Tips Merawat Baterai Li-Po Pada Smartphone

Tips Merawat Baterai Li-Po Pada Smartphone

37305
69
SHARE

Tips Merawat Baterai Li-Po Pada Smartphone – Setelah sebelumnya mimin telah membuat posting tentang tips merawat baterai berjenis Li-Ion, di posting kali ini mimin akan membahas tips serupa, namun berlaku untuk baterai berjenis LiPo atau juga biasa di tulis Li-Po / Li-Poly (Lithium Polymer) atau bahkan Li-Ion Polymer karena ia merupakan versi yang lebih modern dari baterai Li-Ion biasa. Baterai jenis ini biasanya digunakan oleh produk smartphone yang memiliki unremovable battery (baterainya tidak bisa dilepas), meski ada beberapa perangkat lain dengan removable battery yang juga menggunakannya.

Merawat baterai li poKelebihan dari baterai ini adalah memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan baterai Li-Ion “biasa”. Namun tetap saja, meskipun lebih unggul, ada beberapa trik dan cara tertentu untuk dapat memaksimalkan umur dari baterai jenis ini yang akan mimin bahas pada tulisan kali ini. Perlu dicatat yaa, tips ini hanya berlaku untuk baterai berjenis Li-Po, karena tips-tips yang mimin tuliskan disini belum tentu cocok dengan jenis baterai yang berbeda. Oke deh, kita langsung ke TKP aja yuk!

BACA JUGA : Perbedaan Jenis Baterai

Pemakaian pertama

Sama seperti baterai Li-Ion, baterai berjenis Li-Po juga tidak perlu di isi ulang dalam waktu lama saat pertama kali menggunakannya. Abaikan saja saran orang-orang untuk mengisi ulang dalam jangka waktu tertentu (6-8 jam) karena hal itu tidak akan berpengaruh pada baterai jenis ini. Pengisian seperti itu hanya berlaku untuk ponsel yang memiliki baterai berjenis NiCad dan NiMH saja, dimana sekarang ini hampir dipastikan sudah tidak ada lagi ponsel atau gadget yang menggunakan baterai jenis itu.

Namun terkadang, beberapa perangkat yang menggunakan baterai ini akan sulit dinyalakan karena keadaan baterai yang terlalu lama dibiarkan kosong, sehingga memang terkadang kita harus melakukan charging terlebih dahulu selama beberapa jam. Dan bahkan, beberapa pengguna mengaku bahwa perangkatnya harus di cas selama seharian penuh sebelum akhirnya baterai mau mengisi karena memang kelemahan dari baterai ini adalah sulitnya untuk mengisi kembali ketika ia dibiarkan sampai kehabisan daya.

Perawatan selanjutnya

Yang paling penting dari baterai jenis ini (dan termasuk baterai jenis lain juga, sebenarnya) adalah cara / kebiasaan dari pemakaian dalam jangka panjangnya. Meskipun baterai ini sudah terlindung dari kondisi overcharge yang artinya tidak ada masalah jika tetap mengisinya pada saat baterai sudah penuh, namun mimin tetap menyarankan untuk segera men-discharge atau mencabut baterai dari konektor charger saat baterai penuh. Gunanya adalah untuk menghindari “kebocoran” yang mungkin terjadi serta menjaga suhu baterai agar tidak terlalu panas, meski biasanya suhu tidak akan naik ketika baterai sudah terisi penuh. Kecuali, jika kamu memainkkannya dalam keadaan charging, maka bisa dipastikan suhu pasti akan meningkat dengan cepat.

BACA JUGA : Kenapa Hape Cepat Panas?

Baterai jenis ini memiliki life cycle yang lebih baik dibanding dengan baterai Li-Ion sehingga akan lebih panjang masa pakainya. Namun yang paling penting bagi pengguna gadget dengan baterai jenis ini adalah agar menjaga suhu baterainya agar tidak terlalu tinggi. Karena perlu diketahui bahwa musuh terbesar dari semua jenis baterai, khususnya baterai Li-Po adalah panas berlebihan. Panas berlebihan adalah penyebab utama kerusakan dini pada baterai ini, sehingga ia akan kembung atau mengalami kebocoran sebelum waktunya.

BACA JUGA : Kenapa Baterai Menjadi Kembung?

Hal-hal diatas sudah mimin terapkan pada handphone dan smartphone mimin yang juga menggunakan baterai jenis ini yaitu Sony Ericsson W200i (sejak 2009) dan juga Sony Ericsson WT19i Live With Walkman (sejak pertengahan 2012) yang sampai sekarang masih mimin gunakan.

Isilah baterai saat gadget sudah menunjukkan bahwa baterai lemah, tetapi perlu mimin ingatkan lagi bahwa jangan sampai membiarkan baterai ini benar-benar habis, karena nantinya baterai akan sulit untuk diisi kembali. Jika seandainya kamu tidak bisa mengisi ulang daya baterai karena keadaan tertentu, dan baterai sudah sangat lemah, sebaiknya matikan saja perangkat tersebut, lalu charge dan biarkan beberapa saat, barulah nyalakan kembali.

Iya, hal kecil diatas jangan dianggap remeh loh, karena sudah banyak sekali orang yang panik karena smartphone miliknya tidak bisa dinyalakan meski sudah di charge, akibat dibiarkan lobat hingga mati. Jika kamu mengalami hal serupa, maka kamu mesti melakukan charging dalam waktu yang lebih lama agar baterai mau mengisi kembali (terkadang baterai baru mau merespon charging setelah di charge selama hampir 2 hari lamanya).

BACA JUGA : Kenapa Hape Tak Bisa Menyala Setelah Kehabisan Baterai?

Charger

Ini adalah hal penting yang patut diperhatikan, bukan hanya untuk baterai jenis Li-Po saja, tetapi untuk baterai jenis lainnya juga. Pastikan untuk selalu menggunakan charger bawaan yang ada dalam paket penjualan, karena jika tidak, baterai akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Iya, ini serius loh! Charger bawaan biasanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan dari baterai maupun smartphone yang digunakan. Dan jika kita menggunakan charger yang tidak sesuai, output daya yang berbeda dapat berpotensi merusak baterai. Biasanya, charger yang akan mempercepat kerusakan baterai adalah charger KW alias charger abal-abal karena selain output nya tak sesuai, fitur keamanan yang dibawanya pun amat diragukan, sehingga untuk menghindarinya, mimin sarankan untuk menggunakan charger bawaan saja.

Kalau Pengisian Dengan Powerbank? Bisa, asalkan gunakan powerbank yang berkualitas yaa, bukan yang abal-abal karena sekarang ini banyak sekali powerbank abal-abal yang menggunakan merk terkenal tapi ternyata palsu. Mimin merekomendasikan ASUS ZenPower untuk ini.

BACA JUGA : Review ASUS ZenPower Pro, Powerbank Dengan Fitur Fast Charging

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hindari untuk melakukan charging saat baterai belum menunjukkan keterangan lobat, dan hindari pula untuk mencabut charger ketika baterai belum penuh, karena jika terbiasa melakukan itu, persentase baterai bisa kacau, dimana terkadang perangkat akan mendadak mati sebelum baterai habis.

Tapi perlu diperhatikan yaa, diatas itu mimin sertakan kata “hindari” yang artinya hal itu bukanlah suatu keharusan karena kita tetap boleh melakukan charging dan discharge kapan saja sesuka kita.

Oke deh, mungkin itu saja yang bisa mimin bahas pada posting kali ini. Mungkin ada yang mau menambahkan? Silahkan tinggalkan komentar. Jangan lupa untuk menjelajahi blog Techijau.com untuk mendapatkan informasi menarik lainnya yaa. Semoga bermanfaat! 😀

69 COMMENTS

  1. Min mau tanya dong, hape saya oppo joy 3 batrainya Li Po, saya kalau ngecharge make casan oppo neo 3,kira kira bermasalah kagak?

    • Seharusnya sih nggak. Kalo soal rawan meledak atau nggak sih sebenernya karena faktor kegagalan desain baterai Kak. Intinya gini, baterai bisa meledak (terbakar) salah satu penyebab utamanya adalah korsleting atau kita biasa nyebut sebagai “konslet”. Nah kalo misal desain baterainya “gagal” untuk menjaga agar lapisan positif dan lapisan negatif tetap terpisah, yaa itu bakal bikin rawan konslet. Jadi, selama kedua lapisan ini tak saling bertemu, seharusnya aman 🙂

      Note: itu juga kenapa kita disarankan untuk nggak menekan-nekan baterai atau membantingnya, karena itu bisa merusak lapisan pemisah antara positif dan negatifnya.

  2. Nggak ada sumbernya nih artikel, tolong cari lagi keterangan beserta sumber resmi.
    Karena baterai li-po itu tidak mempunyai memory cycle jadi tidak masalah jika digunakan saat charging ataupun dicabut sebelum penuh. Baterai tipe li-po beda dengan tipe lama yang menyimpan status baterai.
    Kelemahan baterai li-po adalah panas yang berlebih.

    • Untuk bagian charging itu memang nggak ada sumber (theory) yang menyebutkan demikian. Tapi, aku berani nulis demikian berdasarkan pengalaman, Kak. Memang, baterai Li-Po itu lebih kuat dan lebih awet khususnya untuk urusan yang demikian, tapi bukan berarti “kebal”, kan? Semua pasti ada batasannya dan efeknya baru akan terasa setelah perlakuan jangka panjang.

      Aku berani nulis demikian setelah memperhatikan 4 hape pembanding. 1 hape punyaku dan 1 punya teman (tipe hape sama, tanggal pembelian duluan punyaku), dan dua hape teman (tipe berbeda, tapi sama-sama baterai Li-Po). Dan dengan perilaku charging yang sudah aku sebutkan, terbukti baterai hapeku bisa bertahan baik hingga 3 setengah tahun lebih, sementara hape temanku (yang tipenya sama) yang sering colok dan cabut sembarangan, hanya bertahan 2 tahunan++ aja, sebelum persentasenya mulai error.

      Demikian juga dengan 2 hape temanku yang lain, dimana satu teman yang mengikuti saranku ini ternyata baterainya memang lebih awet (hampir 3 tahun, tapi belum rusak sudah dijual duluan) dibandingkan dengan baterai hape milik temanku yang satu lagi yang juga cuma bertahan 2 tahunan. Memang sih harus diakui kalau ada faktor X (banyak macamnya) yang kemungkinan juga bisa menyebabkan turunnya kesehatan baterai. Tapi kurasa, perlakuan saat charging ini juga punya andil besar.

      Terserah mau percaya atau nggak, toh itu hanya saran. Dan sila dibuktikan sendiri 🙂

LEAVE A REPLY