Laptop Mahal vs Laptop Murah, Bedanya Apa?

Laptop Mahal vs Laptop Murah, Bedanya Apa? – Jadi beberapa waktu lalu saya sempat gemas melihat komentar netizen di social media. Saat ada bahasan mengenai laptop, tiba-tiba ada seseorang yang berkata untuk tidak membeli laptop merk tertentu karena lemot. Ada juga yang berkomentar bahwa laptop merk yang lain lagi, baterainya cepat habis alias boros.

Padahal, kita nggak bisa menggeneralisir kualitas dari sebuah merk hanya dari satu produknya saja. Terlebih jika ternyata produk yang dijadikan patokan itu adalah produk di kelas entry level. Yaa kalo gitu mah emang harap maklum.

Lucunya, ketika ditanya soal TIPE dari laptop yang mereka pakai, ternyata mereka beneran pakai yang kelas entry level. Ada juga yang ternyata pakai seri Netbook. Ya jelas lemot lah😂.

Hal inilah yang menggugah keinginan saya untuk membuat postingan yang membahas tentang perbedaan antara laptop murah dengan laptop mahal.

Tiap Merk Pasti Punya Banyak Tipe

Kita tentu tau bahwa semua merk laptop pasti punya banyak sekali tipe, yang harganya pun bervariasi. Ada yang harganya murah, sedang, mahal, sampai yang mahal banget seharga mobil pun juga ada. Dan tentu ada alasannya. Karena masing-masing tipe, biasanya akan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dan memang mereka ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda pula.

Saking banyaknya tipe produk dan juga target pasar yang dituju, beberapa brand laptop bahkan harus memberikan sub-brand dari produk laptopnya. Misalnya adalah ASUS Vivobook dan juga ASUS Zenbook. Tapi di sini saya tidak akan membahas soal brand secara khusus, melainkan berlaku untuk semua brand laptop.

5 Keunggulan Laptop Mahal Dibanding Laptop Murah

Perbedaan laptop mahal dan murahBerdasarkan pengalaman saya pribadi dalam mencoba memakai laptop yang paling murah sampai yang seharga motor Honda CBR250RR, berikut adalah hal-hal yang membuat laptop mahal terasa lebih unggul.

1. Performa

Dari segi performa sih udah jelas banget ya. Sebuah laptop itu punya yang namanya prosesor (CPU) yang memegang peranan penting atas performa. CPU ini ibarat otak dari laptop. Dan CPU punya berbagai karakteristik dalam hal performa dan juga konsumsi daya. Yaa mirip lah seperti mesin pada mobil dan motor. Semakin kencang performanya, tentu akan semakin mahal juga.

Dari sini mestinya kita sudah paham. Bahwa jangan berharap banyak pada netbook dan laptop kelas entry level (kisaran 3-4jutaan). Karena sudah pasti menggunakan CPU yang lemot. Lalu, laptop yang murah biasanya masih menggunakan penyimpanan berjenis HDD. Sedangkan untuk dapat merasakan performa yang lebih baik, sangat disarankan untuk memilih laptop dengan penyimpanan berjenis SSD. Dan biasanya, hal ini baru akan ditemukan pada laptop yang lebih mahal. Alasan mengapa disarankan untuk memilih laptop dengan penyimpanan berjenis SSD sudah pernah saya bahas pada tulisan tentang perbandingan antara HDD vs SSD.

Jadi jangan salah kaprah ya! Karena kebanyakan orang hanya memandang dari segi RAM nya saja. Dan beranggapan bahwa jika laptop punya RAM besar, maka otomatis performanya akan kencang. Padahal, belum tentu demikian. Silakan pahami dulu tentang fungsi RAM pada laptop dan smartphone.

Nah, pada laptop yang dibanderol dengan harga 14 jutaan keatas, biasanya akan memiliki karakteristik CPU yang berbeda lagi. Ada yang menggunakan CPU gesit namun hemat daya (biasanya pada laptop berjenis Ultrabook), ada juga yang menggunakan CPU yang sangat ngebut namun boros listrik (biasanya pada laptop gaming). Penggunaan karakteristik CPU yang berbeda ini adalah salah satu poin utama yang membedakan antara laptop biasa dengan laptop gaming.

2. Baterai

Laptop di kelas entry level hingga mainstream biasanya akan memiliki daya tahan baterai yang biasa saja dan apa adanya. Bahkan tak jarang ada laptop yang hanya sanggup bertahan selama kurang dari 3 jam, sebelum kemudian harus diisi kembali. Yang mana normalnya, laptop bakal memiliki daya tahan baterai di kisaran 4 jam. Iya, beda tipis sih ya. Tapi lumayan berasa.

Ada sih laptop yang daya tahan baterainya bisa sampai 8 atau bahkan 10 jam. Tapi yaa gitu, harganya nggak murah. Biasanya baru akan bisa kita temukan pada laptop dengan harga mulai dari 10 jutaan, dan diatasnya. Dengan catatan, laptopnya itu bukan laptop gaming loh ya!

3. Fisik

Semakin mahal laptop, biasanya akan memiliki fisik yang semakin baik. Bukan hanya dari segi keindahan desain, tapi juga dari sisi material yang digunakannya. Selain itu, beberapa brand laptop juga akan memberikan laptop dengan fisik yang lebih ringkas pada laptop yang lebih mahal.

Dalam arti, ukuran atau dimensi fisiknya tidak sebesar laptop kelas 7 jutaan kebawah, walau menggunakan ukuran layar yang sama. Sehingga nampak lebih kecil dari yang seharusnya. Tapi sekali lagi, ini tidak berlaku untuk laptop gaming yaa! Walaupun jaman sekarang memang ada sih laptop gaming yang punya ukuran fisik yang lebih ringkas. Tapi tetap saja, tidak seringkas laptop biasa. Dan harganya pun biasanya diatas 20 jutaan.

4. Detail Kecil Lainnya

Keunggulan laptop mahal dibanding laptop murahLaptop mahal bukan hanya sekadar karena CPU nya berbeda. Tetapi juga mungkin ada detail kecil lain yang disematkan. Dan membuat harganya pun melonjak.

Yang paling umum, biasanya akan kita temukan mulai dari bagian layar. Perlu kamu tau bahwa tidak semua layar itu sama. Pada laptop yang lebih murah, biasanya akan menggunakan layar dengan tampilan warna yang biasa saja. Urusan warna ini biasanya akan bergantung pada jenis layar. Laptop yang lebih mahal, biasanya akan menggunakan layar berjenis IPS. Dan perhatikan juga soal reproduksi layar alias “color gamut” nya, yang merepresentasikan kemampuan layar dalam menampilkan warna.

Laptop yang lebih murah, biasanya hanya akan menggunakan TN Panel yang hanya mampu menampilkan hingga 45% sRGB color gamut. Sedangkan laptop yang lebih mahal biasanya sudah memiliki layar yang mampu menampilkan warna 100% sRGB color gamut. Di kelas profesional, ada pula laptop yang mampu menampilkan warna sampai 100% Adobe RGB, atau bahkan diatasnya.

Masih dari segi layar. Khusus untuk laptop gaming, seri yang lebih mahal biasanya akan memiliki refresh rate layar yang lebih tinggi ketimbang laptop standar yang hanya memiliki refresh rate 60Hz. Tapi ya kalau laptop gaming kelas entry level sih, biasanya akan tetap pakai layar 60Hz. Silakan baca tulisan tentang apa itu refresh rate pada layar jika kamu belum paham soal ini.

Lebih lanjut, detail kecil lain yang biasanya akan kita dapatkan dari laptop mahal adalah dari segi kenyamanan. Kenyamanan di sini bisa dari sisi kenyamanan saat digunakan mengetik, pengalaman yang lebih baik untuk multimedia ataupun kenyamanan saat dibawa kemana-mana. Khususnya untuk laptop ultrabook di kelas premium. Yang biasanya akan menawarkan fisik yang lebih mungil dan lebih ringan. Walaupun mungkin selisih bobotnya hanya lebih ringan 100 gram sampai 400 gram dari laptop biasa, tapi beneran deh, itu berasa banget bedanya.

5. Fitur

Laptop mahal vs laptop murahSebenarnya poin nomor 4 tadi itu sudah termasuk kelebihan dari segi fitur. Akan tetapi, ada juga loh brand laptop yang bahkan memberikan fitur yang lebih unik pada laptop mahalnya. Yang paling mudah untuk kita temukan ada pada laptop ASUS di seri Zenbook dan ROG nya. Beberapa tipe ASUS Zenbook dan ROG akan membawa fitur unik yang tak bisa kita temukan pada laptop biasa. Sebut saja fitur NumberPad, ScreenPad (dual screen), hingga ScreenPad Plus. Ya tapi sekali lagi, harganya jelas nggak murah ya.

Akhir Kata ..

Nah, itulah beberapa poin yang menjadi faktor pembeda antara laptop murah vs laptop mahal. Intinya sih ya jangan disamaratakan lah. Karena setiap brand laptop pasti punya tipe-tipe yang bagus, dan juga yang jelek. Kalau kamu pakai brand X dengan tipe yang murah, sudah pasti bakal lebih jelek daripada brand Z dengan tipe lebih mahal. Dan itu bukan berarti brand X itu jelek semua.

Belum lagi ke soal perawatan dan juga aplikasi yang diinstal. Karena, itu juga bakal ngaruh ke performa laptop. Kalau dari sisi keawetan produk, kita juga nggak bisa tau. Karena dari setiap brand, pasti akan adaaaa aja dua-tiga tipe yang merupakan produk gagal dan nggak awet.

Jadi, semoga tulisan ini bisa memberi pencerahan buat kita semua ya. Kalau misalnya ada yang harus dikoreksi, nggak usah sungkan buat meninggalkan komentar. Semoga bermanfaat! 🙂

Pandu Dryad
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P