gelap | f/11 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Lebih terang | f/2.0 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Paling terang

Jadi apakah itu artinya lensa dengan bukaan kecil berarti memiliki kualitas lebih jelek? Belum tentu. Itu tergantung pada kebutuhan kita dalam mengambil foto. Settingan aperture yang terlalu besar dengan keadaan pencahayaan yang terlalu cerah akan menyebabkan gambar terlihat terlalu terang dan itu bukanlah hal yang baik.

BACA JUGA : 3 Hal Utama Yang Mempengaruhi Kecerahan Foto (Segitiga Exposure)

Itu artinya memang aperture yang lebih besar bukan berarti akan menghasilkan gambar yang lebih baik. Apalagi dengan adanya varian atau settingan aperture ini akan memungkinkan kita untuk bisa bereksperimen dengan kamera dan menghasilkan gambar yang lebih kreatif seperti contohnya pada gambar dibawah ini.

Apa itu bukaan lensa kameraGambar diatas adalah contoh “konsekuensi” dari settingan aperture yang kita lakukan pada lensa kamera. Semakin besar aperture yang kita gunakan maka gambar akan memiliki efek DOF (Depth of Field) yang lebih pekat sehingga gambar akan telihat lebih berfokus pada objek yang kita bidik, sedangkan objek lain yang berada di depan atau belakangnya akan terlihat blur. Sebaliknya, jika kita melakukan setting aperture yang kecil maka fokus gambar akan lebih merata.

Biasanya, fotografer akan menggunakan bukaan lensa yang lebih besar ketika ingin memotret objek jarak dekat atau ingin memberikan efek blur pada objek lain yang tidak di fokuskan agar terlihat lebih dramatis #halah. Lalu aperture yang lebih kecil biasa digunakan untuk memotret landscape atau panorama sehingga fokus atau ketajaman gambar akan nampak lebih merata. Gambar dengan efek DOF yang berlebihan bukanlah hal yang baik pada keadaan tertentu, sehingga sekali lagi kita harus menyesuaikannya dengan kebutuhan kita.

Namun settingan aperture ini tidak akan kita temukan pada smartphone manapun yang beredar, setidaknya hingga tulisan ini dipublikasikan. Hemm mimin rasa cukup untuk penjelasan soal aperture kali ini. Semoga saja setelah mengetahui efek dan fungsinya, kamu jadi bisa lebih kreatif lagi dalam menghasilkan foto dari kamera mu. Silahkan jelajahi blog Techijau.com untuk mendapatkan berbagai informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat 😀

Sumber gambar : Wikipedia

12 COMMENTS

  1. Informasi nya bagus
    Just info huawei p 9 lite dah ada itu pengaturan manual di camera mode PRO seperti di DSLR jadi pake smartphone cameranya rasa DSLR
    Thanks

    • Iya Kak. Di beberapa hape lain juga bisa kok, Kak. Misal di beberapa model hape Oppo, Samsung, bahkan di semua ASUS Zenfone 3 series juga sudah mendukung pengaturan manual 😀

      Tapi tetep, setting aperture doang yang nggak bisa..

LEAVE A REPLY