Tips Merawat Baterai Li-Ion Pada Smartphone

Tips Merawat Baterai Li-Ion Pada Smartphone

2872
0
SHARE

Tips Merawat Baterai Li-Ion Pada Smartphone – Setiap gadget yang beredar di pasaran saat ini hampir bisa dipastikan selalu memiliki baterai sebagai penunjang hidupnya, agar dapat tetap beroperasi tanpa harus terhubung ke kabel listrik. Untuk handphone, smartphone, dan PC tablet misalnya, sebagian besar dari perangkat tersebut menggunakan baterai berjenis Lithium, baik itu Lithium Ion (Li-Ion) maupun Lithium Ion Polymare (Li-Po).

Merawat bateraiJenis baterai sendiri dapat kita lihat pada label-label yang terdapat pada baterai, biasanya akan terlihat saat kita membuka casing belakang dari perangkat yang kita gunakan. Kebetulan nih, kalau misalnya baterai dari perangkat yang kamu gunakan berjenis Li-Ion, maka kamu boleh melanjutkan untuk membaca tulisan ini karena disini mimin akan membahas soal tips perawatan baterai berjenis Li-Ion yang mungkin bisa kamu terapkan untuk mengoptimalkan masa pakai yang dimilikinya. Oke, kita langsung ke TKP yuk! 😀

BACA JUGA : Tips merawat baterai Li-Po pada smartphone

Pemakaian pertama

Saat baru membeli ponsel atau gadget lainnya, banyak yang mengira bahwa baterai di gadget tersebut haruslah di charge atau di isi ulang selama 6 hingga 8 jam. Tapi sepertinya hal itu tidaklah perlu dilakukan. Kenapa? Karena perlakuan untuk melakukan isi ulang atau charging selama itu hanya berlaku pada baterai berjenis NiCad / NiMH yang biasa digunakan pada ponsel jaman dulu, sedangkan ponsel dan gadget jaman sekarang ini hampir dipastikan sudah tidak ada lagi yang menggunakan kedua jenis baterai tersebut, sehingga kita tak perlu lagi melakukan tindakan macam itu.

BACA JUGA : Perbedaan jenis baterai

Dan berdasarkan pengalaman mimin, tidaklah penting untuk mengecas baterai terlalu lama saat penggunaan pertama baterai berjenis Li-Ion, bahkan justru sangat disarankan untuk menghindarinya. Mengapa? Karena itu akan menyebabkan overcharging yang justru akan memperpendek umur baterai. Jadi untuk pemakaian pertama, cukup isi baterai hingga indikator menunjukkan baterai telah penuh saja.

Perawatan selanjutnya

Yang paling penting dari baterai jenis ini (dan juga jenis lain, sebenarnya) adalah cara / kebiasaan dari pemakaian dalam jangka panjangnya. Perlu diketahui bahwa baterai Li-Ion memiliki umur atau masa pakai berdasarkan seberapa sering ia di isi ulang / di cas (biasanya 1000x) jadi saran mimin adalah jangan terlalu sering mengisi ulang baterai jenis ini! Kita harus pandai-pandai untuk menghemat baterai agar kita dapat menjadwal kapan seharusnya baterai di isi ulang.

BACA JUGA : Tips menghemat baterai pada Android

Sekali kamu melakukan charging atau mengisi ulangnya, usahakan untuk tidak mencabut / melakukan dischage sebelum baterai terisi penuh. Karena berdasarkan sumber yang mimin baca, ketika kita mengisinya hingga setengah penuh, lalu dicabut dan mencharge nya kembali hingga penuh, itu akan dihitung 2x charging, sehingga akan memperpendek masa pakainya.

Isilah baterai saat perangkat menunjukkan pemberitahuan low baterry (baterai lemah), tapi hindari untuk membiarkannya hingga mati. Lalu silahkan lepas konektor charger (discharge) dari perangkat saat baterai sedah benar-benar penuh. Hal ini untuk memaksimalkan penggunaannya.

Hindari untuk membiarkannya di isi ulang semalaman, kecuali jika charger sudah mendukung fitur auto discharge alias memutus daya secara otomatis ketika daya pada baterai sudah penuh, yang biasanya sekarang ini sudah hadir pada perangkat kelas menengah kebawah. Mengisinya secara berlebihan tidak akan menambah waktu stand by dari baterai ini, bahkan sebaliknya, justru perlakuan seperti itu dapat menyebabkan baterai overcharging yang akan memperpendek umur pemakaiannya.

Dan terakhir yang tidak kalah penting, sebaiknya matikan gadget saat mengisi ulang, atau setidaknya hindari untuk menggunakannya untuk hal-hal yang berat saat sedang diisi ulang. Ini untuk menjaga suhu baterai agar tidak terlalu panas. Yup, jagalah agar suhu baterai tidak terlalu tinggi, karena menurut mimin, panas adalah musuh utama dari semua baterai yang akan berpengaruh pada umur dan kinerja baterai dan menyebabkan baterai cepat kembung.

BACA JUGA : Baterai Hape Kembung? Adakah Cara Untuk Memperbaikinya?

Perlakuan yang tepat dapat menjauhkan baterai dari kerusakan dini, sehingga masa pakainya pun akan lebih optimal. Tetapi sekarang ini sepertinya teknologi pengamanan untuk baterai sudah semakin baik, sehingga kita dapat terhindar dari masalah-masalah yang mungkin terjadi, serta tak lagi terlalu direpotkan dengan hal-hal yang sudah mimin sebutkan diatas.

Namun rasanya akan lebih baik jika kita melakukan pencegahan, bukan? Maka, mungkin tips-tips diatas bisa kamu terapkan pada perangkatmu, khususnya jika perangkat yang kamu gunakan ada di kelas entry level. Oke, sekian dulu deh untuk posting kali ini. Silahkan jelajahi blog Techijau.com untuk mendapatkan berbagai informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 😀

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY