Home Pengetahuan Dasar Istilah Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core?

Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core?

109817
208
SHARE

Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core? – Sebenarnya mimin tidaklah terlalu paham betul soal apa itu CPU (atau biasa disebut juga sebagai prosesor) beserta istilah-istilah di dalamnya, tapi disini, mimin hanya berniat untuk berbagi berdasarkan apa yang mimin ketahui untuk meluruskan kesalah-pahaman pengguna smartphone tentang jumlah core yang digunakan pada perangkat.

Bedanya prosesor quad octa dan hexa coreKarena dari yang mimin lihat, ternyata masih banyak orang yang menganggap bagus tidaknya suatu perangkat hanya berdasarkan jumlah “core” pada prosesor yang dimilikinya, sehingga cukup banyak orang yang justru memilih perangkat yang tidak sesuai dari apa yang mereka harapkan. Nah disini, mimin akan coba jelaskan tentang apa-apa saja yang perlu kamu ketahui soal prosesor, CPU atau SoC agar tidak ada lagi dusta kesalahpahaman diantara kita. Tentu saja, mimin akan menjelaskannya dengan “bahasa orang awam” agar lebih mudah untuk dimengerti.

NOTE : Tolong Jangan Malas Membaca, Yaa. Siapin Cemilan Kalo Perlu, Biar Bisa Duduk Manis Sambil baca ๐Ÿ™‚

Sebelumnya, kamu perlu tau arti dari istilah-istilah yang digunakan ketika kita membahas soal prosesor, supaya nantinya kamu akan lebih mudah memahaminya. Istilah tersebut antara lain :

CPU : (Central Processing Unit) Mungkin kalian sudah tau ya, ini adalah sebutan lain dari prosesor yang fungsinya adalah untuk melakukan proses dari perintah yang diberikan. Ibarat kata, CPU ini adalah otaknya perangkat. Cepat tidaknya respon dari perangkat kita, tergantung dari kekuatan CPU yang digunakan. Butuh penjelasan yang lebih spesifik? Coba mampir ke Wikipedia.

GPU : (Graphics Processing Unit) Ini adalah komponen khusus yang bakal membantu pemrosesan atau pengolahan gambar / grafis. Buat yang suka game HD atau 3D, peran dari GPU ini sangat penting supaya perangkat mampu menampilkan gambar yang detail serta pergerakan yang mulus, tidak patah-patah alias lag.

SoC : (System on Chip) Chip khusus yang terintegrasi, dimana didalamnya terdapat “satu paket” CPU, GPU, chip modem dan mungkin yang lainnya. Umumnya, smartphone menggunakan SoC karena ukurannya yang kecil, serta penggunaan daya yang lebih kecil dibandingkan CPU “yang sebenarnya”.

Core : Artinya adalah inti. Biasanya, kita akan menggunakan istilah “sekian-core” untuk menyebutkan jumlah inti (core) dari sebuah prosesor, baik CPU maupun GPU. Tapi pada smartphone, umumnya yang di sebutkan hanya core dari CPU saja.

Jumlah Core : Ini yang biasanya jadi titik awal kesalahpahaman orang soal prosesor. Kenapa? Nanti bakal mimin bahas dibawah. Nah, untuk menyebut jumlah core, biasanya digunakan istilah berikut : Single = Jomblo 1, Dual = 2, Quad = 4, Hexa = 6, Octa = 8, Deca = 10, dst.

ARM & Cortex : Setau mimin sih ARM ini perusahaan yang biasa mendesain sebuah prosesor. Dan desain prosesor dari ARM biasanya digunakan pada sebagian besar prosesor (SoC)ย pada smartphone atau tablet. Biasanya, prosesor yang menggunakan desain dari ARM akan memiliki nama “Cortex” dibelakangnya. Misal : Quad-core sekian GHz, ARM Cortex-A**. Detailnya cek di Wikipedia deh.

x86 : Adalah desain prosesor rancangan Intel yang bisa sangat kencang (tapi boros), namun bisa juga menjadi hemat daya jika GHz nya diturunkan. Jangan sampai kebalik sama x64 yaa, karena x64 itu adalah prosesor rancangan AMD, yang saat ini belum ada di smartphone.

Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Setelah kamu tau bahwa “Core” itu adalah inti dari CPU, mungkin kamu bakal berpikir bahwa jumlah Core yang lebih banyak berarti performanya lebih bagus. Padahal, itu tak sepenuhnya benar.

Kita juga mesti memperhatikan arsitektur atau desain rancangan yang digunakan oleh prosesor tersebut, dan hal lain yang kamu perlu tau adalah desain rancangan prosesor dari ARM (yang kini digunakan oleh sebagian besar gadget) itu memiliki 2 jenis yang berbeda, yang mana keduanya ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu :

  • Core Cepat : Tipe inti CPU ini biasanya sangat responsif alias cepat, namun memiliki kekurangan pada efisiensi daya. Artinya, kalaupun angka GHz nya diturunkan (underclock), maka ia tetap tidak bisa hemat daya. (Yang saat ini populer adalah Cortex-A57 dan Cortex-A72)
  • Core Hemat Daya : Sedangkan tipe CPU ini kelebihan pada efisiensi daya alias irit (dalam penggunaan daya baterai). Tapi, meskipun angka GHz nya dinaikkan (overclock), ia tetap tak bisa memberikan respon yang lebih baik (dibanding dengan tipe core yang satu lagi). Cortex-A53 adalah core hemat daya yang populer untuk saat ini.

Jadi kalau kamu membandingkan spesifikasi (CPU) dari perangkat berdasarkan prosesor, kamu juga mesti paham, apakah ia menggunakan Core cepat, atau Core hemat daya?

Bagusan quad core atau octa coreSeperti yang bisa kita lihat pada contoh gambar diatas, di kasus pada gambar sebelah kiri, prosesor Quad-core bisa dikatakan setara atau bahkan justru lebih bagus dari sisi performa daripada prosesor Octa-core. Hal itu karena prosesor Quad-core tersebut menggunakan Core cepat (misalnya Cortex-A72). Sedangkan meskipun CPU yang satu lagi menggunakan Core yang lebih banyak, namun performanya takkan lebih baik karena ia hanya menggunakan Core hemat daya (misalnya Cortex-A53).

Sedangkan kalau keduanya menggunakan tipe Core yang sama seperti pada gambar di sebelah kanan, jelas, CPU yang memiliki jumlah Core yang lebih banyak akan memberikan performa yang lebih baik.

Nah, untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya, biasanya perangkat smartphone (khususnya di kelas flagship) akan menggunakan prosesor yang menggunakan dua tipe Core itu sekaligus, yakniย 2 sampai 4 Core cepat, plus 4 Core hemat daya, yang biasa disebut dengan istilah big.LITTLE.

Lebih bagus hexa atau octa corePada saat perangkat membutuhkan performa yang tinggi, Core big akan diaktifkan. Sedangkan ketika ia tak melakukan proses yang terlalu berat, maka Core LITTLE yang diaktifkan. Arsitektur ARM ini sering kali digunakan oleh Qualcomm, Mediatek, Exynos (dari Samsung) dan beberapa yang lain untuk membangun prosesornya.

Jadi kalau kamu bertanya lebih bagus mana diantara ketiga prosesor tersebut, jawabannya adalah tergantung pada arsitektur mana yang mereka gunakan, karena tiap seri dari prosesor memiliki spesifikasi dan arsitektur yang berbeda. Lalu, bagaimana dengan Intel?

Keunikan dari prosesor mereka yang bisa sangat powerful dan juga bisa hemat daya, membuatnya tak perlu menyematkan Core dalam jumlah banyak, meskipun menurut mimin efisiensi daya dari prosesor buatan mereka tidak bisa sebaik Core hemat daya dari ARM. Dan kalau banyak yang mengeluh soal borosnya penggunaan baterai dari perangkat yang menggunakan Intel, mungkin itu cuma karena terlalu banyak background proses aja sih.

BACA JUGA : Zenfone 2 Kamu Boros Baterai? Baca Tips Ini!

Dan seiring perkembangannya, sekarang ini sudah ada rancangan prosesor dengan Custom Core, dan yang paling populer adalah produksi dari Qualcomm pada prosesor Snapdragon seri tertentu. Saat ini, mereka punya arsitektur prosesor bernama “Krait” dan “Kryo” yang menurut sumber yang mimin baca, arsitektur ini bisa fleksibel.

Artinya, ia bisa sangat kencang, tapi juga bisa irit jika GHz nya diturunkan, sehingga biasanya prosesor ini hanya memiliki 4 core saja. Tapi konon, biaya untuk memproduksi prosesor dengan arsitektur ini tuh nggak murah, jadi yaa biasanya khusus untuk perangkat kelas atas saja.

Kesimpulan

Jadi, sekali lagi mimin tegaskan bahwa jumlah Core yang lebih banyak belum tentu dapat memberikan performa yang lebih baik. Semua itu tergantung dari amal dan ibadah arsitektur atau rancangan untuk membangunnya. Jangan lupa juga, dukungan RAM juga bakal mempengaruhi performa dari perangkat, khususnya ketika menjalankan proses yang berat.

BACA JUGA : Keuntungan RAM Besar Pada Smartphone

Dan kalau misalnya ada temanmu yang bertanya soal ini, boleh kok kamu rekomendasikan tulisan mimin di blog Techijau.com ini supaya dia bisa lebih paham.

Oke, sekian dulu deh untuk tulisan kali ini.ย Mohon dikoreksi jika sekiranya ada yang harus diperbaiki dari tulisan ini. Semoga bermanfaat! ๐Ÿ˜€

SHARE
Previous articleCara Buka Chat WhatsApp Dari Laptop
Next articleKenapa Hape Cepat Panas?
Author at techijau.com | Bukan pecandu selfie, cuma orang gaptek yang tertarik sama gadget. Disebut juga sebagai Mas Bocah | Suka post hasil kamera gadget juga di akun IG @masbocah. Sekedar ngasih tau aja sih :P

208 COMMENTS

    • Untuk performa harusnya nggak jauh beda ya Kak, lebih unggul Mi Max. Soalnya Chipset Snapdragon 625 punya Redmi Note 4 itu nggak cuma hemat daya tapi juga kenceng karena pakai teknologi baru. Untuk kamera dan daya tahan baterai, belum tau Kak karena dua hal itu perlu di tes langsung dan nggak bisa dikira-kira semudah itu ๐Ÿ™‚

  1. maaf saya mau nanya bagusan mana ya gan? tolong referensinya gan? tapi spek sama gan?

    @–@
    Chipset Mediatek MT6753
    Prosesor
    CPU Octa-core 1.3GHz Cortex-A53
    GPU Mali-T720

    @–@
    Chipset :
    Snapdragon 430
    CPU : Quad-core 1.4 GHz & quad-core 1.1 GHz
    GPU : Adreno 505

    • Kalo misal untuk pemakaian sehari-hari doang sih, harusnya keduanya sama cepet ya Kak. Cuman kalo dipake yang berat-berat seperti main game, diatas kertas Redmi Note 3 Pro sedikit lebih unggul ๐Ÿ™‚

  2. Mas,q makai mi 4c ram 2gb,di spek,,,ad radionya,tp dimenu dan sdh q cari kmn2 ko g ad,,,oya mi 4c sdh makai miui 8 emg beli baru lgsg it,,,jd soal software blm diotak atik,,,mohon pencerahanya ya sam,,,

  3. kak aku mau nanya kalo aku mau main game yang berat pake xiaomi aku lebih baik pilih mana ya xiaomi redmi NOTE 3PRO yang 2 GB atau 3 GB ?????? (kalo ada saran dari kakak kasih tau aja)

  4. Mas,mo tnya,,,bagus mn ya antara redmi note 3 pro prosesor 650 vs redmi 4 prime prosesor 625 kl dilht dr segi keceptn dan performanya serta ketangguhan batrai dan mn yg tetep stabil g over panasnya kl buat main game hd,,,trims

    Reply

  5. terima kasih min, artikel nya bagus, buat nambah wawasan tentang processor hp biar gak salah pilih sesuai kebutuhan, btw kalo mi4c buat game HD kaya real racing dsb lancar gak ya min ?

  6. nice info om.
    skalian mo nanya neh,
    mending mana Samsung Galaxy J7 Prime vs Xiaomi Redmi Note 4 (MediaTek) secara performa dan irit (anggap dengan kapasitan battery yg sama)

    • Performa diatas kertas jelas Redmi Note 4 ya Kak. Tapi untuk irit (dalam pemakaian berat), lebih baik yang Galaxy J7 Prime.

      Tapi aku sih lebih menyarankan ambil Samsung Galaxy J7 Prime aja yaa, karena hape itu masuk ke Indonesia secara resmi (ada garansi resmi), sedangkan Redmi Note 4 nggak resmi.

  7. Mas,,,ap sich perbedaan antara kaca 2.5d sama gorila glass itu,,,,krn skg yg lg booming kaca 2.5d,,,mohon penjelasannya yg detail,,,trims

    • Kaca 2.5D itu maksudnya bentuk kacanya, Kak. Kaca ini tuh melengkung / punya sudut membulat gitu di bagian sisi terluarnya, jadi nggak terkesan kaku atau kotak banget gitu. Sementara kalo Gorilla Glass itu merk kaca pelindungnya.

      Jadi apapun merk kaca pelindungnya (entah Gorilla Glass atau Dragontrail Glass), semuanya bisa bikin kaca 2.5D, tergantung permintaan vendor pembuat hapenya.

  8. Mas,mo tny,,,mending pilih mn ya antara redmi 4 prime vs redmi note 4 pro snapdragon dan redmi note 3 pro,,,,mohon rekomendasinya serta alasanya,,,trims

  9. Maaf nih gan mohon info nya , handphone saya xiomi redmi note 4 rusak ketika handphone nya lg di charger terus saya cabut tiba2 handphone nya langsung ngeblank , kira2 itu kerusakan nya apa ya gan ? Padahal itu handphone baru dipake satu hari aja gan
    Mohon info nya dong. Terima kasih:)

    • Bisa jadi masalah software, atau hardware tuh. Kurang tau juga, mesti di cek lebih lanjut. Itu blank nya bener-bener gak ada respon atau gimana? Sayang ya gak ada garansi resmi. Kalo ada garansi resmi mah tinggal klaim, beres

  10. Mas,,,tlg ksh rekomendasi antara redmi 4 prime vs asus zenfone 2 ze551ml 4gb/32 kira2 bgs mn dan kencang mn kl buat yg berat2,,,semisal main game hd dll,,,trims q tunggu infonya,,,

    • Redmi 4 prime. Tapi sayangnya hape itu nggak resmi masuk Indonesia, jadi aku saranin pilih yang lain aja yang resmi. Dan lagi, aku nggak tau soal gimana kualitas barangnya (stabil apa nggak) karena emang belum pernah coba. Di sisi lain, aku nggak nyaranin buat ambil Zenfone 2. Karena meskipun hape ini ngebut, tapi sayangnya dia “nggak stabil” alias sering bermasalah. Untuk ASUS tipe lain, Zenfone Selfie bisa jadi alternatif, meskipun nggak sekenceng Zenfone 2. Atau bisa juga ambil Zenfone 3 Laser yang lebih kenceng dari Zenfone Selfie

  11. thank’s buat artikelnya, sekalian tanya ya..,untuk kita orang awam, gimana caranya kita bisa bedain hp mana yang menggunakan cpu core cepat dan core hemat daya. kan kita kalo mau beli hp mesti cari2 review tentang teknologi yg digunakan. atau ada istilah lain ya yang dipake biar bisa lgsg tau itu pake core yg mn?

  12. Artikelnya menarik, lumayan nambah ilmu.
    Kak mau nanya, kalo xiaomi redmi 3 pro vs redmi note 3 mending pilih yang mana ya ? Kebutuhannya diisi segala sosmed(wa, line, bbm, fb, twitter, ig, dll) , soalnya kerjanya ya dari sosmed, sama butuh kamera + ketahanan baterai. Jadi butuh prosesor yg mumpuni alias ngga lemot.
    Terima kasih suhu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here