Beranda Pengetahuan Dasar Apakah Laptop Bisa Di-Upgrade?

Apakah Laptop Bisa Di-Upgrade?

0

Apakah Laptop Bisa Di-Upgrade? – Saya yakin akan ada cukup banyak hal yang akan dipertimbangkan saat memutuskan untuk membeli sebuah laptop. Mulai dari pertimbangan dari sisi budget, fitur, performa, dan lain sebagainya. Sangat wajar rasanya, mengingat laptop itu bukanlah sebuah barang “murah” yang bisa dibeli setiap bulan. Bahkan bagi sebagian besar orang, mungkin akan butuh waktu bertahun-tahun untuk menabung agar bisa membeli sebuah laptop.

Perkara budget memang menjadi salah satu kendala utama pada saat ingin membeli sebuah laptop. Seperti yang kita ketahui bersama, laptop yang beredar di Indonesia itu berada di kisaran harga mulai dari 4 jutaan, hingga 100 juta keatas. Kalau untuk smartphone sih, kita beli yang 3 jutaan saja sudah bisa dapat hape yang lumayan bagus. Sedangkan kalau laptop? Budget 4 jutaan saja biasanya baru akan cukup untuk membeli laptop entry level. Laptop di budget 6 sampai 7 jutaan pun masih terbilang nanggung.

Kalau mau yang bagus dari sisi performa dan fitur, paling tidak kita wajib menyiapkan dana sekitar 12 sampai 14 juta. Itupun kita masih harus dihadapkan pada pilihan apakah akan membeli laptop di kategori ultrabook, laptop “biasa” dengan performa (lumayan) tinggi, atau laptop gaming?

BACA JUGA : Bedanya Laptop Mahal vs Laptop Murah

Nah biasanya, keterbatasan budget akan memaksa kita untuk memilih laptop yang terbilang nanggung dari sisi performa. Dan hal ini akan membuat kita merasa dilema. Apakah mau beli sekarang dengan budget yang ada, atau mau nabung lagi agar bisa membeli laptop dengan performa yang ideal?

Kalaupun mau nabung lagi, pasti harus menunggu lama. Sementara kita butuh untuk membeli laptop saat ini juga. Sedangkan kalau membeli laptop “nanggung” dengan budget yang ada, takutnya bakal kurang nyaman dan kurang maksimal. Padahal kan, laptop itu bakal digunakan untuk jangka panjang? Berangkat dari keterpaksaan tersebut, biasanya orang akan tetap memilih untuk membeli laptop yang terbilang nanggung, dan berpikir untuk melakukan upgrade saja di kemudian hari.

Yang jadi pertanyaan adalah, apa benar laptop bisa di-upgrade? Kalaupun bisa, komponen mana saja yang memungkinkan  untuk di-upgrade?

Apakah Laptop Bisa Di Upgrade?

Faktanya, tidak semua laptop akan bisa di-upgrade. Dalam arti, sebagian laptop memang bisa di-upgrade, dan sebagian yang lain tidak bisa. Biasanya, kita bisa memperkirakan apakah sebuah laptop akan bisa di-upgrade atau tidak, hanya dengan melihat dari sisi form factor ataupun kategorinya.

Seperti yang kita ketahui bersama, laptop itu ada berbagai macam form factor dan juga kategorinya. Tak hanya laptop gaming dan ultrabook saja, tapi juga ada laptop convertible, ataupun laptop detachable. Nah biasanya, laptop dengan form factor detachable itu tidak bisa di-upgrade. Lalu, laptop dengan form factor convertible dan laptop di kategori ultrabook, itu kebanyakan juga tidak bisa di-upgrade. Apalagi kalau ternyata fisik laptopnya sangat tipis.

BACA JUGA : Mengenal Form Factor Laptop: Bedanya Laptop Clamshell, Convertible & Detachable?

Memang sih, sebagian laptop di kategori ultrabook ataupun dengan form factor convertible itu ada yang bisa di-upgrade. Tapi akan sangat jarang ditemukan. Dari sekian banyak ultrabook dan laptop convertible yang beredar di pasaran, paling hanya satu-dua saja yang bisa di-upgrade. Kecuali jika laptop tersebut masuk dalam kategori laptop bisnis, kemungkinan untuk bisa di-upgrade akan semakin besar.

Sedangkan untuk laptop gaming (dengan form factor clamshell) dan juga laptop biasa yang terbilang tidak terlalu tipis, kemungkinan besar akan punya pilihan untuk bisa di-upgrade. Dan kabar baiknya, laptop-laptop kelas mainstream yang terbilang nanggung dan juga laptop kelas entry level, biasanya akan bisa di-upgrade.

Walau demikian, kita wajib memastikan apakah benar laptop yang kita incar itu bisa di-upgrade atau tidak. Jangan sampai kita menyesal karena setelah membeli laptopnya, ternyata malah tidak bisa di-upgrade. Biasanya, kita bisa mengetahui apakah laptop bisa di-upgrade atau tidak, dengan melihat keterangan pada spesifikasi laptopnya. Jika ada keterangan “upgradable”, maka itu artinya laptop bisa di-upgrade. Atau untuk lebih meyakinkan lagi, tanyakan saja langsung ke social media dari brand laptop yang kamu incar tersebut.

Komponen Apa Yang Bisa Di Upgrade Pada Laptop?

Tidak seperti PC, kita tidak bisa seenaknya mengganti dan melakukan upgrade pada semua komponen yang ada pada laptop. Dan hanya ada dua komponen yang bisa kita ganti ataupun upgrade. Yaitu RAM, dan juga storage (penyimpanan). Walau demikian, ada hal lain yang perlu diperhatikan juga. Sebagian laptop, hanya akan bisa di-upgrade pada bagian RAM nya saja, tapi tidak bisa pada bagian storage. Dan ada juga yang bisa di-upgrade keduanya.

Upgrade RAM Laptop

Untuk soal upgrade RAM (memperbesar kapasitas RAM), biasanya akan terdapat beberapa pilihan. Pertama adalah pilihan untuk menambahkan satu keping RAM, atau mengganti satu keping RAM dengan kapasitas yang lebih besar, ataupun mengganti satu keping RAM dengan kapasitas yang lebih besar plus menambah satu keping RAM lagi (memasangkan dua keping RAM baru).

Hal itu tergantung pada ketersediaan slot RAM pada laptop. Sebagian laptop akan punya satu keping RAM yang tersolder (biasanya ada keterangan “soldered”) dan tidak bisa dilepas, lalu menyediakan satu slot kosong agar kita bisa menambah satu keping RAM.

Lalu, ada juga laptop yang (juga) punya satu keping RAM yang tersolder, plus satu keping RAM yang bisa dilepas. Nah, RAM yang bisa dilepas inilah yang memungkinkan kita untuk melakukan upgrade, dengan cara menggantinya dengan kepingan RAM baru yang punya kapasitas lebih besar.

Lalu, ada juga laptop yang punya dua buah slot RAM yang keduanya bisa dilepas. Hal ini memungkinkan kita untuk menambahkan satu keping RAM (atau mengganti salah satunya jika ternyata kedua slot RAM sudah terisi), atau juga bisa mengganti semua keping RAM yang ada pada laptop dengan dua keping RAM baru yang punya kapasitas lebih besar.

Biasanya, laptop yang punya body (lumayan) tipis akan memiliki konfigurasi salah satu RAM tersolder. Sementara untuk laptop biasa dan juga laptop gaming, umumnya akan punya konfigurasi dua slot RAM yang bisa dilepas.

Upgrade Storage Laptop

Berbeda dengan konfigurasi upgrade pada RAM, terkadang kita hanya akan bisa mengganti storage dengan kapasitas yang lebih besar. Karena cukup jarang ada laptop yang menyediakan slot tambahan pada storage agar bisa memasangkan dua storage sekaligus.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, kita harus tau apakah laptop menggunakan storage berjenis HDD, SSD SATA3, atau SSD M.2? Dan jika ada slot tambahan, kita juga harus tau jenis slot storage apa yang disediakan pada laptop tersebut?

Jika laptop menggunakan storage berjenis HDD dan atau punya slot tambahan untuk HDD, maka kita akan bisa mengganti atau menambahkan storage berjenis HDD, atau bisa juga mengganti atau menambahkan storage berjenis SSD SATA3. Dan jika bicara soal upgrade, biasanya orang akan lebih memilih untuk menambahkan atau mengganti HDD yang ada di laptopnya dengan SSD SATA3. Yang tujuannya adalah untuk membuat performa laptop lebih meningkat. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang bedanya HDD dengan SSD.

Lalu, jika penyimpanan pada laptop menggunakan SSD M.2, ini sebenarnya agak sedikit lebih ribet. Karena SSD M.2 sendiri terbagi dalam dua kategori utama. Yaitu SSD M.2 SATA, atau SSD M.2 NVMe, dan juga ukuran fisik yang berbeda. Sederhananya, jika laptop tersebut menggunakan atau punya slot SSD M.2 SATA, maka ia hanya akan bisa dipasangkan keping SSD M.2 SATA juga. Begitupun juga pada laptop yang punya slot SSD M.2 NVMe, maka ia hanya akan bisa dipasangkan dengan keping SSD M.2 NVMe juga.

Khusus untuk SSD M.2 NVMe, perlu diperhatikan juga apakah ia menggunakan interface PCIe x1, PCIe x2, atau PCIe x4? Gimana, makin pusing? Tenang, sederhananya begini:

Kita hanya perlu melihat spesifikasi laptop, khususnya pada bagian storage. Jika misalnya ia menggunakan M.2 NVMe PCIe Gen3.0 x4 SSD berkapasitas 512GB, maka kita hanya perlu menyamakan jenis SSD nya, dan mencari kapasitas yang lebih besar. Yaitu M.2 NVMe PCIe Gen3.0 x4 SSD berkapasitas 1TB.

Lalu untuk soal ukuran fisik, biasanya akan ada keterangan berupa kode seperti 2230, 2242, 2260, dan 2280. Tenang, jangan pusing dulu. Maksud dari kode tersebut adalah ukuran lebar dan juga panjangnnya. Pada 2230, lebar keping SSD M.2 nya adalah 22mm, dan panjangnya 30mm. Sedangkan pada 2280, ia memiliki lebar 22mm, dan panjang 80mm.

Pada laptop jaman sekarang, umumnya mereka menggunakan SSD M.2 dengan ukuran 2280. Namun jika misalnya kamu ingin memastikan, ukurlah dimensi panjang dari SSD atau slot SSD yang ada pada laptop milikmu. Jika panjangnya adalah 80mm, maka ukuran yang benar adalah 2280.

Nah, itulah penjelasan singkat untuk menjawab pertanyaan soal apakah laptop bisa di upgrade atau tidak. Serta, bagian mana saja yang bisa di upgrade. Jika kamu adalah pemula yang baru dalam tahap belajar menggunakan laptop, maka saya sarankan bagi kamu untuk membaca kumpulan tulisan tentang cara menggunakan laptop dengan baik dan benar agar kamu bisa lebih cepat mahir dalam menggunakan laptop.

Artikel sebelumnyaApakah Keyboard Laptop Bisa Menyala?
Artikel selanjutnyaMengenal Form Factor Laptop: Bedanya Laptop Clamshell, Convertible & Detachable
Founder techijau.com | Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :)

BERIKAN KOMENTARMU

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini