Tips Merawat Baterai Li-Po Pada Smartphone

Tips Merawat Baterai Li-Po Pada Smartphone

30319
43
SHARE

Tips Merawat Baterai Li-Po Pada Smartphone – Setelah sebelumnya mimin telah membuat posting tentang tips merawat baterai berjenis Li-Ion, di posting kali ini mimin akan membahas tips serupa, namun berlaku untuk baterai berjenis LiPo atau juga biasa di tulis Li-Po / Li-Poly (Lithium Polymer) atau bahkan Li-Ion Polymer karena ia merupakan versi yang lebih modern dari baterai Li-Ion biasa. Baterai jenis ini biasanya digunakan oleh produk smartphone yang memiliki unremovable battery (baterainya tidak bisa dilepas), meski ada beberapa perangkat lain dengan removable battery yang juga menggunakannya.

Merawat baterai li poKelebihan dari baterai ini adalah memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan baterai Li-Ion “biasa”. Namun tetap saja, meskipun lebih unggul, ada beberapa trik dan cara tertentu untuk dapat memaksimalkan umur dari baterai jenis ini yang akan mimin bahas pada tulisan kali ini. Perlu dicatat yaa, tips ini hanya berlaku untuk baterai berjenis Li-Po, karena tips-tips yang mimin tuliskan disini belum tentu cocok dengan jenis baterai yang berbeda. Oke deh, kita langsung ke TKP aja yuk!

BACA JUGA : Perbedaan Jenis Baterai

Pemakaian pertama

Sama seperti baterai Li-Ion, baterai berjenis Li-Po juga tidak perlu di isi ulang dalam waktu lama saat pertama kali menggunakannya. Abaikan saja saran orang-orang untuk mengisi ulang dalam jangka waktu tertentu (6-8 jam) karena hal itu tidak akan berpengaruh pada baterai jenis ini. Pengisian seperti itu hanya berlaku untuk ponsel yang memiliki baterai berjenis NiCad dan NiMH saja, dimana sekarang ini hampir dipastikan sudah tidak ada lagi ponsel atau gadget yang menggunakan baterai jenis itu.

Namun terkadang, beberapa perangkat yang menggunakan baterai ini akan sulit dinyalakan karena keadaan baterai yang terlalu lama dibiarkan kosong, sehingga memang terkadang kita harus melakukan charging terlebih dahulu selama beberapa jam. Dan bahkan, beberapa pengguna mengaku bahwa perangkatnya harus di cas selama seharian penuh sebelum akhirnya baterai mau mengisi karena memang kelemahan dari baterai ini adalah sulitnya untuk mengisi kembali ketika ia dibiarkan sampai kehabisan daya.

Perawatan selanjutnya

Yang paling penting dari baterai jenis ini (dan termasuk baterai jenis lain juga, sebenarnya) adalah cara / kebiasaan dari pemakaian dalam jangka panjangnya. Meskipun baterai ini sudah terlindung dari kondisi overcharge yang artinya tidak ada masalah jika tetap mengisinya pada saat baterai sudah penuh, namun mimin tetap menyarankan untuk segera men-discharge atau mencabut baterai dari konektor charger saat baterai penuh. Gunanya adalah untuk menghindari “kebocoran” yang mungkin terjadi serta menjaga suhu baterai agar tidak terlalu panas, meski biasanya suhu tidak akan naik ketika baterai sudah terisi penuh. Kecuali, jika kamu memainkkannya dalam keadaan charging, maka bisa dipastikan suhu pasti akan meningkat dengan cepat.

BACA JUGA : Kenapa Hape Cepat Panas?

Baterai jenis ini memiliki life cycle yang lebih baik dibanding dengan baterai Li-Ion sehingga akan lebih panjang masa pakainya. Namun yang paling penting bagi pengguna gadget dengan baterai jenis ini adalah agar menjaga suhu baterainya agar tidak terlalu tinggi. Karena perlu diketahui bahwa musuh terbesar dari semua jenis baterai, khususnya baterai Li-Po adalah panas berlebihan. Panas berlebihan adalah penyebab utama kerusakan dini pada baterai ini, sehingga ia akan kembung atau mengalami kebocoran sebelum waktunya.

BACA JUGA : Kenapa Baterai Menjadi Kembung?

Hal-hal diatas sudah mimin terapkan pada handphone dan smartphone mimin yang juga menggunakan baterai jenis ini yaitu Sony Ericsson W200i (sejak 2009) dan juga Sony Ericsson WT19i Live With Walkman (sejak pertengahan 2012) yang sampai sekarang masih mimin gunakan.

Isilah baterai saat gadget sudah menunjukkan bahwa baterai lemah, tetapi perlu mimin ingatkan lagi bahwa jangan sampai membiarkan baterai ini benar-benar habis, karena nantinya baterai akan sulit untuk diisi kembali. Jika seandainya kamu tidak bisa mengisi ulang daya baterai karena keadaan tertentu, dan baterai sudah sangat lemah, sebaiknya matikan saja perangkat tersebut, lalu charge dan biarkan beberapa saat, barulah nyalakan kembali.

Iya, hal kecil diatas jangan dianggap remeh loh, karena sudah banyak sekali orang yang panik karena smartphone miliknya tidak bisa dinyalakan meski sudah di charge, akibat dibiarkan lobat hingga mati. Jika kamu mengalami hal serupa, maka kamu mesti melakukan charging dalam waktu yang lebih lama agar baterai mau mengisi kembali (terkadang baterai baru mau merespon charging setelah di charge selama hampir 2 hari lamanya).

BACA JUGA : Kenapa Hape Tak Bisa Menyala Setelah Kehabisan Baterai?

Charger

Ini adalah hal penting yang patut diperhatikan, bukan hanya untuk baterai jenis Li-Po saja, tetapi untuk baterai jenis lainnya juga. Pastikan untuk selalu menggunakan charger bawaan yang ada dalam paket penjualan, karena jika tidak, baterai akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Iya, ini serius loh! Charger bawaan biasanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan dari baterai maupun smartphone yang digunakan. Dan jika kita menggunakan charger yang tidak sesuai, output daya yang berbeda dapat berpotensi merusak baterai. Biasanya, charger yang akan mempercepat kerusakan baterai adalah charger KW alias charger abal-abal karena selain output nya tak sesuai, fitur keamanan yang dibawanya pun amat diragukan, sehingga untuk menghindarinya, mimin sarankan untuk menggunakan charger bawaan saja.

Kalau Pengisian Dengan Powerbank? Bisa, asalkan gunakan powerbank yang berkualitas yaa, bukan yang abal-abal karena sekarang ini banyak sekali powerbank abal-abal yang menggunakan merk terkenal tapi ternyata palsu. Mimin merekomendasikan ASUS ZenPower untuk ini.

BACA JUGA : Review ASUS ZenPower Pro, Powerbank Dengan Fitur Fast Charging

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hindari untuk melakukan charging saat baterai belum menunjukkan keterangan lobat, dan hindari pula untuk mencabut charger ketika baterai belum penuh, karena jika terbiasa melakukan itu, persentase baterai bisa kacau, dimana terkadang perangkat akan mendadak mati sebelum baterai habis.

Oke deh, mungkin itu saja yang bisa mimin bahas pada posting kali ini. Mungkin ada yang mau menambahkan? Silahkan tinggalkan komentar. Jangan lupa untuk menjelajahi blog Techijau.com untuk mendapatkan informasi menarik lainnya yaa. Semoga bermanfaat! 😀

43 COMMENTS

    • Ya jelas ada Kak.. Tapi mungkin efeknya nggak akan separah di Li Ion biasa..

      Yang penting, kalopun mau dimainin pas lagi charging, jangan sampe aktivitasnya itu bikin hape jadi panas berlebih. Udah, itu aja kak 🙂

  1. Saya pernah baca di beberapa artikel, bahwa baterai li-po bisa dicharging tanpa harus nunggu baterai lemah. Apa benar kak?

    • Sebenernya sih boleh aja. Cuman dari pengalamanku pribadi sih lebih awet kalo charge nya itu dalam keadaan lowbat dan diisi sampe penuh. Awet dalam arti masa pakainya (sedikit) lebih lama..

      Lagian kalo misal kita charging nya sebelum low, terus dipake, belum low udah di cas lagi, itu kan jadinya lebih sering cabut pasang. Nah disitu nanti yang cepet rusak itu port usb nya juga, Kak. Itu juga jadi pertimbanganku sih 🙂

    • Ya kalo diganti sih jelas bisa ya, Kak. Tergantung ketersediaan, ada atau nggak? Soal mahal atau nggaknya, tergantung merk dan kapasitas baterai, Kak.. Tapi yang pasti, harganya bisa diatas 100 ribu atau bahkan sampe ratusan ribu, tergantung itu tadi

  2. Min kata orang orang ngecas jangan sampe 100% paling tidak katanya 40-80% doang min itu ada efek nya gak min kalo sampe penuh di li-po

    • Berdasarkan percobaanku sendiri sih justru lebih “sehat” kalo kita cas sampe penuh, Kak..

      Baterai Li-Po sih emang lebih bebas sebenernya, tapi yaa akan lebih baik kalo pengisian baterainya teratur (sampai 100%). Soalnya pengalaman beberapa temenku yang sering seperti itu (diisi sebelum habis, dicabut sebelum penuh), baterai hape mereka jadi error, dalam artian kadang suka mendadak mati padahal belum lobat..

  3. Nah nanyak ni gan, gua kan pake xiaomi redmi note 3p nah gua sering pakai buat tetheringan usb, alias hospot pke usb ke laptop, nah itu dampaknya apa ya kalu keseringan di gunakann tethering usb, (secara arus usb pc atau laptop setau gua cuman 0,5v) dan jika itu tidak baik, ada saran gak ? Biar aman buat tetheringan usb, gua suka main game online jadi sehari bisa on sampe 6 sampe 7 jaman,. Tolong ya gan sarannya xD

    • Hahahahah, dulu diriku juga sering begitu pas masih pake hape jadul dari Sony. Sampe sekarang baterainya masih lancar jaya 😀

      Saran sih sebaiknya tethering WiFi aja, Kak. Terus charge nya pake charger bawaan. Cuman tetep ya, penggunaan seperti itu lebih berpotensi untuk merusak baterai lebih cepat. Kualitas baterai juga menentukan apakah bakal awet atau nggak.

  4. Gan saya sering memainkan smartphone ketika sedang di charger apakah nanti akan berpengaruh terhadap umur baterai itu sendiri ?

  5. Comment: min ane baca di blog org laen kok lebih menyarankan klo batrai li-po lebih awet jika di charger dlm keadaan batrai terisi di atas 30%

    • “Awet” untuk penggunaan jangka panjang (nggak cepet rusak), atau “awet” untuk penggunaan sekali charging alias jangka pendek (nggak cepet abis)? Kalo yang ini tuh supaya “awet” dalam penggunaan jangka panjang.

      Tapi kalo misal masih ragu, yasudah. Ikuti aja saran yang menurut Kakak lebih benar, dan buktikan sendiri 🙂

  6. Min hp saya xiaomi redmi note 3 pro, kalo pas lagi ngeces biasanya mobile data di matikan dan saya buat mode airplane, setiap kali ngeces, jika sdh penuh 100℅ langsung saya cabut. Dan kemarin pada saat ngeces saya lupa nyabut padahal sdh hampir 5 jam saya nhecharge hp, jika sering terlalu lama ngecharge sperti itu apa akan mengurangi daya tahan batrai?

    • Kalo hape hape modern sih biasanya udah ada fitur proteksi baterai dari overcharge (kelaman charging) gitu, Kak. Pokoknya, kalo misal setelah di cas kelamaan gitu tapi suhu baterainya nggak panas, seharusnya sih nggak masalah. Tapi tetep, untuk pencegahan sebaiknya dihindari kebiasaan itu, Kak 🙂

  7. Min hp anak saya asus selfi baterainya tulisan li polymer yg bisa di cabut.apakah klu mau cas hp harus nunngu baterai 30 % dulu atau suka2 kita mau cas kapan saja.

    • Nggak harus, tapi lebih baik nunggu sampai lobat supaya lebih panjang masa pakai baterainya. Lagian, kalo keseringan cabut pasang nanti port USB nya juga bakal lebih cepet rusak, kan?

  8. Kebetulan aku pake li-po tapi yg removable.. btw, kan katanya klw yg li-po jgn dipakai sampai mati sendiri (lowbat total) krna cenderung sush di charge lagi.. lalu bagaimana dgn sistem kalibrasi yg mengharuskan agar dipakai hingga mati? dan itupun 2x untuk mereset informasi pada sistem status batrei.

    • Nah itu dia, aku kurang tau soal itu Kak.. Kalo aku sih selama ini belum pernah kalibrasi ya, Kak. Soalnya selama aku pake trik ini, persentase baterai gapernah ngaco, jadi gaperlu kalibrasi deh 😀

  9. kak mau nanya axioo picopad 7H kok untuk USB portnya carger bawaannya lonngar banget ya sanking sebel nya tertutup selimut sampe pecah layarnya kenapa ya USB portnya longgar banget akhirnya pake cas abal abalan punya ibu saya

    • Kalo port USB longgar itu biasanya karena pemakaian yang nggak bener. Misalnya, dipake main waktu masih di charge.

      Etapi bentar, itu yang longgar port yang di tabletnya, atau di adaptor chargernya?

    • Baterai jenis ini sudah termasuk baterai mutakhir, dan rasanya pengaruhnya nggak akan terlalu besar (terhadap umur baterai) kalau kita mau ngecas dalam aktif atau dimatikan. Tapi kalau aku pribadi, lebih suka charge hape dalam keadaan dimatikan kalau misal di cas nya malam hari supaya pengisiannya lebih stabil, meminimalkan suhu, sekaligus refresh hapenya. Dan kalau misalnya harus charging di waktu siang, yaa aku cas nya dalam keadaan hape aktif 🙂

    • Itu karena blog ini memang bukan blog copas dan pakai pendapat dari penulisnya sendiri, Kak. Bukan berdasarkan “apa yang kebanyakan orang bilang” dan menerimanya mentah-mentah. Dan pendapat ini aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan sekali lagi, bukan berdasarkan “apa yang kebanyakan orang bilang”.

      Lagian, beda pendapat juga wajar kan? Tinggal kitanya aja mau percaya pendapat yang mana 🙂

  10. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan

    Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.

    Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen. Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.

  11. min aku mau ganti baterai iphone pake baterai lipo 3,7V , kira2 pake charger iphone aman ga sih? cepet rusak ga? dan wall charger ga ori cuman USB nya doang yg ori, bahaya ga??

    • Dimana mana charger (atau apapun) yang nggak ori itu sangat rentan, Kak. Lagipula, kualitas dari produk KW yang dijual kan kadang juga beda-beda, jadi nggak bisa masttin aman atau nggaknya 🙂

  12. min..tanya donk.

    kalo batere polymer tablet android kan harganya mahal, bisa gak baterenya diganti dengan batere lithium ion yang memang lebih gampang didapat?

  13. hp saya COOLPAD E580 (power) , klok saya gk pakai hp nya truss daya kok berkurang banyak kak, Baterai Li po,apa kesalahan saya Apa emang gitu kak,,,,, please solusinya

LEAVE A REPLY