Hape Kentang & Laptop Kentang? Maksudnya Apa Sih?

Hape Kentang & Laptop Kentang? Maksudnya Apa Sih? – Entah siapa yang memulai, tapi istilah laptop kentang dan juga hp kentang pasti sudah sering kita dengar. Ada banyak pendapat yang memperdebatkan soal apa itu hp kentang. Ada yang berpendapat bahwa istilah kentang itu adalah kependekan dari “kena tanggung”, dan ada pula yang punya berbagai pendapat lain.

Sejauh yang saya ketahui, julukan hp kentang ataupun laptop kentang adalah untuk meledek hape dan laptop yang punya kemampuan terbatas. Misalnya, ketika dipakai untuk main game yang agak berat, kinerja dari laptop dan hape tersebut tidak sanggup untuk menjalankannya dengan baik. Sampai-sampai jalannya permainan akan terasa sering ngelag.

Memang, hape dan laptop kelas entry level sudah pasti kentang. Tapi tidak semua hape dan laptop kentang adalah produk dari kelas entry level. Karena nyatanya, ada cukup banyak hp dan laptop dengan kelas lebih tinggi yang ternyata juga masih kurang mumpuni untuk menjalankan game atau aplikasi yang berat. Hingga mereka pun dianggap sebagai hp kentang atau laptop kentang.

Tidak ada patokan yang pasti dari sisi spesifikasi untuk membedakan apakah sebuah hape dan laptop akan layak dijuluki sebagai “kentang” atau tidak. Intinya sih kalau dianggap kurang mumpuni, ia bakal dicap sebagai “kentang”.

Tapi, Kenapa Harus Kentang?

Sebuah teori cocoklogi menyebutkan bahwa istilah kentang yang digunakan tersebut serupa dengan “potato head” alias “kepala kentang” yang diambil dari bahasa slang di Amerika. Istilah tersebut digunakan untuk mengolok-olok seseorang yang dianggap jelek, atau bodoh.

Teori cocoklogi lain juga menyebutkan bahwa bisa jadi istilah kentang ini berasal dari budaya Tionghoa untuk menyebut orang bodoh dengan sebutan Fānshǔ (番薯). Yang artinya adalah kentang manis, tapi sering disebut sebagai kentang saja.

Peter Richie Putra, sebagai orang yang mengemukakan teori tersebut juga menyebutkan bahwa dalam budaya Kanton, kata itu dijadikan makian kepada orang yang bodoh biasanya dengan berkata “dàfānshǔ” yang arti harfiahnya adalah kentang besar, dan maksudnya adalah orang yang sangat bodoh. Dan oleh karena kata “kentang” diidentikkan dengan bodoh, maka, hp atau laptop yang lemot juga dimaki dengan sebutan “kentang”.

Walau berbeda asal-muasalnya, tapi kedua teori tersebut sangat jelas merujuk kepada satu kesamaan, yaitu “bodoh”. Kalau pada manusia, orang akan dianggap bodoh jika ia memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengerti sesuatu. Sedangkan kalau pada perangkat elektronik seperti laptop, komputer, ataupun hape, mereka akan dianggap bodoh jika mereka punya keterbatasan dari segi kecepatan (lemot) dalam memproses perintah.

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P