Home Pengetahuan Dasar Istilah Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core?

Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core?

151068
347
SHARE

Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core? – Sebenarnya mimin tidaklah terlalu paham betul soal apa itu CPU (atau biasa disebut juga sebagai prosesor) beserta istilah-istilah di dalamnya, tapi disini, mimin hanya berniat untuk berbagi berdasarkan apa yang mimin ketahui untuk meluruskan kesalah-pahaman pengguna smartphone tentang jumlah core yang digunakan pada perangkat.

Bedanya prosesor quad octa dan hexa coreKarena dari yang mimin lihat, ternyata masih banyak orang yang menganggap bagus tidaknya suatu perangkat hanya berdasarkan jumlah “core” pada prosesor yang dimilikinya, sehingga cukup banyak orang yang justru memilih perangkat yang tidak sesuai dari apa yang mereka harapkan. Nah disini, mimin akan coba jelaskan tentang apa-apa saja yang perlu kamu ketahui soal prosesor, CPU atau SoC agar tidak ada lagi dusta kesalahpahaman diantara kita. Tentu saja, mimin akan menjelaskannya dengan “bahasa orang awam” agar lebih mudah untuk dimengerti.

NOTE : Tolong Jangan Malas Membaca, Yaa. Siapin Cemilan Kalo Perlu, Biar Bisa Duduk Manis Sambil baca 🙂

Sebelumnya, kamu perlu tau arti dari istilah-istilah yang digunakan ketika kita membahas soal prosesor, supaya nantinya kamu akan lebih mudah memahaminya. Istilah tersebut antara lain :

CPU : (Central Processing Unit) Mungkin kalian sudah tau ya, ini adalah sebutan lain dari prosesor yang fungsinya adalah untuk melakukan proses dari perintah yang diberikan. Ibarat kata, CPU ini adalah otaknya perangkat. Cepat tidaknya respon dari perangkat kita, tergantung dari kekuatan CPU yang digunakan. Butuh penjelasan yang lebih spesifik? Coba mampir ke Wikipedia.

GPU : (Graphics Processing Unit) Ini adalah komponen khusus yang bakal membantu pemrosesan atau pengolahan gambar / grafis. Buat yang suka game HD atau 3D, peran dari GPU ini sangat penting supaya perangkat mampu menampilkan gambar yang detail serta pergerakan yang mulus, tidak patah-patah alias lag.

SoC : (System on Chip) Chip khusus yang terintegrasi, dimana didalamnya terdapat “satu paket” CPU, GPU, chip modem dan mungkin yang lainnya. Umumnya, smartphone menggunakan SoC karena ukurannya yang kecil, serta penggunaan daya yang lebih kecil dibandingkan CPU “yang sebenarnya”.

Core : Artinya adalah inti. Biasanya, kita akan menggunakan istilah “sekian-core” untuk menyebutkan jumlah inti (core) dari sebuah prosesor, baik CPU maupun GPU. Tapi pada smartphone, umumnya yang di sebutkan hanya core dari CPU saja.

Jumlah Core : Ini yang biasanya jadi titik awal kesalahpahaman orang soal prosesor. Kenapa? Nanti bakal mimin bahas dibawah. Nah, untuk menyebut jumlah core, biasanya digunakan istilah berikut : Single = Jomblo 1, Dual = 2, Quad = 4, Hexa = 6, Octa = 8, Deca = 10, dst.

ARM & Cortex : Setau mimin sih ARM ini perusahaan yang biasa mendesain sebuah prosesor. Dan desain prosesor dari ARM biasanya digunakan pada sebagian besar prosesor (SoC) pada smartphone atau tablet. Biasanya, prosesor yang menggunakan desain dari ARM akan memiliki nama “Cortex” dibelakangnya. Misal : Quad-core sekian GHz, ARM Cortex-A**. Detailnya cek di Wikipedia deh.

x86 : Adalah desain prosesor rancangan Intel yang bisa sangat kencang (tapi boros), namun bisa juga menjadi hemat daya jika GHz nya diturunkan. Jangan sampai kebalik sama x64 yaa, karena x64 itu adalah prosesor rancangan AMD, yang saat ini belum ada di smartphone.

Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Setelah kamu tau bahwa “Core” itu adalah inti dari CPU, mungkin kamu bakal berpikir bahwa jumlah Core yang lebih banyak berarti performanya lebih bagus. Padahal, itu tak sepenuhnya benar.

Kita juga mesti memperhatikan arsitektur atau desain rancangan yang digunakan oleh prosesor tersebut, dan hal lain yang kamu perlu tau adalah desain rancangan prosesor dari ARM (yang kini digunakan oleh sebagian besar gadget) itu memiliki 2 jenis yang berbeda, yang mana keduanya ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu :

  • Core Cepat : Tipe inti CPU ini biasanya sangat responsif alias cepat, namun memiliki kekurangan pada efisiensi daya. Artinya, kalaupun angka GHz nya diturunkan (underclock), maka ia tetap tidak bisa hemat daya. (Yang saat ini populer adalah Cortex-A57 dan Cortex-A72)
  • Core Hemat Daya : Sedangkan tipe CPU ini kelebihan pada efisiensi daya alias irit (dalam penggunaan daya baterai). Tapi, meskipun angka GHz nya dinaikkan (overclock), ia tetap tak bisa memberikan respon yang lebih baik (dibanding dengan tipe core yang satu lagi). Cortex-A53 adalah core hemat daya yang populer untuk saat ini.

Jadi kalau kamu membandingkan spesifikasi (CPU) dari perangkat berdasarkan prosesor, kamu juga mesti paham, apakah ia menggunakan Core cepat, atau Core hemat daya?

Bagusan quad core atau octa coreSeperti yang bisa kita lihat pada contoh gambar diatas, di kasus pada gambar sebelah kiri, prosesor Quad-core bisa dikatakan setara atau bahkan justru lebih bagus dari sisi performa daripada prosesor Octa-core. Hal itu karena prosesor Quad-core tersebut menggunakan Core cepat (misalnya Cortex-A72). Sedangkan meskipun CPU yang satu lagi menggunakan Core yang lebih banyak, namun performanya takkan lebih baik karena ia hanya menggunakan Core hemat daya (misalnya Cortex-A53).

Sedangkan kalau keduanya menggunakan tipe Core yang sama seperti pada gambar di sebelah kanan, jelas, CPU yang memiliki jumlah Core yang lebih banyak akan memberikan performa yang lebih baik.

Nah, untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya, biasanya perangkat smartphone (khususnya di kelas flagship) akan menggunakan prosesor yang menggunakan dua tipe Core itu sekaligus, yakni 2 sampai 4 Core cepat, plus 4 Core hemat daya, yang biasa disebut dengan istilah big.LITTLE.

Lebih bagus hexa atau octa corePada saat perangkat membutuhkan performa yang tinggi, Core big akan diaktifkan. Sedangkan ketika ia tak melakukan proses yang terlalu berat, maka Core LITTLE yang diaktifkan. Arsitektur ARM ini sering kali digunakan oleh Qualcomm, Mediatek, Exynos (dari Samsung) dan beberapa yang lain untuk membangun prosesornya.

Jadi kalau kamu bertanya lebih bagus mana diantara ketiga prosesor tersebut, jawabannya adalah tergantung pada arsitektur mana yang mereka gunakan, karena tiap seri dari prosesor memiliki spesifikasi dan arsitektur yang berbeda. Lalu, bagaimana dengan Intel?

Keunikan dari prosesor mereka yang bisa sangat powerful dan juga bisa hemat daya, membuatnya tak perlu menyematkan Core dalam jumlah banyak, meskipun menurut mimin efisiensi daya dari prosesor buatan mereka tidak bisa sebaik Core hemat daya dari ARM. Dan kalau banyak yang mengeluh soal borosnya penggunaan baterai dari perangkat yang menggunakan Intel, mungkin itu cuma karena terlalu banyak background proses aja sih.

BACA JUGA : Zenfone 2 Kamu Boros Baterai? Baca Tips Ini!

Dan seiring perkembangannya, sekarang ini sudah ada rancangan prosesor dengan Custom Core, dan yang paling populer adalah produksi dari Qualcomm pada prosesor Snapdragon seri tertentu. Saat ini, mereka punya arsitektur prosesor bernama “Krait” dan “Kryo” yang menurut sumber yang mimin baca, arsitektur ini bisa fleksibel.

Artinya, ia bisa sangat kencang, tapi juga bisa irit jika GHz nya diturunkan, sehingga biasanya prosesor ini hanya memiliki 4 core saja. Tapi konon, biaya untuk memproduksi prosesor dengan arsitektur ini tuh nggak murah, jadi yaa biasanya khusus untuk perangkat kelas atas saja.

Tambahan

Performa tak melulu dipengaruhi oleh CPU loh, karena GPU alias chip pengolah grafis juga akan sangat mempengaruhi performa, khususnya untuk urusan gaming.

Yaps, chip ini memang hanya akan terasa pengaruhnya dalam penggunaan tertentu saja, seperti untuk urusan bermain game misalnya. Tugasnya adalah untuk membantu CPU dalam melakukan pengolahan gambar, agar gambar nampak lebih detail, serta pergerakan gambar lebih mulus.

Biasanya, efek dari performa GPU baru akan terasa ketika kita memainkan game-game 3D berat. Umumnya, ponsel Android yang beredar saat ini mengandalkan beberapa GPU seperti Adreno (bawaan dari chipset Qualcomm Snapdragon), Mali, hingga PowerVR.

Namun sayangnya, seringkali, detail dari GPU ini sendiri masih jarang diungkapkan sehingga biasanya kita hanya akan mengira-ngira performanya berdasarkan seri GPU yang digunakan.

Kesimpulan

Jadi, sekali lagi mimin tegaskan bahwa jumlah Core yang lebih banyak belum tentu dapat memberikan performa yang lebih baik. Semua itu tergantung dari amal dan ibadah arsitektur atau rancangan untuk membangunnya. Jangan lupa juga, dukungan RAM juga bakal mempengaruhi performa dari perangkat, khususnya ketika menjalankan proses yang berat.

BACA JUGA : Keuntungan RAM Besar Pada Smartphone

Dan kalau misalnya ada temanmu yang bertanya soal ini, boleh kok kamu rekomendasikan tulisan mimin di blog Techijau.com ini supaya dia bisa lebih paham.

Oke, sekian dulu deh untuk tulisan kali ini. Mohon dikoreksi jika sekiranya ada yang harus diperbaiki dari tulisan ini. Semoga bermanfaat! 😀

347 COMMENTS

    • Baterai harusnya lebih awet redmi 4 prime, sementara mi 4s harusnya sedikit lebih unggul di performa game (meskipun jadinya lebih panas). Sisanya, nggak tau, mesti tes langsung

  1. mas pandu kalo asus ROG GX700 sama samsung galaxy star bagusan mana ya . dari kmaren aku bengong aja mikirin itu , mohon penjelasanya

    • Semuanya sama Kak, cuma beda nama aja itu. Redmi Note 4x khusus untuk pasar china, sementara Redmi Note 4 untuk global. Kalau Redmi Note 4 Pro itu sebenernya nggak ada (atau belum), cuma di Indonesia kadang ada yang ngasih nama itu, ngikutin seri pendahulunya, Redmi Note 3 yang dikasih embel-embel “Pro” untuk versi chipset snapdragon

  2. gan Pandu, izin tanya yaaak, Xiaomi Redmi Pro, bagus gak gan untuk streaming bola, diluar faktor internet tentunya,
    biasanya sy pake laptop lancar, tp pake hp dgn speed intrnet sama ga bisa lancar,

  3. gan, ane kadang baca2 di fb kalo keluhan mediatek yang reno 4 lebih banyak dan sering di katakan banyak warna di layar,
    kalo xiaomi note 4x ane belum tau pasti itu gan, ane bingung mau pilih yang mediatek ato snapdragon?
    menurut agan yang mana?

    • Kalo aku sih pilih snapdragon ya Kak. BTW, biar terhindar dari masalah seperti itu / biar gampang ngurusin service nya, mending cari yang garansi resmi ya Kak. Redmi Note 4 tuh yang resmi, bukan Note 4x (dalemannya sama aja Kak).

  4. Min mau tanya, boleh dong disaranin bagusan Xiaomi mi max prime atau Lenovo zuk z2 , buat gaming, dan boleh tau alasan kekurangan dan kelemahannya , saya udh baca2 di gsm arena tapi masih bngung, kalau kapasitas memori sih Xiaomi max prime karena 128 , tapi mohon sarannya

    • Kalo untuk plus minus, itu sih mesti di tes langsung ya Kak. Sayangnya, aku belum pernah uji langsung untuk keduanya..

      Tapi kalo untuk performa, SEHARUSNYA sih Zuk Z2 unggul cukup jauh Kak

    • Redmi Note 3 Pro lebih responsif untuk game dibandingkan Redmi Note 4, meskipun beda tipis sih..
      Tapi, Redmi Note 4 lebih adem saat dioperasikan, meski dalam penggunaan berat sekalipun, serta lebih irit dibanding Redmi Note 3. Jadi, silakan pilih sendiri

  5. Kak mohon penjelasan xiaomi redmi 4 prime, xiaomi redmi pro, xiaomi redmi 4x lebih bagus mana ? Perbandingan kekurangan dan kelebihannya ? Dari sisi performa , daya tahan baterai , dan kegunaan masing masing nya

      • Kalo liat review nya khusus xiaomi redmi 4 prime chipset Snapdragon terus CPU nya kan octa core 2.0 GHz nah dari spec performa nya lebih kemana ? Lambat apa lancar kinerja prosesor nya kak? Dan 2.0 GHz nya itu maksdnya apa sih kak blm paham banget soalnya .. mohon penjelasan

  6. Permisi kak. Kalo menurut kakak lebih cepat / unggul mana redmi note 4 (snapdragon) atau redmi note 4 ( mediatek) .terimakasih

    • Versi MediaTek harusnya lebih kenceng untuk urusan game, meskipun sebenernya versi Snapdragon pun udah mumpuni banget. Tapi untuk daya tahan baterai, yang versi Snapdragon lebih oke

  7. Sangat membantu kak bacaannya, menambah ilmu juga. Tapi saya mau tanya bagusan mana ya xiaomi mi5, mi5s dan mi5s plus ?

    • Tergantung kebutuhan. Buat game, ambil mi5. Buat selfie, ambil Vivo V5. Tapi aku nggak saranin ambil Xiaomi Mi5 yaa, karena hape itu nggak resmi masuk Indonesia. Takutnya nanti kalo error malah kita yang repot

  8. Kak hp xiaomi redmi note4 bagus gkk??…
    Truss pas ane cari di lazada ada yg snapdragon/mediatek,truss ada juga yg octacore/decacore..
    Bagus yg mnaYa??

  9. Gan.. Tulung ksh tau ane dunk android (pasaran lokal) yg mengusung spek :
    – IPS 4.5 inchi FWVGA
    – 4G-LTE, HSPA, EVDO
    – Dual sim
    – KitKat / Lollipop / Marshmallow
    – Mediatek / Qualcom /Spreadtrum
    – Octacore 1.7 Ghz
    – 2Gb RAM, 16Gb ROM, SDCard UpTo 32Gb

    ..Tengkiyu..

  10. gan pilih mana
    chipset
    Qualcomm MSM8953 Snapdragon 626 atau
    Mediatek MT6797 Helio X20

    CPU
    Octa-core 2.2 GHz Cortex-A53 atau
    Deca-core 2.3 GHz

    GPU
    Adreno 506 atau
    Mali-T880 MP4

    • Tergantung kebutuhan. Cari yang buat keseharian (hemat daya), ambil Snapdragon 626. Tapi kalo cari yang buat game, ambil Helio X20. Tapi biarpun begitu, bukan berarti Snapdragon 626 itu nggak kuat buat game yaa, karena chipset itu udah mumpuni banget..

  11. Gan mohon Pencerahan Lbh bagus dan rekomendasi Mana Xiaomi Mi4S dengan Xiaomi Mi5….Tlg ya gan…sblmnya makasih gan…bagaimana juga dengan iphone 5s karna dibanding harga dibatas 3jtan gan….

    • Mi5 lah.. Asal jangan sampe ketindihan pas lagi tidur aja, supaya nggak bengkok / patah..

      Perlu dicatat, itu cuma berdasarkan spesifikasi dasar (prosesor dan RAM) nya aja ya Kak, sementara untuk kualitas secara keseluruhan, aku kurang tau. Soalnya kan beli hape tuh nggak cuma beli prosesor dan RAM aja 🙂

      Untuk iPhone aku belum pernah pake ya Kak, jadi nggak tau gimana perbandingannya kalo sama Android.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here