Home Pengetahuan Dasar Samsung Made In Vietnam, Asli Atau Palsu?

Samsung Made In Vietnam, Asli Atau Palsu?

110808
241
SHARE
Samsung Made In Vietnam, Asli Atau Palsu? – Beberapa waktu lalu mimin mendapati beberapa pengguna yang bertanya soal keaslian perangkatnya. Mereka mulai mencurigai atau meragukan keaslian dari perangkatnya tersebut ketika mereka mengetahui atau membaca label “Made in (Nama Negara)” pada dus perangkatnya. Seperti salah seorang pengguna perangkat Samsung Galaxy yang tidak mimin sebutkan namanya ini misalnya, ia sempat mengemukakan pertanyaan seperti berikut:

Samsung yang asli itu “made in” mana sih? Kok punyaku Made in Vietnam ya? Itu asli gak?

Bagi pengguna awam, pertanyaan macam ini memang cukup sering diajukan. Tidak mengherankan karena pastilah mereka khawatir tentang keaslian atau mungkin kualitas produk yang telah mereka beli dan gunakan.

Nah disini, mimin akan coba untuk mengulas sedikit lebih jauh soal masalah “made in” tersebut agar kamu para pembaca bisa lebih memahami arti dari kata tersebut. Kata “made in” dalam bahasa Indonesia berarti “dibuat di”, sehingga jika terdapat tulisan semisal “Made in Vietnam” itu artinya barang tersebut dibuat di negara Vietnam.
Label produk made in China

Tapi bukankah Samsung berasal dari negara Korea Selatan? Ya memang benar, tapi produk yang mereka pasarkan akan dibuat di negara lain untuk lebih menghemat biaya produksi. Maksud kata “dibuat” disini sendiri artinya adalah diproses dan dirakit. Sehingga jika ada kata “Made in (Nama Negara)” itu berarti perangkat tersebut diproses dan dirakit di negara yang disebutkan pada label, namun tetap berada dibawah standar dari masing-masing vendor, dalam contoh ini adalah Samsung.


Jadi apakah perangkat Samsung Made in Vietnam itu asli? Bisa dikatakan demikian, karena semua spesifikasi komponen yang digunakan pastilah sama persis dengan standar Samsung, hanya saja proses perakitannya dilakukan di negara Vietnam. Tidak hanya Samsung, vendor-vendor besar dari negara lain pun juga demikian termasuk BlackBerry, ASUS, Apple dengan iPhone dan lainnya. Mereka menunjuk atau memilih tempat (negara) tertentu untuk proses merakit perangkatnya agar dapat menghemat biaya produksi.

Bayangkan saja jika iPhone dirakit langsung di Amerika, berapa banyak biaya yang mereka keluarkan hanya untuk menggaji karyawan di bagian produksi? Maka jangan heran jika produk-produk kelas atas memiliki label Made in China, Vietnam, atau bahkan mungkin Made in Indonesia. Lalu bagaimana soal kualitas?

Seperti yang sudah mimin sebutkan diatas, spesifikasi dari bahan yang digunakan pastilah sama dengan standar dari masing-masing vendor hanya saja tempat merakitnya saja yang berbeda. Proses perakitan itu pun harus dibawah standar yang ditentukan oleh vendor sehingga seharusnya kualitas dari produk yang dihasilkan kurang lebih sama. Jadi kamu jangan mudah percaya dengan rumor seperti ini:

Produk yang dirakit di negara “A” lebih bagus daripada produk yang dirakit di negara “B”.

Well, it’s totally a joke! So you don’t need to trust (itu hanyalah sebuah candaan, jadi kamu tidak perlu mempercayainya). Hehe, gaya ya pake bahasa Inggris segala? Iya, biar keliatan gaul. Jadi apakah kamu masih meragukan keaslian dari perangkatmu? – Techijau.com
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Sekedar ngasih tau aja sih :P

241 COMMENTS

  1. Min saya mw nanya kemaren sy beli hp samsung galaxy s8 edge buatan vietnam dengan versi 7.0, tp, jaringanbya msh 3g. Itu knpa ya min….?????

    • Kalo untuk yang non resmi (bukan made in Indonesia), aku kurang paham ya Kak. Bisa jadi memang jaringannya sudah di lock (gabisa ke 4G) karena nggak resmi. Tapi entah, mungkin ada alasan lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here