Home Pengetahuan Dasar Istilah Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core?

Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core?

195109
388
SHARE

Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core? – Sebenarnya mimin tidaklah terlalu paham betul soal apa itu CPU (atau biasa disebut juga sebagai prosesor) beserta istilah-istilah di dalamnya, tapi disini, mimin hanya berniat untuk berbagi berdasarkan apa yang mimin ketahui untuk meluruskan kesalah-pahaman pengguna smartphone tentang jumlah core yang digunakan pada perangkat.

Bedanya prosesor quad octa dan hexa coreKarena dari yang mimin lihat, ternyata masih banyak orang yang menganggap bagus tidaknya suatu perangkat hanya berdasarkan jumlah “core” pada prosesor yang dimilikinya, sehingga cukup banyak orang yang justru memilih perangkat yang tidak sesuai dari apa yang mereka harapkan. Nah disini, mimin akan coba jelaskan tentang apa-apa saja yang perlu kamu ketahui soal prosesor, CPU atau SoC agar tidak ada lagi dusta kesalahpahaman diantara kita. Tentu saja, mimin akan menjelaskannya dengan “bahasa orang awam” agar lebih mudah untuk dimengerti.

NOTE : Tolong Jangan Malas Membaca, Yaa. Siapin Cemilan Kalo Perlu, Biar Bisa Duduk Manis Sambil baca 🙂

Sebelumnya, kamu perlu tau arti dari istilah-istilah yang digunakan ketika kita membahas soal prosesor, supaya nantinya kamu akan lebih mudah memahaminya. Istilah tersebut antara lain :

CPU : (Central Processing Unit) Mungkin kalian sudah tau ya, ini adalah sebutan lain dari prosesor yang fungsinya adalah untuk melakukan proses dari perintah yang diberikan. Ibarat kata, CPU ini adalah otaknya perangkat. Cepat tidaknya respon dari perangkat kita, tergantung dari kekuatan CPU yang digunakan. Butuh penjelasan yang lebih spesifik? Coba mampir ke Wikipedia.

GPU : (Graphics Processing Unit) Ini adalah komponen khusus yang bakal membantu pemrosesan atau pengolahan gambar / grafis. Buat yang suka game HD atau 3D, peran dari GPU ini sangat penting supaya perangkat mampu menampilkan gambar yang detail serta pergerakan yang mulus, tidak patah-patah alias lag.

SoC : (System on Chip) Chip khusus yang terintegrasi, dimana didalamnya terdapat “satu paket” CPU, GPU, chip modem dan mungkin yang lainnya. Umumnya, smartphone menggunakan SoC karena ukurannya yang kecil, serta penggunaan daya yang lebih kecil dibandingkan CPU “yang sebenarnya”.

Core : Artinya adalah inti. Biasanya, kita akan menggunakan istilah “sekian-core” untuk menyebutkan jumlah inti (core) dari sebuah prosesor, baik CPU maupun GPU. Tapi pada smartphone, umumnya yang di sebutkan hanya core dari CPU saja.

Jumlah Core : Ini yang biasanya jadi titik awal kesalahpahaman orang soal prosesor. Kenapa? Nanti bakal mimin bahas dibawah. Nah, untuk menyebut jumlah core, biasanya digunakan istilah berikut : Single = Jomblo 1, Dual = 2, Quad = 4, Hexa = 6, Octa = 8, Deca = 10, dst.

ARM & Cortex : Setau mimin sih ARM ini perusahaan yang biasa mendesain sebuah prosesor. Dan desain prosesor dari ARM biasanya digunakan pada sebagian besar prosesor (SoC) pada smartphone atau tablet. Biasanya, prosesor yang menggunakan desain dari ARM akan memiliki nama “Cortex” dibelakangnya. Misal : Quad-core sekian GHz, ARM Cortex-A**. Detailnya cek di Wikipedia deh.

x86 : Adalah desain prosesor rancangan Intel yang bisa sangat kencang (tapi boros), namun bisa juga menjadi hemat daya jika GHz nya diturunkan. Jangan sampai kebalik sama x64 yaa, karena x64 itu adalah prosesor rancangan AMD, yang saat ini belum ada di smartphone.

Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Setelah kamu tau bahwa “Core” itu adalah inti dari CPU, mungkin kamu bakal berpikir bahwa jumlah Core yang lebih banyak berarti performanya lebih bagus. Padahal, itu tak sepenuhnya benar.

Kita juga mesti memperhatikan arsitektur atau desain rancangan yang digunakan oleh prosesor tersebut, dan hal lain yang kamu perlu tau adalah desain rancangan prosesor dari ARM (yang kini digunakan oleh sebagian besar gadget) itu memiliki 2 jenis yang berbeda, yang mana keduanya ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu :

  • Core Cepat : Tipe inti CPU ini biasanya sangat responsif alias cepat, namun memiliki kekurangan pada efisiensi daya. Artinya, kalaupun angka GHz nya diturunkan (underclock), maka ia tetap tidak bisa hemat daya. (Yang saat ini populer adalah Cortex-A57 dan Cortex-A72)
  • Core Hemat Daya : Sedangkan tipe CPU ini kelebihan pada efisiensi daya alias irit (dalam penggunaan daya baterai). Tapi, meskipun angka GHz nya dinaikkan (overclock), ia tetap tak bisa memberikan respon yang lebih baik (dibanding dengan tipe core yang satu lagi). Cortex-A53 adalah core hemat daya yang populer untuk saat ini.

Jadi kalau kamu membandingkan spesifikasi (CPU) dari perangkat berdasarkan prosesor, kamu juga mesti paham, apakah ia menggunakan Core cepat, atau Core hemat daya?

Bagusan quad core atau octa coreSeperti yang bisa kita lihat pada contoh gambar diatas, di kasus pada gambar sebelah kiri, prosesor Quad-core bisa dikatakan setara atau bahkan justru lebih bagus dari sisi performa daripada prosesor Octa-core. Hal itu karena prosesor Quad-core tersebut menggunakan Core cepat (misalnya Cortex-A72). Sedangkan meskipun CPU yang satu lagi menggunakan Core yang lebih banyak, namun performanya takkan lebih baik karena ia hanya menggunakan Core hemat daya (misalnya Cortex-A53).

Sedangkan kalau keduanya menggunakan tipe Core yang sama seperti pada gambar di sebelah kanan, jelas, CPU yang memiliki jumlah Core yang lebih banyak akan memberikan performa yang lebih baik.

Nah, untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya, biasanya perangkat smartphone (khususnya di kelas flagship) akan menggunakan prosesor yang menggunakan dua tipe Core itu sekaligus, yakni 2 sampai 4 Core cepat, plus 4 Core hemat daya, yang biasa disebut dengan istilah big.LITTLE.

Lebih bagus hexa atau octa corePada saat perangkat membutuhkan performa yang tinggi, Core big akan diaktifkan. Sedangkan ketika ia tak melakukan proses yang terlalu berat, maka Core LITTLE yang diaktifkan. Arsitektur ARM ini sering kali digunakan oleh Qualcomm, Mediatek, Exynos (dari Samsung) dan beberapa yang lain untuk membangun prosesornya.

Jadi kalau kamu bertanya lebih bagus mana diantara ketiga prosesor tersebut, jawabannya adalah tergantung pada arsitektur mana yang mereka gunakan, karena tiap seri dari prosesor memiliki spesifikasi dan arsitektur yang berbeda. Lalu, bagaimana dengan Intel?

Keunikan dari prosesor mereka yang bisa sangat powerful dan juga bisa hemat daya, membuatnya tak perlu menyematkan Core dalam jumlah banyak, meskipun menurut mimin efisiensi daya dari prosesor buatan mereka tidak bisa sebaik Core hemat daya dari ARM. Dan kalau banyak yang mengeluh soal borosnya penggunaan baterai dari perangkat yang menggunakan Intel, mungkin itu cuma karena terlalu banyak background proses aja sih.

BACA JUGA : Zenfone 2 Kamu Boros Baterai? Baca Tips Ini!

Dan seiring perkembangannya, sekarang ini sudah ada rancangan prosesor dengan Custom Core, dan yang paling populer adalah produksi dari Qualcomm pada prosesor Snapdragon seri tertentu. Saat ini, mereka punya arsitektur prosesor bernama “Krait” dan “Kryo” yang menurut sumber yang mimin baca, arsitektur ini bisa fleksibel.

Artinya, ia bisa sangat kencang, tapi juga bisa irit jika GHz nya diturunkan, sehingga biasanya prosesor ini hanya memiliki 4 core saja. Tapi konon, biaya untuk memproduksi prosesor dengan arsitektur ini tuh nggak murah, jadi yaa biasanya khusus untuk perangkat kelas atas saja.

Tambahan

Performa tak melulu dipengaruhi oleh CPU loh, karena GPU alias chip pengolah grafis juga akan sangat mempengaruhi performa, khususnya untuk urusan gaming.

Yaps, chip ini memang hanya akan terasa pengaruhnya dalam penggunaan tertentu saja, seperti untuk urusan bermain game misalnya. Tugasnya adalah untuk membantu CPU dalam melakukan pengolahan gambar, agar gambar nampak lebih detail, serta pergerakan gambar lebih mulus.

Biasanya, efek dari performa GPU baru akan terasa ketika kita memainkan game-game 3D berat. Umumnya, ponsel Android yang beredar saat ini mengandalkan beberapa GPU seperti Adreno (bawaan dari chipset Qualcomm Snapdragon), Mali, hingga PowerVR.

Namun sayangnya, seringkali, detail dari GPU ini sendiri masih jarang diungkapkan sehingga biasanya kita hanya akan mengira-ngira performanya berdasarkan seri GPU yang digunakan.

Kesimpulan

Jadi, sekali lagi mimin tegaskan bahwa jumlah Core yang lebih banyak belum tentu dapat memberikan performa yang lebih baik. Semua itu tergantung dari amal dan ibadah arsitektur atau rancangan untuk membangunnya. Jangan lupa juga, dukungan RAM juga bakal mempengaruhi performa dari perangkat, khususnya ketika menjalankan proses yang berat.

BACA JUGA : Keuntungan RAM Besar Pada Smartphone

Dan kalau misalnya ada temanmu yang bertanya soal ini, boleh kok kamu rekomendasikan tulisan mimin di blog Techijau.com ini supaya dia bisa lebih paham.

Oke, sekian dulu deh untuk tulisan kali ini. Mohon dikoreksi jika sekiranya ada yang harus diperbaiki dari tulisan ini. Semoga bermanfaat! 😀

Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Follow aja, gak bayar kok :P

388 COMMENTS

    • Sudah pasti yang note 4 yang lebih bagus selain CPUnya lebih tinggi Chipsetnya sunah snapdragon 625 dan sudah sangat mendukung sekali untuk game online….

  1. perbedaan Octa-core, 1800 MHz, ARM Cortex-A72 dan ARM Cortex-A53, 64-bit, 28 nm dan Quad-core, 2500 MHz, Krait 400
    Bagus mana gan?

  2. “karena x64 itu adalah prosesor rancangan AMD”.
    x64 itu bukan right issue nya AMD aja. x86 ato x64 adalah jumlah bit data suatu embedded system. x86 adalah jalur data 32 bit, sedangkan x64 adalah jalur data untuk 64bit.

    • Sejarahnya x86 berawal dari 32-bit instruction set dari prosesor 80386.
      x86-16: 16 bit, x86-32: 32 bit, x86-64: 64bit.
      Khusus untuk x86-64 dikenal secara umum menjadi x64, sedangkan x86 dikenal untuk 32bit, karena tidak ada PC/server yang menggunakan jalur data 16bit.

  3. Maaf nanya gan karna awam jadi gak tau, untuk perbadingan kedua ini lebih unggulan yang mana ya ??? . . . Android OS, v5.1 (Lollipop) dan prosesor Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410 VS prosessor Quad-core 1.5 Ghz with chipset Snapdragon 410, tks atas info dan bantuannya ya…

  4. Saya pernah lihat videonya droidlime di youtube tentang Galxy c9 pro (Ram 6Gb) vs Oppo F3 plus (Ram 4Gb), keduanya berprocessor sama yaitu snapdragon 653 dg size layar yg sama 6 inch… Tetapi knpa pada saat buka tutup aps dan membuka apk game oppo f3 plus terlihat lbh cepat drpada c9 pro, padahal Ram yg dsematkan pada c9 pro lbh besar 2Gb… Yg saya tanyakan apa yg menjadi penyebab f3 plus terlihat lbh cepat ???
    Hal ini jg pernah sy lihat dlm kasus vivo v5s (mt6750 1,5 Ghz) vs v5 plus (snapdragon 625), terlihat buka tutup aps dan buka apk game berimbang, mohon penjelasannya demikian terima kasih.

    • Nahh, salah satu faktor yang mempengaruhi performa, nggak cuma hardware (chipset, RAM, dsb), tapi juga software nya 🙂

      Dan satu lagi, kecepatan baca tulis dari ruang penyimpanan dan RAM juga ngaruh banget loh 🙂

  5. Kak mw tanya saya newbie knapa prosesor yg d pake xperia z series boros banhet ke batre?? Apakah snap dragon 800/820 (koreksi jika salah) bisa di bilang produk gagal??

  6. Nah mau tanya kalau
    -Redmi Note 3 Pro vs
    +Redmi Note 4x
    -Qualcomm MSM8956 Snapdragon 650
    +Qualcomm MSM8953 Snapdragon 625
    -Hexa-core (4×1.4 GHz Cortex-A53 & 2×1.8 GHz Cortex-A72)
    +Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53
    -Adreno 510
    +Adreno 506

    Yang Saya Tanyakan Efisiensi Daya Dan Peforma , Redmi Note 3 Pro Ada 2 tipe Cortex-A53 Dan Cortex-A72
    Terus Untuk Redmi Note 4x Cuma Cortex-A53 ,Jadi Misal Main Game Online Tetap Lancar , Nggak Gampang Panas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here