Beranda Pengetahuan Dasar Apa Sih Bagusnya Layar OLED/AMOLED? Inilah Kelebihan & Kekurangannya!

Apa Sih Bagusnya Layar OLED/AMOLED? Inilah Kelebihan & Kekurangannya!

0

Apa Sih Bagusnya Layar OLED/AMOLED? Inilah Kelebihan & Kekurangannya! – Beberapa tahun belakangan ini, kita semakin sering menemukan laptop yang menggunakan panel layar OLED yang dijadikan sebagai nilai jual utama. Bahkan di ranah smartphone, sudah cukup banyak brand yang menyajikan panel layar AMOLED pada smartphone kelas menengah ke bawah. Hingga membuat sebagian orang sangat tergiur akan hal itu.

Yap, layar OLED dan AMOLED memang sangat menarik. Bahkan ada lho, calon konsumen yang ogah untuk membeli smartphone tertentu hanya gara-gara belum menggunakan panel AMOLED. Tapi di sisi lain, ada juga konsumen yang justru ingin menghindari layar OLED dan AMOLED ketika ingin membeli laptop ataupun smartphone. Yang mana dua sisi yang bertolak belakang ini kadang menimbulkan perdebatan tiada henti. Semacam tim bubur diaduk atau bubur tidak diaduk gitu deh.

Intinya, perdebatan ini adalah tentang pihak yang mengagungkan kelebihan dari layar OLED, versus pihak yang takut akan kekurangan dari layar OLED. Untuk itu, saya merasa perlu untuk membuat tulisan tentang kelebihan dan kekurangan dari layar OLED dan AMOLED, lalu menjabarkan poin penting yang disesuaikan dengan kebutuhan, agar kita bisa memutuskan apakah harus menggunakan layar OLED, atau justru menghindarinya.

Bedanya OLED / AMOLED dengan LCD Biasa

Oke, mulai dari sini, saya hanya akan menyebut OLED saja ya. Karena pada dasarnya, layar AMOLED itu juga berbasis dari OLED. Kita akan buka bahasan ini dengan penjelasan soal prinsip kerja panel layar OLED dengan panel LCD. Ini termasuk panel IPS dan juga TN Panel ya.

Jadi kita tau kan, kalau panel layar di laptop ataupun smartphone itu terdiri dari jutaan pixel yang jumlahnya tergantung dari resolusi layar itu sendiri. Buat yang belum tau, silakan mampir dulu untuk membaca tentang apa itu pixel pada layar.

Sederhananya gini. Kalau panel LCD, itu tiap pixel-nya hanya mampu berubah-ubah warna saja, tapi tidak bisa menghasilkan atau memancarkan cahaya sendiri. Sehingga, panel LCD akan butuh yang namanya lampu tambahan, yang biasanya diletakkan di bagian belakang dari lapisan LCD.

Bagaimana jika tidak ada lampunya? Maka tampilan layar bisa tidak terlihat apa-apa karena terlalu gelap. Ini ibarat seperti kita berusaha melihat kertas berwarna, di ruangan yang amat sangat gelap. Jadi walaupun berwarna, mata kita akan sangat kesulitan untuk melihat warnanya tanpa adanya penerangan alias cahaya.

Sedangkan panel layar OLED tidak seperti itu. Yang membuat panel layar OLED menjadi spesial adalah, tiap pixel dari layar OLED itu mampu menghasilkan atau memancarkan cahaya sendiri. Sehingga, dia tidak butuh yang namanya lampu tambahan untuk menerangi. Atau dengan kata lain, tiap-tiap pixel dari panel OLED itu ibarat lampu-lampu kecil yang bisa menyala dan berubah warna secara individual.

Nah, cara kerja yang berbeda inilah yang membuat panel layar OLED dan AMOLED punya beberapa keunggulan dibandingkan dengan panel LCD IPS ataupun TN Panel.

Kelebihan Layar OLED

Berkat prinsip kerjanya itu, salah satu kelebihan layar OLED adalah ia akan lebih hemat daya jika lebih sering menampilkan warna gelap dan warna hitam.

1.Lebih Hemat Daya

Jadi, ketika menampilkan warna gelap, bagian pixel yang menampilkan warna gelap tersebut akan menyala lebih redup. Bahkan jika menampilkan warna hitam, pixel di layar OLED akan benar-benar dimatikan.

Belum kebayang? Oke, mari kita ambil contoh dalam penggunaan sehari-hari. Kita tau kan, bahwa saat ini sudah banyak aplikasi yang memiliki “dark mode” alias “mode gelap”? Yang mana dalam mode gelap, tampilan aplikasi akan dominan menampilkan warna gelap atau bahkan hitam. Hanya huruf-huruf dan gambar saja yang menampilkan warna terang`.

Nah, dark mode ini sendiri sebenarnya sangat menguntungkan bagi pengguna layar OLED. Oleh karena sebagian besar tampilannya berwarna hitam, itu artinya, sebagian besar pixel pada layar OLED akan dipadamkan. Dan pixel hanya akan dinyalakan pada bagian yang menampilkan gambar atau huruf saja. Dan karena banyak pixel yang tidak dinyalakan, otomatis konsumsi daya jadi bisa lebih sedikit kan?!

Begitupun sebaliknya. Jika aplikasi menggunakan mode normal yang dominan menampilkan warna putih dan huruf-huruf berwarna hitam, maka pixel yang menampilkan huruf saja yang akan dimatikan. Sedangkan yang lain akan terus dinyalakan untuk memancarkan warna putih.

Ini jelas berbeda dengan panel IPS atau LCD lainnya. Karena walau menampilkan warna gelap atau warna hitam, lampu utama yang menerangi seluruh layar harus tetap dinyalakan. Sehingga, mau menampilkan warna apapun, panel layar LCD akan tetap memiliki konsumsi daya yang sama saja. Hanya tingkat kecerahan saja yang bisa berpengaruh pada konsumsi daya dari panel ini.

Contoh lain yang bisa kita temukan dalam penggunaan sehari-hari adalah fitur Always-On Display. Jadi, meskipun panel layar terus menampilkan jam ketika dalam keadaan layar terkunci, konsumsi daya dari panel OLED tetaplah bisa hemat. Karena dalam keadaan layar terkunci tersebut, bagian pixel yang menyala hanyalah pada bagian yang menampilkan huruf (jam) saja. Sedangkan sebagian besar lain yang menampilkan warna gelap akan dimatikan.

Maka, fitur Always-On display sendiri sebenarnya hanya akan ideal jika diterapkan pada perangkat yang menggunakan panel layar OLED.

2. Warna Lebih Pekat, Kontras & Warna Hitam Lebih Pekat

Kondisi yang disebut di atas juga membawa kita pada kelebihan nomor dua dari panel layar OLED, yaitu lebih mampu menampilkan kontras warna yang lebih baik, serta warna hitam yang lebih pekat. Sehingga, seolah-olah tampilan layarnya terlihat lebih tajam.

Hal ini karena tiap-tiap pixel pada layar OLED bisa lebih bebas untuk meredupkan, menerangkan, atau bahkan mematikan cahaya ketika menampilkan warna-warna yang berbeda. Sehingga perbedaan warna dalam satu frame bisa terlihat sangat jelas berbeda. Dan warna hitam pun bisa terlihat lebih gelap, karena pixel yang menampilkan warna hitam akan benar-benar dimatikan.

Ini jelas berbeda dengan panel LCD yang masih harus terus menyalakan lampu utama, walau ada beberapa bagian layar yang menampilkan warna hitam atau gelap. Makanya, kontras warna yang ditampilkan oleh panel LCD tidak sebaik panel OLED. Bahkan ketika menampilkan warna hitam, yang terlihat tidaklah benar-benar hitam, kan? Melainkan terlihat agak sedikit keabu-abuan. Itu karena masih ada efek pencahayaan dari lampu utama yang “bocor” walau LCD menampilkan warna hitam.

3. Warna Lebih Kaya

Kemampuannya untuk bisa menampilkan warna secara bebas di tiap pixelnya, membuat panel OLED mampu menghasilkan tampilan warna yang lebih kaya. Berbagai warna gelap yang tidak mampu ditampilkan oleh panel LCD, dapat dengan mudah ditampilkan oleh panel OLED. Dengan demikian, jumlah warna yang bisa dihasilkan pun lebih beragam. Semua hal ini juga yang membuat panel OLED lebih enak dipandang.

Tapi walau mampu menampilkan lebih banyak warna, bukan berarti tampilan warnanya bakal 100% akurat. Karena untuk urusan ini, tergantung dari kalibrasi warna yang diterapkan oleh masing-masing brand smartphone ataupun laptop. Maka jangan heran kalau ada beberapa sertifikasi seperti PANTONE Validated atau yang lainnya. Yang mana sertifikasi semacam itu menunjukkan kalau warna yang ditampilkan oleh panel layar sudah dipastikan akurat, berdasarkan standar-standar yang sudah ditetapkan.

4. Lebih Tipis & Fleksibel

Oleh karena tidak membutuhkan lapisan tambahan berupa lampu, maka panel layar OLED memungkinkan perangkat untuk dibuat lebih tipis. Selain itu, layar OLED sendiri sebenarnya sangat lentur seperti plastik. Sehingga, ia bisa dibentuk sedemikian rupa, tergantung kemauan dari si pembuat perangkat. Mulai dari layar yang dibuat melengkung (curved display), hingga hp lipat macam Samsung Galaxy Flip atau Fold.

5. Response Time Sangat Cepat

Panel layar OLED juga dikenal memiliki response time yang sangat cepat. Maksudnya adalah, setiap pixel dari panel ini mampu berubah warna dengan lebih cepat dibanding panel LCD pada umumnya. Efek yang bisa kita rasakan adalah, tampilannya akan lebih enak dilihat ketika sedang menampilkan gambar bergerak, termasuk saat scrolling social media. Karena hampir tidak ada efek ngeblur pada saat layar menampilkan gambar bergerak tersebut. Sehingga, gambar yang ditampilkan bisa terlihat lebih detail.

Urusan response time ini yang juga menjadi salah satu daya tarik panel OLED bagi para gamers. Karena semakin cepat response time layar, maka pergerakan dalam game bisa terlihat lebih tajam, dan detail. Selain itu, efek motion blur yang minim juga meminimalisir efek pusing hingga mual pada saat bermain game dengan pergerakan cepat.

Kekurangan Layar OLED

Meski terdengar sangat menarik, tentu saja panel OLED juga memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan. Yang mana, berbagai kelemahan inilah yang membuat calon konsumen menjadi berpikir ulang sebelum memutuskan untuk membeli perangkat yang menggunakan layar OLED.

1. Harganya Mahal

Oleh karena teknologinya tergolong lebih baru dan lebih sulit untuk diproduksi dibandingkan LCD, maka sudah pasti harganya lebih mahal. Bahkan tak jarang harganya itu bisa hampir setengah harga smartphone baru, jika digunakan pada smartphone kelas menengah ke bawah.

Memang, urusan harga ini akan tergantung pada seberapa besar ukuran layar dan juga seberapa tajam resolusinya. Namun yang jelas, harga dari panel OLED ini terkadang bisa mencapai dua kali lebih mahal daripada panel LCD.

Maka jika perangkat dengan layar OLED mengalami kerusakan, sudah pasti kita harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Inilah yang menjadi kekhawatiran utama bagi mereka yang berniat membeli perangkat dengan panel OLED.

2. Resiko “Burn In”

Salah satu masalah yang paling terkenal pada layar OLED adalah resiko terjadinya “burn in”, atau sebagian orang juga menyebutnya sebagai “shadow”. Yaitu kondisi di mana terdapat gambar, corak, tulisan, atau apapun itu, yang seolah tercetak permanen di satu atau beberapa bagian layar. Seolah ada “bayangan” dari gambar yang selalu muncul, ketika layar sedang menyala. Inilah kenapa orang menyebutnya sebagai “shadow” (bayangan).

Biasanya, hal ini terjadi karena ada beberapa pixel yang “terbakar”, akibat menampilkan gambar statis terlalu lama dan dalam jangka panjang. Apalagi jika kecerahan layar selalu diset pada level yang tinggi.

Agar lebih jelas, gambar statis yang dimaksud di sini adalah gambar yang itu-itu saja, yang ditampilkan terus-terusan dalam waktu yang lama dan berkelanjutan. Misalnya seperti gambar atau icon-icon yang ada di homepage, yang biasanya akan sangat sering ditampilkan pada layar.

Walau demikian, biasanya resiko ini baru akan muncul setelah penggunaan lebih dari 2 tahun, atau tergantung dari kebiasaan pemakaian kita. Yang artinya, ia bisa menimpa lebih cepat, atau lebih lambat. Ingat, kuncinya adalah gambar statis! Maka, usahakan untuk tidak menampilkan gambar statis terlalu lama jika perangkatmu menggunakan layar OLED.

Saya pribadi menerapkan beberapa kebiasaan untuk bisa terhindar dari masalah ini. Pertama, saya akan segera mematikan atau mengunci layar jika tidak ada keperluan lagi dengan perangkat (baik hape maupun laptop).

Dan kedua, saya biasanya akan menyiapkan sebuah gambar polos berukuran besar berwarna full hitam pada laptop dengan layar OLED. Lalu, gambar itu akan saya buka dan tampilkan dalam mode full screen jika saya merasa sudah terlalu lama bekerja dengan aplikasi yang itu-itu saja. Tujuannya adalah agar pixel pada layar bisa diistirahatkan dengan cara menampilkan warna hitam.

Cara ini juga saya pakai jika saya harus AFK beberapa saat, namun ingin agar laptop tetap menyala. Sehingga, laptop bisa tetap beroperasi dan standby, namun layar bisa diistirahatkan dengan cara menampilkan gambar full berwarna hitam.

Berdasarkan rumor yang beredar, ada yang mengatakan bahwa sebenarnya kita bisa mengatasi masalah burn in pada panel OLED. Yaitu dengan cara menampilkan warna putih dengan kecerahan tinggi selama berjam-jam. Dengan harapan bisa “membakar” atau memanaskan seluruh bagian layar, termasuk bagian yang terkena shadow. Hingga seolah-olah, aksi memanaskan itu akan “menghapus” shadow yang ada dengan shadow berwarna putih.

Saya tidak bisa memastikan apakah cara ini benar efektif atau tidak. Jadi kalau kamu mau coba, resiko ditanggung sendiri ya!

3. Degradasi Warna Seiring Waktu

Jika terlalu sering menyalakan layar dalam waktu yang sangat lama, maka akan ada resiko di mana panel layar OLED akan menurun kualitas tampilan warnanya. Warna akan terlihat memudar, serta keseimbangan warna jadi bergeser. Pergeseran keseimbangan warna ini biasanya terjadi karena sub-pixel berwarna biru yang cenderung memiliki umur lebih pendek.

Diketahui bahwa gejala ini akan semakin cepat terjadi jika kita terlalu sering melakukan set kecerahan layar di level yang tinggi, dalam jangka panjang, Sebenarnya masalah seperti ini baru akan muncul jauh, bertahun-tahun setelah pemakaian. Yang mana mungkin saja ketika kondisi seperti itu sudah menimpa, kamu sudah siap dengan budget untuk mengganti perangkat dengan yang baru.

Jadi bagi kamu yang memang berencana untuk menjadikan perangkat dengan layar OLED sebagai investasi jangka pendek (4 tahun ke bawah), maka seharusnya kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal ini. Hanya saja, memang resiko ini sangat menghantui bagi mereka yang berencana untuk menggunakan perangkat dalam jangka yang sangat panjang (5 tahun ke atas).

4. Beresiko Mengalami “Light Saber”

Mungkin kita sudah sering mendengar istilah “light saber” pada perangkat smartphone yang memakai panel layar AMOLED. Dan sejauh ini, sepertinya memang masalah tersebut jauh lebih sering menimpa smartphone daripada laptop.

Besar kemungkinan, fenomena ini terjadi karena desain layar smartphone yang menjadi satu dengan berbagai komponen lain yang menghasilkan panas. Pasalnya, salah satu faktor yang bisa menyebabkan munculnya masalah ini adalah akibat panas yang berlebih. Maka jangan heran jika ada hp yang tiba-tiba muncul light saber setelah melakukan pembaruan sistem. Karena proses tersebut biasanya akan membuat “mesin” smartphone jadi bekerja lebih keras.

Meski begitu, bisa saja ada faktor lain yang belum diketahui secara pasti.

Jadi, Kamu Tim Yang Mana?

Segala keunggulan panel OLED dan AMOLED memang sangat menggiurkan dan memanjakan mata. Bahkan jujur saja, saya pribadi juga sangat menyukai panel layar tersebut. Saya ingat betul bagaimana rasanya ketika sudah terbiasa menggunakan laptop dengan layar OLED, lalu tiba-tiba harus memakai laptop dengan layar IPS. Kesannya tuh seolah layar IPS terlihat lebih pucat warnanya.

Padahal setelah membiasakan kembali memakai layar IPS, tampilan warnanya itu nggak buruk kok. Jadi emang panel OLED aja yang terlalu bagus.

Di sisi lain, berbagai problematika yang menghantui panel layar OLED juga membuat konsumen berpikir dua kali untuk memilihnya. Apakah resikonya sepadan dengan kualitas tampilan yang ditawarkan? Apakah perlu untuk menggunakan panel OLED?

Supaya tidak bingung, mungkin apa yang saya tuliskan di sini bisa membantu kamu untuk memutuskan. Jika kamu adalah orang yang sangat membutuhkan kualitas layar, yaitu pekerja yang sering berkutat dan bergantung dengan urusan visual (seperti desainer, fotografer, dll), maka perangkat dengan layar OLED bisa menjadi investasi yang layak dipertimbangkan.

Dengan catatan, pastikan produktivitas dan kualitas kerjamu jadi meningkat jika sudah menggunakan perangkat dengan layar OLED. Supaya kamu bisa punya spare budget untuk membeli perangkat baru jika masa pakai sudah habis. Atau bagi kamu yang tidak mempermasalahkan soal budget, maka tidak ada salahnya memanjakan mata dengan tampilan visual dari panel OLED.

Namun jika budget adalah pertimbangan utama, atau kamu belum yakin apakah perangkat dengan panel OLED bisa membantu meningkatkan produktivitas secara signifikan, maka tidak ada salahnya kok memilih layar IPS. Toh panel IPS jauh dari kata buruk dan masih sangat enak untuk dipandang.

BERIKAN KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini